NovelToon NovelToon
Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di balik tatapan tajam dan profesi akademiknya, Zain dikenal sebagai profesor dingin dan kejam di kampus. Namun, tak ada yang tahu ia terperangkap dalam pernikahan dingin selama hampir empat tahun bersama Mara. Ikatan itu lahir dari kesalahan masa lalu saat SMA, ketika malam yang dikuasai alkohol memaksa Zain menikahi Mara. Bagi Mara, setiap hari adalah siksaan karena Zain selalu bersikap dingin dan terkesan jijik padanya.

​Hingga sebuah tragedi pada malam penerimaan mahasiswa baru mengubah segalanya. Malam itu tak hanya membuat Mara hamil, tetapi juga memberinya kemampuan misterius, Mara bisa mendengar setiap suara hati Zain.

​Di balik topeng es dan sikap kejam yang ditunjukkan Zain, ternyata tersimpan rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat dalam batinnya. Di antara jeritan hati Zain yang kini bisa ia dengar dan benih kehidupan yang tumbuh di rahimnya, mampukah Mara menyingkap tabir masa lalu dan menyelamatkan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEPULUH

"Amara?" panggil Zain pelan.

Tak ada sahutan. Hanya suara gemericik air shower dari balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat.

Zain menghela napas panjang, meletakkan tas jinjing di atas meja. Ia menyadari sarapan itu belum dimakan sedikit pun oleh istrinya. Zain melangkah mendekat, berdiri mematung beberapa meter di depan pintu kamar mandi, menunggu Amara menyelesaikan mandinya.

Lima menit... sepuluh menit... hingga satu jam berlalu.

Suara kucuran air di dalam sana masih saja terdengar konstan tanpa henti. Amara sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

Raut tenang di wajah Zain runtuh sepenuhnya. Rasa cemas yang luar biasa merayap cepat, menguasai benaknya. Ia melangkah maju, mengetuk pintu kayu itu beberapa kali.

"Amara? Kamu di dalam?" panggilan Zain tak bersahut.

Zain mulai berjalan bolak-balik di depan pintu kamar mandi dengan langkah terburu-buru. Jemarinya saling meremas kaku, memperlihatkan ketakutan yang amat sangat di balik kacamata tipisnya.

’Kenapa Mara mandi selama itu?’ suara batin Zain bergema sangat jernih di dalam ruangan yang sunyi itu, bergetar oleh kepanikan yang tak terikat. ’Apa dia mandi berkali-kali? Apa Amara merasa dirinya sangat kotor setelah berhubungan suami istri denganku... Bagaimana ini?’

Zain mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya memburu saat membayangkan kondisi Amara di dalam sana.

’Harusnya semalam aku bisa menahan diri! Aku tidak mau Mara seperti empat tahun yang lalu... Kamu bodoh, Zain! Bodoh!’

Zain meremas rambut bagian belakangnya, merutuki kelemahannya sendiri yang telah terpancing oleh obat dan situasi semalam.

’Aku tidak peduli jika Amara mengecapku sebagai pedofil atau penyuka anak kecil karena masa lalu itu... Yang penting Amara baik-baik saja... Tuhan, tolong jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya!’

Suara jeritan batin Zain yang dipenuhi rasa bersalah, kepanikan, dan ketakutan mendalam itu meluncur begitu saja dari jiwanya, tanpa ia sadari bahwa di balik pintu kamar mandi yang basah, Amara yang duduk membeku di bawah guyuran air dingin dapat mendengar setiap frasa kata batin itu dengan sangat jelas.

'Kalau kamu terus menyiksa diri seperti ini, Amara, aku yang akan hancur lebih dulu sebelum kamu sempat membenciku sepenuhnya.'

"I-itu su-suara Kak Zain?" bisik Amara parau, suaranya bergetar hebat di antara deru air shower yang menerpa wajahnya. "Kenapa... kenapa dia berteriak?"

Penglihatan Amara makin mengabur, dipenuhi kabut putih yang menyengat. Rasa dingin menusuk hingga ke tulang-tulangnya. "Di-dingin... Kepalaku pu-pusing..."

Sayup-sayup Amara mendengar gema suara dari luar kamar mandi. Namun, ia tak begitu yakin. Pasalnya, suara itu terdengar sangat keras dan penuh luapan kepanikan, sesuatu yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang Zain yang selalu tampil dingin, terkontrol, dan tanpa ekspresi. Amara saat ini sama sekali belum menyadari bahwa yang ditangkap oleh inderanya bukanlah jeritan vokal, melainkan getaran suara hati Zain yang berdesir dahsyat melintasi dinding pembatas.

Brak!

Pintu kamar mandi berbahan plastik fiber itu mendadak terdorong paksa hingga terhempas keras ke dinding. Engselnya memekik, memecah keheningan ruangan.

Zain berdiri di ambang pintu dengan napas memburu. Namun, pemandangan di depan matanya seketika membekukan seluruh aliran darahnya.

"A-Amara..." gumam Zain. Tubuh pria itu bergetar hebat.

Di bawah guyuran air shower yang membeku, Amara duduk meringkuk di atas lantai keramik. Wajah mulusnya tampak pucat pasi seperti mayat, bahkan bibirnya yang tipis telah berubah warna menjadi kebiruan. Akan tetapi, ada satu hal lagi yang mendadak membuat seluruh persendian Zain mengaku kaku. Kemeja putih milik Zain yang basah kuyup itu melekat erat pada kulit Amara, mencetak jelas setiap lekuk tubuh istrinya tanpa ada tersisa.

Seketika, sebuah gejolak panas yang membakar merayap liar di dalam dada Zain.

’Kulit Amara sangat putih dan mulus... Ingin sekali aku menyentuhnya, menciumnya, dan memeluknya erat-erat... Tapi aku tak ingin Amara mengecapku sebagai orang mesum!’

