NovelToon NovelToon
GUNA-GUNA *Based On True Story*

GUNA-GUNA *Based On True Story*

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: MasYB

Amira hanyalah perempuan biasa dari kampung kecil.

Istri sederhana. Ibu dari dua anak. Hidup menumpang di rumah orang tua, bertahan bersama suami yang bekerja serabutan, sambil diam-diam memendam satu mimpi kecil:

punya rumah sendiri.

Namun kemiskinan perlahan mengikis segalanya.

Harga diri. Ketenangan. Bahkan kebahagiaan rumah tangga.

Sampai akhirnya sebuah tawaran dari Jakarta datang.

Pekerjaan ringan. Gaji besar. Dan harapan baru bagi keluarganya.

Amira pun merantau ke sebuah ruko tua di ujung gang sempit Jakarta, tempat para perempuan malam tinggal dan bekerja.

Awalnya semua biasa saja, amira dengan rutinitas minyapu, mengepel dan pekerjaan domestik lainnya. sampai suatu ketika, amira menjadi saksi kunci dari sebuah tragedi pembunuhan di ruko lantai 3. dan sejak saat itulah semuanya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MasYB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Dua Sukma

Ada kalanya manusia harus mengakui bahwa tidak semua pertarungan bisa dimenangkan dengan tenaga, keberanian, atau doa yang dipanjatkan semalam suntuk. Ada musuh yang terlalu tua, terlalu gelap, dan terlalu sabar. Musuh yang tidak datang untuk mengalahkan, melainkan untuk menghabiskan sedikit demi sedikit sampai tak tersisa apa-apa.

-----

Malam semakin larut ketika Mbok Diyah membuka matanya.

Ruangan sempit itu terasa begitu sunyi. Hanya terdengar suara napas berat beberapa orang yang sejak tadi menunggu dengan jantung berdebar cemas. Di sudut kamar, lampu minyak bergoyang pelan tertiup angin yang masuk dari sela-sela dinding bambu.

Wajah Mbok Diyah tampak pucat.

Sangat pucat.

Di sudut bibirnya masih terlihat noda darah yang belum sempat dibersihkan sempurna.

Lukman segera menyodorkan segelas air hangat. Wanita tua itu menerimanya dengan tangan gemetar, lalu meneguk habis isinya sebelum mengembuskan napas panjang.

Mas Anto yang sejak tadi duduk di samping ranjang langsung maju beberapa langkah.

"Bagaimana keadaan istri saya, Mbok?"

Pertanyaan itu keluar nyaris seperti bisikan.

Mbok Diyah tidak langsung menjawab.

Tatapannya beralih ke arah Amira yang masih terbaring tak sadarkan diri. Tubuh perempuan itu begitu kurus hingga tulang pipinya menonjol tajam. Dada yang naik turun perlahan menjadi satu-satunya tanda bahwa ia masih hidup.

"Parah..." gumam Mbok Diyah lirih.

Satu kata itu saja sudah cukup membuat lutut Mas Anto terasa lemas.

"Di dalam tubuhnya bukan cuma ada penyakit biasa."

Suasana kamar mendadak membeku.

Ibunya Amira langsung menggenggam tasbih di tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

"Ada sesuatu yang sedang memakan tubuhnya dari dalam."

Mas Anto menelan ludah.

"Maksud Mbok... santet?"

Mbok Diyah menggeleng perlahan.

"Kalau hanya santet biasa, Simbok masih sanggup membersihkannya malam ini."

Jawaban itu justru membuat bulu kuduk semua orang meremang.

Karena jika bukan santet biasa...

Lalu apa?

"Simbok tadi masuk ke dalam raganya."

Semua orang terdiam.

"Simbok melihat sendiri kerusakan organ-organ dalam tubuh Amira. Ginjalnya rusak. Lambungnya rusak. Hatinya juga mulai terdampak. Seolah ada sesuatu yang sengaja menggerogoti semuanya sedikit demi sedikit."

Ibunya Amira mulai terisak.

Sementara bapaknya hanya menunduk tanpa suara.

"Dan pelakunya..." Mbok Diyah melanjutkan dengan suara berat. "Bukan manusia."

Angin dingin tiba-tiba berembus melewati ventilasi kamar.

Lampu minyak berkelip.

Lukman refleks menoleh ke arah jendela.

"Simbok bertemu langsung dengan makhluk itu."

Mata Mas Anto membelalak.

"Makhluk apa, Mbok?"

Mbok Diyah terdiam sesaat.

Raut wajahnya berubah tegang seolah mengingat kembali sesuatu yang sangat mengerikan.

"Jin."

Ruangan seketika sunyi.

"Jin tua. Sangat tua. Sangat kuat."

Bahkan setelah puluhan tahun bergelut dengan dunia kebatinan, Mbok Diyah mengaku belum pernah berhadapan dengan makhluk seperti itu.

"Kalau Simbok bertarung satu lawan satu sampai pagi, hasilnya tetap sama."

Lukman menunduk.

Ia tahu ibunya tidak pernah mengucapkan kalimat seperti itu sembarangan.

Artinya situasinya benar-benar buruk.

"Simbok kalah."

Kalimat itu menghantam seluruh isi ruangan seperti petir.

Mas Anto menatap kosong.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, harapan yang selama ini digenggamnya terasa retak.

"Terus... bagaimana cara menyelamatkan Amira?"

Mbok Diyah memejamkan mata.

Lalu perlahan menjawab.

"Hanya ada satu jalan."

Semua orang menunggu.

"Bawa dia ke Kalimantan."

Mas Anto terdiam.

Kalimantan?

Pulau yang bahkan belum pernah mereka kunjungi seumur hidup?

Mbok Diyah mengangguk pelan.

"Itu tempat asal makhluk itu. Tempat di mana kekuatannya akan melemah."

"Kalau terlambat?"

Suara Mas Anto pecah.

Mbok Diyah menatap Amira cukup lama sebelum akhirnya menjawab dengan jujur.

"Maka bersiaplah kehilangan dia."

Tidak ada yang sanggup berkata-kata lagi.

Di luar rumah, angin malam berembus semakin kencang.

Sementara jauh di atas atap rumah yang gelap, sesosok bayangan hitam bertanduk duduk mencengkeram genteng dengan kedua tangannya.

Sepasang matanya yang merah menyala mengawasi setiap percakapan yang terjadi di dalam kamar.

Dan ketika nama Kalimantan disebut...

Makhluk itu perlahan menyeringai.

Senyuman yang mengandung sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada kemarahan.

Seolah-olah...

ia memang sedang menunggu mereka datang.

1
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
MasYB: nantikan update terbarunya ya kak..🙏😊
total 1 replies
puspusmeowliet
keren banget 👍
MasYB: terimakasih supportnya kaka🙏
total 1 replies
SiOmpong
Marni.... biasanya yg namanya Marni...
MasYB: biasanya kenapa Marni kakak..? 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!