Arsela Januardi harus kehilangan semua kebahagiaan setelah ayahnya dijebloskan ke dalam penjara karena kasus korupsi yang telah dilakukannya di perusahaan tempat ia bekerja. Kedudukan tinggi yang didapatkan oleh ayahnya ternyata disalahgunakan oleh ayah Sela hingga akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit. Kekayaan mereka disita, ibunya meninggal karena shock berkepanjangan. Sela memutuskan untuk pergi dari Jakarta meninggalkan semua kenangan kelamnya.
Zacky Dwianuarta. Pemuda patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Zacky hidup dalam bayang-bayang cinta yang tidak terbalas. Namun, ia tetap menghormati cintanya. Zacky memutuskan untuk menghandle semua perusahaan di Bandung dan meninggalkan Jakarta.
Pertemuan antara Sela dan Zacky kembali terjadi di Bandung. Namun, Zacky belum mampu membuka hati namun ia tidak ingin membuat Sela jatuh terlalu dalam ke hidup yang kelam. Zacky menawarkan Sela sebuah tawaran agar ia tetap bisa menjaga gadis itu.
Maukah Sela menerima tawaran itu. Sanggupkah ia bertahan di samping lelaki yang masih menyimpan bayangan perempuan lain.
Mampukah Zacky meyakinkan keluarga besarnya untuk menerima kehadiran Sela?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pusat Perhatian
Sela diantar Zacky mengurus kuliahnya hari ini. Ia mendaftar jurusan bisnis sama sepertu jurusan kuliahnya kemarin. Namun, disini Sela harus mengulang dari semester awal. Zacky mengurus semua administrasi dengan cepat. Setelah selesai, mereka keluar dari ruangan itu. Sepanjang jalan menyusuri koridor kampus, mereka jadi pusat perhatian.
Zacky yang begitu gagah dan maskulin membuat para mahasiswi jadi gaduh dan bertanya-tanya kiranya siapa pria tampan dan berkelas itu. Sela juga tidak luput dari perhatian para mahasiswa laki-laki disana.
Zacky risih melihat mereka. Ia segera mengarahkan Sela untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Lo mau ikut gue ke perusahaan?" Tanya Zacky pada Sela yang segera mengangguk.
"Mau Kak, mau."
"Senang banget lo ya." Zacky menjulurkan tangan dan mengacak rambut gadis itu.
"Aku kan bosan Kak, di rumah terus." Sela mengerucutkan bibirnya.
Zacky tertawa melihat gadis itu. Mereka akhirnya melaju menuju perusahaan. Sepanjang perjalanan, mereka saling melemparkan candaan. Mengenang nostalgia saat pertama kali bertemu dulu juga sampai pada perjumpaan yang tidak disangka-sangka sampai hari ini.
Zacky suka melihat Sela tertawa. Gadis manis itu akan semakin menarik ketika ia terlihat bahagia. Sela juga sudah terlihat semakin akrab dengan Zacky. Ia suka mencuri-curi pandang melihat pria itu.
"Nanti kalo lo bosan di ruangan gue, lo boleh pulang, bilang aja ntar gue anterin pulang duluan."
"Iya, Kak."
Mobil akhirnya sampai di besment perusahaan besar itu. Keduanya turun, melangkah bersama menuju lift yang akan membawa keduanya sampai di lantai atas. Saat sampai di depan koridor, semua staff memandang penuh tanda tanya tentang gadis yang sedang berada di samping atasan mereka yang tampan itu.
Sela jadi malu lagi. Ia menunduk.
"Angkat kepala lo, santai aja Sel." Ujar Zacky tanpa menoleh. Ia tahu gadis itu sedang gelisah.
Sela menurutinya, Ia mencoba menenangkan hatinya dengan membalas senyum penasaran orang-orang di dalam gedung besar itu.
Sela bisa bernafas lega saat mereka telah tiba di dalam ruangan. Ruangan Zacky sangat luas. Terasa dingin ketika kaki telah menjejak di sana. Zacky mengecilkan suhu AC agar Sela tidak terlalu dingin.
"Mau makan apa, Sel? Kita makan disini aja ya."
"Terserah Kak Zacky deh." Sela menyahut sambil memandang sekeliling ruangan berkelas itu.
Zacky meminta sekretarisnya untuk memesan makanan lewat telepon. Sembari menunggu, ia memeriksa berkas-berkas yang perlu di periksa dan di tanda tangani. Keningnya tampak berkerut beberapa kali saat ia melihat dan memeriksa berkas-berkas itu sebelum ditanda tangani.
Sela memperhatikan Zacky dengan seksama. Zacky macho, tampan, berkelas, dan mempesona. Sela juga pernah melihat sebuah tato di lengan kanan lelaki itu membuatnya jadi semakin menarik di matanya.
Tatapan Sela beralih pada bibir milik Zacky. Bibir itu pernah menciumnya beberapa kali. Tanpa sadar Sela jadi mengelus bibirnya sendiri. Dan tanpa ia duga, Zacky mengangkat kepalanya. Ia tertangkap basah.
"Ciye, yang keingetan dicium gue semalam." Goda Zacky sambil mengedipkan matanya.
"Eehhh, enggak Kak enggak. Ini, gatal." Gelagapan Sela berusaha menekan rasa malunya.
"Iya, gatel mau gue cium terus kan?" Ucap Zacky pede.
"Apaan sih Kak Zacky. Udah ah, aku duduk di sana aja." Sela beranjak, secepat mungkin berbalik agar Zacky tidak melihat wajahnya yang sudah memerah. Ia pindah, duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.
