NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 10 - Kau Memasak Ini Sendiri?

Kabut pagi turun lebih tebal dibanding biasanya di lereng-lereng Puncak Awan Pengembara. Embun menggantung di ujung dedaunan bambu dan tetesan air perlahan jatuh ke tanah berbatu yang masih dingin akibat udara malam pegunungan. Dari kejauhan suara kokok ayam spiritual mulai menggema satu per satu, bercampur dengan bunyi lonceng pagi sekte yang terdengar berat dan panjang di antara lautan awan.

Di dalam gubuk kayunya, Bai Fengxuan masih duduk bersila di depan tungku batu yang hampir padam. Bara merah samar memantul di wajah mudanya sementara aroma ayam goreng dan rempah masih memenuhi udara ruangan. Tulang ayam spiritual berserakan di atas meja kayu dan minyak masih menetes perlahan dari wajan hitam di atas tungku. Angin pagi yang dingin sesekali masuk dari sela papan kayu, namun tubuh Bai Fengxuan tetap terasa hangat.

Bukan hangat karena api tungku.

Melainkan karena qi spiritual tipis yang sekarang perlahan bergerak di dalam meridiannya seperti aliran sungai kecil yang mengitari seluruh tubuhnya. Sensasi itu begitu aneh dan baru hingga membuat Bai Fengxuan bahkan tidak berani bergerak terlalu cepat. Ia takut semua ini hanya mimpi.

Selama ini kultivasi selalu terasa seperti sesuatu yang sangat jauh darinya. Para murid senior bisa memecahkan batu dengan telapak tangan. Tetua Ji mampu menggerakkan tongkat kayunya tanpa disentuh. Sedangkan para kultivator tahap tinggi bahkan dapat melintasi langit menggunakan pedang terbang mereka seperti para immortal dalam legenda.

Semua itu selama ini hanya terasa seperti cerita dunia lain.

Namun sekarang qi spiritual benar-benar bergerak di dalam tubuhnya sendiri.

Bai Fengxuan perlahan mengangkat kedua tangannya ke depan wajahnya dengan tatapan tidak percaya. Jari-jarinya sedikit gemetar ketika ia mencoba mengikuti metode pernapasan yang diajarkan Tetua Ji beberapa hari lalu. Perlahan qi spiritual tipis di dalam meridiannya mulai bergerak menuju telapak tangannya dan perasaan hangat segera muncul.

Matanya langsung membesar.

“Jadi ini rasanya…”

Ia menatap telapak tangannya dengan penuh harap seperti anak kecil yang baru menemukan dunia baru. Pikirannya langsung dipenuhi berbagai khayalan liar yang selama ini hanya bisa ia dengar dari cerita para murid senior.

Kalau ia terus berkultivasi, apakah suatu hari nanti ia benar-benar bisa mengeluarkan api dari telapak tangannya?

Apakah ia bisa melompat di atas pepohonan seperti para murid Puncak Pedang?

Atau mungkin suatu hari nanti ia juga dapat mengendalikan pedang terbang dan melintasi lautan awan Forgotten Blade seperti para tetua sekte?

Semakin memikirkannya, semakin cepat pula jantung Bai Fengxuan berdetak. Ia segera mencoba lagi dengan ekspresi serius. Kali ini ia memusatkan seluruh pikirannya pada telapak tangan kanan sambil mengendalikan qi spiritual menuju ujung jarinya.

Ia menahan napas cukup lama.

Beberapa detik berlalu.

Tidak terjadi apa-apa.

Bai Fengxuan mengernyit lalu mencoba lagi dengan lebih serius. Namun hasilnya tetap sama. Pada akhirnya hanya terdengar suara perutnya sendiri yang berbunyi akibat terlalu banyak makan ayam spiritual semalam.

Wajahnya langsung berubah muram.

