NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Arabelle melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapannya menyapu ketiga anak yang berdiri di hadapannya. Yang satu basah kuyup, yang satu putih penuh tepung. Dan yang satu lagi berdiri dengan wajah paling tidak bersahabat.

Theo yang masih meneteskan air dari rambutnya mendadak membelalak. Kini otaknya akhirnya memproses wajah wanita di depannya.

"Tunggu!" Theo menunjuk Ara, "kamu!"

Ara mengangkat sebelah alis, "Aku?"

"Kamu wanita warung itu!" Theo langsung kesal.

"Wanita yang minta ganti rugi sampai uang kas motorku habis!"

Ara mengangguk pelan. "Oh, jadi kamu masih ingat."

"Tentu saja aku ingat!" Theo hampir melompat. "Itu uang satu bulan!"

Ara tampak tidak merasa bersalah sedikit pun. "Itu namanya tanggung jawab."

Theo ingin membantah. Namun, tidak menemukan kalimat yang tepat.

Sementara di sisi lain, Alya yang wajahnya masih dipenuhi tepung mendadak pucat. Matanya membesar menatap Arabelle. Wanita yang kemarin menolongnya di swalayan. Wanita yang menendang Reno, dan yang lebih parah wanita yang tahu dirinya diam-diam pacaran.

Alya langsung menundukkan kepala. Jangan sampai Kak Elang tahu, jangan sampai Kak Theo tahu apalagi Ayahnya, itu yang dia pikirkan saat ini, bisa tamat hidupnya.

Di tengah keheningan itu, Elang berdehem pelan.

"Ehem!"

Semua menoleh.

Elang memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Tatapannya lurus pada Arabelle.

"Ini rumah..."

Ara menunggu.

"Bukan pasar!"

Beberapa pelayan langsung menelan ludah. Mohan menutup mata, Theo masih diam dan Alya juga masih diam.

Elang melanjutkan. "Kamu baru datang sudah bikin keributan." Tatapannya turun menyorot ember yang terbalik. Lalu, genangan air dan tepung yang berserakan, Ara menatap Elang beberapa detik. Kemudian melangkah mendekat, hingga berhenti tepat di depannya.

Lalu mendongak, jauh mendongak.

'Sial! Kenapa dia begitu tinggi. Anak ini makan apa waktu kecil?'

Elang menatap balik tanpa bergeming. Tatapan mereka bertemu, tidak ada yang mau mengalah. Kemudian Ara tersenyum tipis.

"Kamu kira ini taman hiburan?"

Elang mengerutkan kening.

Ara menunjuk ke arah ember. "Kamu kira ini wahana bermain?" Lalu menunjuk Alya.

"Atau lomba lempar tepung?" Kemudian menunjuk Theo.

"Atau kolam renang dadakan?"

Theo langsung tersinggung.

"Itu bukan—"

Namun, sebelum Theo sempat menyelesaikan kalimatnya, Ara mengangkat tangan.

"Bereskan semuanya..."

Suasana langsung hening, Theo berkedip.

"Hah?!"

Ara menunjuk lantai.

"Bereskan,"

"Tapi—"

"Bereskan!"

Theo menunjuk dirinya sendiri.

"Aku?"

Ara tersenyum manis. "Iya."

"Loh kenapa aku?"

Ara menunjuk ember. "Itu embermu."

Lalu menunjuk tepung. "Itu rencana kalian."

Kemudian menunjuk lantai. "Dan itu rumah kalian..."

Theo membuka mulut, lalu menutupnya lagi dan membuka lagi. Lalu menoleh ke Elang meminta bantuan. Sayangnya Elang malah memalingkan wajah. Theo menoleh ke Alya. Tetapi, Alya justru pura-pura sibuk membersihkan tepung di bajunya.

Theo hampir menangis. "Kenapa semuanya jadi salahku?"

Ara mengangkat bahu. "Karena kamu yang kelihatan paling semangat."

Beberapa pelayan langsung menunduk menahan tawa. Sementara Mohan berdiri di belakang Ara sambil memijat pelipis.

Baru sepuluh menit, baru sepuluh menit Arabelle masuk ke rumah itu. Dan rencana besar tiga bersaudara Anderson sudah hancur berantakan. Entah kenapa Mohan mulai yakin, yang akan menyerah lebih dulu di rumah ini bukan Arabelle. Melainkan ketiga anak Anderson itu sendiri.

"Aku tidak mau!" Theo langsung menunjuk ke arah para pelayan.

"Kalian!"

Para pelayan refleks berdiri tegak.

"Bereskan semuanya!"

"Baik, Tuan Theo—"

Namun, sebelum satu langkah pun mereka bergerak suara Arabelle terdengar.

"Berhenti semua!"

