NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Gimana, Do? Mau kagak?" tanya Ohang berbisik lagi.

Edo menyunggingkan senyum tipis sambil manggut-manggut. "Oke, gue mau," jawabnya mantap, tapi tidak keras, karena takut didengar oleh Salma.

Ohang mengacungkan jempol. "Sip."

Berdeham Edo, "Tapi kenapa lo tiba-tiba  ngajakin gue taruhan buat dapetin tuh janda?" tanyanya sedikit curiga.

Ohang pun pindah ke sebelah Edo. "Soalnya, gue pernah deketin dia. Tapi ditolak mentah-mentah, Do. Jujur ya, gue sakit hati banget. Gue pengen, pas nanti kalau lo berhasil mendapatkan tuh janda, lo rekam kegiatan lo, dan kirim ke gue, oke. Gue bakal buat perhitungan sama tuh janda sombong," tutur Edo menjelaskan.

"Oohh... jadi ceritanya lo dendam sama dia." Edo melirik Salma menggunakan ujung matanya.

"Iya. Gue pengen mempermalukan dia. Kan lo nggak pernah gagal tuh deketin cewek, jadi ya... gue yakin kalau dia bakal luluh sama lo."

"Haha..." Tawa bangga Edo keluar dari bibirnya. "Beres, Hang. Siapin aja tuh duit satu jutanya," pintanya dengan percaya diri.

"Oke, Do." Ohang menyeringai.

_____

"Mi, kamu udah kenal lama sama si Rifki?" tanya Neneng seraya berjalan masuk ke pabrik berdampingan dengan Mia.

"Lumayan, Teh. Pokoknya pas pertama aku ikut Edo... A Iki tuh udah ngontrak duluan di sana," jelas Mila.

"Ooh, gitu."

"Iya."

"Berarti kamu kenal dekat atuh sama dia?"

"Nggak lah, Teh. Cuma kenal biasa."

"Tapi dia kayak perhatian banget ke kamu, Mi," cetus Neneng.

"A Iki emang baik, Teh. Kalau dia kebagian shift pagi... dia selalu nawarin aku buat berangkat bareng. Tapi aku selalu menolak. Nggak enak, Teh. Takut jadi fitnah. Takut pacarnya marah."

Angguk-angguk kepala Neneng. "Emang dia udah punya pacar?"

Mia menggeleng, "Nggak tahu. Tapi nggak mungkin lelaki setampan, semapan dan sebaik dia nggak punya pacar. Mustahil, Teh. Apalagi kendaraan yang A Iki punya adalah salah satu kendaraan impian para wanita. Yang mau sama dia pasti banyak."

"Iya juga, sih. Kata si Ali juga gitu. Di OW, hampir semua pegawai perempuan yang masih lajang naksir sama dia. Si Rifki emang jadi rebutan."

"Tuh, kan. Dia pasti sudah punya pacar."

"Ya, ya." Neneng mengangguk.

Akhirnya, mereka tiba di tempat produksi. Keduanya langsung duduk di tempat masing-masing.

Neneng membalik badan ke belakang, menghadap Mia. "Mi, kamu masih pake KB suntik, nggak?" Wanita berambut ikal itu tak pernah kehilangan obrolan.

"Masih, Teh. Kenapa emang?"

"Ya Allah... dari pertama menikah belum pernah dilepas?"

"Belum."

"Ya ampun, Mi. Bahaya tahu kalau terlalu lama pakai KB. Apalagi yang suntik tiga bulan. Mending lepas deh, nanti kamu susah hamil," ungkap Neneng dengan suara sedikit bergetar.

Mia mengembuskan napas pelan. "Sebenarnya aku juga nggak mau suntik KB lagi, Teh. Badanku tuh benar-benar jadi nggak enak. Belum lagi sering pusing, haid nggak lancar, dan jadi susah tidur juga. Tapi Edo nggak mau punya anak sekarang-sekarang, Teh. Dia bilang nanti aja pas udah punya rumah. Jadi aku terpaksa deh masih tetap KB sampai sekarang."

"Ck!" Neneng berdecak. "Suamimu itu benar-benar egois, Mi. Kesal deh aku dengarnya. Pengen kujewer aja tuh telinganya. Dia beneran nggak peduli sama keadaan tubuh kamu. Mau enaknya sendiri. Kok ada ya, suami yang nggak mau punya anak. Aku dulu dan suamiku punya anak pas belum punya rumah. Tapi dua tahun setelah punya anak, alhamdulillah... kami bisa bangun rumah meksipun tidak besar," cerocos Neneng dengan wajah yang sedikit memerah. Urat di dahinya nampak menonjol.