“Jadi tidak semudah itu…”

Namun rasa kecewanya hanya berlangsung sesaat. Semakin ia mencoba menggerakkan qi spiritual, semakin jelas pula ia merasakan perubahan pada tubuhnya sekarang. Pendengarannya menjadi lebih tajam dibanding sebelumnya. Ia bisa mendengar suara langkah kaki murid luar yang sedang berjalan di jalan setapak luar gubuk, bahkan dapat merasakan angin pagi bergerak melewati pepohonan pinus di lereng gunung.

Dunia di sekitarnya terasa jauh lebih hidup.

Bai Fengxuan perlahan tersenyum kecil. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar merasa telah menyentuh gerbang dunia kultivasi.

Tatapannya kemudian perlahan jatuh pada wajan hitam di atas tungku. Permukaan logam tua itu kembali terlihat kusam dan biasa seperti sebelumnya. Tidak ada lagi rune samar ataupun hawa misterius yang muncul semalam. Namun sekarang Bai Fengxuan semakin yakin bahwa benda itu jelas bukan wajan biasa.

Kalau bukan karena wajan hitam dan Kayu Api Scarlet tersebut, ayam spiritual yang ia makan mungkin tidak akan menghasilkan energi spiritual sebesar itu.

Bai Fengxuan menatap benda itu cukup lama sebelum akhirnya bergumam pelan, “Mungkin aku benar-benar menemukan harta karun…”

Namun belum sempat ia tenggelam lebih jauh dalam pikirannya, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari luar gubuk.

“Fengxuan! Kau belum bangun?!”

Suara Han Gu menggema cukup keras dari luar. Tubuh Bai Fengxuan langsung menegang. Matanya perlahan bergerak ke arah meja kayu di samping tungku.

Tulang ayam.

Piring berminyak.

Wajan hitam.

Dan aroma ayam goreng yang bahkan sekarang masih memenuhi seluruh ruangan.

Wajah Bai Fengxuan langsung pucat.

“Tamat aku…”

Ia buru-buru mencoba membereskan meja, namun semuanya sudah terlambat. Pintu gubuk langsung terbuka dan Han Gu masuk sambil membawa keranjang bambu di pundaknya.

Namun begitu melihat keadaan ruangan, langkahnya langsung berhenti.

Tatapannya perlahan bergerak dari tulang ayam di atas meja, minyak di lantai, hingga wajan hitam di atas tungku. Suasana mendadak menjadi sangat sunyi. Angin pagi bertiup pelan dari luar pintu dan menggoyangkan lampu minyak kecil di sudut ruangan.

Han Gu perlahan menarik napas panjang sebelum menunjuk meja dengan tangan gemetar.

“…Bajingan kecil.”

Bai Fengxuan tertawa canggung sambil mundur beberapa langkah. “Kakak Han… dengarkan penjelasanku dulu.”

Namun Han Gu justru langsung membelalakkan mata.

“ITU AYAM PANEN KANDANG TIMUR KAN?!”

Suara teriakannya mengguncang seluruh lereng bawah gunung hingga beberapa ayam spiritual di luar ikut berkokok panik. Bai Fengxuan langsung melompat dan buru-buru menutup mulut Han Gu dengan kedua tangannya.

“Kakak! Pelan sedikit!”

“Aku sudah curiga sejak semalam!” Han Gu masih mencoba berteriak di balik tangan Bai Fengxuan. “Kau pasti hantu ayam yang dirumorkan dulu!”

Bai Fengxuan menggelengkan kepalanya dengan cepat berkali-kali.

“Tidak! Aku bukan hantu…”

“Aha! Itu pasti benar, pantas saja sejak kau datang ke Puncak Awan Pengembara banyak ayam yang hilang!”

Han Gu terus berkata seolah apa yang ia katakan memang masuk akal.

“Kalau Kakak teriak lebih keras lagi seluruh sekte akan memfitnahku!”

“Kau berani mencuri hasil panen sekte?!”

“Itu cuma dua ekor!”

“DUA EKOR ITU MAHAL!”

