NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:124.5k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Sekte

Setelah pertemuannya dengan Tetua Yi Min berakhir, Boqin Changing kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri. Ia mengganti pakaiannya, merapikan rambut, lalu meninggalkan kediamannya dengan langkah santai.

Hari ini, ia tidak memiliki urusan penting yang harus diselesaikan. Setelah sekian lama menghabiskan waktu untuk berlatih, Boqin Changing ingin berjalan-jalan mengelilingi sektenya sendiri.

Meskipun Sekte Dua Pedang Petir merupakan tempat yang sangat dikenalnya, ada banyak hal yang ingin ia nikmati kembali. Baginya, berjalan santai di antara bangunan sekte dan melihat para murid berlatih jauh lebih menyenangkan daripada terus-menerus berada di kamarnya.

Sepanjang perjalanan, beberapa murid yang berpapasan dengannya segera berhenti dan menundukkan kepala.

"Salam, Tetua Keempat!"

Boqin Changing membalas penghormatan mereka dengan anggukan ringan. Sesekali, ia juga memberikan senyuman sebelum melanjutkan langkahnya.

Ia tidak berniat memanggil mereka atau menanyakan sesuatu. Hari ini, ia hanya ingin menikmati suasana sekte tanpa memikirkan urusan lain.

Ketika melewati salah satu lapangan latihan, ia melihat sejumlah murid sedang berlatih di bawah pengawasan para senior mereka. Suara benturan senjata terdengar bersahutan, diselingi teriakan para murid yang berusaha memperbaiki gerakan masing-masing.

Boqin Changing berhenti sejenak untuk melihatnya. Pemandangan seperti ini mengingatkannya pada masa ketika dirinya masih menjadi murid. Saat itu, ia juga pernah berdiri di lapangan semacam ini, berlatih dengan tekun demi meningkatkan kekuatannya. Bedanya, sekarang ia telah menjadi salah satu tetua yang dihormati di sekte tersebut.

Setelah menikmati pemandangan itu selama beberapa saat, Boqin Changing kembali berjalan. Tidak lama kemudian, dari kejauhan ia melihat tempat berlangsungnya ujian penerimaan calon murid Sekte Dua Pedang Petir. Sejumlah anak muda sedang mengikuti pengujian, sementara para tetua dan murid yang bertugas mengawasi sibuk memeriksa hasilnya.

Boqin Changing memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia sebenarnya bisa saja mendekat untuk melihat bagaimana ujian itu berlangsung. Namun, setelah berpikir sebentar, ia memutuskan untuk tidak melakukannya.

Ujian tersebut sudah memiliki orang-orang yang bertanggung jawab. Kehadirannya juga tidak diperlukan selama tidak ada masalah.

"Biarkan mereka bekerja," gumamnya pelan.

Ia pun berbalik dan melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati beberapa bangunan, langkah Boqin Changing akhirnya membawanya ke sebuah gedung besar yang berdiri tidak jauh dari pusat sekte. Gedung itu merupakan perpustakaan utama Sekte Dua Pedang Petir. Berbagai kitab teknik, catatan sejarah, serta pengetahuan mengenai dunia persilatan disimpan di dalamnya.

Namun, tempat itu tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan. Salah satu bagiannya juga digunakan sebagai tempat pengelolaan misi sekte. Para murid maupun tetua dapat datang untuk mengambil tugas, melaporkan hasil misi, atau mencari informasi mengenai berbagai urusan yang berkaitan dengan sekte.

Boqin Changing berdiri di depan gedung itu selama beberapa saat. Tatapannya perlahan berubah ketika kenangan lama muncul di benaknya.

Dulu, ia pernah datang ke tempat ini bersama gurunya, Wang Tian. Saat itu, ia masih sangat muda dan belum memiliki kedudukan seperti sekarang. Ia datang untuk meminta sebuah misi sekte.

Wang Tian sebenarnya sempat ragu membiarkan muridnya pergi seorang diri. Usia Boqin Changing ketika itu masih terlalu muda untuk menghadapi berbagai bahaya di luar sekte. Pada akhirnya, gurunya memutuskan untuk ikut menemaninya. Kenangan tersebut membuat Boqin Changing tersenyum kecil.

Wang Tian memang selalu memperlakukannya dengan baik. Meskipun gurunya sering bersikap tegas dalam urusan latihan, ia tetap memberikan perhatian yang besar kepadanya.

"Guru, sudah cukup lama kita tidak melakukan hal seperti itu bersama," gumam Boqin Changing.

Ia menggeleng pelan, kemudian melangkah memasuki gedung besar tersebut.

Begitu berada di dalam, ia mendapati ruangan itu cukup sepi. Hanya ada beberapa murid yang sedang membaca kitab atau memeriksa daftar misi di papan pengumuman.

Suara langkah kaki Boqin Changing segera menarik perhatian mereka. Ketika menyadari siapa yang datang, para murid itu langsung berdiri dan memberikan penghormatan.

