NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Merah....

​Malam makin larut di kediaman utama klan Uchiha di Tokyo. Di dalam kamar Yoona yang remang dan beraroma sandalwood, keheningan yang tercipta usai ciuman lembut di bibir itu terasa begitu manis dan pekat.

​Yoona masih menyandarkan dahinya di dahi Kakashi. Pipinya merona tipis, dan dadanya naik turun mengendalikan degup jantung yang berpacu kencang. Tangan besarnya yang hangat dipenuhi ukiran tato Yakuza masih melingkar protektif di pinggang Yoona, menahan tubuh gadis berusia 20 tahun itu agar tidak menjauh darinya.

​Yoona perlahan mundur setengah langkah, menatap mata Kakashi dari dekat.

"Kakashi..."

​"Ya, Nuna?" sahut Kakashi pelan. Tangannya terulur, mengusap lembut sisa helai rambut hitam Yoona yang terurai di pipinya.

​"Di mata dunia luar... di mata keluarga ini, kamu itu cuma pengawal pribadiku," gumam Yoona pelan, suaranya terdengar begitu jujur tanpa topeng Antartika-nya. "Tapi kenapa kamu memperlakukanku seolah-olah aku ini seluruh duniamu? Kenapa kita tidak pernah bicara soal 'status' di antara kita?"

​Kakashi menatap Yoona dalam-dalam. Bibir tipisnya mengukir senyum tipis di balik sisa usapan jemarinya.

​"Status di depan umum itu cuma label dangkal, Nuna," jawab Kakashi dengan suara beratnya yang begitu tenang. "Di dunia Yakuza yang kotor ini, menjadi 'pacar' atau kekasih resmi adalah hal paling berbahaya. Jika publik atau musuh tahu kamu punya hubungan romantis dengan pengawalmu, mereka akan menjadikan hubungan itu sebagai kelemahan untuk menghancurkanmu."

​Kakashi membawa telapak tangan lembut Yoona ke dadanya, membiarkan Yoona merasakan detak jantungnya yang berhembus stabil.

​"Posisi bodyguard adalah perisai terbaik yang pernah ada," lanjut Kakashi pelan namun sarat akan kepemilikan mendalam.

"Dengan posisi ini, tidak ada satu orang pun yang berani mempertanyakan kenapa saya berdiri dua langkah di belakangmu. Saya punya akses 24 jam untuk melindungimu, memelukmu saat kamu rapuh di mobil, dan membunuh siapa pun yang berani menyentuhmu tanpa ada yang curiga. Pangkat ini... adalah jaminan abadi saya untuk tetap di sisimu."

​Yoona menahan napasnya sejenak. Mendengar penjelasan penuh perhitungan dan kepemilikan mutlak dari pria berusia 30 tahun itu membuat hatinya berdesir hangat. Dia tidak butuh pengakuan publisitas atau status pacar anak muda jika pengabdian Kakashi padanya sudah sedalam dan secantik ini.

​Yoona tersenyum tipis, merapatkan tubuhnya kembali dan menyusupkan wajahnya di celah leher Kakashi. Kakashi dengan sigap memeluknya erat, menyembunyikan tatanan tato nama "Yoona" di lehernya rapat-rapat di balik kerah kemejanya—sebuah rahasia yang sengaja disimpan Kakashi karena dia belum siap jika keluarga Uchiha sampai mengetahuinya.

​"Awas saja kalau kamu berani melirik cewek lain," gumam Yoona manja di dada Kakashi.

​"Di mata saya... cuma ada kamu, Nuna. Sampai bernapas pun dihentikan," bisik Kakashi lembut, mengusap kepala Yoona hingga gadis itu perlahan memejamkan mata dan tertidur lelap di pelukannya.

...----------------...

​Sementara itu, di sudut paling terisolasi di kediaman utama Uchiha...