Seketika, seluruh ruangan hening. Para pelayan membeku di tempat. Theo membeku dan Alya juga membeku. Bahkan, Mohan ikut menahan napas. Ara melipat kedua tangannya di dada. Tatapannya menyapu ketiga anak di hadapannya.

Lalu menunjuk satu per satu.

"Kamu." Jarinya menunjuk Theo. "Kamu." Kini ke arah Alya. "Dan kamu."vTerakhir kepada Elang.

Ara tersenyum tipis. "Bereskan semuanya!"

Theo berkedip, Elang mengernyit dan Alya melotot tak percaya.

"Tanpa tersisa..." Tambah Ara santai.

Elang langsung maju selangkah.

"Tidak,"

Ara mengangkat alis. "Tidak?"

"Ini pekerjaan pelayan." Ujar Elang menolak

Ara mengangguk. "Lalu?"

"Lalu mereka yang bereskan." Kata Theo.

Ara tersenyum, senyum yang membuat Mohan langsung punya firasat buruk.

"Tidak?"

Elang menatapnya datar, Ara menatap balik dan Alya ikut menyela.

"Aku juga tidak mau!"

Theo langsung mengangguk cepat. "Setuju."

Ketiganya berdiri dalam satu kubu, melawan Arabelle. Beberapa pelayan mulai cemas. Mohan mulai memijat pelipis, dan Ara masih terlihat santai. Seolah tidak sedang menghadapi tiga anak keras kepala.

"Tidak ada yang boleh membantah." Ucapnya ringan.

Elang menyilangkan tangan.

"Aku membantah!"

Theo ikut mengangguk. "Aku juga!"

"Aku juga!" sahut Alya.

Ara menghela napas, lalu menoleh ke samping.

"Pak Mohan..."

Mendengar nama itu disebut, ketiga bersaudara Anderson langsung menegang.

Mohan sendiri langsung berdiri tegak.

"Iya, Nyonya Ara?"

Ara menunjuk mereka bertiga.

"Tolong—"

Belum sempat menyelesaikan kalimat, Elang langsung berseru.

"Iya, iya, iya!"

Ara berhenti bicara, Theo membelalak bahkan Alya juga.

Elang langsung memotong. "Kami bereskan."

Theo menatap kakaknya seolah dikhianati.

"Kak?"

Alya bahkan lebih tidak percaya. "Kakak!"

Elang mendekat lalu berbisik cepat.

"Diam,"

"Tapi—"

"Diam!"

"Tapi Kak—"

"Kamu mau Pak Mohan telepon Ayah?"

Seketika, Theo menutup mulut dan Alya ikut menutup mulut. Mereka semua tahu, kalau sampai Nathan mendapat laporan dalam satu jam pertama kedatangan istri barunya. Maka hidup mereka akan lebih menyedihkan.

Elang menarik napas panjang, lalu menatap Ara tajam. Tatapan yang jelas mengatakan perang belum selesai.

"Kami akan bereskan..."

Ara tersenyum puas. "Bagus! Belajar bertanggung jawab,"

Elang mengambil pel, Theo mengambil ember yang sudah penyok. Sedangkan Alya mulai memunguti sisa-sisa tepung. Para pelayan hanya bisa saling pandang. Tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Selama bertahun-tahun, belum pernah ada orang yang berhasil menyuruh ketiga anak Anderson membersihkan kekacauan yang mereka buat sendiri. Dan Arabelle melakukannya, kurang dari lima belas menit setelah menginjakkan kaki di rumah itu.

Sementara Mohan diam-diam mengirim pesan kepada Nathan.

[Tuan, Nona Ara sudah tiba dengan selamat.]

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan satu kalimat lagi.

[Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tuan Elang sedang mengepel lantai.]

Beberapa detik kemudian balasan dari Nathan masuk, Mohan mengirim foto, Mohan langsung menahan tawa.

1
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
Sri Wulandari
terharu dech bacanya...
akhirnya Theo bs mengungkapkan perasaannya .....Theo, Alya, & Elang mereka sebenarnya anak² yg baik hamya sj karna kehilangan seorang mama membuat mereka merasa kesepian tanpa perhatian & kasih sayang karna ayah Nathan yg sllu sibuk sehingga mereka benar² kehilangan sosok seorang ibu tp kehadiran Ara membuat mereka sadar bahwa hidup mereka menjadi lebih hangat stlh k hadiran Ara walaupun awalnya mereka menolak karna mereka mengira ibu tiri itu seorang yg kejam & suka melakukan kekerasan & hanya mencintai ayah mereka sj....
tp nyatanya tdk dg Ara....dia bs membuat mereka merasa terlindungi d sayangi... Theo yg suka membuat membantah & membuat mslh pun jg merasakan kasih sayang itu
Sri Wulandari
ternyata anak² ayah Nathan smua polos sllu menganggap ibu tiri itu jahat & suka menganiaya....buktinya ibu ara d bilang pkai ilmu sihir k banyakan halunya itu 😂😂🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!