NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PILIHAN YANG TIDAK MEMILIKI JALAN KEMBALI

Angin di teras menara berhenti berhembus. Seakan langit itu sendiri menahan napas, menunggu satu kata dari Xuanyuan yang akan menentukan nasib seluruh alam semesta.

"Kau minta aku menjadi pengganti?" suara Xuanyuan rendah, namun bergetar di setiap sudut istana. "Kau minta aku menyerahkan nyawaku, seperti ayah dan ibuku? Tanpa pernah bertanya apakah aku menginginkannya?"

Tian Jue menunduk. Pena emas di tangannya terasa berat seperti gunung.

"Aku tidak memintamu, Xuanyuan. Aku memberitahumu apa yang sudah ditulis sebelum kau lahir. Ayahmu dan ibumu... mereka memilih jalan ini dengan mata terbuka. Mereka tahu konsekuensinya. Mereka tahu kau akan membenci mereka, membenci dunia, membenci takdir yang membuangmu. Tapi mereka memilih ini, karena mereka percaya kau adalah satu-satunya yang mampu menanggung beban ini tanpa hancur."

"Mereka salah," potong Xuanyuan tajam. Matanya terasa panas, tapi ia tidak menangis. Marah jauh lebih mudah daripada sedih. "Mereka menyerahkan hidup mereka tanpa pernah bertanya padaku. Sekarang kau datang dan berkata, 'inilah takdirmu'. Kalau begitu... untuk apa aku hidup selama ini? Untuk apa aku bertahan dari kelaparan, hinaan, kesepian? Semua itu hanya persiapan untuk dipersembahkan seperti ternak?"

Tian Jue melangkah maju, dan di langkah keduanya, langit di belakangnya terbelah. Cahaya emas yang memancar bukanlah kemuliaan itu adalah kesepian yang begitu dalam, kesepian yang telah menelan ribuan tahun hidup seseorang.

"Aku pernah berdiri di tempatmu. Ribuan tahun lalu. Aku juga berpikir begitu. Aku juga berteriak pada langit, menendang takdir, membakar setiap kitab yang menyuruhku berkorban. Sampai akhirnya aku melihat apa yang ada di balik Gerbang Kekosongan Purba. Aku melihat apa yang akan terjadi jika gerbang itu terbuka lebar. Bukan hanya kematian, Xuanyuan. Adalah lenyapnya setiap kenangan, setiap cinta, setiap warna, setiap suara. Seolah tidak pernah ada kehidupan sama sekali. Itulah yang menunggu jika kau menolak."

Ia berhenti, menatap lurus ke mata Xuanyuan.

"Pilihanmu sederhana. Kau bisa membalas dendam padaku, membunuhku, menghancurkan tatanan yang kubangun. Dan dalam seribu tahun, mungkin kurang, Gerbang itu terbuka dan menelan segalanya. Atau... kau melangkah ke depan, menerima warisan ayahmu, dan menjadi kunci yang menahan kegelapan selamanya. Kau yang memilih."

Xuanyuan terdiam. Di tangannya, butir emas peninggalan Penjaga terasa membakar kulitnya. Di dalamnya, ia bisa merasakan gema suara ayahnya bukan perintah, bukan tuntutan, hanya satu bisik yang lembut namun tak tergoyahkan: "Maafkan kami, anakku. Dan terima kasih telah lahir."

Lian Yue menyentuh lengan Xuanyuan dengan lembut. Tangannya dingin, namun teguh.

"Xuanyuan... jangan pilih karena mereka. Pilih karena kau tahu apa yang benar. Apa pun keputusanmu, aku ikut. Ke mana pun kau pergi, bahkan ke dalam kehampaan sekalipun."

Kata-katanya bukan kepahlawanan. Itu janji seseorang yang sudah kehilangan terlalu banyak dan tidak ingin kehilangan satu hal lagi yang berarti.

Xuanyuan menatapnya. Lalu menatap Tian Jue. Lalu menatap langit yang terbentang luas di bawah kakinya — dunia yang penuh dengan orang-orang yang tidak ia kenal, orang-orang yang hidup, bermimpi, mencintai, tanpa tahu bahwa mereka berdiri di tepi jurang.