"Salam, Tetua Keempat!"

Boqin Changing mengangguk sambil tersenyum.

"Duduklah. Tidak perlu terlalu formal."

Mendengar ucapannya, para murid itu kembali duduk. Meskipun demikian, beberapa di antara mereka masih sesekali melirik ke arah Boqin Changing dengan rasa kagum.

Bagaimanapun, pemuda yang baru saja memasuki gedung itu bukanlah tetua biasa. Reputasinya di dunia persilatan sudah cukup untuk membuat banyak pendekar merasa segan.

Boqin Changing tidak memedulikan tatapan mereka. Ia langsung berjalan menuju bagian gedung yang digunakan untuk mengelola misi sekte. Di sana, sebuah meja besar diletakkan di dekat papan pengumuman. Seorang perempuan dewasa sedang duduk di belakang meja tersebut sambil menulis sesuatu di atas beberapa lembar dokumen.

Perempuan itu mengenakan pakaian tetua Sekte Dua Pedang Petir. Rambutnya tertata rapi, sementara wajahnya terlihat tenang meskipun pekerjaannya cukup banyak. Ia adalah Tetua Kedua, Qiu Ling.

Saat merasakan seseorang mendekat, Qiu Ling tidak langsung mengangkat kepala. Tangannya masih sibuk menuliskan beberapa catatan yang harus diselesaikan hari itu.

Dibandingkan para tetua lainnya, kekuatan Qiu Ling sebenarnya merupakan yang paling lemah. Ia bukanlah pendekar dengan bakat luar biasa atau kekuatan yang mampu membuat dunia persilatan gempar. Namun, kedudukannya di Sekte Dua Pedang Petir tetap sangat penting.

Qiu Ling merupakan salah satu murid angkatan pertama yang bergabung dengan sekte di bawah bimbingan Patriak Wang Zhou. Ia telah berada di sekte itu sejak masa-masa awal pendiriannya dan menyaksikan sendiri bagaimana Sekte Dua Pedang Petir berkembang hingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani.

Selain menjabat sebagai Tetua Kedua, Qiu Ling juga bertanggung jawab mengurus berbagai urusan para murid. Pembagian tugas, pencatatan misi, hingga beberapa persoalan internal yang berkaitan dengan kehidupan para murid termasuk dalam tanggung jawabnya. Meskipun kekuatannya tidak sebanding dengan para tetua lainnya, pengalamannya dalam mengelola urusan sekte membuatnya sangat cocok menempati posisi tersebut.

Sebenarnya, penetapan kedudukan para tetua di Sekte Dua Pedang Petir cukup berbeda dari aturan yang berlaku di kebanyakan sekte lain. Di tempat lain, posisi seorang tetua biasanya sangat dipengaruhi oleh kekuatan, senioritas dalam kultivasi, atau besarnya kontribusi seseorang. Semakin tinggi kekuatan seorang pendekar, semakin besar pula kemungkinan dirinya memperoleh kedudukan yang lebih tinggi.

Namun, Sekte Dua Pedang Petir memiliki aturan tersendiri. Kedudukan para tetua ditentukan berdasarkan urutan mereka bergabung dan memperoleh jabatan tetua di sekte tersebut, bukan semata-mata berdasarkan tingkat kekuatan.

Aturan itu sendiri berasal dari keputusan Boqin Changing. Ia sengaja mengatur struktur tersebut agar pembagian jabatan tidak selalu berujung pada persaingan kekuatan. Menurutnya, mengurus sekte membutuhkan kemampuan yang beragam. Seseorang yang kuat belum tentu pandai mengelola urusan internal, sedangkan seseorang yang tidak terlalu kuat masih bisa memberikan kontribusi besar melalui kemampuan lain. Itulah sebabnya Qiu Ling tetap menduduki posisi Tetua Kedua, meskipun kekuatannya merupakan yang terlemah di antara para tetua.

Adapun Boqin Changing sendiri menempati posisi Tetua Keempat bukan karena ia lebih lemah daripada tetua yang berada di atasnya. Kedudukannya justru ditentukan oleh aturan yang telah ia tetapkan sendiri.

Ada alasan lain mengapa Boqin Changing memilih sistem tersebut. Ia tidak ingin terlalu banyak terlibat dalam pengelolaan sekte karena sebagian besar waktunya dihabiskan untuk urusan di luar. Ia juga sama sekali tidak berminat menjadi Patriak Sekte Dua Pedang Petir.

Baginya, menyerahkan urusan yang sesuai kepada orang-orang yang tepat jauh lebih baik daripada memaksakan diri mengurus semuanya. Karena itulah, meskipun memiliki kekuatan yang jauh melampaui kebanyakan orang di sekte tersebut, Boqin Changing tidak pernah berusaha mengambil alih kedudukan Patriark Wang Zhou.

