NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Beda

Ayara berharap teman-temannya akan menolak ajakan Niko, namun dugaannya meleset jauh.

​"Wah, boleh. Kebetulan banget! Bagus dong kalau bareng, jadi jalurnya makin ramai dan nggak sepi," sahut Maura dengan mata berbinar, menyambut usulan itu tanpa beban.

​"Iya, setuju! Biar ada yang jagain kalau di antara kita ada yang megap-megap kecapekan di tengah jalan," tambah Diana, disusul tawa kecil dari Adel dan Linda.

​Clara mendengus pelan, namun tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya saat Niko menatapnya penuh arti. Ayara hanya bisa pasrah menghela napas pendek, ia tahu perjalanan summit kali ini tidak hanya akan menguras tenaga fisik, tetapi juga akan diwarnai dinamika kelompok yang semakin ramai dengan kehadiran para pria tersebut.

​Heri memberikan aba-aba keberangkatan. Tepat pukul empat lewat lima belas menit, rombongan gabungan itu mulai melangkahkan kaki meninggalkan area perkemahan rawa embik.

​Jalur summit Argopuro terkenal dengan tanjakan curam yang langsung menyambut begitu pendaki meninggalkan area sabana. Medan berupa tanah berpasir halus dan bebatuan lepas membuat setiap langkah kaki terasa berat, baru saja melangkah satu jengkal ke depan, sepatu sudah merosot setengah langkah ke belakang.

​"Pelan-pelan, jalurnya licin," suara Althaf terdengar di belakang barisan Ayara.

​Ayara yang tengah bersusah payah menyeimbangkan tubuhnya di atas tanjakan miring menoleh sekilas. Althaf berjalan tepat beberapa langkah di belakangnya, menjaga jarak aman namun selalu sigap mengawasi. Pria itu tidak banyak bicara, namun kehadirannya memberikan rasa tenang tersendiri di tengah gelapnya malam hutan Argopuro yang sunyi.

​"Iya, makasih," balas Ayara singkat, lalu kembali fokus menatap pijakan di bawah sinar lampu senter kepalanya.

​Di barisan depan, Niko tampak berjalan di samping Clara, sesekali mengulurkan tangan untuk membantu gadis itu melewati akar pohon yang besar. Maura dan Adel mulai tertinggal di belakang bersama Rian, karena napas mereka mulai tersengal-sengal melawan hawa dingin dan kemiringan jalur.

​"Gila... ini mah bukan jalan lagi, tapi manjat tebing," keluh Maura terengah-engah dan berhenti sejenak untuk memegang lututnya.

​"Semangat, Kak! Dikit lagi kita sampai," seru Heri dari barisan paling depan, memotivasi seluruh pendaki yang mulai kelelahan.

​Waktu merayap lambat. Selama dua jam penuh, mereka berjuang menembus kegelapan malam, hanya ditemani oleh cahaya senter yang memantul di dedaunan dan suara deru napas masing-masing yang memburu. Otot betis Ayara terasa kaku dan panas, namun ia terus memaksa kakinya melangkah dan mengingat perjuangannya selama ini, jika ia bisa bertahan menghadapi kerasnya hidup sebagai buruh pabrik dan himpitan utang, maka tanjakan gunung ini pasti bisa ia taklukkan.

​Menjelang pukul enam pagi, semburat cahaya jingga keemasan perlahan-perlahan mulai merayap di ufuk timur, mengusir pekatnya malam dan menggantinya dengan keindahan panorama alam yang terbentang luas di bawah sana.

​"Wah... lihat itu!" teriak Diana histeris, menunjuk ke arah cakrawala.

​Semua langkah terhenti seketika. Di hadapan mereka kini, lautan awan putih terbentang sejauh mata memandang, seolah-olah mereka tengah berdiri di atas negeri di atas awan. Mentari pagi perlahan naik, memancarkan kehangatan yang langsung menyusup ke kulit mereka yang sempat membeku kedinginan.

​Keindahan matahari terbit di puncak Argopuro seakan membayar lunas setiap tetes keringat, rasa lelah dan pegal di seluruh persendian tubuh Ayara dan teman-temannya.

​"Keren banget... aku nggak nyesel ikut," gumam Ayara pelan, matanya berbinar menatap hamparan awan yang berkilau keemasan diterpa sinar matahari pagi.

Ayara berdiri di dekat sebuah batu besar dan merenggangkan kedua tangannya untuk menghirup udara segar pegunungan.