Ia teringat masa kecilnya di Sekte Awan Langit. Lapar, kedinginan, tidur di gerbang batu yang keras. Ia teringat bagaimana setiap orang melewatinya seakan ia bukan manusia. Ia teringat janji yang pernah ia ucapkan dalam hati, saat dingin menusuk tulangnya: "Suatu hari... aku akan punya tempat di mana aku tidak harus takut tidur."

Dan sekarang, tempat itu ditawarkan kepadanya dengan harga yang ia tak mampu bayar.

"Kau bilang ini pilihan," kata Xuanyuan perlahan. "Tapi sebenarnya tidak ada pilihan, bukan? Jika aku menolak, aku adalah pembunuh seluruh dunia. Jika aku menerima, aku membunuh diriku sendiri. Entah bagaimana caranya, aku tetap kalah."

Tian Jue diam. Diamnya adalah jawaban yang paling jujur.

Xuanyuan mengangkat kepalanya. Di matanya, Pupil Ganda berputar perlahan, tenang dan dalam seperti dua jurang yang saling berpelukan.

"Kalau begitu, aku tidak akan menerima salah satu dari keduanya."

Ia melangkah maju, melewati Tian Jue, berdiri di tepi teras yang melayang di atas lautan awan. Angin menerpa jubah lusuhnya, menerbangkan rambutnya yang kusam.

"Ayah dan Ibu berkorban karena mereka percaya pengorbanan adalah satu-satunya cara. Kau melanjutkannya karena kau tidak berani mencari jalan lain. Kalian berdua... sama saja. Kalian menyerah pada kemungkinan. Kalian menulis akhir cerita sebelum cerita itu selesai."

Ia berbalik, menatap Tian Jue dengan tatapan yang tidak lagi anak-anak, namun belum juga menjadi dewasa itu tatapan seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia harus menjadi lebih besar dari semua orang di depannya.

"Aku tidak akan menjadi kunci. Dan aku tidak akan membiarkan gerbang itu menelan dunia. Aku akan pergi ke sana. Aku akan melihat sendiri apa yang ada di balik gerbang itu. Dan aku akan menemukan cara ketiga cara yang tidak meminta siapa pun berkorban. Jika ayah dan Ibu gagal menemukannya, jika kau juga gagal... maka biarkan aku yang mencoba. Aku Liu Xuanyuan. Dan aku menulis ceritaku sendiri."

Tian Jue gemetar. Bukan karena marah, tapi karena takut takut akan harapan yang begitu berani, takut akan kemungkinan yang ia sendiri sudah lama berani impikan.

"Kau tahu risikonya? Tidak ada yang pernah kembali dari Gerbang Kekosongan Purba. Tidak ada yang pernah melihat ke dalamnya dan tetap waras."

"Maka aku akan menjadi yang pertama," jawab Xuanyuan tenang.

Ia menggenggam erat butir emas di tangannya, lalu melepaskannya. Butir itu melayang, berubah menjadi cahaya lembut yang menyelimuti ketiganya.

"Sampai jumpa, Tian Jue. Jangan mati dulu. Jaga dunia ini untukku. Karena aku akan kembali. Dan saat aku kembali... aku ingin kau berdiri di sini dan mengaku bahwa kau salah. Bahwa pengorbanan bukanlah satu-satunya jawaban."

Xuanyuan berbalik. Di sampingnya, Lian Yue tersenyum senyum yang sedih namun penuh keyakinan.

"Ke mana pun kau pergi, aku ikut," katanya pelan.

"Mau ke tempat yang bahkan cahaya tak berani masuk?" tanya Xuanyuan.

"Kalau kau di sana, aku tidak butuh cahaya."

Mereka berdua melangkah maju, melintasi teras, berjalan lurus ke arah langit yang terbuka bukan jatuh, melainkan melangkah seakan udara adalah jalan yang nyata. Di belakang mereka, Tian Jue berdiri sendirian, pena emas di tangannya terasa jauh lebih berat dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, ia menulis satu baris baru di catatan takdir bukan dengan tinta emas, tapi dengan goresan yang gemetar dan penuh harapan:

"Mungkin... ada jalan lain."

Dan jauh di bawah, di tempat yang bahkan Tian Jue tak bisa melihat, di dalam kedalaman yang lebih tua dari bintang itu sendiri, dua mata yang tak bernama terbuka perlahan. Menunggu.

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!