NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 — Ketika Arsip Mulai Bergerak

Pagi itu, kantor administrasi Klan Gu menerima sebuah pemberitahuan yang tampaknya tidak penting.

Mulai hari itu, seluruh pemindahan arsip administratif yang tidak mencantumkan nomor registrasi individual harus disertai daftar tambahan. Daftar tersebut tidak mengubah kewenangan pejabat mana pun, tidak membatalkan dokumen lama, dan tidak mengharuskan pemeriksaan ulang terhadap transaksi yang sudah selesai. Tujuannya hanya memastikan bahwa setiap benda yang dipindahkan dapat dicocokkan dengan catatan inventarisnya.

Pemberitahuan itu ditandatangani oleh bagian administrasi pusat atas permintaan pemeriksaan rutin.

Nama Gu Chenxiao tidak tercantum.

Ia sengaja tidak meminta agar namanya dicantumkan.

Jika para petugas mengetahui bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan pribadinya, mereka mungkin akan menjadi lebih berhati-hati. Itu tidak selalu buruk, tetapi dapat membuatnya kehilangan kesempatan melihat bagaimana prosedur biasa benar-benar dijalankan.

Gu Chenxiao tidak mengharapkan orang yang bersalah langsung panik. Orang yang berpengalaman tidak akan bereaksi hanya karena sebuah aturan kecil berubah.

Ia justru ingin mengetahui apakah perubahan tersebut menimbulkan masalah yang tidak seharusnya muncul.

Menjelang tengah hari, tiga bagian administrasi menyatakan bahwa mereka tidak memiliki keberatan. Dua bagian meminta waktu tambahan untuk menyesuaikan daftar inventaris. Satu bagian mengajukan pertanyaan mengenai arsip lama yang tidak memiliki nomor registrasi individual.

Bagian terakhir adalah pengelolaan gudang wilayah barat.

Gu Chenxiao membaca permintaan penjelasannya dua kali.

Pertanyaannya cukup wajar: apakah aturan baru juga berlaku pada gudang yang telah ditutup, sementara barang-barangnya sudah dinyatakan tidak aktif dalam inventaris?

Ia tidak menemukan nama orang yang mengajukan pertanyaan itu. Dokumen tersebut menggunakan stempel bagian, bukan tanda tangan pribadi.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Gu Chenxiao kepada Paman Fu.

“Pertanyaan itu masuk akal. Gudang yang ditutup mungkin tidak lagi memiliki inventaris aktif.”

“Benar. Jadi, kita jawab sesuai aturan.”

Ia menulis balasan singkat: gudang yang telah ditutup tidak perlu menjalani pemeriksaan ulang seluruh isi inventaris, tetapi setiap benda yang masih tercatat sebagai aset keluarga dan dipindahkan setelah aturan berlaku harus memiliki catatan yang dapat dicocokkan.

Tidak ada penyebutan gudang nomor tujuh.

Tidak ada permintaan khusus.

Tidak ada tuduhan.

Paman Fu membawa surat tersebut pergi.

Gu Chenxiao kemudian mengambil laporan lain yang menunggu di atas meja. Ia tidak berniat menghabiskan seluruh hari untuk mengamati satu pertanyaan administratif. Jika pihak di balik ketidaksesuaian arsip memang cerdas, mereka mungkin tidak bereaksi sama sekali.

Dan jika mereka tidak bereaksi, itu juga bukan bukti bahwa mereka bersalah.

Penyelidikan yang baik harus mampu menerima hasil yang tidak memuaskan.

Sore harinya, Paman Fu kembali dengan laporan mengenai perusahaan perantara yang mengurus pemesanan tiga peti obat dari bengkel kayu.

Perusahaan itu bernama Qinghe Logistik. Usahanya telah terdaftar selama sebelas tahun dan sebagian besar menangani pengiriman bahan makanan, kayu, serta barang-barang kebutuhan wilayah perbatasan.

Catatan pembayarannya menunjukkan bahwa biaya pembuatan peti dibayarkan dari rekening perusahaan tersebut.

Tidak ada transfer langsung dari Shen Rui kepada bengkel kayu.

Namun, dua hari sebelum pembayaran, Qinghe Logistik menerima dana dari sebuah perusahaan perdagangan kecil yang beroperasi di luar kawasan utama Klan Gu.

Dana itu cukup untuk membayar pesanan peti, biaya pengangkutan, dan sebagian biaya penyimpanan.

“Apakah perusahaan yang mengirim dana itu milik Shen Rui?” tanya Gu Chenxiao.

