NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Pintu van terbuka tanpa suara. Dua puluh orang pria berpakaian taktis serba hitam turun dengan gerakan yang sangat terlatih. Wajah mereka ditutupi oleh topeng tengkorak. Mereka membawa senapan serbu otomatis yang dilengkapi dengan peredam suara, kacamata malam infra merah, dan pisau tempur. Ini adalah Serigala Darah, tentara bayaran internasional yang terkenal tidak pernah gagal dalam misi pembantaian.

Kapten regu mereka, seorang pria bule dengan postur raksasa, memberikan isyarat tangan.

"Target adalah pria dewasa di kamar utama lantai dua. Ada dua anak kecil di kamar sebelah. Bersihkan semuanya dalam waktu tiga menit. Jangan tinggalkan jejak apapun. Bergerak."

Wush. Wush.

Dua puluh pembunuh elit itu melompati tembok setinggi tiga meter dengan sangat mudah menggunakan tali kait. Kaki mereka mendarat di atas rumput halaman belakang Vila Raja tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun. Mereka menyebar membentuk formasi setengah lingkaran, mengincar pintu kaca belakang dan balkon lantai dua.

Kapten regu tersenyum di balik topengnya. Misi ini terlalu mudah. Bayaran sepuluh juta Dolar untuk membunuh seorang pengusaha dan keluarganya adalah hadiah termanis yang pernah dia terima.

Namun, senyum itu membeku ketika kacamata infra merahnya menangkap sesuatu yang sangat ganjil.

Di tengah halaman rumput yang luas itu, suhu udara tiba-tiba anjlok secara tidak wajar. Layar infra merahnya yang tadinya hanya menampilkan warna biru dari rumput yang dingin, kini berkedip-kedip tidak menentu.

Tiba-tiba, dari dalam kegelapan absolut yang tidak terdeteksi oleh kacamata malam mereka, sesosok bayangan hitam pekat bermanifestasi tepat di depan salah satu anggota regu Serigala Darah.

Sret.

Sebuah tangan yang tertutup sarung tangan hitam melesat menembus udara, mencengkeram leher tentara bayaran itu. Tidak ada perlawanan yang bisa dilakukan.

Krek.

Suara patahan tulang leher yang sangat halus terdengar di tengah desiran angin. Tentara bayaran itu langsung kehilangan nyawanya sebelum otaknya sempat mengirimkan sinyal rasa sakit. Bayangan hitam itu menahan tubuh korban agar tidak jatuh ke tanah, lalu meletakkannya dengan sangat perlahan di atas rumput.

Kapten regu membelalakkan matanya. Dia mengangkat senapannya, mencoba mencari target.

"Musuh! Posisi jam tiga! Tembak!"

Namun, suaranya hanya tertahan di tenggorokan. Sebelum dia bisa memberikan perintah lebih lanjut melalui radio komunikasinya, pembantaian sepihak yang sesungguhnya telah dimulai.

Wush. Wush. Wush.

Sepuluh Pengawal Bayangan Tingkat Dewa bergerak seperti sekumpulan roh pendendam yang dilepaskan dari dasar neraka. Mereka tidak menggunakan senjata api. Kecepatan dan kekuatan fisik mereka berada di luar batas nalar manusia fana.

Bugh. Krek. Jleb.

Di sudut kiri taman, seorang tentara bayaran mencoba menembak, namun bayangan hitam sudah berada di belakangnya, memutar kepalanya seratus delapan puluh derajat dalam satu gerakan mulus.

Di dekat kolam renang, tiga tentara bayaran yang mencoba berlindung di balik patung hiasan ditebas dadanya secara bersamaan oleh pisau tak terlihat yang membelah rompi anti peluru tingkat militer mereka seperti membelah selembar kertas. Darah menyembur, namun tidak setetes pun yang dibiarkan menodai air kolam renang tempat Ziyue biasa bermain. Para pengawal bayangan itu menampung mayat-mayat tersebut dengan presisi yang menakutkan.

"Sialan! Apa-apaan ini?! Mundur! Mundur semua!" Kapten regu berteriak panik melalui radionya, membuang senapannya dan mencabut pisau tempurnya. Teror yang dia rasakan saat ini jauh lebih besar daripada saat dia terkepung di medan perang Timur Tengah.