"Iya, Teh. Aku pun maunya begitu. Nggak apa-apa punya anak dulu. Mana tahu setelah punya anak nanti kita malah dimudahkan punya rumah. Tapi Edo tetap kukuh nggak mau. Kalau membahas soal anak, dia malah suka marah sama aku. Jadi, ya..." Mia menggantung kalimatnya sambil mengembuskan napas pelan. "Aku cuma bisa nurut."

Neneng menatap Mia dengan sorot prihatin. "Tapi, Mi, kamu juga harus mikirin diri kamu sendiri. Jangan sampai karena terlalu nurut sama suami, kamu malah terus-terusan tersiksa."

Mia hanya tersenyum tipis. "Aku tahu, Teh. Tapi aku juga nggak mau jadi istri pembangkang."

"Bukan soal membangkang atau nggak, Mia." Neneng menggeleng. "Kalau tubuh kamu sudah nggak nyaman, kamu berhak ngomong. Suamimu juga seharusnya mau dengerin."

Mia terdiam. Tangannya mulai merapikan benang-benang di meja kerja. "Kadang aku juga kepikiran, Teh..." ucapnya lirih. "Kapan Edo bisa mengerti keadaanku? Bisa mendukung keinginanku."

Neneng menghela napas panjang. "Semoga secepatnya Edo berubah pikiran dan jadi suami yang peduli padamu," ujarnya kemudian. "Kamu jangan berhenti berdoa, Mi."

Mia mengangguk pelan. "Iya, Teh. Aku juga selalu berdoa."

Belum sempat obrolan itu tersambung lagi, suara bel panjang tanda produksi dimulai terdengar memenuhi ruangan. "Wah, waktu istirahat kita udah habis," ujar Neneng.

Mia terkekeh kecil. "Iya, Teh. Mari kita bergelut lagi dengan mesin."

"Siap!"

Keduanya pun kembali menghadap mesin masing-masing.

_______

Edo sudah mendapatkan akun Facebook Salma dari Ohang. Sebelum kembali masuk ke pabrik, lelaki itu membuka profil wanita tersebut. Matanya langsung tertuju pada sebuah unggahan yang baru saja dibuat beberapa menit lalu.

Salma tampak sedang berpose di depan konternya. Senyum manis menghiasi wajah wanita itu.

Edo pun tanpa ragu menekan tombol suka. Setelah itu, ia mengetik sebuah komentar. "Ih, Teteh meuni cantik sekali."

Tak sampai beberapa saat, notifikasi balasan muncul di layar ponselnya. "Terima kasih, Edo Perwira."

Mata Edo langsung membulat. Ia buru-buru memperlihatkan layar ponselnya kepada Ohang. "Lihat, Hang! Dibalas!"

Ohang langsung melihat komentar tersebut. Sesaat kemudian, ia bertepuk tangan. "Tuh, kan! Komen lo langsung dibalas." Ohang mendengkus kesal. "Lah, gue? Malah diabaikan, anjing! Sialan tuh janda sok cantik."

Edo terkekeh. Ia kembali menatap layar ponselnya dengan senyum penuh percaya diri. "Siapa dulu dong?" katanya sambil menepuk dada. "Edo Perwira, gitu lho!"

Ohang mendengus, tetapi kemudian menyeringai. "Sikat, Do! Jangan kasih kendor!"

"Oke, Hang." Edo memasukkan ponselnya ke saku celana. "Tunggu aja tanggal mainnya."

"Buruan minta pertemanan ke dia," titah Ohang menggebu-gebu.

Edo mengangguk, mengambil lagi ponselnya dari saku dan melakukan apa yang diperintahkan Ohang. "Udah, Hang. Tinggal lo siapin duitnya aja. Satu juta ya?" katanya sambil tertawa.

"Tenang, Do. Begitu lo lihatin video panas lo sama si Salma, gue langsung bayar di muka." Ohang menepuk bahu Edo cukup kencang.

Edo tertawa puas. "Hahaha! Oke-oke. Siap, Hang. Nanti gue kirim ke lo. Pandang terus deh tuh video gulat gue sama dia. Tapi ingat, lo jangan sebarin ke orang lain."

Ohang terkekeh. "Ya nggak lah. Gue cuma mau lihat aja kayak apa surabinya tuh janda. Apa berlapis emas atau tidak? Soalnya gue sakit hati banget sama penolakannya, Do. Dia bilang... gue nggak level sama dia."

Edo angguk-angguk. "Kalem, Hang. Nanti gue buktiin. Apa surabi si janda itu berlapis emas atau berlapis kerak?" Tawa dari dua lelaki seumuran itu mengudara.

