NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: tamat
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan / Tamat
Popularitas:674.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Naka suka Shanum?

Shanum berjalan santai sendirian, baru saja ia menyerahkan proposal itu pada Juna di kelasnya untuk ditelaah dan bahan rapat gabungan nanti, agar Juna paham tema rapat begitupun pada Canza sebagai ketua komisi yang mengawasi langsung kinerja OSIS di lapangan.

Sempat Shanum dimintai Arjuna untuk menelaah dan menemukan titik lemah dari kegiatan sumpah pemuda nanti, agar bisa ia munculkan di permukaan dan dapatkan solusi dan jawabannya dari OSIS. Memang begitu kan kerja MPK, mengawasi, memberikan suara dari siswa satu sekolah demi kebaikan bersama.

Ia tak menemukan sebagian teman-temannya yang kemungkinan besar sedang ikut pertemuan OSIS. Karena seperti biasa hanya akan ada Jemima dan Frizka yang menunggunya istirahat.

Pandu masih bersila melipat kaki diantara kaos kaki setengah bersihnya dengan perasaan gugup, takut dan khawatir, bahkan cilok yang sempat ia kunyah terasa ia telan bulat-bulat saat di grup chat OSIS----Jeevika memanggil mereka untuk merapat ke ruang OSIS. Ucapannya dan Adit tadi pagi nyatanya hanya angan-angan semu, sebab....

Ketegangan kembali menyelimuti ruangan OSIS ini. Setelah Naka mengevaluasi dan meminta deadline pekerjaan masing-masing. Janji para pengurus divisi-divisi yang menurut Naka sudah harus ditunaikan justru anteng saja.

Mulai dari Ghibran, yang selesai menjabarkan program kencleng mingguan untuk sesama dari masjid yang rencananya memang sudah berjalan tapi beberapa kali sempat macet terkendala pendistribusian, terkena semprot Naka.

"Kalo Lo ngga mampu sendiri. Jangan diem aja...gerakin anak forum remaja masjid buat bantu...perangkat kelas sie rohis, gerakin juga pengurus OSIS lain...jangan Lo ngga bisa tapi Lo anteng aja latihan karate." Semprot Naka.

Lalu kini ia menunjuk Adit dan Nimas, yang meski aman-aman saja, tetap...wajah Naka terlihat keruh tak terbantahkan, macam air comberan di depan sekolah membuat keduanya tegang.

Ah, benar...mengenai gerakan jumsih, tentu saja Lutfi dan divisi Humas, Daffa serta Tegar turut kena sembur, sebab ia masih saja kena kritik pihak sekolah tentang penjadwalan yang tidak konsisten dan ketidakseriusan para siswa di gerakan ini.

"Lo mestinya bisa campurin anak-anak yang memang keliatannya rajin sama engga. Jangan kemakan omongan anak-anak yang request disatuin jadwal jumsihnya sama criclenya, yang ada mereka malah ngobrol, bukan kerja malah makin nyampah. Coba rombak lagi jadwal, kerjasama sama perangkat kelas kaya sie. Kebersihan. Masa gitu aja ngga bisa mikir?!" Naka menatap setiap pengurus OSIS seolah akan melahap para anggotanya itu.

Lalu, Chika...ia menyerahkan laporan keuangan, pemasukan dan pengeluaran OSIS.

"Ini yang bulan kemaren ngga disertakan juga, Chik? Sebagai pembanding? Mestinya udah kaya buku jurnal...kita bisa liat dan rekap semuanya, ngga selembar-selembar begini... Sertakan...tempel..." Naka menyerahkan kembali laporan keuangan pada Chika. Dan kini, apesnya bagian Pandu...

Terlalu sibuk stalking dan menggibahi Naka, ia sampai lupa menyerahkan jadwal rutin pengecekan atribut dan razia bersama pak Bowo pada Airani. Ia juga terlupa dengan rundown acara nanti yang akan dibawa sebagai bahan rapat bersama mpk, seharusnya sudah ia rapikan dan serahkan pada Airani atau Jeevika agar dibaca dan dipahami Naka.

"Gue ngga mau tau. Nanti siang beres?!" matanya menatap tajam seolah mengintimidasi.

"Beres Ka, gue usahain...gue sempet simpen file salinannya di laptop OSIS..." tunjuk Pandu ke arah meja samping Naka, "ntar gue cari sama kroscek lagi."

"Gue tunggu balik sekolah disini. Pertemuan gue cukupkan sekian...yang belum setor tugas kerjanya, kasih Jeevika, Airani atau Savero." Naka membawa serta lampiran proposal itu untuk dibawa dan bertemu dengan pak Bowo. Juga seluruh laporan bulanan mereka.

.

.

Sepeninggal Mainaka suasana tegang mulai terurai, Pandu bahkan sudah merebahkan dirinya, "gue kira Naka ngga akan minta sekarang, anjirrr. Ketinggalan sumpah, belum gue rapiin juga."

Savero tertawa, "lah, Lo sendiri yang sering bilang temen gue itu ketos galak, disiplin, modelan Fir'aun...masih aja Lo nyantai, bikin kesalahan..."

Chika berdecak, "Naka lagi kumat PMS nya ya, Ro? Kemaren justru anteng banget...laporan gue ada coretannya aja dia ngga ngambek. Sekarang gue kena semprot?"