Dalam waktu kurang dari dua puluh detik, delapan belas anggota regu elitnya telah diubah menjadi mayat dingin tanpa sempat melepaskan satu peluru pun.

Kapten regu berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju tembok belakang, mencoba menyelamatkan nyawanya sendiri.

Tap.

Sebuah langkah kaki yang sangat tenang terdengar dari arah balkon lantai dua.

Kapten regu menghentikan langkahnya secara refleks. Dia mendongak, menatap ke arah balkon yang hanya diterangi oleh cahaya rembulan yang mengintip dari balik awan.

Di sana, Jiang Muchen berdiri dengan mengenakan jubah mandi berbahan sutra hitam. Tangannya memegang segelas anggur merah. Matanya menatap ke bawah, langsung menembus jiwa kapten regu yang sedang gemetar ketakutan di atas rumput.

Aura Ketenangan Mutlak yang dipancarkan Jiang Muchen dari atas balkon itu terasa seperti gunung baja yang menindas tubuh sang kapten. Pisau tempur di tangannya jatuh ke tanah. Dia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali.

"Kau berani membawa senjata dan niat membunuh ke tempat di mana anak-anakku sedang tertidur lelap," ucap Jiang Muchen, suaranya tidak keras, namun menggema langsung di dalam tengkorak sang kapten.

"A-ampuni... ampuni saya... Faksi Harimau Hitam yang membayar kami..." kapten regu itu memohon dengan suara parau, mengompol di celana taktisnya karena ketakutan yang absolut.

Jiang Muchen menyesap anggur merahnya dengan tenang.

"Orang mati tidak butuh pengampunan."

Begitu Jiang Muchen menyelesaikan kalimatnya, dua Pengawal Bayangan muncul dari sisi kanan dan kiri kapten regu tersebut.

Sret.

Kedua tangan pengawal itu bergerak menyilang, mematahkan leher dan tulang belakang sang kapten secara bersamaan. Tubuh raksasa itu ambruk ke tanah tanpa kehidupan, mengakhiri legenda Grup Tentara Bayaran Serigala Darah di halaman belakang sebuah vila.

Jiang Muchen menatap sepuluh Pengawal Bayangannya yang kini berdiri dalam formasi rapi, dikelilingi oleh dua puluh mayat musuh.

"Bersihkan semuanya. Jangan tinggalkan satu pun noda darah di atas rumput. Dan kirimkan kepala kapten ini ke markas Faksi Harimau Hitam sebagai salam perkenalanku," perintah Jiang Muchen dengan nada datar.

Sepuluh bayangan itu menunduk serentak, lalu bergerak dengan kecepatan luar biasa. Dalam hitungan detik, mayat-mayat itu beserta senjata mereka lenyap ke dalam kegelapan malam, menyisakan halaman rumput yang kembali bersih dan sunyi seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Di dalam kamar di lantai dua, Zihan dan Ziyue masih tertidur sangat pulas, terbuai oleh mimpi indah, sama sekali tidak menyadari bahwa sebuah perang berdarah baru saja dimenangkan oleh ayah mereka di luar jendela.

Jiang Muchen membalikkan badannya dan berjalan masuk kembali ke dalam kamar.

Ding.

Suara sistem berdenting manis di dalam kepalanya.

[Peringatan Sistem: Serangan bersenjata skala menengah berhasil digagalkan dengan sempurna. Pertahanan absolut Vila Raja tetap tidak tertembus.]

[Mengirimkan reward: Cetak Biru Sistem Pertahanan Kinetik Tingkat Militer Masa Depan. Cetak biru ini sangat cocok untuk diintegrasikan dengan proyek Pulau Bintang Biru, memberikan perlindungan anti-rudal dan perisai energi mandiri.]

Senyum kepuasan muncul di wajah Jiang Muchen. Musuh-musuhnya selalu datang membawa hadiah yang tepat pada waktunya. Faksi Harimau Hitam mungkin berpikir mereka adalah pemangsa, namun malam ini, mereka baru saja membangunkan naga sejati yang akan melahap mereka bulat-bulat.

"Tunggu saja, Jenderal Besi. Kematianmu sedang dalam perjalanan," gumam Jiang Muchen sambil meletakkan gelas anggurnya.

1
Seung
🤣 jadi ank nya
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!