NovelToon NovelToon
Thornless Red Rose

Thornless Red Rose

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Teen / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di balik gaun megah bertabur mawar merah dan dansa yang begitu mesra, tersimpan sebuah rahasia yang mematikan.
Melanie mengira ia telah menemukan cinta sejatinya pada diri Glen, seorang pria menawan yang memperlakukannya bak seorang ratu tanpa cela, seperti mawar merah yang indah tanpa duri (Thornless Red Rose). Namun, Melanie tidak pernah tahu bahwa di balik tatapan penuh kehangatan itu, Glen sedang merajut jaring balas dendam yang kejam terhadap keluarganya.
Ketika kebenaran perlahan mulai terkuak, Melanie harus menghadapi kenyataan pahit: apakah cinta Glen kepadanya murni nyata, ataukah ia hanya sekadar bidak dalam permainan balas dendam yang dirancang untuk menghancurkan hidupnya?
Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di atas bara dendam, di mana batas antara ketulusan dan pengkhianatan menjadi begitu tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Kusut yang Tersibak

Malam semakin larut, tapi di dalam ruang kerjanya yang bernuansa kayu jati tua, Bapak Melanie masih terjaga. Beliau duduk di kursi kebesarannya, menatap nanar selembar surat perjanjian usang yang tintanya sudah mulai memudar dimakan usia dua belas tahun. Pengakuan Melanie di meja makan tempo hari, tentang rasa cintanya pada Glen dan tuduhan berat yang dilemparkan pemuda itu, membuat dada pria tua ini terus bergemuruh.

Ingatan beliau mendadak terlempar ke masa dua belas tahun yang lalu, sebuah masa kelam yang penuh dengan intrik bisnis berdarah. Air mata pria tua itu nyaris menetes saat memori itu berputar kembali bagai kaset rusak.

Selama ini, Glen mengira keluarga Melanie-lah yang dengan kejam merampas takhta dan membangkrutkan perusahaan tekstil ayahnya. Namun malam ini, di bawah temaram lampu meja, kebenaran yang sesungguhnya terkunci rapat di dalam laci ingatan sang bapak. Bukan beliau yang menghancurkan ayah Glen. Dalang sesungguhnya di balik tragedi dua belas tahun lalu adalah Hermawan, ayah dari Diandra, sahabat Melanie sendiri di kampus.

Kala itu, Hermawan menjabat sebagai direktur keuangan di perusahaan keluarga Glen. Keserakahan membuat pria itu menggelapkan seluruh dana operasional perusahaan dalam jumlah yang sangat masif, lalu dengan cerdik memalsukan seluruh dokumen transaksi dan mengatasnamakan perusahaan milik bapak Melanie sebagai penadah dana haram tersebut. Hermawan melarikan diri, meninggalkan nama keluarga Melanie yang terseret lumpur hitam, sekaligus memicu serangan jantung dan goncangan jiwa hebat pada ayah Glen hingga jatuh miskin. Namun, roda berputar dengan sangat kejam. Uang haram hasil jarahan itu tidak membawa berkah bagi keluarga Hermawan. Hanya dalam waktu singkat, mereka terkena tipu muslihat bisnis lain hingga jatuh miskin sedalam-dalamnya.

Kini, Diandra gadis periang yang selalu setia menemani Melanie di kelas teater sama sekali tidak tahu-menahu tentang dosa besar yang pernah dilakukan ayahnya di masa lalu. Yang ia tahu hanyalah cerita samar dari ibunya bahwa keluarga mereka dulu pernah hidup jaya dan makmur setara dengan keluarga Melanie. Realitas hidup Diandra sekarang sudah berubah total menjadi potret kesederhanaan yang kontras.

Ibunya setiap subuh harus berkutat dengan minyak panas untuk menjual gorengan di pasar rakyat, sementara ayahnya, Hermawan, kini menghabiskan masa tuanya sebagai buruh tani yang mencangkul di sawah milik orang lain demi sesuap nasi. Kakak laki-laki Diandra pun harus menyambung hidup dengan menjadi montir panggilan keliling yang menembus panas dan hujan dengan motornya. Sangat berbeda jauh dengan Melanie yang hingga detik ini masih bisa menikmati tidur nyenyak di balik selimut sutra dan pilar-pilar rumah mewah berlapis kekayaan.

Di sisi lain kota Jogja, Glen melangkah gontai menyusuri lorong rumah sakit jiwa di kawasan Pakem. Pakaiannya berantakan, dan gurat kelelahan tercetak jelas di bawah pelupuk matanya yang menghitam. Meskipun dari luar Glen masih tampak mengendarai motor ninjanya yang bagus dan mengenakan jaket bermerek sisa-sisa kejayaan masa lalu yang mati-matian ia pertahankan demi harga diri, nyatanya hidup Glen saat ini berada di ambang batas kehancuran finansial.