​Tanpa Ayara sadari, Althaf berdiri tidak jauh darinya. Pria itu menatap Ayara lekat-lekat, memerhatikan bagaimana binar kekaguman terpancar di wajah wanita sederhana itu. Ada ketulusan yang terpancar dari diri Ayara, jauh dari kesan silau akan kemewahan dunia luar, sesuatu yang jarang Althaf temukan di lingkungan kesehariannya di kota besar.

​"Puas dengan pemandangannya?" suara Althaf mendadak memecah lamunan Ayara.

​Ayara menoleh dan sedikit terkejut mendapati Althaf sudah berdiri di sampingnya, lalu mengangguk sopan. "Sangat puas! Capeknya langsung hilang pas lihat pemandangan kayak gini."

​Althaf tersenyum tipis, senyum pertama yang Ayara lihat sejak mereka pertama kali bertemu di jalur pendakian. Senyuman itu membuat garis tegas di wajah Althaf hilang, menampilkan pesona tersendiri yang membuat Ayara buru-buru mengalihkan pandangannya kembali ke arah ufuk timur karena merasa salah tingkah.

​"Kamu beda," ucap Althaf tiba-tiba.

​Ayara mengerjap dan menatap pria itu dengan sebelah alis terangkat bingung. "Maksudnya?"

​"Nggak apa-apa," jawab Althaf singkat dan memilih tidak melanjutkan kalimatnya.

Althaf kemudian merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebatang cokelat batangan, lalu mengulurkannya kepada Ayara. "Ini, makan. Perjalanan turun masih panjang, kamu butuh tambahan energi."

​Ayara menggeleng pelan, menolak dengan sopan. "Ah, terima kasih. Tapi saya masih punya bekal sendiri di tas."

​"Simpan saja buat cadangan. Ambil," desak Althaf lembut namun penuh ketegasan, menyodorkan cokelat itu lebih dekat.

​Melihat sorot mata Althaf yang tidak menerima penolakan, Ayara akhirnya menghela napas pasrah dan menerima uluran tangan pria itu. "Terima kasih banyak, Mas Althaf."

​Di sudut lain, Maura dan Clara yang sejak tadi mencuri-curi pandang dari kejauhan langsung saling menyenggol lengan satu sama lain sambil berbisik-bisik penuh godaan.

​"Eh, Itu lihat cowok yang kemarin bantu Ayara! Dari kemarin dia merhatiin Ayara mulu tau," bisik Maura heboh.

​"Iya, demi apa! Baru sadar gue, muka dingin kayak begitu ternyata bisa perhatian juga sama Ayara," tambah Clara terkikik geli.

​Linda yang berdiri di samping mereka ikut tersenyum tipis. "Udah, biarin aja. Ayara kan nggak pernah deket sama cowok, kalau emang ada yang mau deketin dia, ya kita bantu cowoknya."

"Setuju, kasihan Ayara. Jomblo abadi selama 27 tahun," ucap Stevi.

Linda dan Stevi pun menghampiri Ayara dan Althaf, "Mau difotoin?" tawar Stevi.

Ayara terkejut melihat kedatangan keduanya, "Kalian mau foto? Sini aku fotoin."

"Bukan kita, tapi kalian berdua." balas Stevi.

"Nggak, kita nggak mau fo...,"

"Boleh, ini pakai hpku," ucap Althaf, lalu memberikan ponselnya pada Stevi.

"Ayo deketan, Ra. Jangan lupa senyum," intruksi Stevi.

Ayara pun terdiam, ia bingung harus meresponnya bagaimana. Namun, ia akhirnya tersenyum dan berpose.

"Lebih deket," perintah Stevi.

"Udah segini aja," balas Ayara.

Namun, Althaf justru bergeser kearah Ayara, hingga keduanya hampir tidak ada jarak lagi. "Jangan lupa senyum. Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu, jadi nggak usah tegang," bisik Althaf.

Ayara benar-benar merasa malu. Setelah foto, ia segera menjauh dari Althaf. Namun, Althaf justru menahan tangan Ayara.

"Ada apa?" tanya Ayara.

"Minta nomormu, ini fotonya biar bisa aku kirim," ucap Althaf.

.

.

.

Bersambung.....

1
Asni Mariati
cieeee yg udah punya pacar
merry yuliana
crazy up kak thir💪💪💪🙏🙏🙏😍😍😍
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!