Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Paket yang dibelinya akhirnya sampai juga membuat Mila langsung buka paket yang sudah sampai dan senyum senang melihat bajunya sesuai harapannya sangat bagus dan berharap Farhan bisa senang melihat dirinya pakai baju baru pilihannya.
"Kue susah disusun rapih, meja makan sudah dihias seromantis mungkin dan baju ini datangnya Lebih cepat biarlah lebih mahal ongkir yang penting bisa dipakai hari ini juga." ucap Mila langsung coba baju barunya, pertama kalinya belanja online membuat Mila kaget dengan ongkos kirim lebih mahal dari harga kirim paket biasa yang dirinya tahu, bersyukurnya tidak beli dari hasil jualan jadi tidak pusing sama ongkir yang harga kirimnya setengah dari harga bajunya.
**
Andaikan Gendis bukan Kakak kandung dan Kakak perempuan satu-satunya tentunya Farhan akan nolak temani Gendis makan siang di apartemen milik Gendis apa lagi ada Wilona, kondisi kaki Gendis habis jatuh membuat Kakaknya tidak bisa jalan sendiri yang harus dibantu kursi roda.
"Lo disini dulu iya Han, gue kangen makan bareng adik gue apa lagi Lo lebih lama disini kan, sedih tahu besok harus kembali ke Jakarta jadi kita tidak bisa sering ketemu." ucap Gendis sengaja karena masih berharap Farhan bisa dekat sama Wilona.
"Jangan lebay Kak, saya disini kerja bukan jalan-jalan Kak, kamu pulang jalanin kegiatan disana dan jika mau ketemu saya kan masih bisa walaupun tidak sering Kak, saya harus kembali n dan habis itu saya harus kembali ke apartemen soalnya istri saya ada disana." ucap Farhan tidak mau mudah dibujuk sama Gendis, apa lagi ada Wilona pastinya Gendis akan memanfaatkan keadaannya untuk mendekatkan dirinya sama Wilona lagi seperti selama ini Gendis lakukan.
"Jangan begitu Han, sesibuk apapun Lo harus bisa meluangkan waktu untuk keluarga, selama disini Lo tidak pernah ajak Gendis jalan bareng kan selalu sibuk kerja." tegur Wilona melihat Farhan tidak ada waktu untuk bersama Gendis.
"Apapun alasan kalian saya tidak bisa disini lebih lama, saya sudah sewa supir untuk anterin kalian kemana pun kalian pergi dan besok jam tujuh pagi sudah jalan karena pesawat jalan jam sepuluh pagi jangan terlambat kalian jadi permisi." lanjut Farhan melihat Kakaknya terlihat sudah sehat dan tidak perlu ditemani lebih lama, tidak ada alasan untuk temani Kakaknya selama di apartemen.
Jaga jarak tentunya jauh lebih baik menjadi pilihan untuk dirinya, supaya bisa menjaga emosinya karena tahu bicara lama-lama sama Kakaknya berakhir berantem dan membuatnya sedih karena sudah membuat Kakaknya sedih karena ucapannya tidak pernah diturutin sama sekali.
Andaikan kehidupannya tidak bergantung sama Farhan sudah pasti dirinya marah dengan sikap adiknya yang tidak mau denger ucapannya, apa lagi Farhan berani ancam dirinya jika sudah marah sungguh keterlaluan sekali adik terakhirnya.
**
Jam menunjukkan jam sembilan malam akhirnya Farhan tiba juga di apartemen, kaget melihat Mila tidur di ruang tamu membuat dirinya langsung gendong Mila jalan pelan-pelan menuju kamar untuk istrinya tidur lebih nyaman di kasur.
Kaget dan senang melihat meja terlihat romantis di hiasi bunga mawar meja, ada taburan bunga mawar dibentuk love di samping vas bunga membuat Farhan senang melihat hasil karya romantis istrinya.
"Duh bagaimana ini, kalo aku habis mandi langsung tidur Mila pasti marah pasti sudah kesal siapkan ini semua tidak jadi makan malam bersama, apa lagi ini sudah jam sembilan sudah ngantuk lagi astaga bikin bingung jadinya." ucap Farhan pelan melihat istrinya tadi sengaja tungguin dirinya pulang pasti untuk makan malam bersama justru dirinya baru pulang jam segini.
Tidak ingin membuat Mila sedih karena tidak jadi makan malam bersama membuat Farhan habis mandi langsung bangunkan Mila untuk makan malam bersama, walaupun sudah kenyang tapi masih mau makan lagi demi menghargai istrinya.
Satu jam selesai mandi membuat Farhan langsung bangunkan Mila untuk makan malam bersama, sedihnya kesibukannya membuat dirinya tidak ada waktu untuk bersama Mila.
"Ini buatan Dek Mila kuenya?" tanya Farhan menikmati kue putri salju dan secangkir es coklat yang dibuatkan Mila.
"Iya Mas enak kan?" tanya Mila penasaran, walaupun kesal makan malam bersamanya telat tapi tidak membuat dirinya tidak bersyukur karena rencananya berhasil.
"Enak sekali sayang manisnya pas dan lembut sekali, habis ini langsung tidur yuk sayang sudah malam Dek Mila terlihat masih ngantuk." ajak Farhan sambil menikmati kue buatan Mila yang selalu enak.
"Huh tidak romantis amat jadi cowok, istri sudah pakai baju seksi rapih begini tidak mau meluangkan waktu lebih lama untuk bermesraan dan menjalankan kewajibannya sungguh menyebalkan sekali." batin Mila kesal, suaminya bener-bener tidak bisa romantis sama sekali, padahal sudah diberikan kode tapi tetep saja tidak mengerti dan memilih tidur dari pada bersantai sambil romantis bareng.
"Iya sudah yuk sayang tidur besok kan Mas harus kerja lagi." lanjut Mila pasrah dan kesal melihat suaminya sama sekali tidak ada niatan untuk ajak romantis bareng.
Setelah puas menikmati kue buatannya membuat Mila langs merapihkan meja sebelum tidur, menahan sedih dan kesal buang bunga mawar yang sengaja disiapkan tapi tidak berhasil membuat suaminya memanfaatkan momentum untuk romantis bareng sebelum tidur dan menjalankan kewajiban suami istri sebelum tidur.