NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diusir Orang Tua 10

Uang?

Dalam kondisi putrinya nyaris sekarat ini apakah masih berfikir tentang uang? Aza saja cuma megang setidaknya 100 ribu untuk pegangan. Selebihnya tidak punya apa-apa lagi. Dan apa maksud bapak mendapat uang dari Ramdan? Jadi selama ini botol-botol bir yang berserakan ini dibeli dari uang Ramdan?!

"Pak! Apa maksudnya, pak! Jadi selama ini Mas Ramdan datang kesini?!" seru Aza panik, sementara wajah Pak Rakso langsung pucat, menghindari tatapan putrinya.

"Pak jawab! Apa yang sebenarnya terjadi?! Kalian semua menutupi sesuatu dariku?! Selama ini?!"

Pak Rakso yang kesal dipojokkan putrinya terus menerus lantas membanting botol bir di atas meja hingga menimbulkan bunyi denting yang kuat.

Aza refleks mengejang, menutupi kedua telinganya dengan bahu terjingkit kuat.

Seperti inilah.

Seperti ini yang ia takutkan. Ayahnya mengamuk dan melampiaskan semuanya pada barang, atau dirinya. Sesuatu yang paling ia takuti, kini menjadi tempat pilihan terakhir untuknya pulang.

"Dasar bodoh! Sudah mending kau menikmati kekayaan mereka. Malah milih cerai dan balik lagi." desis Pak Rakso kesal.

Luruh langsung tubuh Aza. Bahkan saat dirinya dicerai, bukannya bertanya tentang keadaan diri dan perasaannya. Ayahnya justru memakinya dan menganggapnya bodoh karena memilih bercerai. Hati Aza rasanya sangat sesak sekarang. Saking sesaknya ia seperti merasa ragu untuk terus menjalani kehidupan menyiksa ini.

"Mas Ramdan ingin menikahi wanita lain, Pak! Aza gamau dimadu! Aza—!"

"Memangnya kenapa?!" potong Pak Rakso tiba-tiba, mendelik tajam ke arah Aza yang bersimpuh di depan pintu sembari menatapnya nanar dan kosong itu.

"Namanya laki-laki. Mereka berhak mempunyai istri lebih dari satu! Kalo bapak kaya juga bapak pasti akan membuat asrama selir untuk bapak! Hahaha sial....impian masa kecil yang tidak terwujud."

Aza tak bisa berkata-kata lagi, ternyata memang tidak ada tempat pulang untuknya. Ia merunduk meremat celana miliknya dengan putus asa. Sampai akhirnya wanita itu tersentak, celingukan ke sekeliling.

"Ibu mana?" tanya Aza syok, menatap ayahnya itu lebar-lebar.

Pak Rakso menenggak minumannya hingga tandas, lalu menoleh menatap malas putrinya, "Kerja lah, apalagi?"

Untuk sesaat Aza bisa bernafas lega. Syukurlah, ibunya masih hidup. Aza fikir ibunya akan pergi atau menyerah karena tidak kuat menghadapi ayahnya. Namun ternyata ibunya memiliki jiwa yang kuat meski terkadang suka melampiaskan kekesalannya pada sang putri.

Hentakan sepatu hak tinggi menggema menaiki teras keramik rumah mereka. Aza lantas menoleh, membuka pintu cepat.

Tari terkejut bukan main saat melihat putri yang sudah ia jual pada Ramdan. Kini muncul di hadapannya dengan kondisi yang sangat kacau. Wanita itu melongo syok. Sementara Aza tersenyum getir, segera berlari keluar memeluk ibunya.

"Ibuu...! Ibu darimana?! Kenapa ibu keluar pake baju seksi begini?! Kata bapak kerja, ibu kerja apa?!" seru Aza menangis sesegukan di pelukan ibunya.

Namun Tari yang terkejut lantas mendorong kuat tubuh Aza yang memeluk dirinya. Melotot menatapnya tajam seolah kehadiran Aza adalah kutukan baginya.

"Ngapain kamu kesini?! Kamu kesini sendiri?! Mana Ramdan?! Kamu kesini bareng Ramdan kan?!" pekik Tari syok.

Senyuman getir di bibir Azalea langsung memudar, berganti dengan tatapan kosong dan kebingungan itu. Sebelum akhirnya kembali memeluk ibunya dengan erat.

Tari yang kesal dipeluk seperti itu terus berusaha melepas tangan Aza yang melingkari pinggangnya. Bahkan ia tak perduli lengan Aza memerah dan berdarah akibat tertusuk-tusuk kuku nail art yang ia kenakan.