​Ruang kerja sang Patriark tampak temaram. Asap halus dari dupa kayu cendana membumbung lambat ke udara, menari-nari di bawah pendar rembulan malam Tokyo. Sang Ayah—pemimpin tertinggi Yakuza Uchiha—duduk bersandar di kursi kayu ukirannya. Jemari tangannya yang kokoh mengelus cangkir keramik berisi teh hijau pahit yang sudah mendingin.

​Di balik penampilannya yang dingin, berwibawa, dan ditakuti oleh seluruh dunia bawah tanah Jepang, sang Patriark menyimpan sebuah rahasia spiritual yang tak pernah diungkapkan kepada siapa pun. Sebuah penglihatan batin yang diturunkan oleh garis darah leluhur kuno Uchiha: Kemampuan melihat Benang Merah Takdir (Unmei no Akai Ito).

​Di mata sang Patriark, dunia tidak sekadar terdiri dari manusia dan pertumpahan darah, melainkan pendaran takdir berupa benang-benang merah gaib yang terikat di jari kelingking setiap jiwa.

​Sang Patriark memejamkan matanya sejenak, membiarkan ingatan masa lalunya berputar kembali ke dua belas tahun yang lalu....

​Dua belas tahun lalu—Malam Hujan Badai di Kediaman Utama Uchiha.

​Malam itu, gemuruh petir menyambar-nyambar di atas langit Kyoto. Sang Patriark baru saja kembali dari pertempuran berdarah di wilayah barat, membawa seorang anak laki-laki berusia delapan belas tahun yang baru saja kehilangan seluruh keluarganya dalam pembantaian klan saingan.

​Anak laki-laki itu adalah Hatake Kakashi.

​Muda, dingin, dan tatapan matanya hampa tanpa kehidupan. Pakaian Kakashi robek dan basah kuyup oleh gabungan air hujan dan bercak darah musuh. Meski tubuhnya dipenuhi luka goresan bilah pedang, anak muda itu berdiri tegap tanpa merintih sedikit pun—sebuah bibit eksekutor alami yang sangat berbahaya.

​"Mulai malam ini, namamu adalah pelindung Uchiha," ucap sang Patriark berat pada Kakashi muda yang berlutut di atas lantai kayu koridor luar. "Kamu tidak lagi memiliki masa lalu. Tempatmu adalah di balik bayangan keluarga ini."

​Kakashi muda hanya menunduk dalam-dalam. "Baik, Tuan."

​Saat sang Patriark hendak berbalik masuk ke dalam ruangan, pintu geser shoji di ujung lorong berderit pelan.

​Dari balik celah pintu kayu itu, muncul seorang anak perempuan kecil berusia delapan tahun. Dia mengenakan kimono kain sutra merah bermotif bunga sakura. Matanya yang bulat dan jernih menatap sosok asing Kakashi muda dengan rasa penasaran yang polos—sebelum dinding isolasi dan penderitaan batin mengubahnya menjadi putri berkulit es.

​Anak kecil itu adalah Yoona.

​"Ayah... siapa paman jangkung yang berdarah itu?" bisik Yoona kecil dengan suara cemprengnya yang polos, mengintip dari balik pintu sambil memeluk boneka beruang kain.

​Kakashi muda refleks menoleh. Untuk pertama kalinya dalam malam yang berdarah itu, sepasang mata kelam Kakashi bergetar saat bertatapan dengan Yoona kecil. Ada pusaran emosi asing yang mendadak menghantam dadanya.

​Di saat itulah, penglihatan batin sang Patriark mendadak aktif secara otomatis.

​SZT!

​Mata sang Patriark membelalak kaget. Udara di sekitarnya seolah membeku.

​Di mata sang Patriark, sebuah pendaran cahaya merah yang sangat silau dan pekat mendadak meledak dari jari kelingking Kakashi muda. Pendaran itu bukan benang tipis biasa, melainkan Benang Merah Takdir (Unmei no Akai Ito) yang begitu tebal, berkilau merah crimson, dan berdenyut kencang bagaikan detak jantung kedua manusia!