Situasi di dalam gubuk langsung berubah kacau. Han Gu mencoba menarik Bai Fengxuan keluar sementara Bai Fengxuan mati-matian menahan pintu agar suara mereka tidak terdengar terlalu jauh. Di tengah kekacauan itu, kaki Han Gu tanpa sengaja menginjak minyak di lantai.

Tubuh besarnya langsung terpeleset ke belakang.

“Eh—!”

*DUAAKK!!

Han Gu jatuh tepat ke lantai kayu sambil menyeret meja makan kecil hingga tulang ayam beterbangan ke mana-mana. Beberapa detik ruangan langsung sunyi.

Bai Fengxuan membeku di tempat.

Sedangkan Han Gu terbaring di lantai dengan wajah hitam penuh minyak sambil menatap langit-langit gubuk seperti kehilangan semangat hidupnya. Namun beberapa saat kemudian aroma ayam goreng kembali menyeruak dari piring yang terbalik di dekat kepalanya.

Han Gu perlahan mengambil satu potong ayam yang tersisa. Ia menyipitkan matanya untuk menatap Bai Fengxuan dan menoleh keluar pintu untuk memastikan tidak ada siapa-siapa lalu menggigitnya dengan wajah kesal.

Sebenarnya Han Gu juga sudah lama penasaran dengan rasa ayam spiritual ini.

Suara kulit ayam yang renyah langsung terdengar di dalam ruangan. Beberapa detik kemudian ekspresinya perlahan berubah.

Matanya sedikit membesar dan ia kembali menggigit ayam itu perlahan sebelum menatap Bai Fengxuan dengan wajah aneh.

“Kau… memasak ini sendiri?”

Bai Fengxuan mengangguk pelan.

Han Gu kembali diam cukup lama sambil terus mengunyah. Pada akhirnya ia duduk bersila di lantai lalu mulai memakan sisa ayam spiritual yang masih ada di meja tanpa banyak bicara lagi.

Bai Fengxuan menatapnya dengan wajah kosong.

“Kakak Han… bukankah Kakak tadi marah?”

Han Gu mendengus sambil terus makan.

“Kalau sudah terlanjur dicuri ya mau bagaimana lagi.”

Namun beberapa saat kemudian tatapannya perlahan berubah serius. Ia mengernyit lalu menatap Bai Fengxuan dari atas sampai bawah seperti baru menyadari sesuatu.

“Tunggu.”

Jantung Bai Fengxuan langsung berdetak lebih cepat.

“Kenapa aura tubuhmu berbeda?” Tanya Han Gu.

Tubuh Bai Fengxuan langsung membeku. Ia lupa menyembunyikan qi spiritualnya. Meskipun sangat lemah, seorang murid luar seperti Han Gu tetap bisa merasakan perubahan kecil pada tubuhnya.

Bai Fengxuan akhirnya menggaruk pipinya pelan sebelum berkata dengan suara kecil,

“…Aku berhasil masuk Qi Gathering semalam.”

Suasana di dalam gubuk langsung kembali sunyi. Han Gu menatapnya cukup lama dengan wajah kosong sebelum perlahan meletakkan ayam di tangannya.

“Kau… berhasil apa?”

“Qi Gathering level 1.”

Han Gu langsung berdiri terlalu cepat hingga kepalanya menghantam balok kayu atap gubuk.

“AAKKHH!!”

Bai Fengxuan buru-buru maju hendak membantu, namun Han Gu sama sekali tidak memedulikan kepalanya yang memerah. Ia langsung memegang bahu Bai Fengxuan lalu memeriksa meridiannya menggunakan qi spiritual tipis miliknya sendiri.

Beberapa detik kemudian wajahnya perlahan berubah seperti baru melihat ayam spiritual berbicara bahasa manusia.

“Qi Gathering level 1…”

Suara Han Gu terdengar sangat pelan sekarang.

Tatapannya pada Bai Fengxuan perlahan dipenuhi ketidakpercayaan.

“Adik Bai… kau baru sepuluh tahun…”

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!