NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Setelah diputuskan tiga tahun yang lalu oleh mantan kekasihnya dan menutup diri dari pria manapun, Anata Yulia gadis 24 tahun itu, tiba-tiba saja dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh kedua orang tuanya.

"Kamu harus mau Nat, sebentar lagi kamu 25 tahun, usia yang rawan dan sudah pantas untuk menikah. Maka, kamu harus mau, ya, kami jodohkan dengan pria tampan dan mapan." Sang Ibu membujuk dengan memohon.

Namun, siapa sangka pria yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah....

"Nata nggak mau, Bu?"
"Kenapa?"
"Karena...."

Yuk, pengen tahu kelanjutan kisahnya? Tentu bakal bikin penasaran. Ikuti kisahnya di "Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih"

Ikuti Auhto di

FB " Tupar Nasir
WA 089520229628

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Sah

     "Nat, bangun, siap-siap dong." Bu Sofia mengguyah tubuh Anata yang masih melingkar di atas ranjang.

     Anata tidak langsung bangun, ia bahkan seperti tidak terganggu dengan suara Bu Sofia yang sejak lima menit lalu berusaha membangunkannya.

     Karena saking susah dibangunkan, Bu Sofia memijit hidung Anata dengan kuat, sampai Anata berontak karena merasa kehilangan napas.

     "Aduh...aduh...gempa, gempa," racaunya seraya bangkit.

     "Nat, nggak ada gempa. Sekarang kamu harus segera bangun, sebentar lagi pihak MUA akan datang merias kamu."

     "Jam berapa ini? Lho, masih setengah empat? Ibuuu, kenapa bangunkan Nata, ini kan masih malam? Nata pasti bangun nanti saat alarm atau adzan subuh berkumandang." Anata kembali merebahkan diri di atas ranjang.

     "Ya ampun, bangun. Kamu hari ini mau menikah."

     "Apa, menikah? Ya sudahlah Bu, biarkan Nata tidur sampai tiba kumandang adzan," rayunya benar-benar masih ngantuk.

     "Tidak bisa, ayo bangun." Bu Sofia menarik kuat lengan Anata dan membawanya ke kamar mandi.

     "Harus semangat. Jangan ogah-ogahan seperti ini. Kalau jodoh kamu yang ini tiba-tiba dibikin kabur oleh sikapmu yang cuek, maka jangan salahkan Ibu kalau nanti jodoh kamu justru susah."

     "Aihhh... Ibu, nyumpahin anak nggak kira-kira." Anata langsung meringis mendengar sumpah serapah sang Ibu. Ia merasa takut.

     "Iya makanya cepat, jangan bikin orang lain menunggu. Tetehmu juga sudah menunggu sejak tadi."

     Anata bangkit lalu bergegas ke kamar mandi. Hari ini acara pernikahan itu, tapi Anata tidak nampak antusias.

Beberapa jam setelah dirias,

     "Masya Allah, ini sangat cantik. Pemilihan gaun pengantin yang tepat," puji MUA ketika selesai merias Anata.

     Bukan MUA saja yang memuji, orang lain yang melihatnya dengan spontan memujinya. "Sangat cantik, bercahaya. Sudah yakin ini mah perawan ting-tong."

     Anata melirik sekilas dengan malu-malu ke arah bisik-bisik orang tadi. "Dasar," hardiknya dalam hati.

     "Ini yang pilih gaun siapa, Teh Nata atau pihak designer?" tanya MUA penasaran.

     "Calon suami aku, Teh," jawab Anata sejujurnya.

     "Wah...serius? Ini cantik lho, sangat-sangat cocok dan perfect di keseluruhan tubuh Teteh. Masya Allah. Ini lho definisi suami yang bisa diandalkan di berbagai segi. Sempurna," puji sang MUA.

     Anata berdecih, ia tidak terima kalau Kafeela dipuji setinggi langit karena memilih gaun itu.

     Namun, ketika ia berdiri dan melihat cermin, seketika ada senyum tipis di bibirnya. Ia merasa dirinya benar-benar sangat berbeda, cantik dan elegan serta gaun pengantin warna biru toska itu sangat cocok dan membuat hatinya nyaman.

     "Ih, tapi...aku nggak mau ketularan memujinya. Bisa besar kepala nanti," gumamnya dalam hati mengingkari.

