NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

ISTRI RAHASIA ( Jusuf Alexanderku )

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Curly

Hola ...
Update setiap hari ... !!!

Warning :
Novel ini bisa membuat kalian tersenyum-senyum sendiri dan tertawa gemasss ...!!!
Novel ini juga mengandung banyak bawang ditengah!!! Selamat membaca ...

Karena ada yang minta sekuel anaknya Galas dan Gayung. Ini aku kasih sekuel mengenai anak kedua mereka, Jusuf Alexander.

Dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk menengok kedua orang tuanya yang kini menetap dikota kelahiran mereka. Jusuf Alexander tersesat dijalan karena mengikuti Google Map. Padahal ibunya sudah mengingatkannya untuk tidak mengendarai mobil sendiri. Karena Alex lemah mengingat jalan.

Hingga akhirnya ia tersesat dijalanan terjal dalam kondisi mobil yang tiba-tiba mogok. Apesnya hujan mengguyur begitu deras malam itu. Hingga ia kebingungan untuk meminta bantuan. Sampai kemudian muncul seorang gadis yang menolongnya.

Dari sanalah perjalanan cintanya yang amazing bermula. Ikuti terus ya ...Ok say ...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Curly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 ( Bukannya Tadi Sudah )

Untuk kesekian kalinya Alex membuka pintu kamarnya. Dilihatnya Pandan masih meringkuk bagai udang diatas kasurnya itu. Sepertinya gadis itu benar-benar kelelahan sampai melupakan antusiasmenya semalam untuk menghabiskan hari liburnya dengan jalan-jalan diluar.

Alex mendekat dan ikut merebahkan dirinya disamping Pandan. Ia bosan. Ini sudah satu jam dan sampai kini gadis itu belum terbangun juga. Tidak tahu kenapa meskipun Pandan bukanlah orang yang banyak bicara, namun Alex bisa merasa begitu kesepian hanya karena ditinggal tidur olehnya. Bahkan kini ia yang justru merasa kecewa karena acara jalan-jalan mereka batal.

"Astaga, Pandan. Kamu membuatku gila," gumam Alex merasa aneh sendiri.

Dipandangnya wajah ayu yang begitu damai itu, kulitnya yang putih bersih, hidungnya yang kecil, tidak mancung tidak juga pesek, dan bibirnya yang tipis ... entah kenapa semua terlihat begitu sempurna dimata Alex. Hingga senyum itu terukir begitu saja dibibirnya tanpa ia tahu sebabnya. Begitupun dengan rasa yang tiba-tiba timbul dalam dirinya, untuk mengecup bibir mungil itu. Membuatnya tanpa sadar sudah mendekat dan menundukkan kepalanya. Memberikan sebuah kecupan penuh kehati-hatian dengan perasaan berdebar yang tak pernah ia rasakan saat mencium seorang perempuan sebelumnya.

Alex menarik tubuhnya menjauh perlahan sembari memegang dadanya yang serasa mau copot. Rasanya benar-benar seperti ia baru saja mencuri ciuman dari seorang gadis. Padahal gadis itu istrinya sendiri, sah-sah saja bukan seharusnya. Alex menggusak rambutnya frustasi. Ia benar-benar susah mengendalikan dirinya kini.

"Alexx." Suara serak Pandan membuat Alex yang tengah sibuk memikirkan kejadian barusan terlonjak kaget bukan kepalang.

"Astagfirrlahalazimm." Alex memegang dadanya kuat-kuat.

"Kenapa?" Pandan bangun menatap Alex penuh keheranan.

"Tidak ...," jawab Alex salah tingkah. Matanya menelisik ekspresi Pandan demi mengetahui apakah Pandan tahu kalau ia menciumnya diam-diam tadi. Tapi sepertinya itu bukan pekerjaan mudah, mengingat ekspresi Pandan yang memang sudah selalu datar dan susah ditebak.

