Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis muda yang mempunyai impian dan cita - cita besar akan masa depannya. Harus terlibat dalam hubungan cinta bersama atasannya. Candy Florensia namanya dan nama atasannya Lukas Wibowo.
Apakah Candy akan tetap diterima di perusahaan Manunggal Perkasa itu??
Apakah ada cinta diantara mereka???
Novel dengan tema Romantis dikemas dengan ada nya cinta segitiga dan perselingkuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Presentasi Pertama
Lukas, Paul dan Candy sudah di rumah sakit. Perempuan yang bernama Samantha sudah di rawat oleh tenaga medis, begitu pula dengan Lukas yang mengalami luka gores di telapak tangannya.
"Pak, aku pulang naik taksi saja."
"Aku antar."
"Tetapi... Teman bapak??"
"Saya sudah menghubungi keluarganya."
Paul, Lukas dan Candy berpisah di halaman parkir rumah sakit. Lukas mengendarai mobil mengantar Candy.
"Kenapa kamu pandang saja terus. Baru perna lihat otang ganteng seperti saya." Percaya diri sekali bos ini.
"Saya tidak yakin bapak bisa mengendarai mobil dengan tangan bapak yang cidera."
"Kamu meragukan saya..... Emang kamu bisa menyetir mobil."
"Bisa pak, hanya saja saya tidak mengerti jalan - jalan di Jakarta."
"Kan bisa pakai googgle map."
Tanpa aba - aba. Lukas menghentikan mobil dan turun. Membuka pintu sebelah Candy. Dan menyuruh stafnya pindah ke bangku supir.
"Saya lompat ke sebelah pak.... Bagaimana bisa kan saya pakai rok."
"Cepat. Jam berapa kita tiba di rumah."
Candy memasang Map pada handphonenya tujuan pertama adalah rumah tempat tinggalnya sesuai arahan bosnya. Akhirnya Lukas tahu di mana rumah Candy. Setelah hampir satu jam mereka berkendaraan dari lokasi rumah sakit ke pusat kota.
"Terima kasih pak bos buat traktir makan siangnya dan makan malamnya." Karena tadi mereka mampir ke restoran cepat saji memesan makan malam, yang Candy tahu itu keinginan bosnya, ternyata itu pesanan makanan buat dirinya. Lukas hanya tersenyum.
Akhirnya Lukas tahu, dimana tempat tinggal Candy, pantas saja dia sering jajan di pedagang kaki lima di seberang jalan kompleks ini.
"Jangan lupa istirahat cepat. Sampai ketemu besok." Candy hanya mengangguk dengab polosnya. Sampai mobil bosnya menjauh, Candy baru berpikir apa maksud dari kata - kata bosnya tadi.
Banyak sekali kejanggalan yang Candy rasakan. Di ajak makan siang jauh banget, ada masalah dengan seorang cewek, dibeliin makan malam. Sampai ketemu besok. Semua hal itu bermain di pikiran Candy. Namun lagi - lagi Candy tepis semua pikiran itu.
"Jangan percaya diri berlebihan Candy, ingat fokus utama kamu bekerja di perusahaan Manunggal Perkasa."
Candy mempunyai Wish List dalam hidupnya Menyelesaikan kuliah cepat, bekerja di Manunggal Perkasa, Menabung buat keliling dunia dan membantu orangtua. Hanya tiga wish List besar yang ingin Candy capai, dan dua sudah di penuhi.
Pagi - pagi seperti biasa Candy sudah bangun, berdoa dan berolahraga. Kemudian dia siapkan bekal dan sarapannya. Langsung mandi. Jam setengah tujuh dia sudah keluar kas kosnya dan hendak ke kantor. Kehadiran Candy di kos ini, ternyata menarik simpati beberapa orang pemuda yang juga ngekos di sini. Salah satunya Alex Wijaya, Manager Perkreditan di salah satu bank swasta besar, melihat Candy beberapa hari berjalan kaki, Alex berinisiatif menawarkan tumpangan kepada cewek mandiri ini.
"Hai... Aku Alex Wijaya, aku juga ngekos disini. Aku anak baik - baik. Dan orangtuaku ada di Jogjakarta. Aku bekerja di salah satu bank swasta. Dan pagi ini, aku mau menawarkan tumpangan ke kantor bagi kamu. Karena kantor kita searah dan beberapa hari ini aku melihat kamu jalan kaki ke kantor." Candy tersenyum.
