NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Pria berjaket kulit itu meludah ke tanah lalu tertawa bahak-bahak, diikuti gelak tawa mengejek dari lima anak buahnya.

"Putrimu? Hahaha! Bocah, kau ini kesurupan atau gimana?!" gertak pria tambun itu seraya menunjuk wajah Mahardika menggunakan kayu bisbolnya.

 "Tanah ini sudah dijual sama wanita bernama Siska! Sertifikatnya sudah diproses, dan Bos kami yang punya hak penuh atas lahan ini! Kalau kau tidak mau mati konyol, bawa bocahmu itu pergi sekarang juga!" katanya dengan angkuh.

Mahardika melangkah maju satu tapak. Brak! Langkah kakinya yang dihinggapi energi murni membuat tanah retak halus, memancarkan gelombang tekanan yang membuat para preman itu tersentak kaget.

"Siska tidak punya hak atas rumah ini. Dan kau..." Mata Mahardika melihat dengan mata tembus pandangnya melihat aliran darah dan persendian tubuhnya pria tersebut. "...hanya anjing suruhan yang tidak tahu diri."

"Sialan! Hajar dia sampai cacat!" teriak pria tambun itu murka.

Dua preman bertato di barisan depan langsung menerjang maju.

Pria pertama mengayunkan balok kayu tebal ke arah kepala Mahardika, sementara preman kedua mencoba menendang dadanya dengan keras.

Wusss!

Gerakan mereka terasa sangat lambat di mata Mahardika.

 Tanpa bergeser dari posisinya, Mahardika menggerakkan tangan kanannya secepat kilat.

Brak! Bles!

Dua jarinya menotok titik meridian di leher dan dada kedua preman itu dengan cepat.

Seketika, aliran darah kedua orang itu tersumbat total.

 Tubuh mereka mendadak kaku seperti patung, dan akhirnya roboh terhempas ke tanah tanpa sempat berteriak.

Mereka kejang-kejang lalu lumpuh seketika.

"A-apa yang kau lakukan pada mereka?!" jerit pria itu panik, mundur dua langkah melihat dua anak buahnya tumbang tanpa sempat menyentuh pakaian Mahardika.

"Kalian merusak ketenangan rumahku dan menakuti putriku. Siapa bos besar di balik kalian dan Siska?" desis Mahardika dingin.

Dua preman lainnya yang ketakutan mencoba mencabut pisau lipat dari saku mereka, namun Mahardika mengibaskan tangannya.

Gelombang energi yang tak terlihat menyapu membanting kedua preman itu hingga melayang lima meter dan menghantam mobil jip mereka hingga kacanya hancur berantakan.

Kringgg! Kringgg!

Tiba-tiba saja ponsel milik pria yang ketakutan setengah mati berdering.

Dengan tangan gemetar, pria itu mengangkat panggilan tersebut dan menyalakan mode speaker.

"Woy! Sudah kau ratakan rumah tua itu?! Kenapa lama sekali?!" suara wanita yang terdengar dari seberang telepon dengan sombong.

Itu suara Siska.

Mahardika menyipitkan matanya. Ia melangkah santai mendekati pria tambun yang sudah bersimpuh ketakutan, lalu merebut ponsel itu dari tangannya.

"Siska..." ucap Mahardika dengan nada suara rendah, dingin, dan penuh ancaman.

Dari seberang telpon tersebut mendadak sepi.

"M-Mahardika?! Kamu... kamu masih hidup?!" jerit Siska dari balik telepon, suaranya berubah panik.

"Masih hidup. Dan aku sudah menampung kembali Amel, anak yang kau dan kakak mu buang ke panti asuhan," jawab Mahardika dingin.

"K-kalau kamu masih hidup, lalu kenapa?! Kamu itu cuma beban! Kamu menghilang dua tahun tanpa kabar, ditinggal mati juga pantas! Mbakku sudah bahagia sama suaminya yang baru, suami kaya raya! Tanah tua itu sudah dijual secara sah buat ganti rugi biaya yang dikeluarkan keluarga kami selama ini!" teriak Siska melengking dari balik telepon.

Mahardika terkekeh dingin.

"Dijual secara sah?" desis Mahardika.

"Rumah dan tanah ini berdiri di atas nama almarhumah ibuku, dan aku adalah ahli waris tunggal yang sah. Sertifikat aslinya ada padaku. Pemalsuan dokumen, penelantaran anak, hingga intimidasi... kalian sudah mengumpulkan banyak dosa, Siska," kata Mahardika tersenyum sinis.

1
Was pray
hukum di negeri Konoha udah biasa terjadi kasus seperti Darmawan. hukum berpihak pada yg bayar, jadi udah tidak kaget lagi. othor dapat ide ini dari pengalaman atau keinginan ?
Was pray
seperti kamu? ini maksudnya gimana Thor?
Was pray
kemunculan pak Hendra dengan menderita pendarahan otak kebetulan yg disengaja..... 🤣🤣
Was pray
typo (salahkan)
Was pray
dialog yg terlalu umum digunakan jika seorang tabib ingin menolong mengobati orang dan di situ ada dokter modern ,,,, 🤣
Was pray
susunan kalimatnya membingungkan!? ruwet
Yuliana Tunru
manusia bodoh diotak cm.fitnah jd x ngulang trs 😡😡
Icha Arlita
makan tuh kesombongan Darmawan 🤣
Vinski Ambar01
bagus menarik alurnya
less22: terima kasih❤❤❤
total 1 replies
Luna
syukurin🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
ayo pak duda ,,,,, semangat
Yuliana Tunru
jgn harap ya darmawan yg licik tak sesuai nama x 😡
DISTYA ANGGRA MELANI
Smngt kak 🆙doble donk biar tmbh seru uuu
Yuliana Tunru
s3lamatkan kakek mu di dika dr orang2 serakah 💪💪😡
Yuliana Tunru
kirqin klan naga x hebat2 ternyata cuma bacot x yg kuat basmi hbs dika biar tak ada lg yg berani ganggu kehidupan mu dgn amel😡😡
less22: betul itu kak
total 1 replies
Icha Arlita
semakin seru cerita nya 👍
less22: hahaha terima kasih
total 1 replies
Luna
hanya seorang pecundang lah yang berani kroyokan
less22: betul itu🤣
total 1 replies
Luna
wah,,,,,mas duda ternyata seorang pewaris,, jangan sampai mantan istri tahu,,,,kalo bisa itu mantan dibuat nyesel seumur hidup🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
less22: KeKWKW beer tuh🤣
total 1 replies
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble donk kak
less22: ya ini sudah up
total 1 replies
Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!