     "Jarang sekali lho seorang calon pengantin laki-laki bisa sedetil ini memilihkan gaun pengantin. Warna yang dipilihnya juga jarang dipilih pengantin lain. Tapi, pilihannya sungguh luar biasa. Ini benar-benar beda tapi sangat luar bisa," pujinya lagi membuat Anata kembali berdecih untuk yang kedua kalinya.

     Tapi hati Anata jujur saja senang ketika ada yang memuji. Ia tersenyum, meski awalnya dipaksa.

     "Makan dulu, takutnya nanti di tengah-tengah acara kamu mual," ujar Bu Sofia sambil menyuapi Anata.

     "Bu, jangan banyak-banyak. Nata nggak akan mual kok, lagian Nata tidak hamidun," seloroh Anata kurang suka.

     MUA yang sejak tadi berada di dekatnya hanya tersenyum lucu dengan kepolosan Anata.

     "Bukan begitu, kebanyakan pengantin kalau sudah di atas pelamin, dia akan lama berdiri dan menerima tamu, belum lagi sesi foto-foto yang menyita waktu. Juga kepala kamu yang menahan siger, semua bisa membuat efek mual itu muncul. Bukan karena hamidun saja." Bu Sofia meralatnya.

     Sekitar jam delapan pagi, pengantin wanita segera diantar ke gedung pernikahan.

     Gedung yang didekor begitu megah dan wah.

     Saat langkah kaki Anata tiba di karpet merah, Anata mendadak tegang. Untuk beberapa saat matanya menatap ke seluruh sudut gedung. Semua terlihat sangat indah, membuat Anata bergumam tidak sadar, "Wowww, ini sangat indah dan megah."

     Kekagumannya ia perlihatkan dari mimik wajah. Sehingga orang-orang sekitar yang melihatnya ikut berdecak bahagia.

     Anata digiring perlahan menuju sebuah ruangan sebagai tempat tunggu calon pengantin wanita, sampai mempelai pria selesai mengucapkan ijab kabul.

     "Saya terima nikah dan kawinnya Anata Yulia binti Bapak Said Hastara, dengan mas kawin tersebut, TUNAI."

     Kalimat ikrar ijab kabul itu akhirnya terdengar, menggema ke seluruh sudut gedung.

     Seketika para hadirin mengucap kata yang sama secara kompak dan riuh.

     "Sah...."

     "Sah!"

     Tiba-tiba Anata yang menunggu di dalam ruang rias MUA, meneteskan air mata. Jauh di relung hatinya, ia merasa sangat bahagia ketika akhirnya nama itu bisa mengucapkan ikrar ijab kabul dan menyebut namanya sebagai pengantinnya.

     "Teteh menangis ya? Nggak apa-apa. Tapi, ditahan dulu nangisnya, ya. Acara baru dimulai, kalau Teh Nata nangisnya keterlaluan, maka akan merusak riasan."

     Anata mengangguk. Tadinya ia pun tidak akan merasa terharu bahkan sampai harus menangis.

     Sang MUA langsung gerak cepat mengambil tisu lalu men-tap air mata yang tadi mengalir dari ujung mata Anata.

     "Sekarang, kita siap-siap menuju mempelai pria. Nanti setelah Pak KUA memberi sedikit tausiyah, Teteh ikutin semua ucapan MC, ya."

    Anata mengangguk lalu bangkit mengikuti sang MUA. Saat tubuhnya sudah menduduki kursi ijab kabul, jantung Anata seketika berdebar-debar. Terlebih di sampingnya adalah seorang pria yang dibenci sekaligus dicintainya tiga tahun yang lalu.

     Debaran itu kian nyata saat Anata disuruh meraih dan mencium tangan Kafeela.

     Sementara, Kafeela yang di sampingnya, tersenyum tipis penuh makna. Dia merasa bahagia karena bisa mencium kembali perempuan yang dulu pernah ia sia-siakan.

     Tubuh Anata sedikit bergerak, hanya membentuk sudut lancip yang benar-benar tipis, dengan wajahnya menunduk, jantungnya berdegup sangat kencang, saat dengan pelan dan tangan bergetar, ia meraih tangan pria di sampingnya, saling menyematkan cincin pernikahan, lalu Anata mencium tangannya.

     Kini giliran Kafeela, ia mendekati wajah Anata, lalu mengecup kening istrinya dengan penuh cinta dan kehangatan.

     "Aku akan mencintai dan membahagiakanmu, Nat. Meskipun halangannya adalah kamu sendiri," janji Kafeela dalam hati, penuh kesungguhan.

