NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"ya ya ya.... Udah deh, mending sekalian mama keluar, aku lagi males ketemu siapapun." Ketus Nadia dan Nagita sang mama keluar sari ruang rias.

"Dia sangat marah mas, dia pasti merasa bahwa kita adalah orang tua yang jahat dan tidak berperasaan." Kata Nagita pada Bramasta.

"Biarlah sayang, nanti kelak dia juga akan paham k dan ngerti kok, kita harus lebih sabar lagi menghadapi keras kepala anak semata wayang kota itu," Bramasta mencoba menenangkan Nagita sang istri.

"Hadeuh.... Males banget ini gue jalan keluarnya," keluh Nadia.

Nadia menggenggam tangan papanya dengan erat, langkah mereka berdua di iringi oleh alunan musik orkestra yang lembut. Papanya memandang Nadia dengan penuh kasih, matanya berkaca-kaca seolah ingin melepas putri tercintanya ke tangan orang lain.

Mereka berjalan perlahan di atas karpet merah yang telah terhampar indah di lorong gereja. Jayden, dengan setelan jas hitam yang rapi, berdiri gagah menunggu di depan pendeta. Senyumnya melebar saat matanya menangkap sosok Nadia yang semakin mendekat.

Dia tampak sedikit gugup, namun kegugupan itu segera sirna begitu tangannya bertemu dengan tangan Nadia.

Pendeta memulai upacara dengan suara yang berwibawa, mengingatkan semua yang hadir tentang kekudusan ikatan yang akan dijalin oleh Nadia dan Jayden. Janji suci diucapkan dengan lancar, penuh haru dan janji tulus untuk saling menjaga dalam suka maupun duka.

Ketika cincin disematkan, Nadia dan Jayden saling pandang, matanya berbicara lebih banyak dari kata-kata.

Janji setia terpatri dalam tatapan Jayden.

Suasana menjadi semakin sakral ketika mereka berdua mengucapkan "Aku bersedia" di depan altar, disaksikan oleh keluarga dan sanak saudara.

Ketika akhirnya mereka diumumkan sebagai suami istri, tepuk tangan riuh memenuhi ruangan. Nadia dan Jayden berpelukan, sebuah pelukan yang menyegel semua janji dan harapan masa depan mereka. Ayah Nadia, dengan air mata kebahagiaan, memberikan restu sambil menatap kedua mempelai yang mereka pikir Jayden dan Nadia akan bahagia.

"Cium.. cium.. cium.." sorakan demi sorakan keluarga teriakan untuk melihat kedua mempelai ber ci uman.

Sebuah seringai terukir di bibir Jayden. "Santai Baby, semalam kan udah pernah," kata Jay dengan sebuah smirk di bibirnya.

"Berani lo cium gue di sini, lo yang gue tabok!" Tegas Nadia tapi hanya tak terlihat jika cewek itu tengah mengum pat.

"Gue suami lo sekarang! Jadi nggak ada penolakan!"

Jay menarik tengkuk leher Nadia dan sukses mendaratkan bibirnya di bibir Nadia. Memberikan sedikit lumutan sedikit sampai membuat sang empu terbelalak.

"Katanya mau tabok? Ni tabok ni, tapi lo cium lagi," cibir Jay mengulum bibirnya yang terasa manis.

"Oke, sekarang lo boleh menang! Tapi liat aja nanti malam!" Pekik Nadia dan Jay malah terkekeh.

"Gue always tunggu Baby."

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah.

Agar tak berdampak buruk pada lingkungan sekolah nantinya.

"Papa titip Nadia ya, jaga dia baik-baik, kamu tahu bukan akibatnya jika kamu berani membuat dia sakit sedikit saja," tegas Bramasta.

"Siap pa, Jay janji!" Mantab Jay menjawab.

"Aku masih pulang ke rumah kan?" Tanya Nadia.

"Enggak dong sayang, Jay kan udah nyiapin rumaj buat kalian berdua."

Jawaban sang papa membuat Nadia terperangah tak percaya, "niat banget lo ya?" Tukas Nadia kesal.

"Tapi kan baju aku masih ada di rumah semua Ma, Pa," protes Nadia yang beralasan biar bisa pulang ke rumah.

