NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Langkah Pertama Mendaki Altar Dendam

Hari-hari terakhir di dasar Lembah Ratapan dihabiskan Ye Chen bukan lagi untuk bertahan hidup, melainkan untuk melatih kesempurnaan kendali energi. Di bawah bimbingan Yue-Jian yang tanpa ampun, Ye Chen dipaksa untuk bisa mengaktifkan dan menonaktifkan aura Meridian Es Yin miliknya dalam waktu kurang dari sekejap mata.

Kini, di ranah Qi Condensation tingkat keempat, Ye Chen telah mampu menyembunyikan seluruh riak energinya. Jika dia mau, dia bisa berjalan di samping monster tanpa memicu kecurigaan sedikit pun, tampak seperti sebongkah batu mati yang dingin. Kemampuan menyamar (breath-concealment) ini adalah modal utamanya untuk menyusup kembali ke Sekte Azure Cloud tanpa terdeteksi oleh radar spiritual para tetua.

"Waktunya telah tiba, Bocah," suara Yue-Jian memecah keheningan dasar lembah pada suatu pagi yang berkabut tebal. Sosok spiritualnya berdiri tegak di samping pusaran angin hitam, menatap ke arah dinding tebing terjal yang menjulang tinggi menembus awan.

Ye Chen berdiri dengan jubah hitam baru yang dia buat dari kulit monster laba-laba kabut. Pedang Hitam terikat erat di punggungnya, dibungkus kain usang agar bentuknya yang khas tidak langsung memicu perhatian. Matanya yang sewarna biru es menatap lurus ke atas tebing tempat dia dijatuhkan beberapa minggu lalu.

"Mari kita mendaki, Senior," jawab Ye Chen pendek.

Tanpa membuang waktu, Ye Chen menghentakkan kakinya ke tanah.

Syuuutt!

Dengan menggunakan teknik Langkah Bayangan Hantu yang kini telah mencapai tingkat refleks insting, tubuhnya melesat vertikal ke atas dinding tebing. Setiap kali kakinya menyentuh tonjolan batu kecil, Energi Es Yin akan sedikit membekukan permukaan batu tersebut, memberikan daya cengkeram yang kokoh sebelum tubuhnya kembali melesat tinggi ke atas. Tiga bayangan semu berkelebat bergantian di sepanjang dinding tebing, membuat gerakannya tampak seperti hantu malam yang merayap naik ke langit.

Pendakian yang seharusnya memakan waktu berhari-hari bagi manusia biasa, berhasil diselesaikan oleh Ye Chen hanya dalam waktu beberapa jam berkat kekuatan fisik perunggunya yang luar biasa tangguh.

Semakin tinggi dia mendaki, kabut hitam Lembah Ratapan perlahan mulai menipis, digantikan oleh hembusan angin segar dan hangat khas wilayah pegunungan Sekte Azure Cloud. Sinar matahari pagi yang cerah mulai menerpa wajah tegas Ye Chen saat jari-jari tangannya mencengkeram tepi tebing paling atas.

Dengan satu lompatan anggun tanpa suara, Ye Chen mendarat di atas tanah rumput puncak tebing. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan energi alam di permukaan yang terasa jauh lebih tipis dan lemah jika dibandingkan dengan energi murni di dasar lembah.

Dia berbalik, menatap kompleks bangunan megah Sekte Azure Cloud yang berdiri kokoh di puncak gunung seberang. Paviliun-paviliun beratap giok dan menara-menara tinggi sekte tampak berkilau megah di bawah sinar matahari, memancarkan kemewahan yang dibangun di atas darah dan penderitaan murid-murid seperti dirinya.

"Tempat ini masih sama indahnya dengan saat mereka membuangku," desis Ye Chen, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman yang penuh dengan hawa membunuh.

