NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Harapan Yang Mulai Tumbuh

Beberapa hari kemudian, bibit-bibit yang Mela tanam mulai tumbuh. Ia mulai memasang bambu setinggi kurang lebih 1,5 meter untuk tanaman rambat. Dan, memindah beberapa bibit yang tumbuh, ke lahan yang baru saja ia lubangi. Tidak lupa, ia kembali menyiraminya dengan rutin.

Hingga, hari demi hari berlalu, tidak terasa usia tanaman Mela sudah sebulan lebih. Namun, justru semua tidak berjalan mulus.

Daun-daun kecil yang dulu ia tanam dengan penuh harapan, satu per satu mulai layu, menguning, lalu mati.

Padahal, air sudah mengalir ke lahan Mela. Namun, itu belum cukup karena beberapa tanaman tetap tidak bertahan.

Mela berdiri di tengah lahannya. Tangannya berkacak pinggang, napasnya berat, tidak tahu harus berbuat apa.

"Kenapa bisa begini?" lirihnya. "Padahal, aku sudah berusaha menyiramnya dengan teratur. Tapi, hasilnya?"

"Mel!" Darmi menepuk pelan bahu Mela.

Mela tidak menoleh. "Apa aku gagal, mbak?" tanyanya lirih.

Darmi menghela napas. "Bukan gagal, tapi masih berproses."

"Proses gagal," jawab Mela pahit.

Yati yang datang belakangan langsung menyahut, "Kalau gagal, ya ditanam lagi. Beres, kan?"

Mela menoleh. "Sesimpel itu?"

"Ya, memang sesimpel itu," jawab Yati santai. "Kamu pikir, petani langsung berhasil sekali tanam?"

Mela terdiam. Tatapannya kembali jatuh pada tanaman di depannya.

"Padi yang petani tanam di sawah, itu juga melalui berbagai proses. Tidak bisa langsung tumbuh dan berbuah. Setelah tanah di bajak, bibit padi di tanam, di pupuk, pengairan harus sesuai, lalu membersihkan gulma, juga hama seperti ulat, belakang. Jika tidak begitu, petani bisa gagal panen," seru Yati.

"Yang di katakan Yati, itu benar, Mel," timpal Asih. "Lagian, ini pertama kalinya kamu menanam sayuran, to? Kita buang saja yang mati, terus kita tanami lagi."

Mela mengangguk pelan. Hari ini, dengan bantuan teman-temannya, ia mulai mencabut beberapa tanaman yang sudah tidak bisa diselamatkan.

Tangannya sedikit gemetar. Bukan karena lelah, tapi karena berat. Ia menatap sisa lahan yang masih bertahan. Meski tidak banyak, tapi masih ada yang tersisa.

Di sisi lain kota, lampu-lampu gedung menyala terang. Namun, suasana di dalam salah satu ruang rapat terasa dingin.

"Apa? Kerja sama dibatalkan?" Rahman menghela napas, menatap layar di depannya dengan wajah gelisah. "Apa alasannya?" tanyanya singkat.

"Tentu saja karena reputasi perusahaan," jawab seseorang di seberang.

Sunyi.

Ia sangat tahu maksud ucapan itu yaitu tentang skandal perceraiannya. Dan kini, muncul berita tentang pernikahan yang baru.

"Baiklah, aku mengerti." Nada suaranya terdengar tenang namun, rahangnya mengeras.

Di ruang CEO, Camila berdiri, menunggu dengan dengan gelisah. Tidak berapa lama, Ia melihat Rahman masuk dan langsung menghampirinya.

"Gimana?" tanyanya cepat.

Rahman melonggarkan dasinya. "Seperti yang kamu lihat," jawabnya singkat.

Camila menghela napas. "Aku sudah bilang, kita harus percepat pernikahan kita."

Rahman duduk di kursinya, lalu menghela napas panjang. "Semua tidak semudah itu."

"Justru karena itu!" suara Camila sedikit meninggi. "Kita butuh citra baru."

Rahman diam. Tatapannya berubah, seolah merasa ada sesuatu yang mulai tidak nyaman.

Sementara di desa, Mela kembali menanam bibit sayuran. Kali ini, lebih hati-hati dan tidak terburu-buru.

Setiap lubang yang ia buat, ia perhatikan. Setiap bibit yang ditanam, ia jaga.

Ia belajar dari kesalahan. Mulai dari tanah, pemberian pupuk, air dan memastikan tidak ada hama.

Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu. Dan perlahan, semua usahanya mulai menunjukkan hasil.

"Mel! Lihat ini!" Suara Darmi terdengar dari kejauhan.

Mela yang sedang membawa air, langsung menoleh, melihat Darmi yang menunjuk salah satu bedengan.

