NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Darah segar membasahi lantai batu Panggung Hidup-Mati.

Tiga ribu murid yang memadati alun-alun membeku bagaikan patung batu. Peringkat ketiga Murid Luar, seorang jenius Alam Pembukaan Meridian Lapis Sembilan, tewas terpenggal hanya dalam satu tebasan pedang!

"Hu'er!!"

Di kursi pengawas, mata Tetua Zhao Wuji langsung memerah semerah darah melihat kepala keponakan kebanggaannya menggelinding di bawah panggung. Di sampingnya, Diakon Lin Cang juga berdiri dengan wajah menggelap penuh niat membunuh yang tak tertahankan lagi.

Jika dibiarkan tumbuh satu bulan lagi saja, bocah enam belas tahun yang sudah mencapai Lapis Delapan dan menguasai Niat Pedang ini benar-benar akan menembus Alam Fondasi Roh dan mengancam nyawa mereka berdua!

"Lin Xuan! Kau menggunakan seni iblis terlarang untuk membunuh sesama murid secara kejam! Hari ini aku, Diakon Penegak Hukum Lin Cang, bersama Tetua Zhao akan mengeksekusimu di tempat!"

BOOOOM! BOOOOM!

Tanpa memedulikan aturan kesucian Panggung Hidup-Mati lagi, Diakon Lin Cang (Alam Fondasi Roh Lapis Tiga) dan Tetua Zhao Wuji (Alam Fondasi Roh Lapis Satu) melompat menerjang ke atas panggung secara bersamaan! Dua gelombang telapak raksasa yang terbentuk dari Qi Cair Alam Fondasi Roh menghantam turun dari langit untuk menghancurkan Lin Xuan menjadi bubur daging!

"Tidak tahu malu! Dua tetua Alam Fondasi Roh mengeroyok seorang murid setelah kalah di Panggung Hidup-Mati!" teriak para murid dari puncak lain dengan marah, namun tak seorang pun sanggup menghentikan serangan secepat itu.

Lin Xuan menggenggam erat Pedang Abu Hitamnya, bersiap membakar esensi darah di Tungku Abu Takdir untuk menahan serangan maut tersebut.

Namun tepat pada detik itu—

Dari arah barat langit Sekte Awan Biru, tempat berdirinya Puncak Kesembilan (Puncak Pedang Patah) yang berjarak sepuluh mil jauhnya, tiba-tiba terdengar satu suara dengungan pedang yang tenang namun membuat seluruh langit di atas sembilan puncak gunung bergetar hebat!

"Sejak kapan anjing-anjing dari Puncak Ketiga berani menyentuh orang dari Puncak Kesembilanku?"

SWINGGG!

Dua batang ranting bambu hijau biasa melesat menembus awan dari arah Puncak Kesembilan dengan kecepatan yang melampaui batas penglihatan mata!

PUFF! PUFF!

Sebelum telapak Qi Fondasi Roh milik Diakon Lin Cang dan Tetua Zhao Wuji sempat menyentuh panggung, kedua ranting bambu itu telah menghantam dada mereka berdua!

Gelombang serangan Fondasi Roh mereka hancur berkeping-keping bagaikan gelembung sabun! Tubuh Diakon Lin Cang dan Tetua Zhao Wuji terpental mundur sejauh lima puluh tombak sambil memuntahkan darah segar di udara, sebelum akhirnya ranting bambu tersebut memaku jubah mereka berdua kuat-kuat ke tiang batu gerbang alun-alun!

Seluruh alun-alun jatuh ke dalam keheningan mutlak!

Hanya dengan dua ranting bambu yang dilemparkan dari jarak sepuluh mil, seorang Diakon Fondasi Roh Lapis Tiga dan seorang Tetua Fondasi Roh Lapis Satu langsung terluka parah dan dipaku di tiang batu tanpa sanggup berkutik!

"Tetua... Tetua Jian Chen dari Puncak Kesembilan?!" wajah Diakon Lin Cang sepucat mayat hidup, dadanya terasa seperti hampir meledak oleh sisa Niat Pedang tingkat puncak yang terkandung di dalam ranting bambu tersebut. "Kultivasinya... ternyata tidak pernah hilang sedikit pun!"

"Ini peringatan terakhir," suara malas Tetua Jian Chen kembali menggema dari balik awan Puncak Kesembilan. "Jika ada kultivator Alam Fondasi Roh ke atas yang berani melanggar aturan dan menyentuh bocah itu di dalam lingkungan sekte, aku sendiri yang akan berjalan ke Puncak Ketiga untuk mencabut nyawa kalian."

Diakon Lin Cang dan Tetua Zhao Wuji menundukkan kepala mereka dengan tubuh gemetar hebat karena takut sekaligus malu luar biasa di hadapan ribuan murid.

Malam harinya, di ruang bawah tanah rahasia di Puncak Ketiga, Diakon Lin Cang yang dadanya masih diperban duduk berhadapan dengan seorang pria berjubah hitam bertopeng kelelawar darah—seorang Tetua Pelindung dari Sekte Darah Langit—serta putranya, Lin Tianhao.

Saat ini, tubuh Lin Tianhao memancarkan aura merah keemasan yang mengerikan dan tidak wajar. Berkat pencangkokan Jantung Binatang Darah Tingkat Tiga oleh Sekte Darah Langit, kultivasi Lin Tianhao yang sempat hancur kini dipaksa melonjak drastis hingga mencapai Setengah Langkah Alam Fondasi Roh!

"Selama kita berada di dalam sekte, tua bangka Jian Chen itu akan terus melindungi Lin Xuan," desis Diakon Lin Cang dengan suara penuh kebencian. "Tetapi tujuh hari lagi, Sekte Awan Biru akan mengirim para murid berbakat keluar gunung menuju Hutan Kabut Darah untuk memperebutkan Buah Fondasi Roh! Di luar wilayah sekte, Jian Chen tidak akan bisa mengawasi!"

Utusan Sekte Darah Langit itu tertawa serak. "Tenang saja, Diakon Lin. Aku telah menyiagakan dua puluh algojo Pembukaan Meridian Puncak di dalam Hutan Kabut Darah bersama Tuan Muda Tianhao. Begitu Lin Xuan melangkahkan kaki ke dalam hutan itu... tak seorang pun di dunia ini yang akan bisa menyelamatkan nyawanya!"

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!