NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

"Kenapa? Masalah?" tanya Zergan dengan nada datar yang dingin, mengangkat sebelah alisnya sambil menatap tas jinjing besar di tangan Kinara.

​Kinara tersentak dari lamunannya. Ia langsung membuang muka dan menormalkan ekspresi wajahnya secepat mungkin. "Enggak," jawab Kinara pendek.

​Tanpa membuang waktu lagi, ia bergegas membuka penuh pintu unit 502 miliknya, melangkah masuk, dan langsung membanting pintu itu hingga tertutup rapat. Brak!

​Kinara menyandarkan punggungnya di balik pintu apartemen barunya. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa pening, lalu mengacak rambutnya frustrasi. "Sial! Kenapa dari semua tempat di kota ini, gue harus tetanggaan sama dia? Takdir macam apa ini?!" gerutunya kesal pada keheningan ruangan.

​Meski suasana hatinya mendadak buruk, Kinara memaksa dirinya untuk mulai berbenah. Ia menata pakaiannya ke dalam lemari dan merapikan beberapa barang bawaan ke tempatnya. Setelah selesai, ia membuka kulkas mini di sudut dapur yang ternyata masih kosong melompong—bahkan tidak ada sebotol air pun di dalamnya.

​Perutnya mulai berbunyi karena sejak kejadian tersiram sup panas di kantin siang tadi, ia belum sempat makan apa-apa. Akhirnya, Kinara memutuskan untuk turun ke minimarket yang berada di lantai dasar gedung apartemen untuk berbelanja persediaan makanan.

​Di minimarket bawah, Kinara mengambil sebuah keranjang belanjaan. Dengan tangan kanan yang bebas, ia mulai mengambil beberapa bahan makanan instan dan segar untuk menyetok kulkasnya. Ia mengambil beberapa bungkus ramyeon, telur, sosis, bumbu instan, beberapa kotak susu, sayuran segar, dan beberapa potong daging ayam filet. Setelah membayar semuanya di kasir, ia membawa dua kantong belanjaan plastik yang cukup berat dengan hati-hati agar tidak menyenggol pergelangan tangan kirinya yang masih terbalut kasa putih.

​Saat lift membawanya kembali ke lantai lima, Kinara melangkah keluar menyusuri lorong koridor. Tepat di depan pintu unitnya, ia melihat Zergan yang tampaknya juga baru kembali dari luar, masih mengenakan pakaian santai yang sama. Pria jangkung itu berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya sepenuhnya, menatap lurus ke arah Kinara dan kantong-kantong belanjaan di tangannya dengan pandangan yang sulit diartikan.

​Merasa risih terus-terusan ditatap seperti itu sejak siang, Kinara mendengus pelan. Ia menghentikan langkahnya tepat di depan Zergan.

​"Kenapa? Liat-liat begitu? Mau numpang makan?" tanya Kinara asal bunyi dengan nada ketus, hanya berniat menyindir pria dingin itu agar berhenti memperhatikannya.

​"Boleh," jawab Zergan singkat dan mantap tanpa keraguan sedikit pun.

​"Hah?!" Kinara terbelalak sempurna, mulutnya sedikit terbuka karena tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Di kehidupan lalunya, Zergan adalah pria terhormat yang sangat pemilih soal makanan dan tidak akan pernah mau makan di sembarang tempat, apalagi di unit apartemen wanita asing.

​Melihat Kinara yang mematung syok, Zergan justru melangkah maju mendahuluinya. "Udah malam. gue malas keluar atau pesan makanan lagi," ucap Zergan dengan nada santai yang membuat Kinara kehabisan kata-kata.

​Kinara mengerjapkan matanya berulang kali. "Umm... baiklah," ucap Kinara akhirnya dengan pasrah dan canggung. Ia membuka pintu unitnya, dan Zergan langsung melangkah masuk dengan santai seolah tempat itu adalah miliknya sendiri.

​Kinara meletakkan kantong belanjaannya di atas kitchen island minimalisnya. Ia mencoba mengabaikan kehadiran mantan suaminya itu dan mulai fokus mengeluarkan bahan makanan. Untuk makan malam yang cepat, Kinara memutuskan membuat sup ayam telur kocok hangat dan menumis daging ayam filet dengan bumbu bawang putih yang aromanya langsung merebak memenuhi ruangan apartemen yang tidak terlalu luas itu. Jemarinya yang kanan bergerak dengan cekatan memotong sayur dan menumis, meski pergelangan tangan kirinya yang dibalut kasa membatasi ruang geraknya.