"Terima kasih mas Alex. Aku Candy Florensia. Dan aku tidak menolak niat baik mas Alex, asal tidak ada yang marah. Aku takut mas... Soalnya kemarin baru kejadian." Alex tertawa.
"Aman Candy. Ayo kita berangkat." Candy pun dipersilahkan masuk ke dalam mobil Alex Wijaya pemuda dewasa yang bekerja di sebuah bank swasta.
Tanpa Cindy ketahui, ternyata bosnya datang menjemput. Bos Lukas Wibowo. Bosnya hanya bisa melihat stafnya di antar oleh laki - laki lain ke kantor.
"Apa dia tidak tahu maksud kataku semalam yang artinya aku akan menjemputnya dan pergi bersama ke kantor." Meskipun kesal, namun Lukas berusaha tenang dan sabar.
Candy sudah sampai di depan kantornya. Turun dari mobil mewah punya Alex Wijaya ternyata di sambut oleh ibu HRDnya yang gaul.
"Selamat pagi ibu Yumi."
"Selamat pagi Candy. Berseri sekali muka kamu. Apa itu pacar kamu yang mengantar."
"Oooo yang itu, bukan bu itu teman sekos ku. Namanya pak Alex Wijaya. Katanya dia kasihan lihat saya beberapa hari ini jalan kaki ke kantor."
"Baik banget, pasti ada modus tertentu tuh."
"Modus apa ya bu Yumi yang cantik."
"Modus mau mencintai kamu anak manis." Digodai oleh ibu manager HRD raut wajah Candy memerah. Pembicaraan mereka terhenti ketika Candy mendapat perintah dari bosnya yang berada tepat di belakangnya untuk menyiapkan presentase proyek yang baru akan di bahas di depan para pimpinan perusahaan ini.
"Jam sembilan pak."
"Kamu ngak mampu."
"Bukan ngak mampu pak. Tetapi apa tidak buru - buru."
"Kamu sarjana kan. Atau jangan - jangan sarjananya pakai Joki." Candy tersinggung, sedangkan bosnya tahu proyek itu yang buat dirinya. Bisa - bisanya dia berkata begitu. Lukas langsung meninggalkan Candy dan Yumi waktu pintu lif terbuka.
"Sabar ya anak manisku. Bos kamu itu mulutnya pedis, tetapi hatinya baik."
"Baik?? Belum seminggu bekerja sepertinya banyak yang pedis aku nikmati bunda." Yumi tertawa, lalu mengusap rambut Candy.
Yumi Ningsih manager HRD meskipun baru beberapa hari mengenal Candy, namun dia jatuh hati kepada anak manis ini. Karena perawakan Candy mengingatkan dia akan adik perempuannya yang sudah meninggal lima tahun lalu, jika dia masih hidup mungkin seusia Candy.
Sampai di meja kerjanya. Candy langsung mempelajari proyek yang dia siapkan sendiri. Tentu tidak susah bagi Candy Florensia menyiapkannya, karena dia yang membuat maka hal - hal yang menjadi pertanyaan dalam proyek ini dia siap untuk menjawab. Kali ini penampilan Candy Florensia sangat modis dia menggunakan dress berwarna hitan yang di padukan dengan kemeja putih over side mengenakan asesoris khas Bali. Membuat dirinya sangat menawan.
Tadi pagi waktu melihat Candy keluar dari kamar kosnya, Lukas sudah memuji dalam hati penampilan gadis itu. Saat ini Lucas sedang melihat Candy berdiri mempresentasikan hasil kerjanya sendiri. Pesonanya dan kepintarannya membuat dia bangga. Dan dia akui anak ini bisa di perhitungkan. Semua pertanyaan dari Owner Manunggal Perkasa yang adalah Direktur Utama yang juga lulusan teknik arsitektur satu almamater dengan Lukas memuji Candy. Semua pertanyaan Jefry Andreas di jawab.
Candy sudah kembali ke meja kerjanya di lantai sembilan. Tersisa pemimpin - pemimpin perusahaan yang sedang membahas kelangsungan proyek besar ini yang akan dibangun di Thailand dekat daerah wisata. Di antara pemimpin - pemimpin perusahaan ada Samantha dari devisi keuangan.
"Luke, Candy terlibat dalam proyek besar ini. Saya prediksi dia mampu."
"Saya ikut apa perintah big bos saja. Masalahnya dia belum seminggu berkerja di perusahan ini."
"Dia aset. Yumi siapkan semua data - datanya dan urus paspor juga visanya."
"Siap pak."