Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: TANTANGAN DARAT KETUA OSIS
Malam harinya, suasana di area Kelas F sangat meriah. Mereka menang telak dan mendapat hadiah kristal energi dan pil yang banyak. Mereka merayakan dengan makan besar dan bersyukur.
Namun Raymond tahu, bahaya sesungguhnya baru akan datang.
Ia duduk sendirian di atap gubuk, memandang bulan.
"Nak, Long Ao itu bukan mainan. Dia punya teknik rahasia dan dukungan dari keluarga besar di kekaisaran. Dia juga sudah mencapai Alam Asal Level 2," peringatan Zhuo Yi.
"Aku tahu Kakek. Tapi aku butuh kemenangan penuh. Kalau aku bisa mengalahkan dia, namaku akan langsung melambung tinggi dan aku bisa mendapat akses ke perpustakaan tingkat tinggi akademi," jawab Raymond.
Tiba-tiba...
WUSH!
Sebuah pedang pendek tertancap tepat di samping kaki Raymond. Di ujung pedang itu terikat surat tantangan.
Raymond membukanya. Tulisan di atas kertas itu tajam dan sombong.
"Besok, di final. Aku akan menghancurkanmu secara perlahan. Aku akan membuatmu merangkak dan menyerahkan Pedang Bayangan Naga serta resep pilmu padaku. Hormatku, Long Ao."
Raymond tersenyum miring. "Hahaha... dia malah memberitahu rencananya sendiri. Bodoh sekali."
Tiba-tiba, dari arah langit, beberapa sosok melayang turun. Itu adalah murid-murid elit yang dikawal oleh Elder Qing.
"Raymond, ikut kami. Kepala Sekolah ingin menemuimu sebelum pertandingan besok," kata salah satu dari mereka.
Raymond mengangguk. Ia mengikuti mereka menuju Menara Pusat Akademi.
Di dalam ruangan yang sangat megah dan tinggi.
Seorang lelaki paruh baya dengan pakaian sederhana namun memancarkan wibawa yang tak terhingga sedang duduk minum teh. Dia adalah Kepala Sekolah Qing Yun, salah satu orang terkuat di seluruh Kekaisaran!
"Kau boleh pergi, Elder Qing. Biarkan aku bicara berdua saja dengannya," kata Kepala Sekolah.
Setelah pintu tertutup, lelaki itu menatap Raymond tajam.
"Keturunan Zhuo Yi... akhirnya kau muncul juga."
Raymond terkejut! "Anda mengenal Kakekku?"
"Tentu saja. Kami pernah bertarung dan berteman ratusan tahun lalu," Kepala Sekolah tersenyum sedih. "Saat dia dihukum dan klannya diserang, aku tidak bisa berbuat banyak karena ada perjanjian kuno. Tapi sekarang kau ada di sini, di bawah tanggung jawabku."
Ia mendorong sebuah kotak kayu ke depan Raymond.
"Di dalam ini ada Ramuan Cahaya Bulan dan peta lokasi masuk ke Runtuhan Kuno Bawah Tanah. Di sana ada sisa peninggalan klan kalian yang disembunyikan Zhuo Yi. Gunakan pertandingan besok untuk menunjukkan kekuatanmu. Hancurkan mereka semua. Biarkan dunia tahu bahwa matahari Zhuo telah terbit kembali."
Raymond membuka kotak itu. Matanya berbinar haru dan tegas.
"Terima kasih, Guru. Aku berjanji... aku tidak akan mengecewakan nama baik Kakek dan nama baik akademi ini."
Keesokan harinya, arena pertandingan dipadati oleh lebih dari sepuluh ribu penonton! Suasana panas dan mencekam.
Pertandingan final telah tiba.
Di sisi kiri, Tim Kelas A dipimpin oleh Long Ao. Mereka tampil gagah, percaya diri, dan didukung oleh sebagian besar penonton dan keluarga bangsawan.
Di sisi kanan, Tim Kelas F dipimpin oleh Raymond. Walaupun jumlah mereka sedikit dan dianggap kelas bawah, aura yang mereka miliki kini setara dengan elit manapun!
"PERTANDINGAN FINAL DIMULAI!!"
Wasit baru saja menurunkan tangan...
SYUUUUUUUT!!!
Tiba-tiba tiga orang anak buah Long Ao melempar perangkap jaring baja beracun ke arah Da Wei dan Lin Mei! Mereka menyerang duluan tanpa hormat!
"HAHAHA! MATILAH DULU SAMPAH-SAMPAH ITU! BIAR RAYMOND LIHAT TEMANNYA MATI!" teriak mereka gila.
"JAHAT!" teriak penonton.
Namun...
TRANG! TRANG! TRANG!
Tiga pedang kecil melesat dari tangan Raymond, memotong jaring-jaring itu sebelum sempat menyentuh teman-temannya!
"Kalian urus yang lain. Long Ao... milikku!"
Raymond melesat maju. Long Ao juga tidak mau kalah.
WUSH!
Dua sosok itu bertabrakan di udara!
Pedang Emas Long Ao bertemu dengan Pedang Hitam Raymond!
DDDAANNGGGGGG!!!
Cahaya menyilaukan meledak! Gelombang angin menerpa penonton hingga mereka harus menutup wajah!
Keduanya mendarat di sisi berlawanan.
Long Ao tersenyum lebar. "Bagus! Akhirnya ada lawan yang seru! Tapi lihat ini!!"
Long Ao merobek bajunya, memperlihatkan tato naga merah di punggungnya. Tubuhnya membesar sedikit, urat-uratnya menonjol.
TEKNIK RAHASIA: TRANSFORMASI NAGA IBLIS!
Kekuatannya melonjak menjadi Alam Asal Level 3!
"HAHAHA! RAYMOND! AKU AKAN MENGHANCURKANMU DENGAN KEKUATAN INI! SERAHKAN SEGALANYA!"
Long Ao menyerang dengan gila. Serangannya berat, cepat, dan ganas! Setiap tebasan meninggalkan retakan di udara!
Raymond terus bertahan, mundur perlahan untuk mempelajari jurus lawan.
"Masih kurang! Masih kurang kuat!" ejek Long Ao makin ganas.
Tiba-tiba, Raymond berhenti mundur. Ia menatap Long Ao dengan mata dingin.
"Sudah puas main-main? Kalau begitu... aku mulai serius."