Sementara itu, Qiu Ling masih sibuk menulis di mejanya. Ia merasakan seseorang datang mendekat, tetapi belum menyadari siapa orang yang kini berdiri di hadapannya.

Tanpa menghentikan pekerjaannya, ia bertanya dengan nada biasa.

"Apakah kau datang untuk mengambil misi sekte?"

Boqin Changing berhenti di depan mejanya. Ia melirik tumpukan dokumen yang sedang dikerjakan perempuan itu, lalu menjawab dengan santai.

"Apakah ada misi yang cocok untukku, Tetua Ling?"

Tangan Qiu Ling mendadak berhenti. Suara itu terdengar tidak asing baginya. Namun, karena sejak tadi ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ia belum sempat melihat wajah orang yang datang.

Qiu Ling perlahan mengangkat kepala. Begitu melihat pemuda yang berdiri di hadapannya, matanya langsung membesar.

"T-Tetua Keempat!"

Ia segera berdiri dari kursinya dan membungkuk dengan hormat.                   

"Maafkan aku karena tidak segera mengenali kedatangan Tetua Keempat!"

Boqin Changing tertawa kecil melihat reaksinya.

"Tidak perlu meminta maaf. Aku hanya berjalan-jalan dan kebetulan melewati tempat ini."

Qiu Ling menghela napas lega. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Boqin Changing ketika sedang sibuk mengurus pekerjaan sekte.

Meskipun demikian, ia segera kembali bersikap tenang.

"Apakah Tetua Keempat benar-benar ingin mengambil sebuah misi?"

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Ia justru mengalihkan pandangannya ke papan besar yang terpasang di salah satu sisi ruangan.

Berbagai lembaran misi ditempelkan di sana. Ada tugas mengumpulkan bahan obat, mengawal pedagang, menyelidiki pergerakan kelompok penjahat, hingga menyelesaikan persoalan yang muncul di wilayah kekuasaan Kekaisaran Qin ini. Beberapa misi ditujukan untuk murid biasa, sedangkan yang lainnya hanya dapat diambil oleh pendekar dengan tingkat kultivasi tertentu.

Boqin Changing mengamati papan tersebut dengan santai. Ia tidak benar-benar berniat mengambil misi. Namun, setelah sekian lama tidak datang ke tempat ini, melihat daftar tugas yang tersedia membangkitkan kenangan lama dalam dirinya.

Tatapannya kemudian berhenti pada sebuah lembaran yang mencantumkan nama Kota Jianpeng. Hal yang membuatnya tertarik bukanlah nama kota tersebut, melainkan nama orang yang tercatat sebagai pelaksana misi, Wang Tian.

Boqin Changing sedikit mengangkat alisnya. Ia lalu menoleh kepada Qiu Ling yang masih berdiri di dekat meja.

"Tetua Ling, Guru hendak pergi ke Kota Jianpeng?" tanyanya sambil menunjuk lembaran misi tersebut.

Qiu Ling mengikuti arah telunjuknya. Ketika melihat misi yang dimaksud, ia mengangguk.

"Benar. Tetua Agung akan pergi ke sana untuk sebuah misi."

Boqin Changing kembali menatap nama Wang Tian pada lembaran tersebut. Senyum tipis muncul di wajahnya.

Ia baru saja kembali ke sekte setelah menghabiskan waktu lama untuk berlatih. Belum lama ini, ia juga sempat bertemu dengan gurunya. Namun, ia tidak menyangka Wang Tian ternyata sedang bersiap pergi ke Kota Jianpeng.

Boqin Changing kemudian bertanya lagi.

"Apa kau tahu kapan Guru akan berangkat?"

1
Jeffie Firmansyah
ada apa gerangan yang telah menimpa Luan Feng....? ceritalah pendekar dunia dihadapan Mu pasti membantu nya tuk membalas dendam Luan Feng 🤣🤣🤣💪💪💪💪👍👍👍👍
Jeffie Firmansyah: tunggu lanjutannya dengan sabar ya 😅😍🤭
total 1 replies
meiii
sama guru Tian udah begitu hormat, apa lagi nanti tau kalau di sebelahnya ada Raja Dunia... wkwkwwk😄😄😄❤️❤️❤️❤️
y@y@
⭐👍🏾👍🏿👍🏾⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
Mahayabank: lanjuuut keenn
total 1 replies
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍
Ipung Umam
lanjutkan
Sarip Hidayat
waaah knapa ini
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪💪💪👍💪
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Andi Heryadi
dengan sumber daya yg berlimpah dr boqin chanqing,mestinya wan tian sdh diranah pendekar suci puncak thor😄
Rinaldi Sigar
lanjut
y@y@
👍🏼🌟👍🏻🌟👍🏼
Nanik S
Apakah Wang Tian juga akan membantu
Nanik S
Pendekar Lbah Angin dan kenapa sampai uang saja cuman keping Tembaga... Chang"er sangat jeli sekali
Mahayabank: 👍👍👍👍👀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!