Bram bekerja sebagai marketing di perusahaan retail di Jakarta. Hidupnya hanya kerja, gym, dan cari wanita lewat app atau club. Dia ahli di ranjang tapi takut komitmen. Cerita mengikuti perjalanan Bram yang terus berganti pasangan, menghadapi konflik dari mantan, keluarga, kantor, dan masalah kesehatan. Dia ingin tetap bebas, tapi tekanan semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iskak M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Lihat Tanah
Pagi itu di Yogya, chat dari Sinta masuk lagi. Sudah biasa, tapi kali ini lebih mendesak.
Sinta: Gue butuh uang 5 juta buat biaya kandungan sama persiapan lahiran. Lu janji tanggung jawab.
Gue menghela napas panjang. Meski nggak mau serius, gue tetap bertanggung jawab. Langsung gue transfer sesuai permintaannya via mobile banking. Bukti transfer gue kirim ke dia.
Gue:Udah. Jaga kesehatan lu dan anaknya.
Sinta bales cepet.
Sinta: Makasih. Lu baik.
Belum sempet gue taruh HP, panggilan dari Pak Krismono masuk. “Lu di Yogya kan? Ada tanah bagus di Piyungan milik Bu Mutiara. Lu cek langsung, lihat potensinya buat villa atau resort kecil. Kalau bagus, kita deal.”
“Iya Pak, gue ke sana hari ini juga.”
Siang harinya gue naik motor ke alamat yang dikasih. Rumah Bu Mutiara di Piyungan lumayan mewah, halamannya luas dengan taman tropis. Bu Mutiara menyambut gue di teras. Usianya sekitar 40 tahun, tapi penampilannya seperti 30-an. Kulitnya mulus kuning langsat, tubuhnya masih kencang, payudara besar, pinggang ramping, dan senyumnya penuh pesona. Janda kaya yang baru cerai setahun lalu.
“Mas yang dari kantor Pak Krismono ya? Silakan masuk,” katanya ramah.
Di ruang tamu, Bu Mutiara kasih semua salinan legalitas tanah, sertifikat, surat ukur, dan izin pembangunan villa yang sudah lengkap. “Tanahnya 1200 m2, lokasi strategis dekat wisata. Bisa dibangun beberapa unit villa.”
Gue cek dokumennya teliti. Semuanya clean. Penawaran harga sudah dikirim ke Pak Krismono via email. Bu Mutiara keliatan puas.
“Ayo, saya ajak Mas lihat villa privat saya yang sudah jadi. Biar Mas bayangin potensinya,” ajaknya sambil tersenyum.
Kami naik mobilnya ke villa yang cuma lima menit dari tanah utama. Villa tipe 110 dua lantai, desain modern minimalis dengan kolam renang pribadi di belakang. Interiornya mewah, ruang tamu luas, dapur modern, kamar tidur utama dengan view gunung, dan balkon yang romantis.
Bu Mutiara ajak gue keliling. “Ini contohnya. Kalau deal, tanah sebelah bisa dibangun serupa.”
Pas di area kolam renang, suasana berubah. Bu Mutiara natap gue dengan mata yang penuh arti. “Panas ya hari ini. Mas mau berenang sebentar? Ada baju ganti.”
Sebelum gue jawab, dia langsung lepas blouse dan roknya di depan gue. Tinggal pakai bikini hitam yang sangat seksi. Tubuhnya luar biasa untuk usia 40 tahun kulit mulus mengkilap kena sinar matahari, payudara penuh hampir tumpah dari bra bikini, pinggul lebar, dan paha jenjang yang kencang. Dia keliatan sebaya dengan gue.
“Ayo, Mas. Ikut Tia berenang. Panggil Tia aja, nggak usah Bu,” katanya sambil nyengir menggoda, lalu melompat ke kolam dengan gerakan anggun.
Gue nggak kuasa menolak. Nafsu langsung naik. Gue lepas kemeja dan celana, tinggal boxer, lalu lompat ke kolam. Airnya sejuk, tapi tubuh Tia yang mendekat bikin panas.
Kami berenang berdekatan. Kulit kami bersentuhan di air. Tia mendekat, tangannya sentuh dada gue. “Mas ganteng banget. Single?”
Gue cuma senyum. Tia langsung maju, cium bibir gue dalam dan penuh gairah. Lidahnya panas, manja. Gue balas, tangan gue merayap ke pinggangnya yang ramping, naik ke payudaranya yang besar dan kencang. Remasan lembut di air bikin Tia mendesah di mulut gue.
“Kita ke kamar yuk,” bisik Tia sambil tarik tangan gue keluar kolam.
Di kamar utama villa yang mewah, Tia langsung lepas bikininya. Tubuh telanjangnya sempurna, kulit mulus tanpa cela. Gue angkat dia ke kasur, ciuman kami semakin liar. Gue habisin Tia dengan berbagai posisi. Dia sangat liar dan berpengalaman, lama nggak disentuh bikin energinya meledak-ledak.
Tia naik di atas, gerakannya sensual dan kuat, payudaranya bergoyang indah. Gue balik posisi, masuk dalam dan ritmis. Kami ganti-ganti doggy di pinggir kasur sambil gue remas pinggulnya, missionary sambil kakinya melingkar di pinggang gue, sampe standing di balkon dengan view gunung. Tia klimaks berkali-kali, jeritannya lembut tapi penuh kenikmatan. Gue juga nggak tahan, kami nyampe bareng berkali-kali sampai sore berganti malam.
“Mas menginap di sini aja malam ini,” pinta Tia sambil elus dada gue. “Tia layani semuanya.”
Gue setuju. Malam itu Tia benar-benar melayani. Makan malam romantis di tepi kolam, wine terbaik, dan sesi intim lagi di kamar mandi jacuzzi. Tubuh kami saling menempel, sentuhan penuh keringat dan air hangat. Tia seperti nggak pernah puas, dan gue ikut terbawa.
Pagi harinya, setelah sarapan mewah, Tia kasih kunci motor listrik baru yang elegan. “Ini buat Mas. Dikirim ke rumah Poppy biar praktis di Yogya.”
Gue kaget tapi seneng. “Makasih, Tia.”
Sebelum pulang, gue telepon Pak Krismono. “Tanahnya bagus Pak, legalitas oke, izin sudah ada. Villa contohnya juga premium. Gue recommend deal.”
Pak Krismono ketawa puas. “Bagus. Kalau deal lancar, tanah 500 m2 di Piyungan gue kasih buat lu pribadi. Kerja bagus, teruskan.”
Gue pulang ke rumah Poppy dengan senyum. Motor listrik baru sudah sampai, Pipit langsung excited mainin. Poppy dan Ulva nyambut gue dengan pelukan hangat. Mereka nggak tahu detail soal Tia, dan gue nggak cerita.
Malam harinya, suasana di rumah kembali panas. Ulva dan Poppy bergantian nemenin gue, kadang bertiga lagi seperti malam sebelumnya. Semuanya mengalir alami, penuh kenikmatan tanpa drama.
Tapi di balik semua itu, gue mikirin tawaran tanah dari Pak Krismono. Kalau deal sama Bu Mutiara/Tia berhasil, gue dapat aset bagus di Piyungan. Hidup gue di Yogya makin menjanjikan kerjaan, wanita, dan sekarang peluang properti.
Sinta di Jakarta sudah dapat uangnya, Rinda nunggu kabar, Laras lagi bahagia sama Andi. Gue? Gue lagi di puncak, menikmati setiap kesempatan yang datang.
btw, sy juga baru mula menulis novel. kalau ada masa terluang bole lah singgah profile saya. terima kasih 😄😍