NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut

"Mana nasi, kentang, atau rotinya?" tanya Ricko sambil melihat ke arah berbagai jajanan di depannya.

"Ini telur masa begini doang? Mana kenyang?" lanjutnya.

"Ini makannya begini. Nggak pakai nasi atau kentang,"

Callie menunjukkan bagaimana cara makan telur gulung yang dicocol saus. Walaupun Ricko tinggal di luar negeri, menurutnya sangat aneh jika hanya makan telur saja. Biasanya dia makan telur selalu pakai nasi, mie, atau roti tawar. Jika hanya telur kemudian digulung dan dicocol saus begini, dia belum pernah mencoba. Apalagi hampir semua makan di depannya ini terbuat dari tepung. Batagor, cilok, cimol, bakso tusuk, maklor, dan es campur. Ricko menatap Ben yang sama ragunya seperti dia.

"Ini yakin kita makan beginian, Tuan Ricko?" bisik Ben pada Ricko yang duduk di sampingnya.

"Atau saya pesankan anda makanan lewat online saja?" lanjutnya bertanya.

"Ini enak, Tuan Ricko dan Ben. Coba lah sedikit nanti pasti ketagihan," ucap Reska saat mengetahui bahwa Ben dan Ricko takut mencicipi makanan di depannya.

"Kita duduk di pinggir jalan. Banyak asap dan debu berterbangan. Ini tidak masalah?" tanya Ricko sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Vitamin itu. Pokoknya aman, makan aja sih daripada pingsan karena kelaparan." suruh Callie yang sudah makan banyak sekali jajanan itu.

Callie seakan kerasukan setan dalam mengambil makanan. Semua makanan untuknya hampir habis. Padahal Ricko dan Ben sama sekali belum menyentuhnya. Dengan ragu-ragu, Ricko dan Ben mencoba untuk makan jajanan di depannya. Tangan keduanya gemetar seakan takut kalau habis makan akan terkena penyakit. Apalagi mereka berdua terbiasa makan dengan makanan buatan chef terkenal. Saat satu telur gulung masuk ke dalam mulut mereka, tatapan keduanya langsung berubah. Sangat enak, berbeda dengan rasa telur dadar yang biasa dibuat oleh koki di rumahnya.

"Kenapa rasanya enak begini ya?" tanya Ricko yang langsung mencomot lagi makanan lainnya. Bahkan hampir semua jajanan yang tadi dibeli, dilahap habis oleh keduanya.

"Katanya banyak kena debu dan asap. Kok tadi makannya kaya orang nggak makan satu minggu," sindir Callie saat melihat bagaimana cara makan dari Ricko dan Ben.

"Ini enak walaupun tidak mengenyangkan. Mungkin habis ini saya dan Tuan Ricko mau beli makanan berat," Ben tentu saja dengan cepat menghabiskan makanan yang ada seperti takut kalau semua jajanannya hilang.

Apalagi semua jajanan yang mereka beli, tidak sampai menghabiskan uang jutaan rupiah. Ricko dan Ben pikir Callie akan mengajak mereka ke sebuah restorant mahal. Apalagi image pemimpin CEO perusahaan terkenal, pasti akan menjamu atau mengarahkan clientnya untuk makan makanan mahal.

"Callie sudah kenyang. Nanti kalau kalian mau makan di restorant lagi, Callie nggak ikut." ucap Callie memberikan alasan. Sebenarnya dia masih mau kalau ditraktir gratis, hanya saja dia masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini berkaitan dengan organisasi DEVIL CROWN yang membutuhkan perhatian lebih darinya. Apalagi sekarang keturunan dari pendirinya ingin mencari tahu tentang dia.

"Yakin, Nona Callie? Gratis?" tanya Ben pada Callie. Namun Callie hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Pekerjaan ini jauh lebih penting daripada makan, Tuan Ben. Mungkin lain kali saya akan meminta traktiran kembali," ucap Callie mengandung sebuah kalimat yang menekankan bahwa dia akan meminta traktiran lain waktu.

"Oke, tidak masalah." Ben terlihat santai saja mendengar penolakan dari Callie. Berbeda dengan Ricko yang sedikit kecewa. Pasalnya dia ingin meminta rekomendasi makanan lain.

***

"Siapa sebenarnya keturunan dari teman Opa dolar itu? Perasaan dulu waktu Uncle Onand memimpin, tidak ada yang muncul. Kenapa sekarang saat aku yang mengurus malah mereka datang? Apa mereka tidak percaya dengan kemampuanku ini?" gumam Callie sambil menatap fokus pada layar laptopnya.

