NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Jadi Asya ini adalah putrimu yang paling kecil, Fahmi?," tanya kyai Ahmad

"Iya," jawab Abi Fahmi terkekeh

"Tapi aku kok nggak pernah tau ya kalo putrimu mondok di pesantrenku?," tanya kyai Ahmad

"Gimana mau tau kalo setiap kali mau dijenguk aja nggak mau. Kalo liburan juga jarang banget mau pulang. Seperti saat ini, kalo nggak dipaksa ya nggak akan mau pulang," jawab Abi Fahmi sambil mengelus kepala Asya yang duduk di sampingnya

Asya hanya tersenyum canggung lalu menunduk sambil meremas gamisnya. Hatinya sesak saat tau siapa orang yang akan dijodohkan dengan kakak perempuannya. Gus Kafka adalah orang yang mampu mengetuk pintu hati Asya. Meyakinkan Asya untuk membuka hati untuknya. Gus Kafka menatap sendu ke arah Asya.

'Maafkan saya yang telah menghancurkan kepercayaan mu. Sejujurnya saya sangat mencintaimu tapi saya juga tidak bisa menolak keputusan Abi. Tolong jangan pernah membenci saya' batin gus Kafka

"Jadi gimana kalo pernikahannya satu bulan lagi?," tanya kyai Ahmad

"Kami setuju saja. Lebih cepat lebih baik, kan?," jawab Abi Fahmi sambil tersenyum

Cukup sudah Asya merasa sesak berada di sini. Ia pun lalu berdiri dan berpamitan kepada semua orang. Semua orang menatap bingung ke arahnya.

"Kamu mau ke mana?," tanya Abi Fahmi

"Asya mau ke toilet, Abi. Assalamualaikum semuanya," ucap Asya lalu meninggalkan ruang tamu ndalem

"Waalaikumsalam," jawab semua orang

Gus Kafka menatap sendu kepergian Asya. Ia sangat merasa bersalah karena terlalu memberi harapan. Sudah dipastikan Asya sangat kecewa dengan gus Kafka.

Di sisi lain, Asya tengah menangis pilu di danau yang ada di pesantren. Untungnya semua santri sedang melakukan kegiatannya. Jadi danaunya sangat sepi.

Asya sebenarnya berbohong saat mengatakan ke toilet tadi. Ia ingin menumpahkan segala kesedihannya di danau ini. Tempat yang sangat menenangkan menurutnya.

"Nangis aja sepuasnya. Jangan ditahan," ucap seseorang yang duduk di samping Asya.

Asya menoleh untuk melihat siapa yang berbicara dengannya. Asya terkejut saat tau bahwa orang itu adalah......

"Abang," ucap Asya terkejut

"Jadi orang itu adalah gus Kafka?," tanya Raffa

"Maksud Abang apa?,' ucap Asya sambil menatap lurus ke danau

"Jangan sembunyikan perasaanmu itu. Abang tau pasti kamu terluka banget dengan kenyataan ini, Dek," ucap Raffa sambil membawa Asya ke dalam pelukannya

Air mata Asya jatuh begitu derasnya. Rasa sesak yang amat dalam tengah ia rasakan. Pujaan hatinya harus dijodohkan dengan saudara kandungnya sendiri. Dan itu ia saksikan di depan matanya.

"Abang kok bisa ada di sini?," tanya Asya

"Karena Abang tau bahwa ada yang tidak beres dari kamu jadi ya Abang ikutin aja sampai ke sini," jawab Raffa singkat

"Abang masuk aja ke dalam deh," ucap Asya setelah tangisnya mereda

"Abang mau nemenin kamu aja di sini," jawab Raffa

"Nanti semua orang nyariin loh gimana?," tanya Asya bingung

Raffa menghela nafasnya. Ia memandangi adik bungsunya.

"Abang bingung deh sekarang. Di satu sisi adiknya Abang yang kedua akan menikah tapi di sisi lain adek bungsunya Abang sakit hati karena pernikahan ini," ucap Raffa lirih

"Asya nggak papa kok. Asya akan belajar ikhlas menerima takdir dari Allah. Memang mungkin bukan jodoh" ucap Asya sambil tersenyum

"Abang benci sama senyum itu. Senyum yang menyimpan luka mendalam. Kamu membohongi perasaanmu sendiri. kamu terluka dengan keputusan ini," ucap Raffa lirih

"Tapi mau bagaimana lagi Bang? Inikan sudah perjodohan. Lagi pula semua keputusan sudah diambil dan Asya harus menerima takdir ini," ucap Asya dengan begitu lirih

"Iya Abang tau tapi-" ucap Raffa terpotong

"Sudahlah, Bang," ucap Asya menyela sambil mengusap air matanya

Asya juga menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Ia tak pernah menyangka jika takdirnya akan seperti ini. Takdir yang tak pernah diduganya. Seseorang yang dicintainya harus menikah dengan saudara kandungnya sendiri. Seseorang yang berjanji akan menikahinya malah datang ke rumahnya sebagai calon kakak iparnya. Miris sekali.