     Anata terharu, tiba-tiba bulir bening itu muncul dan sulit ditahan. Entah kenapa, saat Kafeela melabuhkan ciumannya di kening, debaran cinta yang dulu ada, kemudian hilang karena keputusan Ardana yang menurutnya konyol, kini bongkahan cinta itu muncul kembali memudarkan rasa benci.

     "Akhhh...."

     Lagi-lagi Anata langsung menepis dan memungkiri kalau hatinya kini dihinggapi bongkahan cinta yang dulu ada.

     "Makasih Sayang, sudah menjadi istri Abang," ucap Kafeela berbisik namun jelas disertai senyum di bibirnya.

     Anata membalas dengan wajah yang merengut. Lalu berbisik, sehinggal membuat Kafeela terkejut.

1
@Al**
/Good/
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Nick_Hen
keren 👍...trrimakasih tor
Arin
/Heart/
Nasir: Makasih Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nick_Hen
lanjut
Nasir: Mksh Kak..
total 1 replies
nis_ma
semangat thorr 🔥💪
HaRas_DeHas: Mampir juga Kak ke karya saya "Sang Perwira Yang Terkhianati". 🙏🙏
total 2 replies
Nasir
Hai pembaca, ini dua bab terakhir lho. Kasih saran dong untuk nanti ke depannya buat saya, bikin karya yg kayak mana? Prianya dingin, tegas jutek tapi diam-diam perhatian? Atau wanita kuat, atau apa? Coba tulis sarannya ya.
Arin
Si debay sudah terlanjur ada di perut Anata. Coba pelan-pelan terima.... Jangan egois karena belum mau dan belum siap. Masa mau dipending dulu..... apalagi di gugurkan. Ck...
Nasir: Merasa belum siap, seperti disambar petir.
total 1 replies
Arin
Keputusan bagus Komandan. Semoga keputusan sudah tepat..... Tapi jangan sampai biarpun sudah di ganti dengan ajudan lain buat jadi pengawal Jeny, tapi masih gatel berusaha buat tetap mendekati suami orang.
sunaryati jarum
Semoga segera tumbuh hasil cocok tanam kalian
Nasir: Hehehe.... ditungguin...
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu mundur jadi ajudan saja Kafeela,masa tugasnya antar jemput putri Jendral,itu di luar dinas
Arin
Bagaimana tuh kelanjutan si Jin penyebar fitnah??? Tindakan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya???
Arin: Ditunggu Thor.... gak sabar
total 2 replies
Arin
Begitu tuh anak melakukan kesalahan..... katanya sudah kuliah, mahasiswa...... berartikan anak pintar😁Tapi untuk mengakui kesalahan malah lari......
Ibu..... anaknya nanti tolong di kasih tau ya... Feeling ibu tepat banget, kalau Si Jin itu suka sama Kafee. Jadi nasehati Bu jangan jadi pelakor ya anaknya.... Jangan bikin malu. Ini udah bikin kasus kayak gini. Padahal itu video bapaknya sendiri lo.... diedit lagi pelukan sama istri anak buahnya ckckck....
Arin: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Arin
Memang kurang ajar banget tuh si anak komandan. Halo.... bapak dan ibu komandan terhormat.... anakmu perlu dibimbing dan diarahkan ke hal yang lebih baik. Jangan sampai dengan kejadian video editan AI masih tidak sadar juga dan semakin menjadi.... Mau banget ya anaknya jadi pelakor
Nittha Nethol
lam upnya
Nasir: Iya Kak maaf, kemarin ada gangguan dr sistem NT. Sehingga yg up kemarin justru di up hari ini sama NT.
total 1 replies
Ai Oncom
the best Anata..
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
wih keren nih Anata...
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Taro
semangat terus thor💪
Arin
Pasti bilang ke Kafee kalau istrinya punya kedekatan dengan bapaknya si Jin ini......Bapak Komandan helow..... itu anaknya perlu di perbaiki ahklak nya ya....mau jadi pelakor anak buahmu.... gak malu punya bapak terpandang dijajarannya tapi tingkah anaknya minus... gak banget
Arin
Murahan banget anak dari komandan. Biasanya anak dari seorang militer dididik disiplin. Bukan kayak gini, yang sudah tau ajudan Papanya sudah menikah. Tapi dengan suka rela dia buka paha, gak ada malu-malunya sama sekali ckckck.
Memang harus tegas Kafee. Kasih tau papa si jin Jeny. Biar di ganti aja. Jangan karena masalah kayak gini malah menghancurkan rumah tangga mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!