"Jangan tergolek oleh emosimu," Yue-Jian mengingatkan dari dalam ruang kesadaran. "Gunakan penyamaran energimu sekarang. Area hutan di depan ini adalah wilayah perburuan murid luar sekte. Jika kamu membiarkan hawa esmu bocor, kamu akan memicu alarm formasi sekte."

Ye Chen menarik napas, menarik kembali seluruh riak Energi Es Yin ke dalam pusaran Dantiannya yang terdalam. Dalam sekejap, aura dingin yang mengerikan dari tubuhnya lenyap total, berganti dengan penampilan seorang pemuda biasa tanpa kultivasi yang tampak lemah.

Dia mulai berjalan menyusuri jalan setapak hutan yang rimbun, bergerak perlahan menuju ke arah gerbang belakang sekte. Namun, baru berjalan beberapa ratus meter, indra pendengarannya yang tajam menangkap suara derap langkah kaki dan tawa yang sangat dia kenali dari arah depan.

"Hahaha! Aku tidak menyangka kultivasi Kakak Senior Bai Long meningkat begitu pesat setelah mendapatkan Liontin Giok milik sampah itu!" suara seorang pemuda terdengar begitu nyaring di antara pepohonan.

"Tentu saja! Kudengar Tetua Mo Feng sendiri yang membantu Kakak Senior Bai untuk mengasimilasi pusaka tersebut. Sekarang, di seluruh angkatan murid inti, siapa lagi yang berani menantang keluarga Bai?" sahut suara pemuda lainnya penuh dengan nada menjilat.

Ye Chen menghentikan langkahnya di balik sebatang pohon besar. Matanya menyipit tajam, mengenali dua sosok pemuda yang sedang berjalan santai ke arahnya. Mereka adalah Zhang Hu dan Liu Mei, dua murid luar sekte yang selalu menjadi kaki tangan dan anjing peliharaan Bai Long di masa lalu. Di pinggang mereka masing-masing tergantung pedang standar sekte, dan wajah mereka tampak penuh dengan keangkuhan.

Mendapatkan Liontin Giok milikku? batin Ye Chen mencemooh. Dia tahu betul bahwa liontin giok yang asli saat ini masih melingkar dengan aman di lehernya di balik jubah hitamnya. Berarti, pusaka yang sedang dicoba dipulihkan oleh Bai Long dan Mo Feng saat ini hanyalah replika palsu atau wadah kosong tanpa Roh Pedang Yue-Jian di dalamnya. Mereka telah tertipu mentah-mentah.

Melihat dua anjing peliharaan Bai Long berjalan semakin dekat, Ye Chen tidak memilih untuk bersembunyi. Sebaliknya, dia justru melangkah keluar dari balik pohon, berdiri tepat di tengah-tengah jalan setapak dengan tangan bersedekap di dada, menghalangi rute jalan mereka berdua.

Zhang Hu dan Liu Mei seketika menghentikan langkah kaki mereka karena terkejut melihat sesosok pemuda berjubah hitam usang mendadak muncul menghalangi jalan. Namun, begitu mereka melihat wajah tegas pemuda tersebut dengan lebih jelas, ekspresi wajah mereka berdua mendadak berubah dari terkejut menjadi pucat pasi, seolah-olah mereka baru saja melihat hantu yang bangkit dari kubur.

"Ye... Ye Chen?!" teriak Zhang Hu dengan suara yang bergetar hebat, matanya melotot lebar hingga hampir keluar dari rongganya. Tangannya secara refleks langsung mencengkeram gagang pedangnya. "Bagaimana... Bagaimana mungkin kamu masih hidup?! Kamu seharusnya sudah mati membusuk di dasar Lembah Ratapan!"

Liu Mei di sampingnya juga melangkah mundur dengan wajah penuh ketakutan. "Meridianmu... meridianmu kan sudah dihancurkan oleh Kakak Senior Bai! Kamu tidak mungkin bisa merangkak naik dari jurang itu!"

