Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Kesempatan untuk Arlo
Seorang lelaki menundukkan kepalanya, kedua tangannya menopang wajahnya yang terlihat gelisah dan berantakan, rambutnya acak-acakan di sana. Ruangan tempat dia bekerja tidak serapi seperti biasanya, dia.. Arlo terlihat sangat frustasi untuk saat ini, beberapa karyawan berdemo di depan perusahaan, karena tidak mendapatkan gaji selama 3 bulan terakhir, laporan keuangan mulai memperlihatkan penurunan yang drastis.
Sebuah pintu terbuka secara perlahan, seorang lelaki muda masuk dengan langkah kaki yang penuh keraguan dan takut, melihat atasannya yang sudah putus asa dan berantakan.
“Tuan..”
“Apa ?!” Arlo mengangkat kepalanya, tatapannya tajam dan penuh kemarahan, dia tidak bisa lagi menahan semua ini, pikirannya bertarung satu sama lain, hanya untuk mengambil pilihan, menyerahkan perusahaan pada Rico dan menahan rasa malu, atau mempertahankan dengan cara yang berbeda, tapi bagaimana ??
Di saat dia sedang bertarung dengan pikiran, kalimat dari mulut asistennya membuat semuanya buyar sehingga dia marah.
“Ada tamu yang ingin menemui anda.”
“Siapa ??”
“Itu aku.”
Belum sempat menjawab, tamu itu sudah langsung masuk ke dalam ruangan Arlo, membuat dua orang yang ada di dalam menoleh dan menatap dua tamu yang hadir di sana, yaitu Arnold Holt Abraham dan Catalina Lice Abraham, berdiri dengan tegap tapi sorot mata mereka berbeda.
Catalina memberikan tatapan sendu dan merasa sedih, melihat kondisi keponakannya yang begitu berantakan. Arnold dengan ekspresi dingin dan tak terbaca, tapi sorot matanya tidak memperlihatkan tatapan kebencian.
Arlo langsung berdiri dari kursinya, dia perlahan berjalan maju, tapi tidak benar-benar bisa mendekati keduanya, Arlo hanya bisa berdiri di samping meja, dan kakinya... Entah kenapa terasa berat untuk mendekati keduanya.
“Tinggalkan kami sendiri.” Ujar Arnold kepada asisten Arlo, meskipun bukan atasannya tapi wibawa dan perkataan tegas itu, membuat siapapun tunduk dan menuruti perintah dari Arnold, lelaki muda itu menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar dari ruangan.
Catalina berjalan maju mendekati Arlo, sambil memandang ruangan sekitar.
“Berapa lama ini terjadi ???” Tanya Catalina, dia tidak pernah menyangka keponakannya akan jatuh begitu cepat, bahkan wanita itu memperkirakan Perusahaan Evety tidak akan bisa bertahan dalam dua hari ke depan.
“Sejak.. Enam bulan yang lalu.. Bibi..” Ujar Arlo dengan gugup, pertemuan dengan Arnold kemarin Arlo masih bisa mengelak, marah, tapi dengan Catalina, dia sama sekali tidak bisa marah atau emosi.
Aura Catalina terlalu positif untuk mendapatkan kemarahan, hanya iblis sejati yang bisa membenci Catalina yang memiliki hati penuh kasih.
Saat Catalina di depan Arlo, mata wanita itu terkejut, “Lalu.. Bagaimana kau bisa bertahan sampai ini ??”
“Aku.. Aku menjual rumah.. Peninggalan Dad Everald.” Ujar Arlo menundukkan kepalanya.
“Menjual rumah ?!” Tidak hanya Catalina, kini Arnold pun ikut terkejut dengan kondisi Arlo, separah itukah keponakan mereka ??
Alasan kebenciannya pada Giovanni, adalah rasa iri dengki yang tinggi, di saat dirinya hancur, Giovanni malah memiliki segalanya, rumah, keluarga yang harmonis, perusahaan besar, uang, kekuasaan, bahkan kini Giovanni memiliki tunangan yang cantik.
Tapi rasa iri itu sirna, saat melihat perusahaannya di ambang kehancuran, dia tidak bisa lagi memikirkan cara menjatuhkan Giovanni, sebaliknya dia berpikir keras menjaga perusahaannya agar tetap berdiri meskipun mustahil.
“Oh My- Darling..” Tanpa aba-aba, Catalina langsung memeluk Arlo di depannya, dan bahkan mengelus punggung keponakannya dengan lembut. Arlo terkejut bahkan terpaku dengan tindakan Catalina.
“Semua ini pasti sangat sulit untukmu ya.. Tenang, kami akan menolong dan membantumu.” Bisik Catalina dengan lembut, membuat mata Arlo berkaca-kaca, tapi dia menahan diri untuk tidak menangis, bagaimanapun dia sudah terlalu besar untuk menangis.
Arnold menghela nafasnya berat, dia kemudian mengeluarkan suara membuat suasana itu sedikit buyar, Catalina melepaskan pelukannya dengan Arlo, dan keduanya menatap ke arah Arnold.