Tabungannya terkuras habis. Ayahnya yang sering kali mendadak histeris dan berteriak ketakutan setiap kali mendengar kata "mawar" atau "surat", harus keluar masuk rumah sakit jiwa selama beberapa bulan terakhir ini. Biaya perawatan medis yang melambung tinggi membuat Glen kerap kali harus memutar otak, menahan lapar, dan mengabaikan egonya sendiri demi menebus obat-obatan sang ayah.

"Bagaimana kondisi ayah saya, Dok?" tanya Glen parau saat pintu ruang pemeriksaan terbuka, menampilkan sosok dokter spesialis yang menghela napas pendek.

"Kondisinya masih belum stabil, Mas Glen. Ada kecemasan akut yang mendadak terpicu malam ini. Tampaknya beliau mengingat kembali trauma besar dari masa lalunya," ujar dokter tersebut sembari menepuk bahu tegap Glen dengan prihatin. "Untuk sementara, beliau harus kami rawat inap lagi di sini sampai gejalanya mereda."

Glen hanya bisa mengangguk pasrah, bersandar pada dinding lorong rumah sakit yang dingin dan berbau karbol tajam. Di dalam kesunyian malam itu, Glen meraba ponsel di saku celananya, teringat akan kelanjutan novel Thornless Red Rose yang belum sempat ia sentuh lagi. Tanpa ia sadari, jaring dendam yang ia rajut dengan begitu rapi kini tak hanya mengikat leher Melanie, melainkan juga menyembunyikan sebuah kebenaran fatal yang siap menjungkirbalikkan seluruh alasan di balik kebenciannya selama ini.

1
Filan
langsung nembak aja nih Melanie
Filan
terlalu kejam untuk Melanie? untukmu kali
Xlyzy
sadarkan teman mu itu thone
Xlyzy
Kamu fikir naskah mu sudah rapih namun kamu lupa kamu membuat naskah dengan manusia yang memiliki akal dan sifat yang berbeda kamu tidak bisa mengatur mereka sesuai dengan alur yang kamu mau seharus nya kamu punya naskah cadangan antisipasi kalau naskah pertama tidak sukses di eksekusi
-Thiea-
perlahan, tanpa kamu sadari, niatmu itu sudah melenceng dari tujuan aslinya.
-Thiea-
ditantangin langsung sama Melani tuh Glen. kamu melampiaskan kekesalan pada orang yang gak tahu apa-apa. Apakah itu adil?
Mingyu gf😘
wahhh ada apa nih
Three Flowers
kayaknya kehidupan Glen ini ngeri banget sampai dia selalu ngehalu jadi pahlawan, mungkin dia pingin banget menyelamatkan keluarganya tapi tidak berdaya
Mingyu gf😘
iya kalau di pikir pikir buat apa begitu
Mingyu gf😘
Aduhh para cogan kampus🤭
Three Flowers
dia habis ngadepin penjahat terselubung 🤣
Filan
Kok Thone tahu segalanya? Kasihan juga Glen sok misterius padahal semua orang bisa baca dia 😅
Cimol krispy
panjang lebar banget kalimat Melanie dan itu langsung kena ke hati sih harusnya
Cimol krispy
Kenapa Glen? Kamu berfikir Melanie akan terus menjadi kelinci ketakutan yang tidak akan melawanmu
Sarifah_Aini97: Kelinci penakutnya sekarang udah berubah jadi penantang paling telak buat Glen 🤭 Makasih banget ya Kak Cimol udah selalu ngikutin perkembangan karakter Melanie dan Glen sejauh ini 🤭
total 1 replies
Miu.Nuha
selamatkan Glen, Melanie...
dia kayaknya gk benar2 jahat, tapi tersesat 😭😭
Miu.Nuha
karna melanie bukan wanita yang mudah kamu pikirkan bahkan kamu permainkan...
mau dicoba? entar kamu kena mental lagi malah 🤭🤭🤭
Mega Siregar
memang benar... walaupun Melanie tidak tahu apa2, tapi hati Glen pasti sakit melihat kehidupan yg hancur karena orang tua Melanie sedangkan Melanie hidup dengan kecemewahan diatas air mata orang tua Glen..
Mega Siregar
akhirnya, kamu jujur juga, Glen...
pasti beran memendam semuanya sendiri...
ginevra
inikah awal Glen menyukai melanie
ginevra
makjleb banget melanie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!