Setelah pulang dari taman, Callie segera masuk ke ruang kerjanya. Bahkan dia tidak mempedulikan sapaan dari Mamanya. Callie sedikit was-was karena Ronand dulu tak pernah menyinggung hal ini. Bukan lagi mengenai nyawanya, tapi orang-orang terdekatnya. Callie mencari semua rekaman CCTV di markas pusat. Dia harus mencari tahu siapa saja orang-orang yang tengah mengincarnya.

"Christo Fa..."

Onty Callie...

Brakkk...

Hehehe...

"Astaga..."

"Kai, kamu ngagetin Onty tahu nggak. Onty lagi sibuk cari uang dolar ini," seru Callie sambil mengusap dadanya. Terlalu fokus pada layar laptop hingga dikejutkan suara dentuman keras dari pintu yang menabrak tembok.

"Dolal? Sepelti apa wujud dolal itu, Onty? Kai tahunya cuma uang selibu dan dua libu," seru Kai yang kemudian dengan cepat mendekati Callie. Bahkan Kai langsung mencoba untuk naik ke dalam pangkuan Callie.

"Masa keturunan keluarga Roberto cuma tahu uang seribu dan dua ribu sih? Mamamu pelit amat," seru Callie menatap tak percaya pada Kai.

"Ndak pelcaya kali Onty Callie ini. Lihat coba ini..."

Kai mengeluarkan uang seribu dan dua ribu dari saku celananya. Bahkan uang kertas tersebut sudah lecek karena diremat asal oleh Kai. Callie menatap tak percaya apa yang ada di telapak tangan Kai. Saat usianya sama dengan Kai, dia sudah memegang uang ratusan juta. Lebih tepatnya jarang memegang uang tunai, melainkan isi rekeningnya sudah milyaran. Namun keponakannya sendiri malah jarang jajan dan diberi uang. Menurut Mika, Kai tidak akan dibiasakan jajan atau memegang uang sendiri ketika masih kecil.

"Onty nggak pernah pegang uang seribu atau dua ribu lho," ceplos Callie dengan tatapan polosnya.

"Pegangnya uang belapa, Onty?" tanya Kai dengan mata bulatnya yang menatap penasaran ke arah Callie.

"Pakainya kartu. Nggak pernah pegang uang cash," Matanya kembali fokus pada layar laptop di depannya sambil setelah tangan memeluk perut Kai. Bahkan Kai dengan santainya bersandar pada Callie sambil ikut mengamati pergerakan pada layar laptop Callie.

"Kok itu mukanya ada melah-melahnya, Onty?" tanya Kai dengan raut wajah penasarannya saat melihat rekaman CCTV di laptop. Menampilkan dua orang yang tengah berbincang di sebuah cafe dan wajahnya berwarna merah. Sengaja Callie buat seperti itu untuk menandai target yang dicarinya.

Tit... Tit... Tit...

Bunyi...

Jang...

Tak... Tak... Tak...

Karena terkejut, tiba-tiba saja Kai menekan beberapa huruf dan enter pada keyboard laptop. Mata Callie membulat tak percaya karena apa yang dicarinya kini ada di depan mata. Semua informasi yang dibutuhkan tiba-tiba muncul setelah Kai menekan beberapa huruf pada keyboardnya. Entah ini suatu keberuntungan atau memang Kai juga pintar. Nama keturunan dari teman-teman Opanya muncul bergantian dengan wajah orang pada CCTV.

"Kai, Onty kasih kamu uang satu juta karena udah bantu Onty Callie." seru Callie membuat Kai membulatkan matanya.

"Benelan, Onty? Ndak bohong kan?" seru Kai menatap Callie dengan tatapan penuh peringatan.

Klik...

Ini uangnya, tunai.

Wah... Kai jadi kaya laya,

Nggak tahu aja dia kalau dengan kode yang dia masukkan, aku juga bisa dapat ratusan juta.

Hihihi...

1
Tang Bin
jos kali mambu
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
Sani Srimulyani
ya ampun dalangnya aja belum ketemu, ini malah mereka koma......cepet sadar dong, kasian KAI.....
Novita Sari
penasaran siapa orang jahat sama plastik mika...
tia
thor keluarga mika tidak ada yang tau
Rai Gojess
siapa biang masalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!