“Arlo, aku melihat sistem perusahaanmu sudah hancur. Cara satu-satunya adalah dengan merombak total semuanya. Dan hal yang harus aku lakukan sekarang adalah.. Membeli perusahaanmu.”
Arlo tertegun dengan perkataan terakhir Arnold, membeli perusahaannya ??
“Membeli perusahaanku.. ??”
Arnold menganggukkan kepalanya, “Aku tidak mungkin akan memberikan sistem baru di perusahaan orang lain. Tapi dengan posisi kau menjadi CEO di perusahaan ini.” Ujar Arnold menjelaskan lagi.
Membuat Arlo terdiam sebentar, memikirkan semuanya. Apakah boleh ?? Tapi.. Daripada di jual pada Rico, bukankah lebih baik kepada Arnold ?? Lagipula.. Perusahaan ini di bangun dengan uang yang di curi dari Perusahaan Arlina, jadi sepantasnya perusahaan ini jatuh ke tangan Arnold.
“Ba... Baiklah..”
Catalina menoleh ke arah Arlo, “Jangan salah paham, setelah semua membaik. Pamanmu akan memberikan perusahaan ini kembali padamu.” Ujar wanita itu menjelaskan dengan lembut.
“Lalu dimana kau tinggal setelah menjual rumahmu ??” Tanya Arnold lagi dengan rasa penasaran.
“Di sebuah apartemen kecil di dekat sini.” Tanya Arlo dengan sedikit malu-malu.
“Baiklah.. Aku hanya akan membantumu dalam masalah perusahaan saja, aku tidak bisa memberikanmu uang untuk biaya tempat tinggalmu.” Ujar Arnold dengan nada tegasnya, membuat Arlo menganggukkan kepalanya.
“Jadi karena itu, kau tinggal di Mansion Abraham untuk sementara sampai kau bisa mengumpulkan penghasilanmu untuk membeli rumah.” Lanjut Arnold, membuat Arlo berdiam sejenak, seakan otaknya baru mencerna perkataan dari pamannya.
“Tunggu.. Apa ?!” Ujar Arlo dengan nada terkejut bukan main, tinggal.. Di Mansion Abraham ?? Di rumah pamannya ?!
“Bukankah kau sendiri juga terlambat sudah terlambat seminggu untuk membayar apartemenmu ??” Ujar Arnold menaikkan alisnya, membuat Arlo menggaruk kepala yang tidak gatal, antara merasa malu, apalagi kemarin dia sempat marah pada Arnold saat pertemuan di kafe.
“Sudahlah, Honey.. Jangan mempermalukan Arlo, kasihan dia..” Ujar Catalina melihat ekspresi Arlo yang malu-malu, dia segera menegur suaminya itu.
Arnold menghelanya nafasnya berat, dia segera menelpon anak buahnya untuk masuk. Tidak lama seorang lelaki dengan jas hitam masuk, dan membawa sebuah dokumen penyerahan. Di sana Arlo akhirnya menandatangani surat dokumen itu, juga Arnold yang artinya perusahaan itu sudah sah milik Arnold Abraham.
...
“Kepada semua karyawan yang belum mendapatkan gaji, silahkan masuk dan mengambil gaji kalian yang belum di dapat selama tiga bulan, juga bonus tambahan sebagai rasa bersalah atas keterlambatan gaji !!”
Seorang lelaki berbicara dengan pengeras suara di luar perusahaan, membuat beberapa karyawan yang sedang berdemo justru kini terdiam sejenak, seakan bingung. Bukankah perusahaan sedang bangkrut, bagaimana bisa mereka memberikan bonus tambahan ??
“Kalian tidak perlu khawatir, perusahaan ini sudah dimiliki oleh Tuan Arnold Holt Abraham, karena itu dia yang akan memberikan gaji kalian dan juga bonus bagi kalian !!” lanjut orang itu menjelaskan, sehingga para karyawan akhirnya masuk ke dalam perusahaan dengan berbaris rapi sesuai dengan perintah beberapa orang yang berjaga di sana.
Di dalam ruangan, Catalina justru memberikan arahan kecil kepada Arlo yang duduk di kursinya. Sementara Catalina berdiri di sebelahnya sambil mengajarinya dengan suara lembut tapi tegas.
“Kau seharusnya tidak mengambil hutang terlalu tinggi, di saat pendapatanmu berkurang.” Ujar Catalina menjelaskan secara singkat kesalahan dari Arlo.
“A.. Aku berpikir dengan meminjam uang ke bank dengan jumlah besar, bisa meningkatkan produksi, tapi ternyata semua gagal.” Ujar Arlo dengan nada rendah.
“Tidak apa, jadikan ini sebagai pelajaran untuk ke depannya. Perusahaan Arlina juga sering mengalami kegagalan seperti ini Arlo, tapi kami belajar untuk bisa menangani kasus seperti ini.”
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️
Satu musuh sudah bertobat, hehehehe semoga saja Arlo bisa menjadi teman yang baik ya, bukan musuh dalam selimut 😌😌
Untuk chapter ini khusus Arnold, Catalina dan Arlo dulu ya, chapter depannya baru Beverly dan Giovanni 😄😄
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