"Baby, gue bukan orang miskin, semuanya udah gue beliin buat lo," Nadia semakin tak percaya dengan apa yang ja dengar baru saja.

"Beneran sinting lo ya?"

"Iya gue emang sinting, kenapa? Lo takut?"

Nadia melebarkan kedua manik matanya, ia merasa ngeri jika nanti dia sekamar dengan Jayden.

Pesta akhirnya berakhir, semua keluarga pulang ke kediaman masing-masing, begitu juga sepasang pengantin baru ini yang akan berpulang ke rumahnya Jayden.

Di dalam mobil, Nadia masih belum berani menghidupkan ponsel yang sengaja ia matikan.

"Lo nggak lagi sakit kan?" Tanya Jay melihat Nadia yang terlihat gelisah.

"Iya gue lagi sakit, jangan deket-deket gue makanya, ketularan mam pus lo!"

Sekopp..

Nadia terbelalak saat tiba-tiba bibirnya di sekop oleh Jay.

"Bacotnya kalau ngomong lemes banget, jadi gemes kan gue," bisiknya yang semakin membuat Nadia merinding.

Tak lama kemudian mobil yang membawa mereka berhenti di sebuah halaman besar dan penuh dengan beberapa pohon yang sudah berbunga indah.

" Gue nggak yakin dia suka bunga," gumam Nadia lirih.

"Buat lo Baby, ya kali gue doyan warna warni gitu," Jay membukakan pintu untuk Nadia.

"Minggir! Gue bisa jalan sendiri!" Ketusnya dan lagi-lagi Jay terkekeh.

"Siapa lagi yang mau gendong? Geer deh," jay berjalan di belakang Nadia dengan mengambil gaun panjang yang akan menyulitkan Nadia saat berjalan.

"Welcome to our home, Baby, gue yakin kalau lo pasti suka," bisik Jay di telinga Nadia.

Jujurlah, bahwa Nadia memang terpana dengan rumah yang benar-benar mirip istana itu, semua ukiran yang elegan dan warna cat yang putih membuat nuansa rumah itu terlihat lebih bersih dan rapi.

"Lama," keluh Jay yang akhirnya menggendong badan Nadia tanpa seijin pemiliknya.

"Turunin gue anjir!" Teriak Nadia yang tak di gubris oleh Jay.

"Diem, atau gue sekop lagi?" An camnya dan Nadia spontan membungkam mulutnya sendiri.

"Jangan pernah punya pikiran untuk nggak tidur seranjang sama gue!" Jay menurunkan Nadia sari gendongnganya saat mereka sudah tiba di kamar.

"Emang gue nggak mau tidur sama lo! Kenapa? Nggak suka? Bodo amat ya gue mah!" Nadia seolah tak takut pada Jay.

"Baju gue dimana?" Tanyanya ketus.

"Di lemari Baby, tapi kuncinya ada sama gue!" Jahilnya Jayden meletakkan kunci lemari pakaian Nadia ke dalam saku celananya." Take it with your hands," Jay bahkan mengerlingkan satu matanya menggoda.

"Lo pikir gue takut!?" Nadia berjalan menghampiri Jay yang tengah duduk di atas sofa dan duduk di samping Jay. Cewek itu mau mengambil kunci yang sengaja Jay letakan di sakunya.

Saat tangn Nadia mulai masuk ke dalam saku, Jay memejamkan matanya, meresapi setiap tindakan yang Nadia lakukan.

"Dikit lagi Baby," lirih Jay yng membuat Nadia mempunyai ide dadakan.

"Apanya?" Bisik Nadia sengaja ia buat-buat agar Jay semakin lemah.

Tatapan Jay semakin sayu saat jari Nadia sedikit lagi hampir menyentuh sesuatu.

"Aarrggghh....!!!" Teriak Jay saat tiba-tiba Nadia mengeluarkan tangannya dan memukuli sesuatu itu.

"Nadia si alan!!!!! Sakit bang saaat!" Pekik Jay meringkuk menahan sakit yang luar biasa.

"Makanya jangan macem-macem sama gue!" Nadia menjulurkan lidahnya mengejek Jay.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!