NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: KEMBALINYA SANG RAJA LAMA DAN PERANG YANG DIMULAI

Beberapa minggu setelah berita akuisisi sebagian aset Maheswari Corp oleh Hadiningrat Group menjadi headline di berbagai media bisnis, Adelia masih mencoba menata kembali puing-puing perusahaannya. Maheswari Corp memang berhasil diselamatkan dari kebangkrutan total, namun kini hanya menjadi perusahaan kelas dua, bayangan dari kejayaan masa lalu. Setiap hari, ia harus menghadapi tatapan iba dari karyawan, dan tatapan sinis dari para pesaing.

Penyesalan itu semakin menggerogoti jiwanya. Ia telah membuang berlian demi sebuah batu kerikil. Dan kini, berlian itu bersinar lebih terang dari sebelumnya, sementara ia terperangkap dalam kegelapan penyesalannya sendiri.

Bramantyo, di sisi lain, masih berada di sisinya, meskipun Adelia mulai merasakan ada yang aneh. Bramantyo terlihat lebih gelisah, sering menerima telepon rahasia, dan sesekali menghilang tanpa kabar.

Namun, Adelia terlalu sibuk dengan masalah perusahaan dan kehancuran harga dirinya untuk terlalu memikirkannya. Ia masih membutuhkan Bramantyo sebagai asisten dan, entah mengapa, sebagai pelarian dari kesendiriannya.

Di tengah badai yang melanda Maheswari Corp, sebuah jet pribadi mendarat di bandara internasional. Dari dalamnya, melangkah keluar sepasang suami istri paruh baya dengan aura kekuasaan yang tak terbantahkan. Mereka adalah Bagas Maheswari dan Karina Maheswari, orang tua Adelia. Raja dan Ratu bisnis yang selama ini mengendalikan kerajaan mereka dari balik layar di luar negeri.

Mereka pulang setelah mendengar kabar tentang krisis yang menimpa Maheswari Corp. Adelia, yang sudah sangat tertekan, langsung menemui mereka. Di hadapan orang tuanya, Adelia tidak bisa lagi menyembunyikan kehancurannya. Ia menceritakan semuanya: bagaimana Rizky, mantan suaminya yang miskin, tiba-tiba muncul sebagai pewaris Hadiningrat Group, bagaimana ia menekan Maheswari Corp, dan bagaimana ia terpaksa menyerahkan sebagian aset perusahaan.

"Dia... dia menghancurkanku, Papa, Mama," isak Adelia, air matanya mengalir deras. "Dia ingin melihatku hancur. Dia tidak punya hati.

Bagas Maheswari, seorang pria dengan tatapan mata setajam elang dan rahang kokoh, mendengarkan dengan tenang.

Namun, setiap kata Adelia adalah bensin yang menyulut api kemarahan di dalam dirinya. Putrinya, yang ia besarkan dengan segala kemewahan dan kekuasaan, kini dipermalukan oleh seorang pria yang ia anggap tidak lebih dari sampah.

"Jadi, pria yang kau nikahi itu, yang kau bilang hanya seorang koki, sekarang menjadi pewaris Hadiningrat?" suara Bagas rendah, namun penuh ancaman.

"Dan dia berani" menyentuh perusahaan putriku.

"Dia bukan hanya menyentuh, Papa," sahut Karina, ibu Adelia, seorang wanita elegan dengan kecerdasan yang mematikan. "Dia sudah menancapkan kukunya. Dia sudah mempermalukan nama Maheswari.

"Aku akan memberinya pelajaran," kata Bagas, matanya berkilat dingin. "Tidak ada yang boleh menyentuh milikku, apalagi putriku.

Keesokan harinya, Rizky sedang dalam perjalanan menuju lokasi proyek Smart City yang baru. Ia mengenakan setelan jas kasual, ditemani Haryo yang duduk di kursi depan. Mobil mereka berhenti di lampu merah, tepat di persimpangan jalan yang ramai.

Tiba-tiba, sebuah mobil mewah lain, sebuah Bentley hitam, berhenti di samping mereka. Jendela mobil itu terbuka, menampakkan wajah Bagas Maheswari.

Bagas menatap Rizky, matanya menyipit. Ia mengenali wajah itu. Wajah suami miskin putrinya. Ia melihat Rizky mengenakan jas, duduk di mobil mewah. Sebuah senyum sinis terukir di bibirnya.

"Wah, wah, wah," suara Bagas terdengar jelas, penuh ejekan. "Lihat siapa ini. Si sampah yang dulu hanya bisa masak di dapur, sekarang pakai jas segala. Pura-pura kaya, ya? Mau pamer di jalanan?"

Rizky menoleh, menatap Bagas. Ia mengenali pria itu sebagai ayah Adelia. Ia tahu siapa Bagas Maheswari. Raja bisnis yang licik dan kejam.