“Belum diketahui. Kami menemukan dua nama pengurus dalam dokumen pendaftarannya, tetapi belum menemukan hubungan kepemilikan langsung dengan Shen Rui.”

“Apakah perusahaan itu pernah bertransaksi dengan Qinghe sebelumnya?”

“Hanya sekali, sekitar tiga tahun lalu. Transaksi lama tersebut berhubungan dengan pengiriman bahan makanan, bukan peti atau bahan obat.”

Gu Chenxiao membalik halaman laporan.

“Apakah dana yang baru diterima Qinghe dapat dipastikan berasal dari pembayaran Shen Rui?”

“Tidak. Catatan menunjukkan pengirimnya adalah perusahaan perdagangan tersebut. Kami belum mengetahui dari mana perusahaan itu memperoleh dananya.”

“Kalau begitu, jangan tulis bahwa Shen Rui membayar pesanan itu. Tulis bahwa Qinghe menerima dana dari perusahaan tersebut sebelum membayar bengkel kayu.”

Paman Fu segera memperbaiki catatannya.

Gu Chenxiao memeriksa kembali urutan waktunya. Shen Rui tetap merupakan pemilik perusahaan transportasi yang terlibat dalam pengiriman obat, tetapi hubungan antara dirinya dan orang yang menyerahkan contoh tanda pada peti masih belum terbukti.

Qinghe Logistik mungkin sekadar perantara yang menjalankan pesanan sah.

Perusahaan perdagangan kecil itu mungkin membayar biaya pengiriman atas nama pelanggan.

Atau salah satu pihak mungkin digunakan untuk memisahkan pemesan sebenarnya dari orang yang menerima barang.

Ketiganya masuk akal. Belum satu pun terbukti.

“Periksa pengurus perusahaan perdagangan itu,” katanya. “Cari transaksi mereka dengan Qinghe, Shen Rui, dan bengkel kayu selama dua tahun terakhir. Jangan meminta catatan pribadi yang tidak berkaitan dengan transaksi. Kita hanya membutuhkan hubungan usaha yang dapat diverifikasi.”

Paman Fu menerima instruksi tersebut.

Ketika ia hendak pergi, Gu Chenxiao menambahkan, “Dan jangan beri tahu bengkel kayu bahwa kita sedang memeriksa sumber dana. Mereka sudah memberikan keterangan mengenai orang yang membawa contoh tanda. Kita tidak perlu membuat mereka mengubah ingatan karena merasa sedang dicurigai.”

Paman Fu mengangguk lalu meninggalkan ruangan.

Gu Chenxiao kembali sendirian.

Ia mulai memahami bahwa tanda pada peti mungkin tidak dibuat untuk meniru cap lama secara sempurna. Bentuknya memang memiliki kemiripan, tetapi terdapat perbedaan yang cukup jelas.

Bisa jadi pembuatnya hanya menggunakan pola geometris yang kebetulan serupa.

Bisa jadi tanda tersebut merupakan kode pengiriman internal.

Atau mungkin kemiripannya memang disengaja agar seseorang yang mengenali cap lama akan menghubungkan peti-peti itu dengan arsip yang telah ditutup.

Jika kemungkinan terakhir benar, maka tanda tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tanda pada barang.

Tanda itu mungkin juga merupakan pesan.

Tetapi pesan untuk siapa?

Gu Chenxiao tidak memiliki jawaban.

Dan ia tidak menyukai kemungkinan bahwa orang lain sedang menentukan arah penyelidikannya melalui petunjuk yang sengaja ditinggalkan.

Menjelang malam, sebuah laporan singkat tiba dari perpustakaan.

Petugas telah menemukan catatan pemeliharaan untuk rak tempat buku administrasi itu dahulu disimpan. Sepuluh bulan sebelumnya, rak tersebut dipindahkan sementara karena bagian lantainya mengalami kerusakan. Beberapa kelompok buku ditempatkan di ruang penyimpanan lain sebelum dikembalikan.

Pada daftar pemindahan, terdapat tanda bahwa kelompok buku administrasi telah dikembalikan ke rak semula.

Namun, seperti catatan penerimaan sebelumnya, daftar itu hanya mencatat jumlah kelompok, bukan nomor registrasi setiap buku.

Artinya, buku yang sekarang hilang mungkin telah berpindah tempat selama pemeliharaan.