1
nunik rahyuni
lanjuut thor ..pingin liat versi edo setelah diusir ...🤣🤣🤣laki kok ssmpe diusir. itu tandanya lakianya g modal g becus g guna mokondo benalu gpokoknya g ada baik2 nya ...biar tau rasa busuk si otong lumpuh layu 😅😅😅😅
Ama Apr: Pasti kk, nantikan sj
total 1 replies
Dartihuti
Nikmati hasil jerih payahmu Mia bahagia ...laki mokondo ky Eduuu ...tinggal nunggu penyesalannya betulkah dng mudah dpt'i cewek lbh dr mu?krn merasa ganteng,tgl tar blg'i ...makan tu gantengmu
😁😁🤭
Ama Apr: Ganteng doang nggk ada duit dan nggak mau kerja mh buat apa ya. Wajah ganteng tk akan bisa mengenyangkan perut🤣
total 1 replies
Lucy
syukurlah Mia kau bisa menikmati hasil jerih payahmu sendiri tanpa berbagi dgn Edo bayar tagihan motornya🤣🤣
Ama Apr: iya kk🥰
total 1 replies
Ma Em
Mia kamu harus cepat move on lupakan laki mokondo dan selalu bahagia setelah berpisah dgn Edo , semoga dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik yg cinta dan sayang pada Mia , Edo pasti menyesal dan akan dapat karmanya karena sdh jahat pada Mia dan selalu menyiksanya .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
nunik rahyuni
kok cuma fikit thor. lanjuuuuy thooor
si setan edo kenapa g di bikin nyungsep aja sih thor ..laju laju membawa kendraan trus nyungsep luka luka hilang lah ketampanan yg di banggakanya👍👍💪
Ama Apr: hehe, iya, nnti lnjut lg
Ah, jng dlu lah, aku mau buat dia pusing 7 keliling dulu🤣
total 1 replies
Lucy
lanjut thor😃Mia ceritakan KDRT yg di lakukan Edo terhadapmu jgn hnya talak 3 yg kau ceritakan, semua kau ceritakan ke org tuamu biar mereka paham👍
Ama Apr: Pasti Kk. Oke
total 1 replies
nunik rahyuni
gpp janda asal bahagia ...bebas dari laki mokondo..👍
Ama Apr: betul tul
total 1 replies
Ma Em
Mia jadi janda bkn aib daripada hdp Mia tersiksa lbh baik berpisah dgn Edo benalu sok kegantengan banget , ganteng kalau kere juga cewe mandi kir dia kali atuh , semoga Mia bahagia setelah bercerai dgn Edo dan dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik cinta dan sayang juga bertanggung jawab pada Mia jgn seperti seperti si Edo .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
EmakKece
mending jd janda terhormat, drpada hidup sm manusia jelmaan iblis mia
Ama Apr: Iya bnr, bebas2 make uang sendiri
total 1 replies
Lucy
lebih baik JD janda Mia drpd di pukuli dan diselingkuhi oleh Edo 🤭JD janda LBH bahagia mia🤣🤣🤣
Ama Apr: ahihihi🫰
total 9 replies
EmakKece
Triple Up thor 🤭
Ama Apr: haha nanti2 y kk aku blum nabung bab🤭
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Mia terbebas dari Edo si mokondo benalu yg tdk tau diri maunya cuma porotin uang Mia doang , semoga Mia makin sukses setelah bercerai dari si benalu biar saja pasti Edo yg akan menyesal karena sdh membuang ATM berjalan nya .
Ama Apr: Aamiin, tinggal mia menikmati hidup sekarang
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
sudah lega ya Mia, biarin ntar hidupnya si edo blangsak 😆
Ama Apr: Iya lagi, siapa yg byr cicilan motor🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah akhirnya Mia sdh lepas dari Edo suami benalu sukanya selingkuh tdk tau diri , semangat Mia semoga Mia bahagia dan sukses setelah berpisah dgn Edo .
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🥰
total 1 replies
Nice1808
Akhirnya mia bebas dr Edo bangsat🤣🤣🤣
Ama Apr: iya hehe
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
othoooooorrr...q padamu alapiyu se keboooonnn lap lap lap pokok nya❤️❤️❤️meskipun sabuk hitam🥋 si mia gk dikeluarkan🤣🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: Haha iya kk, nyaris hilang nyawa dia. Tp sudah lah ya, edo bebas juga
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
Alhamdulillah akhirnya cerai juga😤
Ama Apr: Walau nyaris bbk belur
total 1 replies
EmakKece
gak disini gak di cerita satunya, aku misuh2 mulu perasaaan. emang dasar si othor mah 🤧
Ama Apr: maaf y kk🤭
total 1 replies
EmakKece
laki ky kamu sempurna??? dasar gendeng !!
Ama Apr: biasa NPD🤣
total 1 replies
Dartihuti
Mokondo...kerasukan di lawan,bkn bukti" di tranfer ke hp'm ih ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!