​Sementara itu, Zergan duduk santai di kursi bar yang tinggi tepat di seberang kitchen island. Pria itu menopang dagunya dengan satu tangan, sementara matanya yang tajam bak elang tidak sedetik pun lepas dari pergerakan Kinara. Zergan menatap tajam setiap lekuk punggung Kinara, cara gadis itu memegang pisau, hingga bagaimana ia menguncir rambutnya dengan sebelah tangan yang bebas.

​Aura intimidasi yang pekat dari Zergan membuat atmosfer di dalam apartemen itu terasa begitu intens. Di balik tatapan tajamnya, pikiran Zergan kembali berkecamuk hebat. Entah mengapa, melihat punggung gadis ini yang sedang memasak di dapur mungilnya memberikan rasa akrab yang begitu aneh dan menyesakkan di dadanya sebuah pemandangan yang terasa sangat familiar namun ia yakin tidak pernah ia alami bersama Haura ataupun wanita lain mana pun di hidupnya.

Beberapa menit kemudian, aroma harum gurih dari kaldu sup ayam telur kocok dan tumis ayam filet bawang putih memenuhi seluruh sudut ruangan apartemen. Kinara mematikan kompor dengan perlahan. Menggunakan tangan kanannya yang sehat, ia memindahkan masakan hangat tersebut ke dalam dua mangkuk porselen putih kecil, lalu meletakkannya di atas meja konter bar, tepat di hadapan Zergan.

​Kinara lalu duduk di kursi seberangnya, mengambil sepasang sendok dan menyodorkannya pada pria itu. "Makanlah," ucapnya datar.

​Zergan menatap makanan rumahan yang mengepulkan asap tipis di depannya. Tampilan sup dengan serabut telur yang halus, serta potongan ayam filet yang kecokelatan dengan taburan bawang putih cincang itu terlihat begitu sederhana. Namun, entah mengapa, dada Zergan mendadak berdesir aneh saat melihatnya.

​Kinara sendiri terdiam sambil menatap sendok di tangannya. Di kehidupan lalunya, menu inilah yang paling sering ia hidangkan untuk Zergan saat pria itu pulang larut malam dengan tubuh kelelahan setelah mengurus bisnis keluarga Airlangga. Dulu, setiap kali Kinara menyajikan makanan ini, Zergan tidak pernah mengucapkan terima kasih. Pria itu hanya akan duduk diam dengan ekspresi dingin, menyantap makanannya dalam keheningan yang mencekam, lalu pergi tidur tanpa memedulikan Kinara yang menantinya berjam-jam.

​Zergan mengambil sendok, lalu menyendok kuah sup hangat tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut.

​Deg.

​Gerakan tangan Zergan seketika berhenti di udara. Matanya yang tajam melebar sempurna dalam keterpautan yang mendalam. Rasa gurih kaldu yang pas, kehangatan yang mengalir di tenggorokannya, hingga aroma bawang putih yang khas... semuanya terasa sangat teramat sangat familiar di lidahnya. Jantung Zergan mendadak berdegup kencang dengan ritme yang tidak beraturan.

​Wush.

​Tepat pada detik itu, sebuah kilasan memori aneh melesat tajam di dalam kepala Zergan selama sepersekian detik. Di dalam benaknya, muncul sebuah siluet buram seorang wanita berambut panjang yang sedang tersenyum lembut di balik temaram lampu dapur sebuah rumah mewah yang asing. Dalam siluet kilasan itu, Zergan melihat dirinya sendiri sedang duduk di meja makan, menyantap menu yang persis sama dengan sup ini, ditemani kehangatan yang luar biasa yang entah mengapa kini membuat dadanya terasa sesak bergemuruh.

​Zergan tersentak, nafasnya tertahan. Ia mengerjapkan matanya berulang kali untuk menjernihkan penglihatannya, namun siluet itu langsung lenyap secepat kilat. Hanya menyisakan rasa dejavu yang teramat pekat dan membingungkan di benaknya.

​Zergan menatap mangkuk sup di depannya, lalu beralih menatap tajam ke arah Kinara yang kini sedang menunduk mengaduk makanannya sendiri. 'Kapan... kapan aku pernah memakan masakan dengan rasa seperti ini? Dan siapa wanita di dalam siluet itu?' batin Zergan berteriak frustrasi. Logikanya tahu dengan pasti bahwa Haura sama sekali tidak bisa memasak, dan ia belum pernah mendatangi restoran mana pun yang menyajikan rasa sedalam ini. Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab itu kini menggantung tebal di antara keheningan mereka .

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!