"Kalo lo pengen dicium bilang aja Sel. Gue pasti mau kok." Goda Zacky lagi.
Sela kesal tapi tidak menjawab. Ia juga kesal seolah-olah dirinya yang meminta itu. Padahal Zacky lah yang kerap meminta izin untuk mencium bibirnya.
Ruangan itu tiba-tiba di ketuk.
"Masuk." Zacky mempersilahkan Vina, sekretarisnya untuk masuk dan membawakan makanan pesanan mereka. Vina melihat Sela penuh rasa penasaran, dan Zacky menyadari itu.
"Itu pacar saya." Katanya membuat Vina tersentak.
"Iya Pak, saya permisi." Wanita itu buru-buru pergi meninggalkan ruangan.
Zacky menghampiri Sela lalu mengajak gadis itu untuk makan. Mereka makan dalam hening. Sela terlihat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya perlahan. Ia juga tampak sedih.
"Kenapa, Sel? makanannya gak enak?" Tanya Zacky dengan dahi berkerut.
"Ah enggak, Kak. Enak kok."
"Ada yang lagi lo pikirin?"
"Enggak kok. Enak, ini enak." Sela mengelak lagi.
"Ngomong aja Sel, lo kayak baru kenal gue aja. Udah berapa kali ciuman juga." Zacky terkekeh.
"Aku jadi ingat sama papa." Sahut Sela lirih. Zacky menatap mata yang tampak berkaca-kaca itu.
"Nanti, Kita jenguk bokap lo. Dua minggu lagi gue ke Jakarta, lo ikut gue."
"Tapi, nanti.."
"Gak bakal ada yang tahu. Gue jamin." Kata Zacky mantap, seolah bisa membaca kekhawatiran dari gadis itu.
Sela akhirnya setuju. Ia benar rindu pada papanya. Ia ingin memeluk papa walau sebentar saja. Sela juga sangat berterima kasih pada Zacky yang telah membuat papanya mendapat keringanan masa tahanan.
Ia rela menuruti semua keinginan Zacky demi papa. Lagipula Zacky memperlakukannya dengan sangat baik. Hanya ada satu yang sela takutkan. Ia takut suatu saat tidak bisa menahan perasaannya pada pria itu. Sela takut bunga-bunga cinta dalam hatinya bermekaran dan tumbuh. Sela takut harus menghadapi kenyataan bahwa ia akan jatuh cinta pada Zacky suatu saat nanti.
Tidak! tentu saja tidak boleh. Zacky hanya iba padanya, Zacky hanya membantunya keluar dari kelamnya hidup sendirian. Zacky juga tak lebih hanya menganggapnya kekasih sementara. Dan jangan lupa, Zacky masih menyimpan potret perempuan bernama Erin. Yang artinya, pria itu masih sering memikirkan wanita itu. Dan jangan pula lupa satu hal lagi, Zacky pernah mencintai Lintang, sahabat baiknya.
Sela menarik nafas panjang. Ia benar-benar telah kehilangan selera makannya. Ada satu hal yang kini tergores di dasar hatinya. Sela merasa ada yang aneh menggelayut dalam otaknya. Pertemuannya beberapa kali dengan Zacky, juga kedekatan mereka hingga kini dan juga ciuman yang telah terjadi beberapa kali mereka lakukan, tidak ayal membuat ada sesuatu yang terbakar saat ini.
Zacky pria dewasa sementara Sela juga bukan lagi gadis remaja. Ia tahu posisinya saat ini berbahaya, ia berada di zona bahaya dan tidak bisa menghindar. Ia dalam zona bahaya karena bisa saja suatu saat ia benar-benar jatuh cinta pada pria maskulin ini.
Sela memandang Zacky nanar. Tidak bisa dihindarinya, ia telah menyukai pria ini. Ia tidak ingin membiarkannya berlarut. Perasaan ini tidak boleh terus tumbuh. Sela tidak ingin terus bergantung pada Zacky. Tapi, dia harus bagaimana?
"Kak Zacky, kak Zacky yakin ingin meneruskan ini?" Ujar Sela lirih hampir tak terdengar, namun mampu membuat Zacky menghentikan makannya.
zacki bagi aku lelaki munafik dia tidak suka istri disentuh pria lain tapi di novel sebelumnya dia membawa istri orang pergi tinggal, berduaan dan kontak fisik lagi, dan yang dia bawa istri saudaranya sendiri lagi, dan yang paling miris adalah author membenarkan semua kelakuan biadap zacky
dari semua konflik yang author hadirkan disetiap novel author hanya satu konflik yang membuat aku sedikit kritik keras pada author, yaitu konflik saat willy dan lintang salah paham dan lintang malah pergi dengan lelaki lain (zacky), berduaan curhat berduaan dan ada kontak fisik lagi, ini jelas. kesalahan sangat fatal, lintang seorang istri pergi dan berduaan dengan pria lain, curhat2an berduaan, kontak fisikdan zacky seorang saudara yang membawa istri saudara pergi dan dia sentuh istri saudara (munafik nya zacky, istri tidak mau disentuh orang) dan yang jadi masalah paling besar adalah author membenarkan semua itu,
tapi sedikit salut soalnya dinovel author selanjutnya tidak adalah PEBINOR kayak zacky yang diistimewakan
GK SEMPAT NIKMATI PERAWAN ISTRI MEREKA MASING2...
SIAPA ELOOO..
DISINI ULAT BULUNYA SI ERIN, SI WANITA PENGHIANAT.. DN WISNU PEBINOR ANJING...
TPI AKU PALING SUKA CEO GONDRONG.. SERU BANGET CERITANYA...