NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:219.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Acara Dagelan

"Sa, Mifta mau melamar Nala." Kata Arsha pagi itu.

Setelah sholat subuh berjamaah di Masjid, keduanya tak langsung pulang. Mereka berdua sengaja berjalan - jalan, menikmati udara pagi Desa Banyu Alas yang masih bersih.

"Mifta atau Nala udah bicara sama kamu?" Tanya Arsha.

"Nala sudah bilang, Mas. Kalau Mifta, belum secara langsung. Cuma waktu itu sempat bicara ke arah sana via telfon." Jawab Aksa.

"Gimana menurutmu?" Tanya Arsha.

Aksa menghela nafas berat. Sebagai seorang Ayah, ia tentu masih belum rela melepaskan anak gadisnya. Namun, melihat usia keduanya yang sudah sama - sama matang dan juga melihat kesiapan Nala dan Mifta, Aksa tak mungkin menahan mereka berdua untuk menikah.

"Ya mau gimana kalau gak di persilahkan, Mas? Mereka sudah sama - sama dewasa, kalau memang mau menyempurnakan separuh agamanya, itu hal yang wajar, kan?" Kata Aksa.

"Lagi pula, aku takut nanti terjadi hal yang gak di inginkan kalau di tahan terlalu lama." Imbuh Aksa. Pikirannya kemudian kembali melayang pada Rustam dan Wiwid yang sekarang masih berada di Kurungan Nyowo.

"Yasudah, nanti sore aku datang ke rumahmu sama Raina dan Mifta." Kata Arsha yang langsung membuat Aksa menoleh.

"Lha kok buru - buru to, Mas?" Tanya Aksa.

"Lha jaremu mau ho'o. Piye to kowe ki, Sa? (Katamu tadi iya. Gimana to kamu ni, Sa?") Arsha justru mendelik ke arah saudara kembarnya.

"Yo mosok bar ho'o gek ndang - ndang! Yo ngesok opo piye ngono lho. (Ya masak abis iya, terus cepet - cepet! Ya besok apa gimana gitu lho.)" Kekeh Aksa.

"Yo nek ra ndang - ndang piye? Selak muleh kuto to, Miftane. (Ya kalau gak cepet - cepet gimana? Keburu pulang ke kota to, Miftanya)." Jawab Arsha.

"Kamu ni sebenernya mau nerima lamaran gak to? Kok kayaknya setengah hati." Ledek Arsha.

"Halah! Mas Arsha ini kayak gak pernah ngerasain aja. Dulu waktu Aci mau di lamar, gimana rasanya, jal?" Gerutu Aksa yang membuat Arsha tertawa.

"Yaudah, pokoknya nanti sore aku kerumahmu lah. Melas Mifta kalo lama - lama." Kata Arsha sedikit memaksa.

"Eh, Mas, tapi kalo mereka nikah nanti, gimana ya?" Kata Aksa.

"Gimana apanya to, Sa? Ya tinggal di nikahkan to." Jawab Arsha dengan santai.

"Enggak, masak kita besanan, Mas? Kan lucu ya, besannya kakak - adek." Kata Aksa yang kemudian tertawa.

"Lah iya ya, Sa. Tapi ya gimana? Wong yang nikah anak angkatku." Jawab Arsha yang juga terkikik.

"Mas Arsha sama Mbak Raina sih, semangat banget mupu anak. Mbok ya, bagi - bagi." Kata Aksa.

"Lah kalo tak bagi, apa gak lebih lucu? Masak saudara angkat nikah?" Kata Arsha yang memecah tawa mereka.

"Nanti juga Mifta ya jadi mantumu, to, Sa." Imbuh Arsha.

"Terus, Nala jadi mantumu juga." Sahut Aksa yang membuat mereka kembali tertawa.

"Lagian mereka itu, kok ya kayak gak ada yang lain gitu lho." Ujar Arsha.

"Ya udah jodoh, Mas. Mau gimana lagi, coba?" Kata Aksa.

