NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Dosen Killer

Tawanan Cinta Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.

Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.

Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.

"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.

Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?

Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

"Tapi, Bang---"

"Tidak ada tapi-tapian. Aku Opanya, aku yang lebih berhak memutuskan."

Kedatangan Gefanda berhasil membuat semua orang diam, tak terkecuali Roland. Pria paruh baya itu hanya bisa mengumpat abangnya dalam hati. Jika Gefanda sudah memutuskan, maka tidak ada satupun orang yang bisa membantah ucapannya.

Kenapa dia tiba-tiba datang? Gumam Roland dalam hati. Pasti bocah itu yang memberitahunya, gerutunya lagi saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan tatapan Allano.

Allano langsung mengalihkan tatapannya begitu menyadari sang daddy menatapnya penuh permusuhan. Allano memang sengaja mengabari Gefanda dan memintanya untuk membawa Alundra pergi. Menurutnya, itu lebih baik daripada Alundra tinggal di rumahnya.

Bukan Allano tidak ingin Alundra tinggal di rumahnya, tapi, ia tidak ingin Alundra terus-terusan menahan rasa sakit jika setiap hari harus bertemu dengan Alora dan Arsenio. Setidaknya, itu jauh lebih baik daripada Alundra harus kembali ke Amerika.

"Tapi kasihan Alundra, Opa. Bukankah jarak ke kampusnya terlalu jauh?"

Arsenio memberanikan diri untuk bersuara. Ia kasihan pada Alundra jika harus bolak-balik dengan jarak yang cukup jauh. Setidaknya, butuh waktu 3 jam untuk sampai di kampus, itupun dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Kamu tidak perlu kasihan pada Alundra, bukankah harusnya kamu seneng kalau Alundra---"

"Opa!" Alundra menatap tajam opanya yang nyaris saja keceplosan. Untung saja Alundra berhasil menghentikan sang opa tepat waktu.

"Maksud Opa apa?" Tanya Arsenio. Pria itu sempat mendengar sekilas ucapan Gefanda. Hanya saja, Arsenio tidak paham karena Alundra lebih dulu memotong perkataan pria paruh baya itu.

"Alundra akan pindah kampus. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya."

"Pindah?" Gumam Arsenio. Wajahnya tampak terkejut. Pria itu menatap Alundra, berharap wanita cantik itu akan membantah ucapan opanya.

Namun, Alundra tetap diam, tanpa sedikitpun menatap Arsenio. Wanita cantik itu seolah mengiyakan perkataan sang Opa.

"Bang, kamu jangan memutuskan seenaknya saja. Biarkan Alundra sendiri yang memutuskan," ucap Roland. Pria paruh baya itu sangat kesal dengan abangnya yang selalu bertindak semaunya.

Roland sangat tahu Alundra mengorbankan banyak hal untuk berkuliah di kampus itu. Putri keponakannya itu bahkan sampai menolak tawaran dari beberapa Universitas luar negeri. Dan setelah semua perjuangannya itu, tidak mungkin Alundra mau melepaskannya begitu saja, bukan?

Namun, Roland tidak pernah tahu, alasan sebenarnya Alundra berkuliah di sana—hanya untuk lebih dekat dengan Arsenio.

Dan sekarang, hubungan Alundra dan Arsenio sudah berakhir. Alundra tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal.

"Jadi, apa keputusanmu, Sayang?" Tanya Gefanda.

Semua orang yang berada di sana, sama-sama menatap ke arah Alundra. Mereka menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Alundra.

"Aku akan ikut Opa."

Semua orang terdiam. Satu kalimat Alundra berhasil membuat semua orang bungkam. Tidak ada yang menduga, Alundra akan mengambil keputusan itu.

"Sayang, kamu jangan takut sama opamu. Ada om di sini, om akan selalu melindungi kamu," ucap Roland.

Roland pikir, Alundra terpaksa mengambil keputusan itu karena tekanan dari Gefanda. Mungkin Alundra takut opanya akan marah jika Alundra tidak menurutinya.

"Kamu pikir, aku maksa Alundra?"

Gefanda sangat kesal, apalagi Roland dengan terang-terangan menganggap jika keputusan Alundra itu terpaksa, karena dirinya yang menekan Alundra.

Andai Roland tahu, putri kesayangannya lah yang sudah membuat Alundra pergi. Gefanda ingin sekali mengatakan yang sebenarnya pada Roland, namun Alundra melarangnya. Cucunya itu mengancam akan pergi selamanya jika ia memberitahu Roland.

"Kamu pikir aja sendiri, Bang! Tidak mungkin Alundra---"

"Ini murni keputusanku, Om. Sejak aku memutuskan untuk kembali ke Amerika, aku sudah mundur dari kampus," ucap Alundra.

Bukan hanya Roland yang terkejut, Arsenio dan Alora pun tak kalah tercengang. Mereka tidak menyangka Alundra benar-benar akan meninggalkan semuanya. Mereka pikir, Alundra hanya cuti sementara. Mungkin suatu hari nanti, wanita cantik itu akan kembali ke kampus.

