Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.
Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.
Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.
Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.
Sementara Utara tetap mengingatnya.
Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : SILUMAN HARIMAU
Feng Yao membawa Azazil menuju sebuah gua tersembunyi di balik bukit.
Di dalam gua itu, Azazil duduk bersila dan mulai memulihkan dirinya.
Feng Yao menunggunya beberapa saat.
Namun ketika ia kembali menoleh...
Azazil sudah menghilang.
“Hah?”
Feng Yao berdiri dan melihat ke sekeliling.
“Ke mana dia?”
Ia berlari keluar gua,namun tidak ada siapa-siapa.Feng Yao menggaruk kepalanya.
“Ah, bodoh. Mana mungkin dia di luar.”Ia menghela napas.
“Lebih baik aku pulang saja.”
Feng Yao kemudian berjalan santai menuruni bukit.
“Lagi pula, bumi masih baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Baru beberapa langkah...
Feng Yao berhenti.
Ia merasakan hawa aneh dari balik pepohonan.
“Hmm?”
Angin di sekitarnya tiba-tiba berubah.
Daun-daun berjatuhan.
Dari balik pepohonan terdengar suara geraman.
GRRRR...
Feng Yao menoleh.
Seekor siluman harimau tiba-tiba menerjangnya.
WHUUSSH!
Feng Yao melompat menghindar.
Siluman itu kembali menyerang.
Namun Feng Yao dengan cepat menangkisnya.
BRAKK!
Tubuh siluman harimau terpental dan jatuh beberapa meter.
Feng Yao berdiri tenang.
Siluman itu perlahan bangkit.
Wujudnya berubah menjadi seorang pria dengan tatapan liar dan aura buas.
Ia mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya.
Kemudian tersenyum.
“Lumayan juga...”
Matanya menatap Feng Yao dari atas sampai bawah.
“Kau cantik.”
Feng Yao mengerutkan kening.
“Kau siluman jelek.”
Siluman harimau itu justru semakin bersemangat.
Tatapannya terpaku pada Feng Yao.
Kecantikannya membuatnya semakin ingin menangkap wanita di hadapannya.
Ia menyeringai.
“Sebaiknya jangan keras kepala.”
Siluman itu melangkah mendekat.
“Kau cantik.”
Feng Yao menatapnya datar.
Kemudian menghela napas.
“Kenapa semua siluman yang kutemui banyak bicara?”
Siluman harimau itu kembali menerjang.
Kali ini Feng Yao tidak menghindar.
Tatapannya berubah tajam.
“Kalau begitu...”
Ia mengepalkan tangannya.
“Jangan salahkan aku.”
Pertarungan sengit kembali terjadi antara Feng Yao dan siluman harimau.
Serangan demi serangan saling beradu.
Feng Yao terus mendesak siluman itu hingga akhirnya berhasil memukul mundurnya.
BRAKK!
Siluman harimau itu terhuyung beberapa langkah.
Melihat Feng Yao kembali bersiap menyerang, ia langsung berbalik dan melarikan diri ke dalam hutan.
Feng Yao tertegun.
“Ahh... kabur.”
Ia memasukkan kembali tangannya ke sisi tubuh.
“Dasar siluman jelek.”
Feng Yao tidak mengejarnya.
Ia hanya menghela napas, lalu melanjutkan perjalanan.
Tujuannya jelas,pulang ke Agharta.
Ia harus melaporkan kondisi bumi kepada ayahnya, Master Yao.
Namun sepanjang perjalanan, pikirannya kembali teringat pada Azazil.
Dan juga...
Adam.
Feng Yao mengerutkan kening. “Ah, sudahlah.”
Ia mempercepat langkah.“Yang penting pulang dulu.”
Sementara itu, jauh dari tempat Feng Yao berjalan...
Di sebuah wilayah yang tersembunyi dari manusia, dunia siluman mulai gempar.
Siluman harimau yang sebelumnya bertarung dengan Feng Yao kembali ke sarangnya dalam keadaan terluka.
Ia berjalan tertatih sambil memegangi tubuhnya.
Namun kabar kekalahannya menyebar jauh lebih cepat daripada dirinya.
Dalam waktu singkat, seluruh dunia siluman mulai membicarakannya.
“Siapa yang mengalahkan siluman harimau itu?”
“Katanya seorang wanita.”
“Wanita?”
“Cantik sekali.”
Para siluman mulai penasaran. “Siluman rubah?”
“Tidak mungkin. Mungkin siluman serigala.”
“Jangan-jangan naga?”
“Mana mungkin naga mau repot-repot menghajar si hidung belang itu?”
Beberapa siluman tertawa.
Nama siluman harimau itu memang sudah terkenal.Bukan karena kekuatannya saja.
Tapi juga karena kegemarannya menggoda para wanita.
Kini seluruh dunia siluman semakin penasaran.
Siapa sebenarnya wanita yang mampu membuat siluman harimau itu melarikan diri?
Mereka saling menebak,siluman rubah,siluman serigala.
Bahkan ada yang menduga wanita itu berasal dari bangsa naga.
Tidak satu pun dari mereka menyadari kebenarannya. Wanita yang sedang mereka bicarakan...
bukan berasal dari salah satu klan siluman.
Ia adalah putri Agharta.
Dan mereka baru saja menarik perhatian seseorang yang seharusnya tidak mereka ganggu.