NovelToon NovelToon
Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyerangan

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤❤

Meskipun memiliki kekuatan besar di dunia bawah, Queen memilih untuk tetap memakai topeng nya rapat-rapat. Di mata orang luar, ia hanyalah Allexa Queen Allesandro, gadis yatim piatu yang pendiam, pemalu, dan tampak lemah. Bahkan selalu di tindas oleh sepupu perempuan nya yaitu Clara.

Ia dengan sengaja menyembunyikan identitas asli nya sebagai penguasa *Black Rose* agar Paman Herman dan musuh-musuh nya tidak pernah curiga. Queen tahu betul *serigala yang paling berbahaya adalah serigala yang bersembunyi di balik bulu domba.*

Rasa iri dan dengki di dalam keluarga paman ternyata menular ke anak gadis Paman Herman, yang tak lain adalah sepupu Queen sendiri, bernama Clara Adijaya.

Di kampus megah tempat mereka berkuliah, Clara berkuasa sebagai mahasiswi populer yang sombong. Clara sangat membenci Queen karena meskipun Queen berpakaian sederhana dan selalu menunduk, kecantikan alami dan status Queen sebagai ahli waris tunggal yang sah selalu membayang-bayangi diri nya.

Clara menjadikan Queen sebagai sasaran empuk perundungan di depan teman-teman nya. Clara dan geng nya sering menyiram tugas kuliah Queen dengan air, menyembunyikan barang-barang milik Queen,, hingga menyenggol dan menjatuhkan Queen di koridor kampus yang ramai.

Clara juga sering menyebarkan rumor bahwa Queen hanyalah "benalu" yang menumpang hidup di keluarga ayah nya dan pura-pura mengalami trauma agar di kasihani.

"Lihat princess yang sudah kehilangan mahkota nya ini! Tanpa kebaikan ayah gue, lo cuma anak terlantar yang kelaparan di jalanan, Queen!" Bisik Clara dengan nada meremehkan di depan siswa lain.

Queen hanya menundukkan kepala, membiarkan air mata palsu menetes perlahan untuk menjaga akting nya. Ia berpura-pura gemetar ketakutan, sementara geng Clara tertawa puas merasa menang.

Namun, di balik wajah lebam dan pakaian yang basah terkena siraman air, mata Queen berkilat dingin menyiratkan sinar kebencian dan dendam yang terpendam, yang suatu hari nanti pasti akan meledak.

Setiap kali Clara mendorong nya atau menghina nya, Queen mencatat setiap perlakuan itu dalam benak nya. Lewat kacamata canggih yang terhubung langsung dengan sistem jaringan *Black Rose*, Queen merekam semua aksi perundungan Clara, menyandera rahasia kelam masa lalu Clara, serta mengumpulkan data penyalahgunaan uang perusahaan yang dilakukan keluarga paman nya untuk membiayai gaya hidup mewah Clara.

Saat malam tiba dan Queen kembali ke kamar rahasia nya, ia melepas kacamata tebal nya dan menatap cermin dengan tatapan tanpa ampun.

"Tertawalah sepuas mu sekarang, Clara. Nikmati panggung yang ku biarkan kalian kuasai. Saat waktu nya tiba, aku sendiri yang akan meruntuhkan kerajaan palsu kalian sampai tak tersisa." Ucap Queen.

Sementara itu, sinyal intelijen *Black Rose* mengenai keberadaan Allex King Allesandro semakin menguat. Waktu pembalasan dendam dan persatuan kembali dua bersaudara Allesandro sudah semakin dekat...

*******

Gudang tua di daerah terpencil malam itu ramai. Puluhan anak buah King R sedang berjudi, minum, dan menghitung uang hasil jualan senjata ilegal.

Mereka tidak tahu, ada seorang wanita berjas hitam yang sudah mengawasi mereka dari atap gudang selama 2 jam. Itu Queen.

Rambut nya kini panjang sebahu, di warnai hitam pekat. Di leher nya ada kalung berbentuk bulan sabit kecil milik ibu nya yang dia selamatkan malam itu. Di pinggang nya, pistol Glock 19 dan belati kecil. Di earpiece nya, suara Marco terdengar tenang.

"Nona, target nya ada 15 orang di dalam. Kita cuma bawa 6 orang. Yakin mau langsung gas malam ini?" Tanya Marco. Queen tersenyum tipis. Senyum yang dingin.

