Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.
Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.
Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ganas sih, tapi ...
"Gila, gila, gila!"
Alea menutup pintu apartemennya keras. Tubuhnya bersandar di pintu dengan tangan memegang dadanya. Jantungnya masih berdebar-debar keras, rasanya seperti mau copot.
"Gue sama om Damon ..." nafasnya setengah ngos-ngosan.
"Gue di cium sama om-om?!"
Dia heboh sendiri. Kali ini ia menyentuh bibirnya dan mengingat kembali kejadian tadi. Bagaimana lelaki dewasa itu menciumnya dengan ganas. Oh, jadi berciuman rasanya seperti itu?
Alea menggelengkan kepalanya kuat-kuat, seolah ingin menghapus bayangan kejadian itu dari otaknya, tapi justru ingatan itu semakin jelas dan terasa nyata. Hangat. Paksa. Dan entah kenapa, ada getaran aneh yang menjalar dari ujung kaki sampai ke ubun-ubunnya.
"Gila banget... gila banget..." gumamnya lagi, kali ini suaranya lebih pelan, campur aduk antara panik dan malu. Ia meluncur turun dari posisi bersandar, hingga duduk di lantai keramik apartemennya yang dingin.
Pikirannya berputar kacau. Damon. Pria itu adalah sahabat dekat tante Kara, mamanya Kamara. Dan sosok laki-laki yang di kejar-kejar oleh Kamara waktu di Indonesia. Bahkan sampai kemaren Kamara masih nelpon nanyain mereka ketemu apa nggak di negara ini.
Kalau sampai Kamara tahu mereka bukan hanya bertemu tapi tinggal seberangan bahkan udah ...
Alea langsung menggeleng kuat.
"Nggak. Lupain Alea. Lupain. Lagian om Damon ngelakuin itu juga pasti cuma karena gue terlalu cantik dan menawan. Laki-laki kan suka gitu, gairah mereka tinggi kalo sama perempuan cantik dan seksi. Apalagi yang manis kayak gue. Kayaknya gue harus nawarin cewek cakep ke si om deh, biar gue gak jadi korbannya kalo gairahnya lagi bangkit. Tapi ciumannya enak, gimana dong?"
Alea bergulat dengan dirinya sendiri.
"Nggak! Dia emang ganteng, tapi tetap om-om Lea. Lo harus kuat iman." katanya lagi.
Alea menepuk-nepuk kedua pipinya sendiri pelan, berusaha menyadarkan diri dari lamunan yang mulai melayang ke arah yang salah.
"Fokus, Lea! Fokus! Itu cuma kesalahan. Kecelakaan kecil. Nggak ada apa-apanya," ucapnya berusaha meyakinkan diri sendiri, meski suaranya terdengar tidak terlalu yakin.
Ia berdiri dengan kaki yang masih terasa agak lemas, lalu berjalan tertatih menuju sofa. Begitu tubuhnya menyentuh bantalan empuk, ia langsung meringkuk, menarik kedua lututnya ke dada. Pikirannya kembali berkelana.
Benar juga apa yang dikatakannya tadi. Damon itu tipe pria yang... wow. Ganteng, dokter terkenal, berwibawa, dan punya aura dominan yang bikin cewek mana pun klepek-klepek. Wajar kalau Kamara mati-matian ngejar dia terang-terangan. Pria selevel Damon pasti terbiasa dikelilingi wanita cantik. Mungkin ciuman tadi cuma refleks. Dan laki-laki sekelas itu pasti sudah mencicipi banyak perempuan. Apalagi kebiasaan orang di luar negeri kan memang begitu, yang masih perawan malah di anggap cemen.
Laki-laki sekelas Damon, pasti sudah punya pengalaman banyak tidur dengan wanita berbeda.
"Tapi sumpah, bibirnya tebel banget dan empuk," gumam Alea lagi, jari telunjuknya tak sengaja menyentuh bibirnya sendiri. Rasa hangat dan tuntutan dari ciuman tadi seakan masih terasa.