"Ya seenggaknya, aku melepas anak perempuanku ke laki - laki yang tepat." Imbuhnya sambil menatap hamparan sawah di sekitarnya.

...****************...

Sore itu, mereka semua sudah bersiap menuju ke rumah Aksa. Namun, sedari tadi mereka semua tak berhenti terkikik geli, terutama Arjuna dan Mifta.

"Ya Allah, gek lakon opo to, iki?" Kata Arsha yang juga terkikik geli.

Tiga pria berbeda generasi itu sampai mengusap sudut mata mereka yang basah karena tertawa.

"Gara - gara kamu sama Nala ini, Mif! Gak lucu banget kayak gini jadinya." Kata Arjuna sembari menendang bokong Mifta.

"Ya gimana, Jun. Cintanya mentok di Nala." Jawab Mifta sambil terkekeh.

"Udahlah, kamu jalan sendiri. Masak ke sebelah aja harus di temenin. Biasanya aja slonang - slonong sendiri kok." Kata Arjuna yang kemudian kembali duduk di sofa.

"Heh! Ya gak gitu to. Ayo to, Jun, keburu magrib." Kata Mifta sambil menarik - narik tangan Arjuna seperti anak kecil meminta mainan.

"Yah! Ini lah, Yah. Urusin anakmu yang satu ini. Aku tak nunggu di rumah Bopo aja." Kata Arjuna sambil tertawa.

"Gimana to, ini? Kok malah kocar - kacir kayak gini. Mas Juna sini aja, ayo kita kesebalah sekarang." Omel Raina yang membuat Arjuna bertahan di sana.

Mereka pun akhirnya datang ke rumah Aksa. Masih dengan berusaha menahan tawa geli yang menggelitik perut.

"Assalamualaikum." Ucap Arsha ketika sampai di sana.

"Waalaikumsalam." Jawab mereka yang berada di rumah Aksa.

"Bwuahahahahahah!" Tawa mereka seketika pecah.

Mereka semua tak mampu menahan tawa dengan kondisi yang di buat seolah formal ini. Bahkan, Abimanyu yang biasanya profesional, kali ini ikut tertawa hingga terbatuk - batuk.

"Yang Kung, minum nih." Kata Shima sembari memberikan Yang Kungnya air putih untuk meredakan batuk.

"Yang Kung makanya jangan ketawa kuat - kuat. Batuknya kayak abis keselek biji dondong." Omel Shima yang nampak khawatir sambil mengusap - usap bahu Yang Kungnya.

"Matur suwun njih, Cah Ayu." Ucap Abimanyu.

"Tolong jangan terlalu resmi. Gak kuat aku, Mas." Kata Aksa.

"Masak mau minta izin, gak serius. Gimana to, Sa?" Jawab Arsha.

"Lah, Ayah sok ngomong gitu. Padahal dari tadi ya sebenernya gak kuat." Ujar Sashi.

"Wes, uwees, Mif, La. Sudah Bopo izinin. Wes gek mulih wae nak ora isoh mbalek neng setelan awal. (Sudah pada pulang aja kalau gak bisa kembali ke setelan awal.)" Kata Aksa sambil memegangi perutnya yang terasa kaku. Ia sungguh tak sanggup dengan drama ini.

"Tuh kan, Mif. Ayah bilang juga apa, pasti langsung diizinin." Kekeh Arsha.

"Padahal belum sempet nyampein tujuannya loh. Apa gak hebat Ayah, Mif." Timpal Arjuna yang kini sudah terduduk di teras rumah Aksa.

"Udah - udah, mending kita nongkrong di teras aja. Ra nggadek, blas! Gek nembung model gimana to ini." Kata Abimanyu dengan sisa - sisa tawanya.

"Nduk, itu kue sama minuman nya di bawa ke sini aja. Udah gagal acara formalnya." Kata Saira yang juga geli sendiri.

Pada akhirnya, mereka semua duduk di teras seperti biasa saat sedang berkumpul dan bersantai bersama.

