"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.24. Lelang
Sekitar jam 7 malam, Zico dan Billie sudah sampai di tempat yang menjadi tempat pertemuan, mereka menggunakan topeng karena memang peraturan nya begitu. Dan ternyata benar itu adalah tempat yang biasa Billie datangi.. Billie turun dan masuk kedalam bersama Zico, saat itu juga Billie bertemu dengan Valo di pintu masuk menggunakan topeng. Valo dan Billie berpura - pura tidak saling kenal dan Zico menyerahkan sebuah kartu undangan.
"Dia datang bersamaku." Ucap Zico menunjuk Billie, dan petugas itu mengangguk.
"Silahkan." Ucap petugas itu dan Zico pun berjalan masuk bersama Billie sampai mereka mendengar petugas tadi terkejut.
"OWL, wah.. OWL datang." Ucap nya antusias.
'OWL?' Batin Zico, Billie sama sekali tidak peduli.
"Siapa OWL?" Tanya Zico pada Billie.
"OWL, sebuah organisasi gelap, pak. Nama nya terkenal di kalangan pembunuh bayaran seperti kami.." Ucap BIllie, dia jujur.
Zico menatap Valo yang di pikir Zico Valo adalah OWL itu sendiri, mereka berpapasan dan Valo juga sempat bertatap mata dengan Zico yang dia lewati. Zico tidak menghentikan Valo karena Zico tidak mengenal sama sekali, tapi Zico melihat Valo masuk ke arah kanan di mana semua orang kalangan atas yang misterius identitas nya duduk.
'Aku yang merupakan salah satu keluarga kaya di kota ini nggak pernah bisa menempati kursi istimewa itu, siapa OWL ini.' Batin Zico.
"Pak." Panggil Billie dan Zico menoleh.
"Ayo." Ucap Zico dia jalan ke kirim dimana itu adalah kursi untuk tamu - tamu biasa..
Derajat seseorang langsung terlihat di sana, dimana orang yang sungguh - sungguh kaya bisa menempati kursi - kursi istimewa di atas. Ada tujuh kursi di atas sana dan masing - masing sudah ada yang menempatinya. Kursi istimewa itu juga tidak sembarangan bisa di beli, harus benar - benar dari status kekuasaan di dunia bawah.
Zico memang kaya, perusahaan nya juga besar, hanya saja dia masih belum kategori yang bisa menduduki kursi istimewa itu.. dan setiap memikirkan itu, Zico kesal. Padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk bergabung dengan para elit tapi rencana masih belum berhasil, padahal dia juga sudah bekerja sama dengan FLY.
Zico duduk dan Billie duduk di sebelah Zico, dari tempat Billie dan Zico duduk itu mereka bisa melihat 7 kursi istimewa yang ada di atas, lampu nya di gelap kan karena memang status dan identitas mereka yang misterius.
'Jadi gini rasanya duduk di kursi orang biasa.' Batin Billie, karena biasanya Billie duduk di kursi yang di atas.
"Billie, ini pasti pertama kali nya kamu datang ke tempat seperti ini. Nanti jangan jauh - jauh dari saya, tempat ini sangat luas." Ucap Zico, Billie mengangguk.
"Baik, pak." Ucap Billie.
Billie menatap ke atas dimana tempat duduk nya berada, Valo ada di sana dan tiga kursi lain nya juga sudah terisi, tinggal 3 kursi lagi yang belum terisi.
'Gue selalu penasaran sama orang yang duduk di kursi tengah dan kanan kirinya.' Batin Billie, tapi dia sama sekali tidak mencari tahu selagi tidak ada dari mereka yang mengganggunya.
Lalu kemudian muncul pemilik dari tiga kursi yang di tengah itu, tiga orang pria yang berpenampilan sangat sangat gagah. Pria yang duduk di kursi tengah menggunakan jas jubah hitam dan memakai topeng hitam, aura raja kegelapan nya begitu kuat, dia duduk menyilangkan kakinya.
'Itu dia.. siapa dia sebener nya.' Batin Billie.
Sementara yang duduk di kursi misterius itu menatap Billie dengan senyumnya, itu Noah.. yang di kanan adalah Vincent dan yang di kiri adalah Guntur. Valo yang mewakili Billi duduk di sebelah Vincent persis tapi antara kursi satu dan yang lain nya di batasi penghalang, jadi meskipun mereka duduk bersebelahan.. mereka tidak akan mengenal satu sama lain.
"Suasana begini lebih seperti perdaganga gelap, rasanya bukan seperti lelang biasa." Ucap Zico.
'Dia nggak tau ini memang lelang gelap, kayak nya yang pertama kali dateng kesini malah dia sendiri.' Batin Billie.