"Takdir memang nggak pernah minta persetujuan kita. Ia mengalir begitu saja tanpa mau memahami perasaan setiap orang," ucap Raffa

"Terkadang apa yang menurut kita baik ternyata malah sebaliknya," ucap Asya terkekeh miris

"Mau melawan pun tak bisa karena ini sudah menjadi ketentuan dari Allah," ucap Raffa

"Abang benar sekali," ucap Asya sambil tersenyum getir

"Assalamualaikum," salam seseorang yang hadir diantara Raffa dan Asya

Asya memejamkan matanya saat mengetahui pemilik suara itu. Orang yang sudah mematahkan hatinya. Orang yang sudah berjanji akan melamarnya. Dia adalah gus Kafka. Seorang pria yang telah berhasil mendobrak hatinya Asya. Dan gus Kafka juga telah berhasil menghancurkan kepercayaan Asya.

"Waalaikumsalam," jawab keduanya

"Maaf mengganggu waktunya gus Raffa dan ning Asya," ucap gus Kafka pelan

"Tidak apa kok. Apa ada yang ingin disampaikan kepada Asya?," tanya Raffa

Gus Kafka mengangguk.

"Boleh saya bicara sebentar? Asya, saya minta maaf. Saya-," ucapan gus Kafka terpotong

"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi gus. Semuanya sudah cukup jelas bagi saya," ucap Asya membuat gus Kafka tersentak

"Kenapa kamu berbicara seperti itu Asya?," tanya gus Kafka lirih

"Ini yang saya takutkan dari awal, kekecewaan. Seharusnya saya sadar bahwa berharap kepada selain Allah itu hanya akan mengecewakan terutama berharap kepada manusia," ucap Asya terkekeh miris

Gus Kafka sesak mendengar ucapan Asya. Ucapan yang keluar dari hati yang paling dalam. Hati yang telah dilukainya.

"Boleh pinjam handphone gus Kafka?," tanya Asya membuat gus Kafka bingung

Raffa mengernyitkan keningnya melihat tingkah Asya. Lalu gus Kafka menyerahkan handphonenya kepada Asya.

Asya mengotak-atik handphone milik gus Kafka sebentar. Tak lama kemudian, ia menyerahkan kembali handphone itu kepada pemiliknya.

"Tolong dengarkan lagu ini di menit ke 01.53 Gus," ucap Asya lirih

Lagunya berjudul Korban Perasaan (Andra Respati feat Elsa Pitaloka)

Lirik lagu yang dimaksud Asya :

Mengapa diriku kau beri harapan...

Jika kini diriku engkau tinggalkan...

Baik dulu engkau katakan...

Agar tak ada korban perasaan...

Gus Kafka dan Raffa tertegun mendengar lirik lagu itu. Hati gus Kafka seperti teriris mendengar setiap lirik dari lagu itu. Asya tersenyum sambil mengusap air matanya yang keluar begitu saja.

"Saya bisa menjelaskan semuanya kepadamu," ucap gus Kafka

"Mau menjelaskan apalagi Gus? Tentang perjodohan yang sudah disepakati kedua belah pihak?," ucap Asya terkekeh

"Saya hanya mencintai kamu, Asya. Saya akan membicarakan hal ini kepada keluarga kita," ucap gus Kafka

"Percuma semua sudah terlambat. Bahkan pernikahan kalian berdua sudah ditentukan," ucap Asya sambil tersenyum getir

"Tapi Asya-," ucap gus Kafka terpotong

"Sudahlah gus. Jaga kakak saya baik-baik ya, Gus. Semoga kalian bahagia. Saya permisi dulu, assalamualaikum," ucap Asya lalu berlari meninggalkan gus Kafka dan Raffa

"Waalaikumsalam," jawab keduanya lirih

'Maafkan saya yang telah mengecewakanmu Sya. Saya sudah tidak pantas lagi untuk kamu cintai' batin gus Kafka pilu

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!