NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:42
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

PEJABAT KEJAM 2

Perjalanan hari itu cukup panjang, namun akhirnya mereka sampai di sebuah desa kecil yang indah.

Pak Tohirin, Pak Bambang, Pak Yusuf, dan Pak Joko berjalan di depan, diikuti oleh Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam.

"Pendekar, saya ingin menceritakan sesuatu kepada kalian," kata Pak Tohirin sambil berjalan.

"Desa kami, Lor Jaya, sudah lama ditindas dan diperas oleh Bupati Jordan.

Dia sangat kejam dan tidak peduli dengan kesejahteraan rakyatnya."

Pendekar Naga Hitam mengangguk.

"Kami sudah mendengar tentang Bupati Jordan. Kami datang untuk menumpas kejahatan yang dilakukannya."

Pendekar Naga Hijau menambahkan, "Kami tidak akan membiarkan dia terus-menerus menindas rakyat yang tidak bersalah."

Pak Tohirin mengangguk dengan penuh harapan.

"Terima kasih, Pendekar. Kami sangat berterima kasih atas bantuan kalian."

Malam itu, mereka melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai di rumah Pak Tohirin. Rumahnya sederhana namun nyaman.

"Selamat datang di rumah saya, Pendekar," kata Pak Tohirin sambil menyambut mereka.

"Saya akan menghidangkan makan untuk kalian."

Setelah makan, Pak Tohirin menawarkan kamar untuk mereka tidur. Namun, Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam memilih tidur di luar di balai-balai yang terdapat di depan rumah.

"Tidur di luar enak ada anginnya," kata Pendekar Naga Hijau sambil tersenyum.

"iya angin malam kan buat tidur terasa nyenyak." ucap Apis.

Pendekar Naga Hitam menambahkan, "Ya, dan kita bisa menjaga keamanan desa dari luar."

Pak Tohirin mengangguk. "Baiklah, Pendekar. Saya akan menyediakan selimut untuk kalian."

Malam itu, Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam tidur di balai-balai, sementara Pak Tohirin dan teman-temannya tidur di dalam rumah.

Mereka beristirahat untuk pulihkan tenaga dan siap untuk menghadapi Bupati Jordan dan menumpas kejahatannya.

Sambil berbaring di balai-balai, Apis (Pendekar Naga Hitam) dan Oval (Pendekar Naga Hijau) menikmati indahnya malam yang dihiasi bintang-bintang.

Apis memandang langit sambil berbicara, "Bang Oval, kenapa ya Bupati Jordan itu kejam dan suka menyiksa warga?"

Oval memandang Apis dengan ekspresi bijak.

"Mungkin Bupati itu kurang pendidikan dari kecilnya dan kurang bersyukur. Ketika kecil suka dimanja, jadi besarnya keras kepala."

Apis mengangguk, memikirkan kata-kata Oval. "Bukannya sudah enak punya jabatan dan banyak harta, kok bukannya membantu warga tapi malah membuat warga menderita."

Apis kembali memandang langit, lalu bertanya, "Bang, apakah di langit sana ada tempat seperti Bumi?"

Oval tersenyum. "Semuanya mungkin, langit itu luas, jadi ada kemungkinan di sana ada tempat yang seperti Bumi ini. Tapi kita belum tahu saja."

Setelah ngobrol, Apis dan Oval merasa nyaman dan akhirnya tertidur di bawah bintang-bintang yang indah, siap untuk menghadapi tantangan besok hari.

***

Pagi hari yang cerah, Apis dan Oval selesai mandi dan siap untuk melakukan aktivitas pagi.

Pak Tohirin mengajak mereka untuk pergi mancing di sungai yang terletak di belakang rumahnya.

"Hai, Pendekar! Bagaimana kalau kita pergi mancing pagi ini? Saya ingin mencari lauk untuk dibakar nanti siang," kata Pak Tohirin dengan senyum.

Apis dan Oval setuju, namun Oval meminta Apis untuk mancing sementara dia ingin latihan jurus-jurus silat.

"Apis, kamu mancing saja, saya ingin latihan jurus-jurus silat di sini," kata Oval sambil tersenyum.

"Oke boskuhhh, itu Pak Tohirin tahu saja jika saya hobi mancing." ucap Apis.

Apis mengangguk dan membawa peralatan mancing ke sungai bersama Pak Tohirin. Sementara itu, Oval mulai melakukan gerakan-gerakkan silat di halaman rumah, menikmati udara pagi yang segar.

Akhirnya, hasil mancing Pak Tohirin dan Apis cukup memuaskan, dengan beberapa ikan yang lumayan besar.