Penemuan itu melemahkan dugaan bahwa buku tersebut pasti hilang setelah dipinjam Gu Hengyuan. Buku itu mungkin sudah salah ditempatkan lebih awal, atau catatan pemindahannya tidak cukup rinci untuk memastikan identitas setiap jilid.

Gu Chenxiao membaca laporan itu tanpa ekspresi.

Satu kemungkinan lain telah terbuka.

Dan satu kemungkinan lain membuat penyelidikan menjadi lebih rumit.

“Apakah ruang penyimpanan sementara masih digunakan?” tanyanya kepada petugas perpustakaan yang mengantar dokumen.

“Tidak, Tuan Muda. Ruangan itu sekarang digunakan untuk menyimpan perabot lama. Buku-buku yang dipindahkan seharusnya sudah dikembalikan.”

“Seharusnya?”

Petugas menundukkan kepala. “Daftar pemindahan menunjukkan bahwa semua kelompok telah dikembalikan. Tetapi kami tidak memiliki pemeriksaan nomor registrasi individual untuk memastikan setiap buku.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Jangan membongkar seluruh ruangan malam ini. Buat daftar barang yang masih disimpan di sana dan bandingkan dengan inventaris perabot. Jika ada buku yang tidak tercatat, pisahkan dan laporkan. Jangan mengubah susunannya sebelum pemeriksaan selesai.”

“Baik, Tuan Muda.”

Setelah petugas pergi, Gu Chenxiao menatap laporan pemeliharaan itu cukup lama.

Ia tidak lagi dapat menganggap hilangnya buku tersebut sebagai bukti bahwa seseorang sengaja menghapus catatan. Prosedur perpustakaan memang memungkinkan kesalahan semacam itu terjadi tanpa campur tangan siapa pun.

Namun, fakta bahwa sistem administrasi memiliki kelemahan tetap penting.

Jika seseorang ingin menyembunyikan sebuah benda, ia tidak harus menciptakan kekacauan baru. Ia mungkin hanya perlu memanfaatkan kekacauan yang sudah ada.

Dan jika tidak ada yang memeriksa nomor registrasi satu per satu, orang lain bahkan mungkin tidak menyadari bahwa benda tersebut pernah hilang.

Gu Chenxiao menutup laporan itu.

Ia tidak akan memaksa sebuah dugaan menjadi kebenaran hanya karena dugaan itu sesuai dengan arah penyelidikannya.

Tetapi ia juga tidak akan mengabaikan cara sebuah kesalahan dapat digunakan.

Malam semakin larut ketika seorang pelayan mengantarkan sebuah amplop ke kediaman Gu Chenxiao.

Tidak ada nama pengirim.

Kertasnya biasa, tanpa lambang keluarga atau segel khusus. Amplop itu diserahkan melalui petugas penerima surat seperti dokumen lain yang masuk ke kediaman.

Gu Chenxiao tidak langsung membukanya.

Ia memeriksa bagian luar, lipatan, dan bekas perekatnya. Tidak ada sesuatu yang menonjol. Setelah memastikan tidak ada benda lain di dalam amplop, ia membuka lipatannya.

Di dalamnya hanya terdapat satu lembar kertas.

Tulisan di atasnya pendek.

“Jika kau ingin menemukan buku yang hilang, tanyakan siapa yang memindahkan rak—bukan siapa yang meminjam buku.”

Gu Chenxiao membaca kalimat itu sekali.

Lalu sekali lagi.

Pesan tersebut tidak menyebut gudang nomor tujuh. Tidak menyebut cap lama. Tidak menyebut kontrak Shen Rui atau pengelola jalur barat.

Pesan itu mengarahkan perhatiannya kembali kepada pemindahan rak di perpustakaan.

Arahan tersebut mungkin benar. Catatan pemeliharaan memang membuka kemungkinan bahwa buku telah salah ditempatkan sebelum dipinjam.

Namun, pesan itu juga mungkin sengaja dibuat untuk mengalihkan penyelidikannya dari Gu Hengyuan, atau untuk membuatnya menghabiskan waktu pada persoalan yang tidak berkaitan dengan gudang nomor tujuh.

Gu Chenxiao meletakkan surat itu di samping tiga pesan sebelumnya.

Empat pesan anonim.

Empat arahan berbeda.

Tidak satu pun memiliki tanda tangan yang dapat diverifikasi.

Ia tidak berasumsi bahwa semuanya berasal dari orang yang sama. Kertasnya serupa, tetapi kertas biasa mudah diperoleh. Gaya kalimatnya juga tidak cukup khas untuk menentukan identitas penulis.