Ada apa dengan kamu, Lun? Kenapa aku merasa, kamu bukan hanya meninggalkanku, tapi juga ingin menghapus semua kenangan kita? Batin Arsenio.

Dalam diamnya, Arsenio terus menatap Alundra. Namun wanita cantik itu tidak sekalipun menatapnya. Dulu, Alundra tidak pernah mengabaikannya, wanita cantik itu selalu menjadikannya pusat hidupnya. Tapi sekarang, wanita cantik itu berubah, sangat asing, seperti tak lagi saling mengenal.

Apa sebenarnya kamu mencintai Alundra? Batin Alora.

Alora diam-diam memperhatikan Arsenio yang terus menatap Alundra. Dari cara Arsenio menatapnya, ia semakin yakin Arsenio sebenarnya memiliki perasaan pada Alundra. Entah pria itu tidak menyadarinya atau tidak mau mengakuinya.

"Kamu sudah dengar sendiri kan, Roland? Jadi, aku akan membawa Alundra pergi saat ini juga. Aku tidak akan membiarkan cucuku menderita lagi."

"Jadi maksud kamu, selama tinggal dengan kami, Alundra menderita?"

Roland mulai kehilangan kesabaran, ia tidak terima dengan tuduhan Gefanda yang menganggap jika Alundra tidak pernah bahagia selama tinggal bersama keluarganya.

"Opa, Om, stop! Kenapa kalian malah bertengkar?" Alundra tidak pernah memiliki niatan untuk membuat mereka bertengkar, apalagi hanya karena dirinya. "Aku bahagia selama tinggal bersama kalian."

"Lalu, kenapa kamu harus pergi?"

Alora yang sejak tadi hanya diam, kini mulai mengeluarkan suaranya. Menurutnya, pertengkaran ini terjadi karena keputusan Alundra yang tiba-tiba ingin pergi. Andai Alundra tetap tinggal, perselisihan ini tidak akan pernah terjadi.

"Karena sudah saatnya aku pergi. Aku tidak ingin keberadaanku menjadi penghalang untuk kebahagiaan orang lain."

Deg.

Apa maksud perkataan Alundra? Batin Alora.

...----------------...

Sementara itu, di sudut kota lainnya, Sabiru baru saja selesai menandatangani kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan. Pria itu duduk di kursi kebesarannya. Seperti biasa, Sabiru selalu memandangi foto yang terpajang di meja kerjanya.

"Jennie, aku merindukanmu," lirih Sabiru. Pria itu menatap lekat bingkai foto yang memperlihatkan seorang wanita cantik tengah tersenyum ke arah kamera.

Tok tok tok

Kedatangan asisten Sabiru berhasil membuyarkan lamunan pria tampan itu.

"Katakan!"

"Nona Qireia setuju untuk bertemu dengan Anda, besok," ucap pria itu.

Sabiru tersenyum menyeringai, hari-hari yang ia tunggu akhirnya datang juga. Sudah sangat lama sekali ia menantikan pertemuannya dengan wanita itu.

"Siapkan kejutan kecil untuk membuatnya sedikit shock!"

To be continued

1
MamDeyh
Up lg kak
Ita rahmawati
pasti hancurlah hati alundra tp ya sudahlah hadapi aja dn hadirilah pertunangan mereka,, buktikan kalo kamu masih baik baik saja meskipun hatimu hancur alundra tp jgn tunjukkan 😏
Manis
terima tawaran biru dan pamerin pas tunangan😄
kirei ardilla
pasti sedih dan sakit tapi pling penting terasa seperti badut dan orang bodoh dihadapan mereka bagi alundra... semoga acaranya ga berjalan dg lancar dan opa buat mereka menyesal
MamDeyh
Up lagi don kak
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/wes toh neng nyerah ajj nyerah biru mana mau kalah pada mu untuk saat ini
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ mau lapor ke camer okelah okelah
Ita rahmawati
apakah alora dn arsenio akn bahagia,, aku harap jgn buat mereka bahagia Thor,, terlanjur kesel nih SM alora,, egois bgt 😏
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
Ita rahmawati
jgn lama lama up nya Thor,, sehari satu bab aja aku udh seneng kok 😂
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
vj'z tri
/Shy//Shy//Shy//Shy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
vj'z tri
udah di pastikan pilihan nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ cuma formalitas ini mah tahu akoh
partini
Arsen siap" aja rasa cemburu membakar hatimu di kala melihat lundra bahagia bersama laki laki lain
MamDeyh
Lanjuuut Kak
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kalau jodoh gak kemana say
Ita rahmawati
dih pak dosen kepedean,, orang kaget plus kesel dibilang menggoda 😂😂
MamDeyh
Lanjut kak yg banyak 😄
Ita rahmawati
dih jd kesel SM alora 😏
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄
Farinka Qia
lanjut Thor yg baik hati 🙏🙏
Nasyya
cieeee om 🤭
Nasyya
emang egois km, kasih tau aja jujur biar alora makin bersalah arsen juga harus tau alasannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!