"Selamat pagi, Tuan Maheswari," kata Rizky, suaranya tenang, tanpa sedikit pun emosi. "Saya tidak pura-pura kaya. Saya memang kaya. Dan saya tidak pamer. Saya hanya menjalankan tugas saya.

Bagas tertawa terbahak-bahak. "Tugas? Tugas apa? Mengemis di jalanan? Atau mencari sisa-sisa kekayaan putriku yang kau rampok?"

"Saya tidak merampok siapa pun, Tuan Maheswari," jawab Rizky, tatapannya tajam. "Saya hanya mengambil apa yang menjadi hak saya. Dan saya menyelamatkan perusahaan putri Anda dari kebangkrutan total. Seharusnya Anda berterima kasih.

Wajah Bagas memerah. Ia tidak menyangka Rizky akan membalas ucapannya dengan begitu berani. "Berani sekali kau bicara seperti itu, bocah! Kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi!"

"Saya tahu siapa yang saya hadapi," kata Rizky, senyum tipis terukir di bibirnya. "Seorang pria tua yang sombong, yang tidak tahu bagaimana mendidik putrinya. Dan yang tidak tahu bagaimana menjaga perusahaannya.

Lampu hijau menyala.

"Kau akan menyesal, bocah!" Bagas menggeram, lalu menutup jendela mobilnya dengan kasar. Bentley itu melaju kencang, meninggalkan Rizky.

Rizky menatap kepergian mobil itu. Ia tahu, perang baru saja diumumkan.

"Tuan Muda, itu ayah Nyonya Adelia," kata Haryo, wajahnya terlihat khawatir. "Beliau adalah Bagas Maheswari. Raja bisnis yang sangat kejam. Perusahaannya di luar negeri sangat besar.

"Saya tahu," jawab Rizky, tatapannya dingin. "Dan saya tidak takut."

Malam itu, di kediaman Maheswari, Bagas dan Karina mendengarkan cerita Adelia tentang pertemuan Rizky di jalanan. Kemarahan mereka memuncak.

"Berani sekali dia menghinaku!" Bagas menggebrak meja. "Pria rendahan itu! Dia akan membayar mahal untuk ini!"

"Kita tidak bisa membiarkannya, Papa," kata Karina, matanya berkilat dingin. "Dia sudah terlalu jauh. Dia sudah menyentuh harga diri keluarga kita.

"Aku akan menghancurkannya," kata Bagas. "Aku akan menghancurkan Hadiningrat Group. Aku akan menunjukkan kepadanya siapa raja yang sebenarnya.

Karina tersenyum tipis. "Aku punya ide. Kita tidak perlu menyerang secara langsung. Kita serang dari dalam. Kita lumpuhkan sistem mereka.

Bagas mengangguk. "Bagus. Aku akan menghubungi tim IT terbaik kita. Aku ingin sistem Hadiningrat Group lumpuh total. Aku ingin Rizky Hadiningrat merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya.

Keesokan harinya, Hadiningrat Group dilanda kekacauan. Sistem IT perusahaan tiba-tiba down. Server-server crash. Data-data penting tidak bisa diakses. Komunikasi internal terputus. Seluruh operasional perusahaan lumpuh total.

Rizky berada di ruang kontrol IT, memimpin tim teknisi yang panik. Wajahnya tegang, namun pikirannya bekerja cepat.

"Bagaimana situasinya?" tanya Rizky.

"Sistem kita diserang, Tuan Muda," lapor kepala IT, Pak Anton. "Ini bukan serangan biasa. Ini adalah serangan yang sangat canggih. Mereka berhasil menembus firewall utama kita.

"Siapa pelakunya?"

"Kami belum tahu, Tuan Muda. Tapi ini bukan pekerjaan amatir. Ini adalah serangan terorganisir dari pihak yang sangat profesional.

Rizky mengepalkan tangannya. Ia tahu, ini adalah balasan. Balasan dari Bagas Maheswari. Perang telah dimulai. Dan kali ini, ia tidak hanya menghadapi Adelia, tapi juga orang tuanya yang jauh lebih licik dan kejam.

Kemarahan membara di dalam dirinya. Ia tidak menyangka Bagas akan bermain kotor seperti ini. Menyerang sistem perusahaan adalah tindakan yang sangat berbahaya dan bisa merugikan ribuan karyawan.

"Pak Anton, saya ingin Anda mengerahkan semua sumber daya. Cari tahu siapa pelakunya. Dan pastikan sistem kita pulih secepatnya," perintah Rizky, suaranya penuh otoritas.

"Siap, Tuan Muda," jawab Pak Anton.

Rizky berjalan keluar dari ruang kontrol IT. Ia menatap ke arah kota. Di suatu tempat di sana, Bagas Maheswari mungkin sedang tersenyum puas. Tapi Rizky tahu, ini belum berakhir. Ini baru permulaan.

Ia adalah Rizky Hadiningrat. Dan ia tidak akan membiarkan siapa pun menghancurkan kerajaannya. Ia akan membalas. Dengan cara yang jauh lebih menyakitkan.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!