"Ganas sih, tapi... nggak buruk juga rasanya."
Alea menghela napas panjang, lalu memejamkan mata. Bayangan wajah Damon muncul lagi. Tatapan mata tajamnya yang tiba-tiba berubah gelap saat menatapnya. Cara tangannya mencengkeram pinggangnya dengan kuat, seolah Alea adalah miliknya. Jantung Alea berdegup lagi, perutnya terasa melilit aneh.
"Ya ampun Alea! Lo gila ya?!" ia membentak dirinya sendiri dalam hati.
"Gak boleh mikir yang nggak-nggak! Dia itu umurnya jauh banget sama lo!"
Setelah berdebat dengan dirinya sendiri, Alea memilih mandi biar tubuhnya segar. Dia sampai lupa di rumahnya ini ada kecoa. Ciuman Damon tadi membuatnya melupakan banyak hal.
Sementara itu di apartemennya, Damon duduk tenang di sofa. Masih berpikir keras dengan raut wajah yang tidak menyangka pada apa yang baru saja dia lakukan.
"Kau sudah gila Damon. Bisa-bisanya kau ..."
Ia terdiam lama. Tapi tadi, ia sangat gemas dan tidak tahan mencium bibir Alea. Ia sudah menahannya dari semalam. Gadis itu memang tidak menggodanya. Tapi segala tindakan yang dia lakukan membuat Damon betul-betul harus mati-matian berperang dengan dirinya sendiri.
Dari semua perempuan yang pernah di kenalnya. Alea adalah perempuan pertama yang membuatnya bereaksi dan hampir gila karena harus menahan dirinya mati-matian.
Semalam saja dia harus mandi lama untuk meredam gairahnya.
Damon mengusap wajahnya kasar.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, gadis pengacau." gumamnya. Matanya beralih ke jam dinding.
Pukul 8 pagi. Dia langsung teringat kalau hari ini ada operasi besar. Damon segera bangkit untuk bersiap-siap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu jam kemudian, Alea sudah tiba di kampus baru tercintanya. Ia sangat menyukai kampus ini karena katanya ini kampus bangunannya bagus sekali.
Langkah Alea terhenti pada saat melihat Elora, teman baru yang langsung akrab dengannya kemarin. Jangankan langsung akrab, mereka bahkan masuk club malam akibat kesalahan gadis itu yang mengira itu tempat makan.
Alea masih tidak habis pikir dengan Elora. Bisa-bisanya otaknya lebih polos darinya.
"Elora!"
Gadis yang di panggilnya terus berjalan, tidak mendengar panggilannya. Tapi cara jalannya aneh. Melihat kanan-kiri seperti seorang pencuri. Dahi Alea berkerut. Ia ikut berhenti saat melihat Elora berjalan dengan langkah mencurigakan.
Tiba-tiba gadis itu berlari ke semak-semak dan bersembunyi di sana. Alea makin heran serta bingung. Kakinya berhenti melangkah, lalu melihat sosok yang tengah berjalan di depan sana.
Pak Anthony?
Elora sembunyi dari dosen galak mereka? Kenapa? Alea dengan hati-hati melangkah perlahan-lahan ke semak-semak, berjongkok di belakang Elora seperti pencuri takut keciduk.
"Lo kenapa sembunyi? Takut sama pak Anthony?"
Elora hampir melompat karena suara itu membuatnya kaget setengah mati.
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino,,,,
semoga mereka berdua berjodoh 🤣
kocak bget alea el,buat pusing anthony..selama 3 ntar jd pcr pak anthony el🤣🤣
Alea jodohnya om damon, dan pak anthony dosen killer jodohnya elora😃
elora kena hukuman selama 3 bulan kasian, pastinya pak dosen anthony pusing, menghadapi alea dan elora...
thankyou mae dah update 2x
yang di gibahin muncul kaya jalangkung.....😂