"Ini vibes nya kayak resmi banget, sampe Buna nyediain kue loh." Kata Meshwa sambil mencomot kue lemper.

"Untung pada gak pake baju batik." Timpal Arunika yang kembali membuat mereka tertawa.

"Udah, gek bilang, kapan kira - kira mau nikah?" Tanya Aksa to the point.

"Gak usah pake acara lamar - lamaran. Gak bisa, gak bakal kuat kita." Imbuh Aksa kemudian.

"Po! Bopo ini, Mbok ya wibawa dikit gitu lho jadi mertua." Ledek Sashi.

"Halah, gak usah wibawa - wibawaan, Mbak. Orang kenthirnya Bopo juga dia paham." Jawab Aksa yang kembali memecah tawa mereka.

"Kalau tanggal nikahnya, ya manut Bopo, Ayah sama Yang Kung aja." Jawab Mifta.

"Yasudah, gampang. Nanti Yang Kung carikan tanggal baiknya." Kata Abimanyu.

"Terus, Nala ada yang mau di minta, untuk maharnya?" Tanya Arsha.

"Terserah Mas Mifta aja, Yah. Yang penting gak memberatkan Mas Mifta tapi gak merendahkan Nala." Jawab Nala.

"Terus, mau rame - rame atau akad aja ini?" Tanya Arjuna.

"Yo rame - rame to, Nang. Masak anak Pak Kades gak rame - rame." Jawab Aksa.

"Tapi gak usah pake iring - iringan lah, ya. Pas Akad yawes mantennya gek akad. Gak usah ada sambutan segala macemnya. Pasti yang ada kita cuma ketawa aja nanti." Usul Saira.

"Bukannya haru, malah kudu kemekel tok!" Imbuh Raina.

"Yaudah, deal, ya. Berarti kita tunggu hari baiknya saja dari Yang Kung." Kata Arsha yang memberi kesimpulan.

"Peeh! Peeh! Kok enak banget to, nikahmu Mif... Mif... Agak lain emang keluarga ini." Kata Arjuna yang kembali memecah tawa mereka.

1
adning iza
ya Allah klo ngga bkin heboh dn ge²r bukn kluarga bopo banyu alas🥰🥰🥰🤣🤣🤣
Ani Sukmayati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ cima cima bikin geger sekabupaten 😜😜😜
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
arep tak benerke Wedi saru 🫣🫣🫣
Rusi Rusi
kalau Shima masuk jadi rame ya Thor. lanjut lagi thor
Eka
dasar si dipta ada2 saja lanjut thor keseruan shima bukin gemes🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
langsung lembur ya Jun 🙄🤣🤣😁😆
cipa
wkwkwkwk Cima cima tesih subuh wes gawe geger manten anyar 🤣🤣🤣🤣
amilia amel
kalo nggak ada cima nggak rameeeee😅😅😅😅😅
Arin
Benerkan. Tadinya aku gak mau baca takut seram. Malam jumat lo😁😁😁.... Pikir memang kemasukan atau ada yang kerasukan. Ternyata yang kemasukan itu Meshwa.... kemasukan bonggol telonya Juna🤣🤣🤣🤣
Gita Mitha Pertiwi
cima subuh2 ws gae ontran2 wae 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya Allah chim subuh2 udah bikin heboh
Herlambang Lutvi
sampai di tegur suami knp km ketawa 🤣🤣🤣 episode full semyum🤭🤭
Intan Nurwulan
Ya ampun cim cim pngen tak karungin dech😂
widi
ya Allah antara kasian sama lucu liat cima di kerjain 🤣🤣
Nuri 73749473729
lanjutt thorr😄
Sri Musdalefi Indra
naah. ayo....mumetkan dibikin cima
tiniteyok
asli Shim kemekel aq bacanya 🤣🤣🤣
dik sugiyantoro
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dah tau kalo shima itu anaknya heboh Dar der dor. ini malah di kerjain ya makin parah lah hebohnya.
💗 AR Althafunisa 💗
Ayo dah 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!