NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Matahari Jakarta siang itu terasa seperti sedang membakar aspal jalanan Sudirman.

Asap knalpot dan debu ibu kota bercampur menjadi udara kotor yang mencekik tenggorokan.

Di sudut trotoar yang kotor dekat tempat sampah, seorang gadis kecil berusia lima tahun duduk meringkuk memeluk lututnya.

Gaun kebesarannya yang tadinya berwarna merah muda kini berubah menjadi kusam penuh noda lumpur kering.

Namanya Lula dan dia sudah tidak makan sejak dua hari yang lalu.

Brak!

Suara tong sampah yang ditendang oleh seorang pejalan kaki yang sedang marah membuat bahu kecil Lula bergetar kaget.

"Dasar gembel, menyingkir dari jalanku!" teriak pria berjas rapi itu sambil meludah ke arah trotoar.

Lula hanya menunduk dalam diam sambil meremas perutnya yang berbunyi nyaring.

Dia sudah terbiasa dibentak dan diusir oleh orang-orang dewasa di kota besar ini.

"Meong, anak manusia, apa kau punya makanan?"

Sebuah suara serak terdengar dari balik kardus bekas di sebelah Lula.

Lula menoleh dan melihat seekor kucing kurus dengan bulu rontok sedang menatapnya dengan mata sayu.

"Aku juga lapar, Meng," bisik Lula pelan dengan suara seraknya.

"Kita sama-sama miskin ya," balas kucing itu sambil menyandarkan kepalanya ke kaki Lula.

Lula mengusap kepala kucing itu dengan jari-jarinya yang kotor oleh debu jalanan.

Sejak bayi dia dibuang oleh panti asuhan karena dianggap anak aneh yang suka berbicara sendiri.

Padahal Lula tidak berbicara sendiri, dia hanya membalas ucapan hewan dan tanaman yang menyapanya.

"Panas... tolong aku... aku mau mati."

Suara lain yang sangat lemah tiba-tiba terdengar dari arah pot bunga besar di pinggir jalan.

Lula menoleh dan melihat sebuah tanaman hias berdaun lebar yang sudah layu dan menguning.

Tanpa pikir panjang, Lula berdiri dan berjalan tertatih-tatih mendekati pot bunga tersebut.

Dia membuka tutup botol air mineral bekas yang dia temukan pagi tadi.

Hanya ada sedikit sisa air di dalamnya, tapi Lula menuangkan semuanya ke tanah di dalam pot itu.

"Terima kasih, anak baik," ucap tanaman itu dengan nada yang terdengar lebih lega.

"Sama-sama, Tuan Daun," jawab Lula sambil tersenyum tipis.

Senyumnya terhenti ketika tanaman itu tiba-tiba bergetar hebat.

"Bahaya, anak baik, ada bahaya besar datang dari arah gedung kaca itu!" teriak tanaman itu panik.

Lula segera memutar tubuh kecilnya ke arah lobi gedung perkantoran mewah di seberang trotoar.

Seorang wanita paruh baya yang sangat cantik berjalan keluar dari pintu putar kaca.

Dia memakai gaun biru gelap yang terlihat sangat mahal dan dikawal oleh dua orang pria berbadan besar.

Namun, bukan kemewahan itu yang membuat mata bulat Lula membelalak ketakutan.

Lula melihat gumpalan kabut hitam pekat yang sangat pekat melilit leher dan dada wanita cantik itu.

Itu adalah kabut kematian, firasat buruk yang selalu bisa dilihat oleh mata Lula.

"Tolong, Nyonya, Anda harus istirahat," kata salah satu pengawal yang menyadari wajah pucat atasannya.

"Tidak apa-apa, saya hanya sedikit lelah," jawab wanita itu dengan nafas yang mulai terdengar berat.

Baru saja wanita itu melangkah menuruni tangga lobi, matanya tiba-tiba membelalak lebar.

Wanita itu meremas dada kirinya dengan wajah yang menyiratkan rasa sakit yang luar biasa.

Gumpalan kabut hitam di matanya Lula tiba-tiba membesar dan menusuk tepat ke arah jantung wanita itu.

Bruk!

Wanita elegan itu ambruk ke lantai marmer dengan suara jatuhnya tubuh yang sangat keras.

"Nyonya Arini!" teriak kedua pengawalnya dengan wajah panik yang luar biasa.

Pejalan kaki di sekitar lobi langsung berhenti dan berkerumun membentuk lingkaran.

"Cepat panggil ambulans, dia kena serangan jantung!" teriak seorang pria dari dalam kerumunan.

"Nafasnya berhenti, cepat beri ruang agar dia bisa bernafas!" sahut seorang wanita lain yang ikut histeris.