Pak Tohirin membakar ikan-ikan tersebut di atas api yang menyala, sementara Apis memutuskan untuk bergabung dengan Oval untuk berlatih jurus-jurus silat.

Tak berapa lama, hidangan sudah siap dengan lauk ikan bakar yang lezat.

Pak Tohirin memanggil Oval dan Apis yang sedang berlatih untuk makan.

"Makanlah, Pendekar! Ikan bakar sudah siap!" seru Pak Tohirin.

"Asikkk mantap.... "ucap Apis senang.

" Pas sekali dengan kondisi perut yang sudah merasa lapar. "ucap Oval.

Oval dan Apis langsung menghampiri meja makan, dan mereka makan dengan lahap menikmati lezatnya ikan bakar.

Suasana makan pagi itu terasa sangat santai dan menyenangkan.

Selesai makan, Oval dan Apis hendak menuju rumah Bupati Jordan untuk membuat perhitungan.

Namun, tiba-tiba dari sisi kanan ada warga yang berteriak meminta tolong.

Ternyata ada orang-orang suruhan Bupati Jordan yang merampas harta milik tetangga Pak Tohirin.

Oval, Apis, dan Pak Tohirin segera mendekat ke tempat kejadian.

Oval meminta agar rampasan itu dikembalikan kepada pemiliknya.

"Kembalikan harta itu kepada pemiliknya!" kata Oval dengan tegas.

Namun, 3 orang suruhan Bupati Jordan itu malah marah dan mengancam Oval.

Apis melihat bahwa orang-orang itu bukan pendekar, hanya preman saja.

Apis geram melihat tingkah 3 perusuh tersebut.

Apis meminta Oval untuk diam dan membiarkannya bereskan 3 orang itu.

"Biarkan saya yang bereskan mereka," kata Apis dengan senyum dingin.

"Gassken Broo, hati-hati dan waspada." ucap Oval.

Oval mengangguk dan membiarkan Apis menangani situasi itu.

Apis siap untuk menghadapi 3 orang suruhan Bupati Jordan itu.

Pertarungan sengit terjadi antara 3 orang suruhan Bupati Jordan melawan Pendekar Naga Hitam, Apis.

Apis dengan sigap dan gesit menghadapi ketiga lawannya, menggunakan teknik silat yang mumpuni untuk menghadapi serangan-serangan mereka.

Pertama, Apis menghadapi orang pertama yang menyerangnya dengan tendangan keras.

Apis dengan mudah mengelak dan membalas dengan pukulan yang tepat sasaran, membuat orang itu terjatuh.

Orang kedua dan ketiga langsung menyerang Apis dengan senjata, namun Apis dengan cepat mengambil senjata dari tangan mereka dan membalas dengan serangan yang lebih kuat.

Oval menyaksikan jalannya pertarungan dengan waspada, mengagumi kemampuan Apis dalam menghadapi lawannya.

Apis dengan mudah mengalahkan ketiga orang itu, membuat mereka terjatuh dan tidak bisa bangun lagi.

Akhirnya, para perusuh itu melarikan diri dengan rasa takut dan malu setelah dikalahkan oleh Apis.

Pendekar Naga Hitam itu berdiri tegak, menatap mereka dengan senyum dingin.

"Jangan pernah lagi mengganggu warga desa ini," kata Apis dengan tegas.

Dengan kemenangan itu, Apis membuktikan dirinya sebagai pendekar yang tangguh dan berani menghadapi kejahatan.

Oval merasa bangga memiliki teman seperti Apis.

Oval berpikir sejenak dan kemudian berkata kepada Apis dan Pak Tohirin, "Saya rasa kita tidak perlu mendatangi Bupati Jordan. Saya yakin dia dan rombongannya pasti penasaran dan akan datang ke tempat Pak Tohirin setelah kejadian tadi."

Apis mengangguk setuju. "Benar juga, Bang Oval. Kita tunggu saja di sini."

Pak Tohirin juga setuju.

"Ya, saya rasa itu ide yang bagus. Kita tunggu saja di sini dan lihat apa yang akan terjadi."

Oval tersenyum. "Baiklah, kita tunggu saja di depan rumah Pak Tohirin. Saya yakin Bupati Jordan tidak akan membiarkan kejadian tadi begitu saja."

Apis mengangguk dan bersama Oval, mereka menunggu di depan rumah Pak Tohirin, siap untuk menghadapi Bupati Jordan dan rombongannya jika mereka datang.

Pak Tohirin juga siap untuk memberikan dukungan kepada mereka.

Mereka menunggu dengan sabar dan waspada, siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Beberapa warga sekitar ikut berkumpul di depan rumah Pak Tohirin untuk memberikan dukungan terhadap pendekar naga hijau dan pendekar naga hitam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!