​Benang merah itu terurai dari pergelangan tangan Kakashi muda, meluncur membelah kegelapan lorong yang dingin, dan melilit rapat jari kelingking Yoona kecil yang berusia delapan tahun.

​Sang Patriark menarik napas tajam, tangannya di balik lengan kimono gemetar hebat.

​Sepanjang hidupnya mengamati garis takdir manusia, sang Patriark tidak pernah melihat benang merah yang se-ekstrem dan se-terikat ini.

​Biasanya, benang merah manusia membentang sangat jauh, tipis, dan kabur. Pada putra sulungnya, Shisui, benang merah di jarinya tampak terputus secara tragis di tengah-tengah—sebuah pertanda kelam bahwa jodoh Shisui telah tiada atau Kematian itu sendiri yang menjadi takdir akhirnya. Itulah alasan sebenarnya kenapa sang Patriark membiarkan Shisui hidup sebagai jomblo abadi yang gila kerja tanpa pernah memaksa menundukkannya pada pernikahan politik.

​Pada putra kedua dan ketiganya, Itachi dan Sasuke, benang merah di jari mereka membentang utuh namun sangat redup dan kabur di kejauhan—menandakan takdir jodoh mereka belum tersentuh oleh waktu.

​Namun antara Kakashi dan Yoona...

​Benang merah itu sangat pendek, begitu tebal, dan terikat mati dengan puluhan simpul sakral yang mustahil diputuskan oleh manusia, pedang, ataupun aturan hukum mana pun di bumi!

​"Takdir reinkarnasi..." bisik sang Patriark dalam hatinya saat itu, syok luar biasa. "Anak ini... pemuda berdarah ini bukan sekadar pengawal biasa. Jiwanya sudah dikunci untuk menjadi pelindung tunggal putriku sejak kehidupan sebelum ini."

​Malam itu juga, sang Patriark menyadari fakta membakar yang menjadi rahasia terbesarnya: Yoona terlahir sebagai jawaban atas kutukan seratus tahun klan Uchiha, dan Kakashi adalah satu-satunya perisai gaib yang diciptakan alam semesta untuk menjaga nafas sang putri.

​Kembali ke masa kini....

​Sang Patriark membuka matanya perlahan. Asap dupa kayu cendana meliuk pelan di depannya.

​Sudah dua belas tahun berlalu sejak malam badai itu. Yoona tumbuh menjadi mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun dengan aura Antartika yang badass, sementara Kakashi telah menjelma menjadi pria matang berusia tiga puluh tahun yang memegang posisi eksekutor nomor satu paling mematikan di dunia Yakuza..

​Setiap kali sang Patriark melihat Kakashi berdiri dua langkah di belakang Yoona, atau setiap kali Kakashi melaporkan tugasnya dengan wajah datar, sang Patriark bisa melihat dengan jelas bahwa benang merah tebal itu sama sekali tidak pernah mengendur. Malah, seiring bertambahnya usia mereka, benang merah itu kian menyala pekat dan membara.

​Orang-orang di klan atau petinggi Yakuza luar mengira sang Patriark mengasingkan Yoona dan menyerahkan pengawasannya pada Kakashi semata-mata karena pertimbangan keamanan bisnis Yakuza.

​Padahal, sang Ayah tahu kebenaran yang jauh lebih dalam. Sang Ayah tahu bahwa memisahkan Kakashi dari Yoona adalah perbuatan sia-sia yang justru akan memicu kehancuran kekaisaran Uchiha itu sendiri.

​Sang Patriark menyunggingkan senyum tipis yang amat sangat dingin dan penuh misteri, menyesap teh hijau pahitnya.

​"Sembunyikan cintamu di balik posisi pengawal itu sesukamu, Kakashi..." gumam sang Patriark pelan pada kegelapan ruangan. "Karena di dunia ini atau di kehidupan mana pun setelah ini... memang cuma kamu yang ditakdirkan untuk memiliki putriku."

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!