NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suara Azan subuh, terdengar merdu menyapa seluruh umat muslim untuk menunaikan kewajibannya, tak terkecuali wanita cantik yang sedang galau di bawah selimut tebal yang membungkus tubuhnya.

Siapa lagi kalau bukan Nafiza Az-zahra yang semalamam menangis meratapi nasibnya yang malang, sehingga membuat matanya terasa berat dan kepalanya terasa berputar saat bangun. Ia berusaha bangkit dari tempat tidur, menarik napas dalam.

Lalu gegas menyeret langkahnya ke kamar mandi, untuk mengambil wudhu. Setelah itu gegas ia menunaikan shalat subuh terlebih dahulu lalu menyempatkan diri untuk membaca surah Ar Rahman.

Setelahnya ia tak lagi tidur, ia menuju dapur membantu Uminya menyiapkan sarapan pagi. Aroma nasi goreng memenuhi ruang makan, membawa kehangatan yang lama tak dirasakannya.

Suasana di rumah terasa nyaman, jauh berbeda dengan suasana dingin dan tegang saat di rumah Farhan dulu. Ia merasa bersyukur bisa kembali ke keluarganya, tempat di mana ia dicintai dan dihargai dengan tulus.

"Naf, nanti siang temani Umi ke toko kue, ya. Umi mau ngecek stok bahan kue," ajak Uminya sambil tersenyum hangat, ia tahu putrinya masih rapuh. Ia berniat mengalihkan perhatian sang putri tercinta dengan mengajaknya keluar.

"Iya, Umi," jawab Nafiza, berusaha menyembunyikan mata sembabnya. Ia senang bisa membantu Uminya, berharap kesibukannya bisa mengalihkan pikiran dari masalah yang sedang ia hadapi.

"Asikk! Zahra ikut ya Umi!" sambar Zahra, adiknya Nafiza, yang kini masih duduk di bangku SMP.

"Baiklah, kita pergi bertiga," putus Umi Maryam, sambil tersenyum pada kedua putrinya.

 ________&________

Di sisi lain kota, Farhan terbangun dengan perasaan tak karuan. Percakapan telepon dengan ibunya semalam terngiang di benaknya. Ia merasa kesal, kecewa dan juga bersalah karena telah mengecewakannya mereka.

Lagi-lagi bayangan Riana kembali menghantui pikirannya. Ia yakin, Riana adalah wanita yang tepat untuknya dan ia akan membuktikan pada kedua orang tuanya dan juga semua orang bahwa ia akan bahagia dengan pilihannya. Meskipun bayangan wajah cantik alami Nafiza juga menyelip pikirannya, namun ia mencoba menepisnya.

Setelah bersiap, Farhan bergegas menuju apartemen Riana. Ia ingin menghabiskan waktu bersamanya, melupakan semua masalah. Ia berpikir, kehadiran Riana di sisinya akan meringankan beban pikirannya.

Sesampainya di sana, Farhan langsung masuk setelah menekan kata sandi yang sudah ia hafal. Pintu terbuka, dan Riana menyambutnya dengan senyuman yang membuat Farhan merasa tenang.

"Pagi Mas, Ayo kita sarapan dulu, aku sudah buatkan sarapan kesukaan kamu!" Ajak Raina sambil menarik tangan Raihan menuntunnya menuju meja makan.

Farhan tak membantah Ia mengikuti langkah sang kekasih menuju ruang makan, aroma roti panggang dan susu hangat memenuhi ruangan.

"Wah! Ini sangat enak sayang, kau memang yang terbaik!" puji Raihan setelah mengigit roti bakar buatan Raina.

Raina tersenyum lebar matanya memancarkan kepuasan tersendiri. "Ya dong! Aku akan selalu membuat kamu senang Mas! Apapun buat Kamu!" balas Raina sambil tersenyum.

Setelah sarapan mereka pindah ke ruang tamu, mereka tertawa, bercanda, dan bermesraan, seolah tidak ada masalah yang menghantui. Namun, di sela tawa itu, bayangan Nafiza kembali melintas di benaknya, menimbulkan rasa yang aneh dan juga sesal.

"Mas! Kapan kita meresmikan hubungan kita?" tanya Riana sambil memainkan kancing kemeja Farhan, nadanya lembut namun menuntut.

Farhan terdiam sejenak. "Secepatnya, sayang. Mas harap kamu bisa bersabar sebentar lagi, setelah proses perceraian aku dan Nafiza selesai, Mas akan memperkenalkan kamu pada kedua orang tua Mas," ucapnya ragu. Ia tahu orang tuanya tidak akan setuju. Tapi ia tak akan menyerah, ia akan tetap menikahi Riana dengan restu atau tidaknya orang tuanya. Ia membelai rambut Riana, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

_________&&_______

Siangnya, Nafiza, Zahra, dan Uminya sudah siap menuju toko kue. Keluarga Nafiza memiliki jaringan toko kue yang cukup terkenal, yang telah mereka bangun dengan kerja keras selama bertahun-tahun. Jadi, jangan heran kalau Nafiza jago bikin kue. Bakatnya itu sudah mendarah daging, warisan dari sang Umi.