Acara lalu di mulai, panitia yang mengatur jalan nya acara kemudian menyebut satu persatu barang yang akan di adakan dalam lelang itu. Ada properti dari mulai rumah, villa, sampai benda - benda berharga seperti emas, berlian dan mutiara dalam berbagai bentuk. Dan ini yang Zico tunggu, kalung tetesan air mata yang terbuat dari berlian alami yang Vincent bahas dengan Noah.
"Selanjutnya kami akan menampilkan sebuah kalung yang menyimbolkan harapan sekaligus melepasan, ini milik seorang anak gadis dari salah satu orang paling kaya yang sudah hilang puluhan tahun lalu.." Ucap pembawa acara.
"Kalung ini di lelang karena keluarga nya sudah melepaskan anak nya yang hilang itu, dengan harapan anak nya bahagia di manapun dia berada. KIta mulai dari harga seratus lima puluh juta!" Ucap pembawa acara.
Tiba - tiba Billie mendapat pesan dari om nya, bahwa kalung yang seperti tetesan air mata itu adalah kalung milik ibunya. Billie terkejut membaca nya, sementara sudah ada yang mulai menawar dengan harga yang tinggi.
'Sial, kalung itu harus gue ambil.' Batin Billie.
"Lima ratus juta!" Zico mulai ikut menawar, Billie terkejut.. Zico juga mengincar kalung itu.
"Pak, saya permisi ke toilet." Ucap Billie akhir nya, Zico pun mengangguk.
"Lima ratus enam puluh juta!"
"Brengsek, kalo gue tau gue nggak akan dampingi Zico malam ini." Gumam Billie. Billie tidak bisa menghubungi Valo, karena di sana tidak boleh ada cahaya jadi hp Valo pun mati.
Alhasil Billie berjalan menuju ke tempat duduk Valo dari belakang, dia berlarian karena harga nya sudah semakin sengit antara Zico dengan penawar yang lain.
"Tujuh ratus juta!"
"Delapan ratus juta!" Zico tidak mau kalah.
Billie akhir nya bisa masuk dan dia berlari ke belakang Valo, Valo sampai terkejut karena Billie datang tiba - tiba di belakang nya dan mengangkat papan nya sambil berteriak
"Lima miliar!" Teriak Billie, seketika ruangan itu hening.
Mereka tidak menyangka kalung kecil yang terlihat sangat biasa saja itu di lelang lima miliar oleh salah satu anggota. Noah yang duduk di tengah juga terkejut mendengar suara Billie, dia tidak tahu Billie juga mengincar kalung itu. Vincent dan Guntur tidak begitu kenal suara Billie jadi mereka biasa saja, hanya saja Zico.. dia tertegun dan tatapan nya lurus ke arah kursi nomor dua dari kanan, karena suara pemilik nya perempuan.. padahal yang dia temui di depan pintu adalah laki - laki.
Tapi Zico sama sekali tidak mengenali suara itu adalah suara Billie, Zico tidak fokus dan hanya terfokus dengan kalung incaran nya yang di rebut orang.
"OWL seorang perempuan?" Zico lalu mendengar bisikan - bisikan.
"Ada apa, pak?" Tanya Billie, yang tiba - tiba sudah kembali.
"Lima miliar, luar biasa! OWL menawar lima miliar! Ada yang berani menawar lagi?" Teriak pembawa acara.
"Lima miliar satu!"
Zico mengepalkan tangan nya, jika dia bisa membeli kalung itu, status nya akan naik, dan juga ibunya lah yang menginginkan kalung itu. Tapi, jika dia harus mengeluarkan lima miliar hanya untuk sebuah kalung.. rasanya tidak masuk akal.
'Sudah lah.' Batin Zico
"Lima miliar dua, lima miliar tiga!"
"TOK! TOK! TOK!"
"Ayo pulang." Ucap Zico, dia kehilangan minat menawar karena tujuan nya tidak dia dapatkan.
Billie mengangguk lalu berjalan di belakang Zico dengan menghembuskan nafas nya lumayan ngos - ngosan karena dia berlari lari tadi.
"Selanjutnya, kita akan mengeluarkan satu hal yang menjadi inti lelang kita malam ini, ini adalah seekor kucing hitam, jaguar." Ucap sang pembawa acara, Zico terhenti.
"Jaguar?? Binatang juga di lelang." Gumam Zico.
Sementara Billie, dia melihat kucing besar itu terlihat stress karena di kerangkeng, naluri pencinta binatang nya tidak terima melihat kucing besar itu tersiksa.
"Sudahlah, siapa juga yang mau pelihara binatang buas." Ucap Zico, dia lanjut berjalan, Billie pun mau tidak mau ikut pergi.
Tapi Noah melihat tatapan Billie tadi, Noah tau Billie pencinta binatang. Banyak orang yang mulai menawar, tapi mata Noah terus menatap kearah Billie yang berjalan keluar.. Dan ketika Billie sudah keluar, baru Noah bersuara.
"Lima miliar!"
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