Amara mendongakkan kepalanya perlahan dengan gerakan teramat berat. Kelopak matanya berkedip berkali-kali, berusaha menembus kabut air yang menghalangi pandangannya. Di depan pintu, Zain mematung. Bibir pria itu tertutup rapat, tidak ada sedikit pun pergerakan dari mulutnya. Namun, Amara dapat mendengar rintihan dan gejolak suara itu bergema begitu jelas di dalam kepalanya.

"Kak... Zain..." panggil Amara terputus-putus, suaranya teramat lemah bagai bisikan angin malam.

"Astaga! Amara, apa kamu sudah gila!" teriak Zain seketika.

Pria itu sadar sepenuhnya dari lamunan liarnya, melemparkan jauh-jauh pikiran kotor yang sempat melintas. Dengan langkah lebar, Zain menerobos guyuran air dingin, merengkuh tubuh Amara yang nyaris membeku dan menggigil hebat ke dalam dekapan dadanya.

Rasa cemas yang teramat sangat terukir jelas di raut wajah Zain, namun Amara yang kesadarannya kian menguap tak lagi mampu membedakan raut itu dengan jelas. Zain membungkus tubuh basah Amara rapat-rapat menggunakan selimut tebal dari ranjang, sama sekali tak memedulikan kemeja dan celananya sendiri yang ikut basah kuyup terkena air shower.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Zain membopong Amara keluar dari kamar penginapan, menerobos lorong yang sepi dengan langkah berlari. Untung saja hari masih teramat pagi. Lorong penginapan itu amat lengang, hanya menyisakan seorang petugas di meja resepsionis.

"Pak! Pak! Anda mau ke mana?" panggil penjaga resepsionis terkejut sambil berdiri cepat. "Dilarang membawa barang-barang milik penginapan!"

Zain menghentikan langkahnya sejenak, menatap tajam pria di balik meja itu dengan pandangan yang sanggup membekukan darah. "Apa kamu bodoh? Lihatlah, istriku ini sedang sakit! Dia kedinginan dan butuh pertolongan medis segera! Aku harus menyelamatkannya!"

"Tapi selimut dan—"

"Nanti siang aku akan kembali untuk membayar semua kerugian dan menyewa kamar ini penuh!" potong Zain dengan nada membentak yang penuh penekanan. "Jika aku ingkar janji, datang saja ke Universitas Candrakirana dan sebut nama Profesor Zain! Akan ada orang yang membayar seluruh kerugianmu sepuluh kali lipat!"

Tanpa menunggu balasan lagi, Zain melesat keluar menembus pintu kaca menuju parkiran, memburu waktu demi menyelamatkan Amara.

Penjaga resepsionis itu hanya bisa berdiri mematung di tempatnya, menggeleng-gelengkan kepala dengan raut heran. "Orang aneh..."

Zain memacu mobil sedan mewahnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan pagi yang mulai merayap ramai. Pria itu menginjak pedal gas dalam-dalam, tak memedulikan klakson kendaraan lain yang bersahutan terkejut karena manuver tajamnya.

Di dalam hatinya, kepanikan membakar habis ketenangannya. Zain bingung harus membawa Amara ke mana. Jika ia membawa Amara ke rumah sakit umum saat ini, hal itu hanya akan mempermalukan istrinya. Kondisi Amara yang terbungkus selimut tanpa pakaian dalam yang lengkap di balik kemeja basahnya pasti akan mengundang tuduhan dan spekulasi liar dari publik.

’Seharusnya tadi aku memakaikan baju bersih untuk Amara terlebih dahulu!’ maki Zain dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri.

1
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
wkwkwkw kalo begitu kau cium saja itu suamimu tiap hari biar bisa mendengar suara hati Zain kan lumayanlah tuh🤔🤭🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
lahhhh kok ternyata kakak Amara sendiri yang merencanakannya kejadian empat tahun yang lalu itu 😱🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kali ini zain menang banyak wkwkw
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
si zain main sosor aja 😭
gak liat situasi apa gimana dah, istri abis sakit malah membrutal wkwkwkwk
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
owalah Zain kau itu benar benar menggemaskan sekaligus ngeselin banget cobalah sekali kali bicara yang jelas dan pikirkan perasaan Amara yang merasa dirinya tak cukup pantas berada disisimu🤔
Muft Smoker
gengsi di gedein zaiiin ,, zaiiin ,,
gmn yx kalo zain tau Amara bisa dgr suara hati ny🤭🤭🤭😂😂😂
Muft Smoker: waah dtggu banget tuh kak dew ,, penasaran ma ekspresi ny si zain ,,
muka doank dingin ,, tp curahan hati ny sangat2 berbahaya 🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
zain peka dikit jd suami ,, sebelum semua terlambat
Muft Smoker
ni dosen kyak ny pake jalur instan nih ,, gx da adab ny
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
apakah ini ciri ciri amara mau pisah?
plot twist nya pas mau pisah malah hamidun miss 🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Zain tidak bisakah kau turunkan egomu itu jika Amara sudah memasuki fase lelah padamu yang ada kalian akan bubar 🤔🥹
SENJA
mantabs pak wanto 🤣
SENJA
sok tau lo 🤣
SENJA
yeeeeeey huuuu ga tau malu🤣🤣🤣
SENJA
laaaah siapa elu 🤣🤣
SENJA
lu dosen ga ada adab woeee
SENJA
jangan2 zain bisa juga 😳🤣
SENJA
laaah kok timbul tenggelam gitu suara bathinnya🤣
SENJA
perbuatan laki lu 🤣
SENJA
ishh isssh ketagihan🤣
SENJA
kejem amat ihhh ama bini 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!