NovelToon NovelToon
Sang Mafia di Biara

Sang Mafia di Biara

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:59
Nilai: 5
Nama Author: Gizelly Ladislau

Dante Herrera adalah bos organisasi kriminal paling ditakuti—seorang pria yang tumbuh di dunia penuh timah panas, perintah, dan darah. Namun ketika sebuah bom menghancurkan helikopternya, takdir menjatuhkannya ke tempat yang paling mustahil: halaman sebuah biara yang sunyi.

Mary Mendez baru delapan belas tahun. Seorang yatim piatu yang dibesarkan di balik tembok biara, hidupnya adalah doa, ketenangan, dan kasih tanpa syarat untuk anak-anak panti asuhan. Sampai ia menemukan pria berlumuran darah itu di halaman—dan sesuatu dalam hatinya berbisik bahwa kedatangannya akan mengubah segalanya.

Dua dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan kini saling bertaut. Sang mafia yang tak percaya cinta, dan sang suster yang terikat sumpah pada Tuhan. Setiap tatapan adalah dosa. Setiap detak jantung adalah pertaruhan. Dan semakin keras mereka berusaha menjauh, semakin dalam mereka terjerat.

Namun cinta terlarang bukan satu-satunya bahaya. Rahasia masa lalu, sebuah keluarga yang mengubah gairah menjadi setia, dan musuh lama yang haus balas dendam—semua bersiap menyeret mereka ke dalam badai yang belum pernah mereka bayangkan.

Bisakah kemurnian menyelamatkan seorang pria yang tangannya berlumur dosa? Dan sanggupkah cinta bertahan ketika seluruh dunia menuntut mereka berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gizelly Ladislau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

POV Dante Herrera

Aku tak tahu apa yang sedang terjadi padaku.

Aku tak bisa berkonsentrasi pada apa pun.

Setiap kali memejamkan mata, aku melihatnya.

Kulihat senyumnya yang manis.

Kudengar suaranya memanggilku "Tuan Herrera".

Aku teringat saat ia menyodorkan makanan padaku, merapikan bantalku, membawakan obat, memanjatkan doa, dan selalu menemukan sepatah kata baik untuk diucapkan, bahkan di hari-hari saat aku uring-uringan dan kehabisan kesabaran.

Dan ini tak masuk akal.

Aku ini Dante Herrera.

Aku dibesarkan untuk memimpin orang-orang berbahaya.

Untuk mengambil keputusan sulit.

Menyelesaikan masalah tanpa ragu.

Namun, empat hari tanpa bertemu seorang biarawati yang nyaris tak kukenal...

Dan rasanya ada sesuatu yang hilang di dalam diriku.

Sesuatu yang tak bisa kujelaskan.

Sesuatu yang mengusikku sedemikian besar.

Aku duduk di ruang kerja di kediaman, menatap setumpuk dokumen yang seharusnya mendapat seluruh perhatianku.

Tapi aku tak sanggup membaca satu baris pun.

Pikiranku kembali padanya.

Selalu padanya.

Kuangkat pandangan, dan kudapati semua orang sedang mengamatiku.

Ayahku.

Ibuku.

Pietro.

Kevin.

Giovanni.

Semuanya berpura-pura sibuk.

Tapi aku tahu mereka sedang menganalisisku.

Bagai para pemangsa yang menanti saat yang tepat untuk menyerang.

"Dante?" Kevin memanggil untuk ketiga kalinya.

"Apa?"

"Aku baru saja mengulang pertanyaan yang sama tiga kali."

"Maaf."

Giovanni nyaris tersedak kopinya.

"Dia minta maaf."

"Lalu?" sahutku.

"Kau tak pernah minta maaf."

"Tutup mulutmu, Giovanni."

Adikku menyeringai.

"Jelas ada yang tidak beres."

Pietro menutup map yang sedang dibacanya.

"Aku juga berpikir begitu."

Ayahku menyilangkan lengan.

"Kau sedang linglung."

"Aku cuma lelah."

"Bohong," sahut Giovanni seketika.

Aku memutar bola mata.

"Kau tak punya kerjaan yang lebih baik?"

"Ada."

"Kalau begitu kerjakan sana."

"Setelah aku tahu nama perempuan itu."

Keheningan menguasai ruangan.

Jantungku nyaris berhenti.

Ibuku menyembunyikan senyum.

Kevin menunduk untuk menutupi tawanya.

Pietro tampak tertarik untuk pertama kalinya pagi itu.

Dan ayahku terus mengamatiku.

"Perempuan apa?" tanyaku.

"Yang memenuhi pikiranmu."

"Tidak ada perempuan mana pun."

"Tentu saja ada," sahut Giovanni.

"Tidak."

"Lalu kenapa kau menatap dinding hampir sepuluh menit?"

"Aku sedang berpikir."

"Tentang seorang biarawati."

Aku nyaris menjatuhkan gelas yang kupegang.

Terkutuklah Giovanni Herrera.

"Kau sudah gila?"

"Belum."

"Kalau begitu berhenti bicara omong kosong."

Giovanni menunjuk ke arahku.

"Lihat, kan? Dia jadi gugup."

"Aku tidak gugup."

"Gugup."

"Tidak."

"Gugup."

"Giovanni..."

"Suster Mary, kan?"

Dunia berhenti.

Sedetik saja.

Hanya sedetik.

Tapi itu sudah cukup.

Karena semua orang menyadarinya.

Semuanya.

Ibuku membelalak.

Kevin tersenyum.

Pietro mulai tertawa.

Dan Giovanni menjatuhkan diri ke sofa sambil bersorak-sorai.

"SUDAH KUDUGA!"

"Giovanni!"

"Sudah kuduga! Sudah kuduga! Sudah kuduga!"

"Tutup mulutmu!"

"Si biarawati mungil dari rumah sakit itu!"

Ibuku menutup mulut dengan tangannya, berusaha menahan tawa.

"Dante..."

"Jangan mulai, Mama."

"Dia gadis muda yang menawan."

"Mama."

"Sangat sopan."

"Mama."

"Dan sangat cantik juga."

"MAMA."

Kini semua orang tertawa.

Semuanya kecuali aku.

Karena semakin mereka membicarakannya...

Semakin aku teringat padanya.

Pada mata hijaunya.

Pada caranya tersenyum.

Pada caranya menatapku tanpa rasa takut.

Seolah aku hanyalah seorang lelaki biasa.

Bukan seorang mafia.

Bukan seorang Herrera.

Hanya Dante.

Dan mungkin justru itulah yang menghancurkanku.

Karena untuk pertama kalinya dalam hidupku...

Seseorang membuatku merasa seperti orang biasa.

Dan kini setelah ia tak ada di sini...

Kehampaan yang ditinggalkannya terasa terlalu besar.

Jauh lebih besar dari seharusnya.

Jauh lebih besar dari yang ingin kuakui.

Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun...

Aku tak tahu harus berbuat apa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!