Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Asha menetuk pintu kamar Dirga dengan hati-hati..
" Pak Dirga.. "ucap Asha pelan
Tak lama pintu terbuka
" Ada apa ? "
Tanya Dirga begitu pintu terbuka
" Sudah jam 6, pak Dirga bilang kalau jam 6 belum keluar kamar saya di suruh untuk bangunin Pak Dirga kan ? "
" Saya sudah bangun "
" Ohh gitu, kalau pak Dirga mau sarapan saya -"
" Nggak usah, saya sarapan di luar aja "
Dirga kembali menutup pintu kamarnya..
Asha semakin yakin jika ada yang Dirga tutupi dari saat ini..
...
Di kantor Dirga masih memikirkan bukti dari sang Mamah
Bahkan semalaman tadi, Dirga pun tidak bisa tidur dengan nyenyak
Ketiga sahabat Dirga masuk kedalam ruangan Dirga, mereka melihat Dirga yang berantakan
" Pagi-pagi udah kusut aja Dir.. " ucap Reza
" Iyah udah kayak suami nggak dikasih jatah sama bini " celetuk Bayu
Sedangkan Kevin ia hanya memilih untuk diam
" Kenapa sih Dir ? Cerita lah, kayak sama siapa aja "
Dirga menghela nafasnya kasar
" Gue lagi bingung "
" Kalau bingung pegangan, nanti jatuh " ucap Bayu
" Gue serius Bay, gue lagi nggak bercanda " jelas Dirga
" Oke maaf, lanjut " ucap Bayu
" Nyokap gue tau kalau Asha itu jadi sekretaris gue sekarang "
" Kemarin gue kerumah nyokap, dan dia nunjukin rahasia tujuh tahun yang lalu "
" Nyokap nunjukin cek, cek itu buat Asha "
" Lebih gampang di ngertiinnya sih gini, jadi Asha ninggalin gue karena uang yang orangtua gue kasih "
" Terus lo percaya sama nyokap lo, Dir ? " Tanya Reza
" Awalnya gue nggak mau percaya, tapi nyokap juga punya rekaman cctv kalau Asha masukin cek itu ke dompet dia "
Mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain..
" Tapi kalau ternyata ada kebenaran yang sebenarnya lo nggak tau gimana Dir ? " tanya Reza
" Ya sekarang gimana gue mau percaya sama Asha, kalau Asha nggak pernah cerita sama gue soal apapun itu Za "
" Anggaplah gue nggak percaya sama nyokap, lalu Asha nggak pernah jelasin apapun ke gue. Terus gue harus apa coba ? "
" Dir.. kita sebagai sahabat cuma bisa ngasih saran. " ucap Kevin dengan wajah serius
" Gue tau Asha ninggalin lo tiba-tiba yang bahkan sampai saat ini lo nggak tau alasannya apa itu "
" Tapi sekarang lo liat dia, kalau emang dia cuma manfaatin lo nggak mungkin dia berani buat ketemu sama lo Dir "
" Mungkin selama tujuh tahun ini, bukan cuma lo yang tersiksa Dir tapi bisa juga Asha tersiksa makanya dia belum siap buat cerita ke lo "
" Lo sendiri yang bilang kan, kalau Asha masih hafal semua tentang lo, gimana Asha namain nomor lo di kontak hp dia , hal hal kecil tentang lo aja dia masih hafal Dirga "
Selama Kevin berbicara, Dirga hanya diam mendengarkan begitu juga dengan Reza dan Bayu
" Coba lo pikirin baik baik Dir.. "
" Kalau emang dia ninggalin lo karena uang, buat apa dia masih inget semua tentang lo ? "
" Kalau dia balik lagi karena uang juga, kenapa dia ga mohon mohon minta maaf dan ngajak balikan ? "
" Dir.. "
" Karena nggak semua orang kuat buat cerita apa yang udah di lewatin "
" Terkadang orang juga butuh waktu buat sembuhin lukanya dulu "
" Kalian berdua itu sama sama memiliki luka yang sama, kalau luka lama belum sembuh dan buka luka baru yang ada nggak akan pernah sembuh Dir "
Dirga mengangguk pelan
" Jangan sampai karena pikiran lo kacau, lo justru kehilangan orang yang sama kedua kalinya Dir "
Ucap Reza dan Kevin mengangguk.
.....
Asha melamun menatap layar laptopnya..
Ia masih memikirkan sikap Dirga yang berubah.
Asha menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian membuka schedule kerja Dirga satu minggu kedepan
" Loh besok jadwal ke Bandung, gue baru inget "
Asha buru-buru bangun dari kursinya dan beranjak pergi menuju ruangan Dirga
Saat Asha hendak mengetuk pintu, Asha mendengarkan percakapan dari dalam
" Nominal cek yang Asha terima berapa sih Dir ? "
" Sekitar 100 juta "
Tubuh Asha membeku..
Jantungnya berdebar dengan cepat..
Tanganya mengepal dengan kencang..
Ia berjalan mundur sedikit demi sedikit..
" Jadi Dirga udah tau semuanya " Asha menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Asha kembali masuk kedalam ruangannya dan menangis di dalam ruangannya
" Jadi gue terlambat "
Asha menangis di ruangannya..
Ia tak menyangka jika Dirga akan lebih tau sebelum ia menjelaskannya
Asha pun tau mengapa sikap Dirga berubah
Dadanya terasa begitu sesak, bahkan rasanya untuk bertemu dengan Dirga ia tak sanggup
...
Dirga keluar dari ruangannya dan masuk kedalam ruangan Asha
Begitu ia masuk, ia tak melihat Asha disana
" Kemana dia ? "
Saat Dirga keluar dari ruangan Asha, ia berpapasan dengan Asha yang baru saja kembali
" Pak Dirga "
Ucap Asha terkejut
" Kamu darimana ? "
" Isi air, ada apa pak ? "
Dirga memperhatikan mata Asha yang sembab
" Kamu habis nangis, Sha ? "
" Nggak Pak "
" Mata kamu sembab Asha "'
Asha pun tak bisa menahan tangisnya kembali
Ia pun akhinya menangis di hadapan Dirga
" Asha.. "
" Naufal nolak saya Pak "
" No..nolak apa ?"
" Nolak buat jadi pacar saya "
Tiba-tiba saja Asha memeluk Dirga
Tubuh Dirga membeku..
Rahangnya mengeras, tangannya mengepal dengan kencang
Sedangkan tangisan Asha begitu sesak
Dirga ingin membalas pelukan itu, namun ia mengurungkan niatnya
" Sha.. "
" Kamu lupa kalau perjanjian kontrak kita, kamu di larang punya pacar ? "
Asha melepas pelukannya
" Berarti bagus kan kalau Naufal nolak kamu "
Asha masih menangis..
" Jangan nangis Sha.. "
" Nanti kalau ada yang dengar gimana ? "
Asha mengatur nafasnya, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri
" Maaf Pak "
" Hapus air mata kamu Sha, nggak enak kalau ada yang liat "
Asha mengangguk
" Saya cuma mau bilang kalau besok pagi kita akan berngkat ke Bandung, jadi tolong siapkan berkasnya hari ini ya "
" Baik Pak "
" Yasudah saya cuma mau bilang itu saja "
Dirga keluar dari ruangan Asha..
Lagi-lagi Asha harus berbohong kepada Dirga
" Maaf Dir, aku lagi-lagi nggak bisa jujur sama kamu "
Diruangan Dirga kembali memikirkan Asha..
" Kalau memang semua ini cuma karena uang.. "
"Kenapa setiap kali kamu menangis, yang sakit justru aku Sha "