"Ya sudah," jawabnya seperti biasa lalu pergi begitu sama ke kamar mandi. Seolah ia tak memiliki rasa penasaran akan apapun.

"Ya sudah." Hobi barunya menirukan ucapan Pandan kumat lagi.

Tapi justru Alex sangat bersyukur akan hal itu kali ini, karena Pandan tak akan meminta penjelasan apapun dari sikap salah tingkahnya barusan.

Alex menarik nafas lega.

***

"Alex." Pandan mendekati Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi, sehabis membersihkan diri sore itu. Laki-laki itu hanya memakai handuk putih saja yang menutupi bagian bawah tubuhnya membuat Pandan sebenarnya ingin memprotes. Karena Alex melarangnya berbuat seperti itu. Sementara ia sendiri sesuka hati keluyuran kemana-mana, bahkan pernah menghampirinya didapur dengan mengenakan handuk saja. Dasar menyebalkan, batinnya.

"Kenapa?" tanya Alex yang kini tengah duduk disofa bulat sembari mengambil sebatang rokok dan menyulutnya.

"Aku bosan." Pandan menghampiri sembari membawakan baju ganti untuk Alex, untuk pertama kalinya. Alex tersenyum senang melihat hal itu. Karena Pandan biasanya tidak mau melakukan hal itu, dengan alasan takut pilihannya tidak sesuai dengan keinginan Alex.

"Terus?" Alex sengaja menyemburkan asap rokok ke wajah Pandan yang langsung memberengut sembari menutup mata. Ia sengaja menggodanya.

"Ayo keluar," pintanya. Ia kini membantu Alex mengeringkan rambutnya yang basah. Kemajuan, atau karena memang ada maunya, batin Alex. Biasanya tidak ada kontak fisik diantara mereka, kecuali yang Alex lakukan tadi siang.

"Diluar hujan, Pandan. Memangnya mau kemana? Tadi diajak tidak mau." Alex pura-pura enggan, sengaja ingin membalas dendam, karena Pandan menolak ajakannya tadi dengan alasan masih mengantuk.

"Ke Mall, disana tidak hujan," jawabnya, dari nadanya terdengar memohon.

"Memang mau apa disana?" Alex menoleh ke Pandan yang berdiri dibelakangnya mengeringkan rambutnya.

"Aku belum pernah nonton bioskop," jawabnya dengan senyumnya yang jarang terlihat itu. Dan itu sekarang menjadi kelemahan Alex. Ia tak kuasa menolaknya.

"Ya sudah, pijat bahuku dulu. Badanku sedikit kaku setelah tiduran saja seharian ...." Modus Alex mengerjai Pandan.

Pandan menurut, tanpa banyak bicara ia memijat pundak Alex yang putih dan berotot itu.

Semenit kemudian.

"Sudah." Pandan memang bukan pemijat yang baik. Ia cepat merasa bosan dan paling sungkan jika disuruh melakukan hal itu.

"Astaga, baru juga sebentar, Pandan. Badanku masih kaku ...," protes Alex.

"Aku bukan tukang urut." Pandan manyun.

"Tadi kamu mau disuruh-suruh Bella. Giliran disuruh suami sendiri tidak mau ... ya ampunnn ...." Alex pura-pura kesal.

"Aku tadi tidak benar-benar memijatnya, cuma aku pegang-pegang, seperti ini, seperti ini." Pandan mempraktekkannya dan Alex tertawa bangga. Karena Pandan tidak mudah untuk membiarkan dirinya ditindas oleh orang lain.

"Alex, ayo," rajuknya lagi, tangannya mengepal dan memukul-mukul pundak Alex.

"Cium dulu." Alex menyodorkan pipinya dengan senyum jahil. Tiba-tiba saja muncul ide itu dikepalanya. Ia menoleh pada Pandan yang menghentikan pukulannya seketika begitu mendengar permintaannya.

"Mau apa tidak?" tanya Alex. Karena Pandan belum memberi jawaban. "Kalau tidak mau ya sudah ...."