"Lepaskan Ibu Aza!" sentak Tari emosi, mendorong tubuh Aza dengan kuat hingga punggung putrinya itu menghantam pintu.

Aza terduduk lemah, merunduk menatap lantai dengan tawa getir yang begitu menyayat.

Ahhh....sialnya.

Hidupnya benar-benar sial sekarang. Seolah memaksanya untuk terus kembali pada Ramdan untuk pria itu sakiti.

Dengan cepat Tari menarik tangan Aza ke depan, untuk hengkang dari rumah mereka. Lalu mengambil koper Aza yang masih di dalam, melemparnya keluar tepat di samping Aza hingga roda koper salah satunya patah.

"Maafkan ibu, Aza. Tapi kamu harus pergi!" seru Tari ke hadapan putrinya yang terduduk di depan rumahnya dengan tatapan kosong itu.

"Jika kau bercerai maka kembalilah! Kami tidak bisa menerimamu kembali karena kami sudah menjualmu pada Ramdan! Cuma dia satu-satunya yang kau punya, Aza! Ibu tidak masalah kau tidak pulang ke rumah tapi Ramdan. Cuma dia tempatmu pulang!"

Lalu pintu segera Tari tutup rapat-rapat. Membiarkan Aza berlutut dengan tawa getir di bibirnya. Lalu menangis setelahnya dengan suara yang begitu menyayat.

"Bahkan orang tuaku membuangku."

Kata sederhana yang bisa menghancurkan mental siapapun. Cukup, mentalnya memang sudah hancur sekarang. Salah satu tempat yang bisa ia jadikan tempat pulang, justru menuntunnya untuk kembali ke neraka itu. Neraka pernikahan yang begitu menyesakkan.

Perselingkuhan, poligami, kekerasan, bentakan, dan penghinaan dari keluarga pria. Aza rasanya sudah sangat kenyang dengan ujian rumah tangga yang ia hadapi sekarang. Ia hanya ingin punya tempat pulang, itu saja. Tidak ada yang lain. Ia hanya ingin ada seseorang yang mau menerimanya dengan hati terbuka dan lapang.

*

"Kembalilah jika kau tak bahagia dengan pria itu, Lea. Aku akan tetap menerimamu apapun kondisimu."

*

Tiba-tiba ucapan Dewa saat terakhir mereka putus terngiang di kepalanya. Namun Aza segera menggeleng, menepuk pipinya sendiri untuk menghilangkan mantan dari fikirannya.

"Tidak, aku tidak boleh mengusik Dewa. Dia sudah punya pacar, pasti mereka sebentar lagi menikah. Aku sudah tak punya tempat lagi di hatinya."

Akhirnya, dengan berat hati Aza bangkit, berjalan menarik kopernya dengan langkah lemah. Ia lirik sekali lagi ke arah rumah yang menjadi saksi bisu rumah masa kecilnya yang hancur.

"Selamat tinggal, bapak, ibu. Jika kita masih bisa bertemu, ku harap kalian tetap baik-baik saja. Jika tidak, setidaknya do'akan aku sekali saja saat aku tidak ada."

Setelah mengucapkan kata-kata keramat itu, Aza kembali melangkahkan kakinya keluar dari pelataran rumah orang tuanya. Ia berjalan tak tentu arah hingga hari sudah menjelang malam. Suara petir menyambar, geluduk kecil mulai bergelinding di atas langit.

Aza terdiam dengan tatapan kosong, terus berjalan menarik kopernya menyusuri trotoar tanpa tau arah tujuan. Ia hanya berjalan karena kakinya masih bisa ia gunakan untuk melangkah.

Orang-orang yang berpapasan dengannya tampak saling berbisik, menatapnya aneh. Namun ada beberapa juga yang menatapnya dengan tatapan iba. Memberinya makan untuknya, namun dengan lembut Aza menolak, bahkan tanpa menatap siapa yang memberikannya roti tersebut.

"Apa dia orang depresi?"

"Melihatnya menarik koper sepertinya iya, kelihatannya dia diusir kan?"

Semua orang menggeleng lemah. Menatap nanar langkah Aza yang hendak menuju jalan jembatan di depan sana.

Aza terus melangkah, dan melangkah. Sampai akhirnya ia sampai di tengah jembatan. Bisikan-bisikan halus seolah mengitari dirinya. Membuat langkahnya terhenti. Lalu berbalik menghadap sungai yang terhampar luas di depan sana.

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!