"Jangankan lu, gue aja temennya tetep kena....ngga ngaruh kalo lagi mode begini, status ngga laku buat Naka..." Lutfi bersuara, tapi ia terlihat anteng, macam sudah biasa menghadapi Naka---justru saat ini ia mainan ponsel dan meminta Gistara sang wakil menghubungi sie kebersihan setiap kelas untuk bertemu dengannya.

"Lah gue kira Naka lagi ada masalah sama pacarnya makanya marah-marah sekarang, imbasnya sama anak-anak OSIS..." ujar Adit ikut bersuara, kini Airani yang mengernyit, "Naka, pacar? Siapa?"

Cika, Pandu dan Adit saling berpandangan.

Savero, dan Lutfi tertawa.

"Kasih bocoran dong Ro...siapa pacar Naka...kalii aja bisa kita ajak jadi anggota OSIS, jadi pawang Naka kalo kita ada buat salah..."

"Bukannya Lo sering pada stalkingin Naka ya?" kini Lutfi yang bertanya mencibir.

Pandu berdecak, sembari meraih laptop OSIS, "ngga tau gue...mentok di pembaruan postingannya sama cewek sambil benerin sepeda. Cewek Naka bocah ya?"

Savero menaikan alisnya, pasalnya ia pun tak begitu tau...mereka berteman, tapi ia tak sekepo itu memaksa Naka untuk bercerita setiap saat.

"Masa sih, Naka ada posting begitu?" tanya Lutfi terlihat kaget. Chika tertawa, "Lo temen apaan sih ngga tau temennya posting hal penting..."

Lutfi mengalihkan pada Ig milik Naka, "ya menurut gue ngga penting...gue kan taunya Naka sukanya cewek-cewek tipe Shanum."

Chika tersedak salivanya, Pandu melotot dibuat berhenti bernafas dan Adit, "an jing. Shanum temen gue?"

Savero mendorong kepala Lutfi yang bocor.

"Lah, num-num...ah masa sih, sumpah Lo ngga boong, ngga keliatan banget gelagat sukanya?!" Chika benar-benar dibuat terkejut mendapati kenyataan itu.

"Ya bisa aja, Shanum kan cantik...kalem, ngga doyan gosipan kaya lo bertiga."

"Tapi kayanya bakalan ditolak juga ngga sih sama Shanum?" Chika bicara pada Pandu.

"Temen gue itu... jangankan Naka, Arjuna aja dia cuekin..." angguk Adit. Savero mendengus, "sayang banget...padahal kalo Shanum bisa taklukin Naka, Lo semua punya pawangnya Naka."

Teman jahat memang, Chika, Adit dan Pandu saling pandang, lalu tertawa bersama, "jahat banget annjirr...gue ngga setega itu buat tumbalin temen sendiri."

"Lah, tumbal, dikira Naka siluman!" Tawa Lutfi.

"Lah, nada bicara Vero barusan begitu...ngarah kesitu."

"Ya kali aja Lo semua mau bantu, temen gue tuh...belum punya pawang..." Tunjuk Vero. Airani mendengus mendengar pembicaraan mereka tentang Naka, dan satu yang ia ketahui dari Vero---Lutfi, Naka suka Shanum?

"Kaya sendirinya udah ada aja..." cibir Chika.

.

.

.

.

1
𝔪𝔯𝔰.𝔢𝔩
nah kepepet ini nih jadinyaa 😹
sweet escape
Wkwkkwkww numnum dengan kepolosanny pst kena jebakan naka ya🤭
Maria Kibtiyah
terima kasih teh atas karya nya yg luar biasa
Ei_AldeguerGhazali
Teh sin, ini gaada bonchap nya ini 😍
sweet escape
Hahaa moment nunggu testpack ya wkakakakaka
Bb.Mimi
mksh kak..suka banget..brasa ikut muda.biar skrg nenek²😂lucu lg
merry yuliana
ahhhhhhhh kok tamat tehhhhh selamat kehamilanny num ka .. awet langgeng selalu yaaa

huraiiiii panji mahad otw
sehat dan semangat terus teh cantik

ditunggu kisah panji mahad dlll ng udh antriiii jiga entok 🤣.....
love you teh

ditunggu next nya 😍😍😍
Baek chanhun
amin doa nya teh,
thanks teh 💪🥰
sweet escape
Hahaha dari bete jadi lope
Nuraisyah
aaaaaahhhh, teteeeeh... belum rela tamaaaattt🥺🥺
sweet escape
Foto waktu udah bete banget ya num num di radar naka😂
sweet escape
Teteeh aku baper🥹🥹🥹🥹🥰🥰🥰🥰
mama_im
aaaaa udah tamat aja, kok gak rela ya pisah sama mereka 😭😭
sweet escape
Hahaa emang tengil dan bedebah kamu jun manas2in naka wkwkkwkw
Opi Sofiyanti
sambungannya nyempil di ucel,.... 🤭🤭🤭
Nuraisyah
udah epilog ajaaa,🥺
Ney Maniez
GK bkl kalahh Naka mah😂
Nuraisyah
rea, anak lu cowo pa cwe,🤣
Dina Okta Eryanti
makasihhh banyak teteh selalu ga rela kl di tinggal kaya gini,tapii emng udh waktu nya harus end,,berasa bngt kita ikut menemani couple dr orok ini.semangatt teteh untk terus berkarya.sekali lagi karya teteh ga pernah gagal semua nya punya pelajaran yg bisa kita ambil,selain dr seru dan menyenangkan untuk di baca jg bikin nagih selalu mau nya up yg banyak"😁 sangking pengen tau terus kelanjutan nya,
sweet escape
Asek ini sm canza yg paling suprot naka num num🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!