Karena penasaran, Mela akhirnya mendekat. Ia terdiam, melihat daun kecil itu tumbuh hijau dan segar.

"Tanaman-tanaman yang dulu mati, tumbuh dengan baik?" suaranya hampir tidak terdengar.

Yati tersenyum lebar. "Iya, tidak lagi layu atau menguning. Lihat!" Yati menunjuk tanaman lainnya. "Yang dulu hidup, sekarang mulai berbuah."

Mela menatap tanaman itu lama, lalu mengikuti arah telunjuk Yati. Dan, tanpa sadar ia tersenyum.

"Benar," gumamnya senang.

***

Tiba hari panen pertama. Meski tidak besar, dan tidak melimpah namun, cukup memuaskan bagi Mela.

Ia berdiri di tengah lahannya, memegang hasil pertama di tangannya.

Ada beberapa daun hijau seperti sawi, kangkung dan salada yang memang lebih dulu bisa di panen. Sedangkan, cabai dan tomat, sudah mulai berbuah, dan masih ada beberapa tanaman lainnya.

"Meski tidak seberapa tapi, ini milikku sendiri. Hasil usahaku," gumam Mela, terharu.

"Wah, ada yang sudah panen, nih," goda Yati tiba-tiba.

Darmi tertawa. Ia baru saja datang dengan yang lainnya. "Bikin mie rebus campur sawi hijau dan telur, pasti mantap."

Mela ikut tertawa kecil. Matanya sedikit berkaca. Bukan karena sedih, tapi, karena akhirnya ia bisa menikmati hasil panennya.

"Boleh juga," seru Mela. "Nanti malam, kita masak mie di rumahku."

"Setuju!" sahut Darmi dan yang lain.

Sore itu, matahari perlahan turun. Angin berhembus pelan, menggerakkan daun-daun kecil yang kini mulai memenuhi lahannya.

Mela menggenggam hasil panennya sedikit lebih erat. Dulu, ia kehilangan segalanya, sekarang ia mulai mendapatkan sesuatu yang berharga untuk hidupnya

Tanah yang dulu dianggap gagal, kini mulai hidup. Dan bersama itu, Mela pun ikut tumbuh.

1
Siti Saodah
tapi meskipun dia anak nya, harus di kasih pelajaran biar sadar diri
Siti Saodah
jangan sampai Mela balik lagi sama si bangat itu Thor, kasian Dino meskipun ada anaknya si Lina jga,anak durhaka
Siti Saodah
dasar manusia gak punya malu dulu aja Mela di hina bahkan di buang, sekarang giliran susah di cari gak tau diri banget
Siti Saodah
tapi aku gak habis pikir kok bisa ya seorang anak lebih memilih orang lain dari pada ibu kandung nya sendiri,klo mantan suami atau mertua mungkin banyak lah apalagi udah ada yang baru nak ini anak kandung gitu 🤦
Siti Saodah
Mela umur berapa Thor,kan nikah nya 29 thn
Siti Saodah
cuma punya penghasilan segitu aja ada aja yang syirik heran
Siti Saodah
kirain Mela bakal kerja di kota gitu lalu ketemu orang yang mencintai nya dan sukses
adeirma husein
keren ceritany
selvysurya inten
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
LENY
AKHIRNYA BAHAGIA ❤👍👍
LENY
MELA KERAS KEPALA KAMU HRS SADAR HAMIL DI USIA YG CUKUP RAWAN GAK BOLEH CAPEK STRESS HRSNYA NURUT SAMA SUAMI DAK USAH SOK KUAT NNT MSH MAU KE LAHAN LG MABOK 🙈🙈
LENY
ALHAMDULILLAH BU DYAH LINA SDH BERUBAH JADI BAIK SENANGNYA KEL BAHAGIA DINO JG SUAMI IDAMAN YG SANGAT BAIK❤🙏👍
LENY
ALHAMDULILLAH AKHIRNYA
LENY
SMG BERHASIL DI DESA BERCOCOK TANAMNYA ❤😊😊
rosi woro
asih suka main sosmed , jadi hafal nama² pengusaha
Marina Tarigan
dpt sepasang sempurna deh
LENY
PERLUNYA SUAMI ISTRI SALING TERBUKA. JGN MAIN SEMBUNYI2 KAYAK GINI🙈🙏
Marina Tarigan
terus dibawah pengawadan dr tdk masallah jgn takut ikuti perkataan dr
LENY
LEVIH BAIK CERAI SAMA WANITA IBLIS INI SAAT TERPURUK PERGI BAWA HARTA SUAMI LG GILA BENER😡😡🙈🙈
LENY
BAGYS RAHMAN SEKARANG KAMU BISA HIDUP TENANG BIARPUN SEDERHANA ❤🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!