Lula masih berdiri di dekat pot bunga sambil menatap kerumunan itu dengan tubuh gemetar.

"Bukan penyakit, anak baik," bisik tanaman hias itu lagi.

"Apa maksud Tuan Daun?" tanya Lula dengan suara bergetar.

"Pria berjaket hitam di seberang jalan tadi menyenggol wanita itu dan menempelkan jarum beracun," jelas tanaman itu.

Lula menoleh ke arah jalan raya dan melihat seorang pria berjaket hitam sedang tersenyum sinis melihat kerumunan tersebut.

Pria itu kemudian berbalik dan berjalan santai menjauh dari lokasi kejadian.

"Itu racun jahat yang membuat jantung berhenti seketika," lanjut tanaman itu dengan nada sedih.

Lula kembali menatap wanita bernama Arini yang kini sudah tergeletak tidak berdaya di lantai.

Wajah wanita itu sudah membiru dan pengawalnya menangis sambil mencoba melakukan CPR.

"Nyonya, kumohon bertahanlah, mobil ambulans masih terjebak macet!" teriak pengawal itu putus asa.

Lula menelan ludah dan menatap kedua tangannya yang kotor.

Dia tahu dia bisa mengusir kabut hitam itu, tapi orang-orang selalu mengusirnya jika dia mendekat.

"Kasihan sekali wanita itu," ucap kucing kurus yang kini berdiri di sebelah kaki Lula.

Lula mengingat bagaimana rasanya sendirian dan kesakitan di jalanan yang dingin ini.

Wanita itu pasti sedang ketakutan di dalam sana karena kabut hitam itu terus mencekiknya.

Tanpa memedulikan rasa laparnya, Lula berlari kecil menerobos kerumunan orang dewasa.

"Minggir, jangan halangi jalan!" bentak seorang pria kantoran saat kaki Lula tidak sengaja menginjak sepatunya.

Lula tidak peduli dan terus menyelinap di antara kaki-kaki orang dewasa hingga dia sampai di barisan paling depan.

"Hei anak gembel, menjauh dari Nyonya Arini!" bentak salah satu pengawal saat melihat Lula mendekat.

Pengawal itu mendorong bahu Lula hingga gadis kecil itu jatuh terduduk di lantai marmer yang keras.

"Sakit," ringis Lula pelan, namun dia segera bangkit berdiri lagi.

"Tante itu bisa mati kalau kabut hitamnya tidak diusir," ucap Lula dengan suara kecilnya yang jernih.

"Bicara omong kosong apa kau, pergi sana sebelum kupanggilkan polisi!" usir pengawal itu dengan wajah garang.

"Biar aku yang bantu Tante itu," ucap Lula keras kepala sambil melangkah maju lagi.

Orang-orang di kerumunan mulai berbisik-bisik melihat anak kumal yang berani melawan pengawal bertubuh besar.

"Astaga, di mana orang tua anak ini?"

"Dia pasti anak jalanan yang mau mencuri perhiasan Nyonya itu."

Suara-suara cibiran itu masuk ke telinga Lula, tapi pandangan matanya hanya tertuju pada dada Arini.

Kabut hitam itu sudah mulai menutupi wajah Arini sepenuhnya.

1
Wega Luna
seharusnya sekolah ditegur baik baik , kenyataan nya direalita hidup orang tua murid kebanyakan seperti wali murid di sekolah lula, apalagi yg sekolah nya favorit waduh ,,,, gengsi digedein ini fakta lapangan banyak wali murid seperti itu ada di sekolah dasar negeri ditempat saya( dua anak) anaknya dari keluarga biasa dan fisik yg biasa juga dijauhi wali kelas dan para wali murid sekelas karena GK sejalan perkara beli perhiasan emas buat wali kelas ( hari guru), GK dimasukkan ke group wa wali murid , anaknya gk terlalu digubris , sampai sekarang itu guru masih tetap mengajar,di laporkan ke kepala sekolah yg ada GK digubris ,
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt Thor
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt Thor 😍💪
Adelina Lin
thor, buat keluarganya si manda jatuh miskin, biar dia merasakan gimana jadi gembel
kiyoe: siap kak di tunggu aja bab selanjutnya hehe
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni sehat selalu 🙏
total 1 replies
beybi T.Halim
cerita yang bagus sejauh ini.,ternyata gak semua orang kaya dan anak orang kaya terdidik dgn baik.
kiyoe: terimakasih kak atas support nya
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni support nya🙏
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak heni🙏
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: kemana aja kak Heni
total 1 replies
kiyoe
terimakasih kak kemna aja kak kok baru kelihatan 🤭
Astiana 💕
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!