Ye Chen menatap mereka berdua dengan pandangan mata yang sedingin es abadi. Tidak ada amarah yang meledak-ledak di wajahnya, hanya ada ketenangan mematikan yang membuat atmosfer di sekitar hutan hutan tersebut mendadak terasa mencekam.

"Dunia ini penuh dengan keajaiban, Anjing-anjing kecil," ucap Ye Chen dengan nada suara yang sangat tenang namun menusuk hingga ke tulang sumsum mereka. "Aku kembali dari neraka hanya untuk satu hal... menagih hutang nyawa pemilik tempat ini."

Zhang Hu mencoba menenangkan kepanikan di hatinya. Dia melihat bahwa Ye Chen sama sekali tidak memancarkan riak energi spiritual sedikit pun, tampak seperti orang cacat tanpa kultivasi sama seperti saat dia dibuang dulu. Rasa takutnya perlahan berganti dengan kejamnya sifat aslinya.

"Sombong sekali! Kamu hanyalah sampah cacat yang beruntung bisa selamat dari jatuh tebing! Berani-beraninya kembali ke sini dan mengancam kami!" gertak Zhang Hu sambil mencabut pedang peraknya dengan bunyi berdesing tajam. "Jika aku membawa kepalamu ke hadapan Kakak Senior Bai Long, aku pasti akan mendapatkan hadiah pil kultivasi yang melimpah! Mati kamu, Sampah!"

Dengan raungan serakah, Zhang Hu melompat maju, mengayunkan pedangnya membentuk tebakan vertikal yang mengincar langsung ke arah kepala Ye Chen. Angin tebasan pedangnya memancarkan riak Qi Condensation tingkat kedua, sebuah kekuatan yang cukup untuk membelah batu besar.

Ye Chen bahkan tidak berkedip menatap serangan yang datang ke arahnya tersebut. Di matanya yang telah terbiasa bertarung melawan monster-monster ganas tingkat tiga di dasar Lembah Ratapan, gerakan pedang Zhang Hu terasa begitu lambat, kaku, dan penuh dengan celah fatal yang menganga lebar.

"Terlalu lambat," bisik Ye Chen dingin.

Syuuutt!

Tepat sebelum mata pedang Zhang Hu menyentuh helai rambutnya, tubuh Ye Chen bergeser satu inci ke samping kiri menggunakan Langkah Bayangan Hantu. Pedang Zhang Hu hanya menebas udara kosong di samping telinganya.

Sebelum Zhang Hu sempat menyadari bagaimana mangsanya bisa menghindar, tangan kanan Ye Chen yang sekeras perunggu sudah bergerak melesat ke depan dengan kecepatan reflektif, mencengkeram erat leher Zhang Hu seperti jepitan besi raksasa.

Glek!

Suara embusan napas Zhang Hu tercekat seketika. Tubuhnya yang besar langsung diangkat tinggi-tinggi ke udara hanya dengan menggunakan satu tangan oleh Ye Chen. Pedang di tangannya terlepas, jatuh berdenting di atas tanah.

"Apa... Bagaimana mungkin?!" Liu Mei yang menyaksikan hal itu dari belakang menjerit histeris. Seluruh tubuhnya gemetar hebat hingga lututnya lemas dan jatuh terduduk di atas tanah. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana seorang Ye Chen yang dianggap cacat, mampu melumpuhkan murid Qi Condensation tingkat kedua hanya dengan satu gerakan tangan tanpa menggunakan energi spiritual sedikit pun. Kekuatan fisik itu benar-benar tidak masuk akal manusia!

Ye Chen mengabaikan jeritan Liu Mei. Dia mendekatkan wajahnya ke arah Zhang Hu yang kini wajahnya sudah membiru keunguan karena kehabisan oksigen di udara.

"Katakan padaku," bisik Ye Chen dengan kilatan biru es di matanya yang membuat jiwa Zhang Hu bergetar ketakutan. "Di mana Bai Long berada sekarang?"

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!