Akhirnya, mereka tiba di depan sebuah toko yang bertuliskan 'Bakery Cake Umi Maryam'. Ketiga wanita cantik beda usia itu turun dari mobil dan masuk ke dalam toko yang tidak terlalu besar, tapi terlihat sangat rapi, bersih, dan cozy. Aneka kue berjejer rapi di etalase kaca. Ada chocolate cake yang bertabur almond, strawberry shortcake yang menggoda, dan cookies dengan bentuk-bentuk lucu yang membuat anak kecil menjerit kegirangan.

Aroma roti panggang yang baru keluar dari oven langsung menyerbu indra penciuman para pelanggan. Seorang ibu muda menggandeng anaknya, menunjuk cupcake warna-warni di etalase. Tawa riang anak kecil itu membuat hati Nafiza sedikit terenyuh.

"Selamat siang, Umi!" sapa salah satu staf toko, begitu melihat sang pemilik datang.

"Assalamualaikum, Mona!" koreksi Umi Maryam dengan senyum lembutnya.

"Assalamualaikum, Umi!" ulang Mona, sambil cengengesan.

"Waalaikumsalam!" jawab Umi Maryam, diikuti kedua putrinya.

Setelah menyapa para staf, Umi langsung mengecek stok bahan kue. Sementara itu, Nafiza dan Zahra langsung menuju dapur, sudah tidak sabar ingin berkreasi dengan adonan dan menciptakan hiasan kue yang unik. Nafiza meraih piping bag, mencoba fokus pada dekorasi kue. Tapi, pikirannya malah terbang ke Farhan. "Apa dia juga memikirkan, ku?" batinnya. Lalu buru-buru Ia menggelengkan kepala, berusaha mengusir pikiran itu jauh-jauh. "Naf, fokus! Saatnya move on dan lanjutkan hidupmu!" sugestinya pada diri sendiri.

Di dapur, Zahra dengan semangat 45 mencampurkan adonan kue. "Kak Naf, kita bikin macaroon yang lagi viral itu, yuk!" serunya tak sabar.

Nafiza tersenyum tipis. "Ide bagus! Kamu cari resepnya, ya. Nanti kita bikin sama-sama."

Zahra mengangguk cepat dan gegas jari lentiknya menari lincah di atas keyboard ponselnya mencari resep macaroon di YouTube. Sementara itu, Nafiza mulai menyiapkan buttercream. Tangannya bergerak otomatis, sudah sangat hafal takaran dan langkah-langkahnya.

Tiba-tiba, Uminya masuk ke dapur. "Naf, ada pesanan kue anniversary dari pelanggan setia Umi, dia tinggal di daerah elit deket sini," jelasnya.

"Terus, apa ada yang bisa Naf bantuin?"

"Ya, kamu bisa antarin kue ini gak? Kurir yang biasanya bertugas lagi pada diluar semua. Tolong ya, Nak, Umi nggak enak mau nolak," lanjut Umi penuh harap sambil memasang wajah memelas yang selalu bikin Nafiza nggak tega nolak.

Nafiza menghela napas. Sebenarnya, ia ingin menolak. Tapi, di sisi lain, ia nggak tega liat Uminya udah pasang muka puppy eyes andalannya.

"Yaudah deh, Umi. Naf anterin," jawab Nafiza akhirnya, pasrah.

"Makasih ya nak! Alamatnya di komplek Diamond Hills, blok A nomor 10. Jangan ngebut ya, Nak, kuenya mahal, soalnya!" canda Uminya sambil tersenyum.

Nafiza cuma bisa geleng-geleng kepala. Uminya emang jago banget bikin dia luluh. "Iya, Umi. Naf hati-hati. Kuenya udah siap kan?"

"Udah kok, ada di depan lagi di siapin sama Mona."

Setelah itu Nafiza membersihkan diri terlebih dahulu, lalu mengambil kue yang sudah di siapkan. Ia memilih menggunakan mobil aja untuk mengantarnya. Dengan hati-hati, nafiza membelah jalanan kota yang mulai ramai menuju alamat yang di sebutkan Uminya.

Pikirannya masih berkecamuk antara masa lalu dan masa depannya nanti. Ia berusaha fokus pada jalan, menghindari lubang dan kendaraan lain. Namun, bayangan Farhan dan Riana terus menghantuinya. Dalam hati Ia bertanya-tanya, apa yang sedang dilakukan pria itu saat ini? Apakah ia sedang bersama kekasihnya itu?

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menitan, Akhirnya, Nafiza tiba di gerbang Komplek Diamond Hills. Ia menunjukkan kartu identitasnya kepada petugas keamanan dan dipersilakan masuk. Komplek itu sangat mewah dan terawat. Rumah-rumah megah berjejer rapi di sepanjang jalan, dikelilingi taman yang indah. Mobil-mobil mewah lalu lalang, menambah kesan eksklusif.

Nafiza mencari blok A nomor 10. Setelah beberapa saat, ia menemukan rumah yang ia cari. Rumah itu sangat besar dan megah, dengan desain modern. Taman di depannya ditata dengan apik, dengan air mancur yang gemericik.

Nafiza memarkir mobilnya di depan rumah, setelah mematikan mesin ia langsung menyelinap keluar sambil membawa kotak kue. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Ia tidak tahu siapa yang akan ia temui di dalam rumah itu.

Bersambung ....

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
riniandara: sama-sama kak, terimakasih juga udah meluangkan waktunya, semoga menghibur ya kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
riniandara: pasti semangat 45 Zayn/Applaud//Applaud/
total 2 replies
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!