NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teman baru di rumah sepi

Baskara mematikan mesin mobilnya tepat di depan gerbang rumah Lara yang tampak sunyi. Lampu teras yang otomatis menyala mulai memberikan semburat cahaya di tengah senja yang kian gelap. Ia menatap bangunan berlantai dua itu, lalu beralih menatap Lara yang tampak ragu untuk turun.

​"Rumahnya benar-benar sepi ya, Kak," gumam Lara pelan sambil melihat ke arah jendela kamar atasnya yang gelap.

​Baskara mengangguk, tangannya masih menggenggam kemudi. "Saya tidak tenang kalau kamu sendirian di sini, Lara. Trauma kemarin belum sepenuhnya hilang. Bagaimana kalau tawaran saya tadi? Menginap di rumah Ibu?"

​Lara terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Ia merasa tidak enak jika harus merepotkan keluarga Baskara secara langsung, tapi ia juga butuh teman. Sebuah ide tiba-tiba melintas di benaknya.

​"Kak... bagaimana kalau adik perempuan Kakak saja yang menginap di sini bersamaku?" tanya Lara dengan mata berbinar. "Rumah ini punya kamar tamu yang sangat nyaman. Jadi aku nggak merasa sepi, dan Kakak juga nggak perlu khawatir aku sendirian. Apa dia keberatan?"

​Baskara tampak berpikir sejenak. Ia teringat adiknya, Arsel, yang memang sangat senang mencari suasana baru dan pasti akan langsung cocok dengan kepribadian Lara yang lembut.

​"Arsel?" Baskara sedikit terkekeh. "Dia pasti malah senang bukan main. Dia paling tidak betah diam di rumah dan selalu ingin punya kakak perempuan. Kalau itu maumu, saya akan hubungi dia sekarang."

​Baskara segera mengambil ponselnya dan menelepon sang adik. Tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara pekikan senang dari seberang telepon yang bahkan bisa didengar oleh Lara.

​"Dia bilang, 'Siapkan camilan yang banyak karena aku akan segera ke sana'," ucap Baskara sambil menyimpan kembali ponselnya. "Saya akan pulang sebentar untuk mengambilkan keperluannya dan mengantarnya ke sini. Kamu masuklah dulu, kunci pintunya dari dalam."

​Lara tersenyum lega. "Terima kasih banyak, Kak Baskara. Kakak baik sekali."

​"Hanya untukmu, Lara," jawab Baskara dengan suara rendah yang membuat jantung Lara kembali berdesir. "Masuklah. Saya tidak akan pergi sebelum melihat kamu masuk ke dalam rumah."

​Lara turun dari mobil, membuka gerbang, dan melambaikan tangan sebelum menghilang di balik pintu utama. Baskara menunggu sampai lampu ruang tamu menyala, barulah ia melajukan mobilnya dengan perasaan yang jauh lebih tenang, merencanakan bagaimana ia akan menjaga "dua gadisnya" itu selama seminggu ke depan.

Lara merasa bebannya terangkat seketika. Mengetahui bahwa ia tidak akan sendirian di rumah besar itu membuatnya jauh lebih tenang. Ia segera masuk ke dalam rumah, menyalakan lampu satu per satu hingga suasana tidak lagi mencekam, lalu menyiapkan kamar tamu terbaik untuk adik Baskara.

​Tak sampai satu jam, deru mesin mobil Baskara kembali terdengar di depan pagar. Lara bergegas membuka pintu dan mendapati Baskara turun bersama seorang gadis remaja yang tampak modis dan penuh energi.

​"Hai, Kak Lara! Kenalin, aku Arsel," sapa gadis itu ceria sambil langsung memeluk Lara seolah mereka sudah kenal lama. "Makasih ya kak sudah ajak aku menginap, aku bosan banget di rumah cuma lihat muka kaku abangku ini."

​Baskara hanya memutar bola matanya mendengar celotehan adiknya. Ia menurunkan koper kecil Arsel dan beberapa kantong plastik besar yang aromanya sangat menggugah selera.

​"Ini makan malam untuk kalian. Ada fettuccine carbonara dan salad buah. Arsel, jangan merepotkan Lara. Jaga dia, jangan malah kamu yang minta dilayani," tegas Baskara sambil memberikan tatapan peringatan kepada adiknya.

​"Siap, Bos! Aman pokoknya," jawab Arsel sambil memberikan hormat lucu.

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!