Ia memanggil Paman Fu yang masih bertugas di ruangan sebelah.

“Catat waktu surat ini diterima. Simpan bersama tiga pesan sebelumnya. Jangan mencoba mencari pengirimnya dengan menanyai seluruh pelayan.”

Paman Fu memandang surat itu. “Apakah isinya dapat dipercaya?”

“Tidak ada alasan untuk langsung memercayainya.”

“Namun, kita memang perlu memeriksa pemindahan rak.”

“Benar. Karena catatan pemeliharaan sudah memberi kita alasan untuk memeriksanya, bukan karena seseorang menyuruh kita.”

Paman Fu terdiam sejenak, lalu mengangguk.

Gu Chenxiao menyimpan surat itu.

Ia tidak akan mengikuti arahan anonim tersebut secara membabi buta. Tetapi ia juga tidak akan mengabaikan informasi yang kebetulan sejalan dengan bukti yang sudah ada.

Perbedaan antara keduanya sederhana.

Ia akan memeriksa pemindahan rak karena pemeriksaan itu dapat menguji kemungkinan bahwa buku telah salah ditempatkan. Jika pemeriksaan tersebut tidak menghasilkan apa-apa, ia akan berhenti.

Ia tidak akan menganggap setiap hasil sebagai alasan untuk memperpanjang penyelidikan tanpa batas.

Setelah Paman Fu pergi, Gu Chenxiao berdiri di dekat jendela.

Di luar, lampu-lampu kediaman keluarga Gu mulai padam satu demi satu.

Ia masih berada di ranah Menengah Pembangunan Fondasi. Dalam hal kekuatan mentah, ia belum sebanding dengan para tetua yang menguasai seni bela diri tingkat tinggi. Jika penyelidikan ini berubah menjadi pertarungan langsung, kecerdasannya tidak akan otomatis menyelamatkannya.

Karena itu, ia tidak akan terburu-buru membuat musuh yang belum dapat ia ukur.

Untuk saat ini, ia hanya perlu memastikan bahwa setiap langkahnya menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan.

Sebuah catatan yang lebih akurat.

Sebuah hubungan transaksi yang terverifikasi.

Sebuah kemungkinan yang berhasil disingkirkan.

Atau sebuah kesalahan baru yang dilakukan seseorang ketika berusaha mempertahankan rahasianya.

Gu Chenxiao mengambil buku catatan dan menambahkan satu kalimat di bawah empat pesan anonim tersebut.

Jangan mengikuti petunjuk hanya karena petunjuk itu benar. Cari tahu mengapa seseorang ingin aku menemukannya.

Ia menutup buku itu.

Permainan ini belum menunjukkan siapa pemain utamanya. Bahkan belum pasti apakah semua petunjuk berasal dari permainan yang sama.

Tetapi kini Gu Chenxiao mulai mempertimbangkan sesuatu yang lebih mengganggu.

Mungkin seseorang sedang membantunya menemukan kebenaran.

Mungkin seseorang sedang menggunakannya untuk membuka sesuatu yang tidak dapat dibuka sendiri.

Dan mungkin kedua kemungkinan itu tidak saling bertentangan.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Kalau begitu,” gumamnya, “kita lihat siapa yang lebih dulu kehabisan kesabaran.”

Malam itu, Gu Chenxiao tidak memerintahkan penyelidikan tambahan.

Ia membiarkan semua dokumen tetap berada di tempatnya.

Untuk pertama kalinya sejak memulai pencarian terhadap cap lama, ia memilih menunggu—bukan karena tidak memiliki langkah berikutnya, melainkan karena ia ingin mengetahui apakah pihak yang meninggalkan pesan akan bereaksi ketika ia tidak segera mengikuti arah yang diberikan.

Jika mereka benar-benar memiliki informasi penting, mereka mungkin akan meninggalkan petunjuk lain.

Jika mereka hanya ingin mengendalikannya, mereka mungkin akan berusaha mengubah arah permainan.

Keduanya akan memberinya informasi.

Dan selama ia tidak membiarkan rasa ingin tahunya mengambil alih keputusan, ia masih dapat memilih kapan harus bergerak.

Di atas meja, empat surat anonim tergeletak berdampingan.

Empat pesan yang mungkin berasal dari satu tangan, atau empat tangan berbeda.

Belum ada jawaban.

Hanya saja, mulai malam itu, Gu Chenxiao tidak lagi menganggap dirinya satu-satunya orang yang sedang menyelidiki hilangnya catatan lama Klan Gu.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!