"Marco, aku bukan lagi anak 7 tahun yang lari lewat terowongan. Malam ini aku kasih mereka salam perkenalan," jawab Queen. "Dan ingat, sisakan satu. Aku butuh pesan untuk King R." Lanjut Queen.

Marco menghela napas. Dia tahu kalau Queen sudah tidak bisa di tahan. Sinyal diberikan. Lampu gudang tiba-tiba padam.

"BRAK!"

Pintu gudang didobrak. Enam orang bertopeng hitam masuk sambil menembak ke atas untuk bikin panik.

Semua anak buah King R panik, ambil senjata, dan mulai balas tembak. Tapi mereka tidak sadar, asap putih mulai menyebar di dalam gudang. Itu gas air mata.

Dalam hitungan detik, gudang itu jadi kacau. Batuk, teriakan, dan suara tembakan jadi satu.

Queen masuk terakhir. Jalan nya pelan, elegan, tidak terburu-buru. Seperti ratu yang memasuki istana nya.

Dia berhenti di depan satu pria yang masih sadar. Pria itu adalah Franky, tangan kanan King R untuk wilayah itu. Franky menatap Queen dengan mata penuh ketakutan.

"Siapa kau? Kau mau apa?" tanya Franky dengan suara gemetar.

Queen jongkok di depan nya. Dia melepas topeng nya. Rambut hitam nya jatuh ke bahu. Wajah cantik nya yang dulu polos, kini tajam dan penuh luka dendam. Franky terkejut. Mata nya membesar.

"Kau... Kau anak nya tuan Alessandro? Kau seharus nya sudah mati!" Ucap Franky yang tahu kalau itu Queen.

Queen mendekatkan pistol ke kening Franky. Dingin. "Aku memang seharus nya sudah mati malam itu. Tapi Tuhan bilang tidak. Tuhan bilang, aku harus hidup untuk membunuh kalian satu-satu," bisik Queen. "Dan kau, Franky... Karena kau sudah tahu tentang ku maka kau yang pertama." Lanjut Queen.

"DOR!"

Satu tembakan. Franky tewas seketika. Anak buah Queen yang lain sudah membereskan 14 orang sisa nya dalam 10 menit. Cepat, bersih, tanpa suara sirene polisi. Semua sudah di atur Marco sebelum nya.

Queen berjalan ke tengah gudang. Dia mengambil semprotan cat merah dari tas nya. Dia menulis di dinding gudang yang besar itu, dengan huruf besar dan jelas:

*QUEEN IS BACK*

Di bawah tulisan itu, dia menaruh lambang keluarga Allesandro di atas mayat Franky. Sebagai tanda, ini bukan perampokan. Ini balas dendam.

Setelah itu, Queen pergi. Mobil hitam nya melaju meninggalkan gudang yang kini penuh mayat dan bau mesiu.

Di markas nya, sebuah penthouse mewah di lantai 40, Queen membuka laptop nya. Di layar, ada foto King R yang sedang tertawa di pesta amal di sana juga ada paman Herman dan istri nya juga Clara.

Marco masuk dengan dua gelas anggur. "Kau sudah mulai perang, Nona," kata Marco sambil menyerahkan anggur.

Queen menerima anggur itu dan menyesap nya. "Bukan perang, Marco," kata Queen sambil menatap foto King R di layar. "Ini pembantaian. Dan baru saja dimulai." Lanjut nya.

Handphone Marco tiba-tiba berdering. Ada pesan dari nomor tidak dikenal.

Isi pesan nya:

💌"Aku tahu kau yang di pinggir kota tadi malam. Berani sekali kau kembali, Queen. Papa pasti bangga melihat mu sekarang. Sampai jumpa. - L"

Queen mengerutkan kening, di pesan itu ada inisial L, siapa??? Dan di sana bilang papa?? Apa dia Lucas?? Putra dari King R??

Mantan teman masa kecil nya yang dulu selalu melindungi nya, kini jadi musuh yang paling berbahaya. Queen meletakkan gelas nya. Mata nya berkilat.

"Permainan baru saja makin seru," gumam Queen.

********

Happy Reading Guys. 🤗🥰

1
🙈
karyanya bagus banget 😍
🙈
semangat nulisnya kak, 🤭, yokk intip karyaku kak 🤭, like komen yukk🤭
🙈: aman kak, yok nilai punya ku bestie,😋
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!