Pandan tak menjawab, tapi tangannya bergerak merayapi bahu kekar itu dari posisinya yang berdiri dibelakang Alex. Laki-laki itu merasakan gelenyar aneh mendapat sentuhan itu dari Pandan. Apalagi ketika Pandan menundukkan wajahnya tepat disamping wajahnya dengan jarak yang begitu dekat. Nyaris tanpa jarak.

Tangan pandan yang satu bergerak ke atas menutup kedua matanya, dan Alex semakin merasakan hembusan nafas hangat Pandan yang semakin mendekat padanya. Namun sedetik kemudian, hembusan nafas hangat itu beralih meniup lubang telinganya.

"Bukannya tadi sudah," bisiknya tepat ditelinganya. Alex membeku. Shock. Malu menjadi satu. Karena ternyata Pandan mengetahui perbuatannya tadi.

Pandan menarik tangannya, dan hal pertama yang dilihat Alex adalah senyum mengejek Pandan yang hanya beberapa centi berada di depan wajahnya.

"Dasar mesum," ucapnya sembari meniupkan udara ke wajah Alex yang merah padam.

Arrgghhhtt!!! Ini terlalu memalukan Tuhannn!!!

Alex benar-benar mati kutu.

***

Sorry ... kalau kurang greget. Author udah semedi tapi belum menemukan wangsit yang tepat sedari pagi ... hahaha ...

Jangan lupa dukung author dengan cara :

LIKE

KOMEN

VOTE

1
NurhasanahHs
ini aku baca novel ini udah 2x tp msih aj nangis
nawale sophiae
Luar biasa
rosita
seru 🤭🤭🤭
EkaYulianti
alex harusnya bilang, "aku jatuhkan talak untuk mu Mika".
EkaYulianti
dulu di sekolahku ada yg namanya pandan wangi.
EkaYulianti
bukannya pandan lg M, kok sholat subuh?
RossyNara
biasanya yang dingin-dingin sedep cwonya ini malah si cwe nya.
FeVey
penulisnan bagus, penyampaian alur cerita juga bagus, cerita ringan, lucu dan romantis, recomend buat baca.
Safitri Agus
jadi udah ya sampe disini critanya Thor,ga lanjut kah,,bisa ditarik kesimpulan nya sesuai imajinasi yg baca aja, sayang sekali ya padahal cerita menarik tapi ya sudahlah,it's Ok,👍👌
Safitri Agus
kenapa malu Thor,yg begini masih wajar kok,malah terlihat' sopan lagi,😁🤭
Safitri Agus
sawadikap skidipapap,ini bahasa Bangkok ya,😁
Safitri Agus
yaa kok kecelakaan sih papa mama nya Olivia,,kalo is ded ga seru lah maunya mereka menderita dulu 🤭
Safitri Agus
tarik ulur kisahnya Ibra dan Olive,,Ibra kan taat beribadah,knp masih ragu², dah istikharah juga kan,dgn baca bismillah maju aja terus,yakinlah.
Safitri Agus
uwahh pas banget ini solusinya pandan utk menghalau malam yg mencekam,ga pake nolak ya Lex 😂
Safitri Agus
si Ibra kayaknya jatuh cintrong sama Pandan,,no.no.no way,ga boleh ya,perboden.
Safitri Agus
mika ini aneh dan agk licik kan lg sakit parah ya,dan ga mungkin melayani misua nya dlm kondisi seperti itu,kok tetap maksa Alex utk menikahinya,ga jln otaknya,, harusnya bertobat,lebih mendekatkan dirinya pada sang pencipta kan dah tahu umurnya ga panjang.
Safitri Agus
nenek Gayung,,🤭
Safitri Agus
iya Bu Gayung, dia menantumu,, Pandan itu istrinya Yusuf 😊
Safitri Agus
haha iya sampe Jontor tu lambe,🤣
Safitri Agus
gagal maning Lex, 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!