NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusasaan sang Iblis dan Amukan Terakhir

Episode 21

Ketegangan di Arena Agung Kota Azure kini telah mencapai titik jenuh yang mampu membuat udara terasa berderak seperti kaca yang hendak pecah. Di satu sisi, reruntuhan tembok stadion masih mengepulkan debu putih, menyembunyikan sosok murid inti yang baru saja dihempaskan seperti sampah. Di sisi lain, Gu Sheng berdiri tegak, auranya yang hitam pekat menyelimuti arena layaknya kain kafan raksasa yang siap menelan siapa pun yang berani mendekat.

Debu dari reruntuhan tembok tiba-tiba terhempas ke segala arah oleh ledakan energi perak yang sangat ganas. Dari balik tumpukan batu, Zhao Ruo merangkak keluar. Kondisinya sangat mengenaskan; jubah putih kebanggaannya kini hanya berupa kain compang-camping yang berlumuran darah dan debu. Rambutnya yang rapi telah berantakan, dan wajahnya dipenuhi luka lecet serta aliran darah dari dahinya.

Namun, yang paling mengerikan adalah matanya. Pupil mata Zhao Ruo telah mengecil, memancarkan kegilaan yang murni. Rasa malu dikalahkan oleh seorang pemuda kota kecil di depan ribuan orang telah menghancurkan kewarasannya.

"Gu... Sheng..." Zhao Ruo mendesis, suaranya terdengar seperti gesekan logam yang berkarat. "Kau... kau telah menodai kemuliaan Sekte Pedang Langit... Kau pikir kau sudah menang hanya karena kau memiliki kekuatan fisik yang besar? Kau belum melihat... apa yang bisa dilakukan oleh seorang praktisi Spirit Sea yang berani mempertaruhkan nyawanya!"

Zhao Ruo mengangkat pedang peraknya yang sudah retak. Tiba-tiba, ia melakukan sesuatu yang mengejutkan semua orang. Ia menggigit ujung lidahnya dan menyemburkan darah esensinya ke arah pedang tersebut.

Sssssss!

Darah itu seketika terserap ke dalam bilah pedang, mengubah warna peraknya menjadi merah tua yang menyeramkan. Energi di sekitar Zhao Ruo mulai berputar liar, membentuk badai energi yang tidak stabil.

“Bocah, waspadalah!” Kaisar Iblis berseru di dalam batin Gu Sheng, suaranya mengandung sedikit ketegangan. “Dia sedang melakukan Pembakaran Esensi Jiwa. Dia menggunakan umurnya sendiri untuk memicu ledakan kekuatan di atas batas kemampuannya. Serangan berikutnya tidak akan hanya berupa Qi, tapi akan menyerang langsung ke arah Lautan Ruh-mu!”

Gu Sheng menyipitkan matanya, menatap musuhnya dengan ketenangan yang mematikan. "Pembakaran jiwa? Sepertinya sektamu benar-benar tidak mengajarkanmu cara untuk hidup dengan martabat."

Gu Sheng tidak mundur satu langkah pun. Sebaliknya, ia menancapkan pedang Penebas Dosa ke lantai arena di depannya, lalu menyandarkan kedua tangannya di atas gagang pedang tersebut, bersikap seolah-olah ia sedang menunggu seorang pelayan yang sedang marah.

"Datanglah," bisik Gu Sheng. "Biarkan aku melihat seberapa banyak esensi jiwamu yang bisa kutelan sebelum kau benar-benar menjadi debu."

"MATILAH BERSAMAKU! TEBASAN PEMALAH JIWA, SERIBU PEDANG MERAH!"

Zhao Ruo meraung, suaranya memecah kesunyian stadion. Ia mengayunkan pedangnya ke arah langit, dan seketika, ribuan bayangan pedang berwarna merah darah muncul di udara, menutupi seluruh cahaya matahari. Setiap bayangan pedang itu memancarkan aura kematian yang sangat tajam, siap untuk mencabik-cabik apa pun yang berada di bawahnya.

Dengan satu gerakan tangan Zhao Ruo, ribuan pedang merah itu meluncur ke bawah menuju Gu Sheng seperti hujan meteor berdarah.

Di tribun penonton, jeritan ketakutan pecah. Orang-orang mulai berlarian menyelamatkan diri, karena mereka tahu bahwa luapan energi sebesar ini akan menghancurkan seluruh stadion.

Mu Chen yang melihat hal ini segera menyadari kesempatannya. "Ini dia! Gu Sheng tidak akan bisa menahan serangan skala besar seperti ini sendirian!"

Ia menoleh ke arah sepuluh tetua Keluarga Mu yang masih tersisa. "Semuanya! Maju sekarang! Gunakan serangan jarak jauh kalian bersamaan dengan serangan Tuan Zhao! Kita harus memastikan Gu Sheng tidak memiliki celah untuk menghisap energi kita!"

Sepuluh tetua Keluarga Mu, yang semuanya berada di tingkat Qi Refinement Puncak dan Setengah Langkah Spirit Sea, segera melompat turun dan mendarat di pinggiran arena. Mereka mulai membentuk formasi gabungan, mengalirkan energi mereka ke arah Gu Sheng secara serentak.

"Jurus Gabungan, Jaring Kematian Bunga Lili!"

Untaian energi berwarna hijau dan biru melesat dari sepuluh arah, membentuk jaring energi raksasa yang mencoba mengunci pergerakan Gu Sheng tepat saat hujan pedang merah Zhao Ruo akan menghantamnya.

Gu Sheng berdiri di tengah-tengah kepungan maut itu. Jaring energi mulai melilit tubuhnya, dan ribuan pedang merah hanya berjarak beberapa meter dari kepalanya.

“Bocah! Apa kau masih mau berlagak tenang?!” Kaisar Iblis berteriak gemas.

Gu Sheng tiba-tiba menyeringai, sebuah senyuman yang begitu jahat hingga membuat seluruh stadion seolah-olah gelap seketika.

"Aku tidak sedang berlagak tenang..." bisik Gu Sheng. "Aku hanya sedang menunggu... agar mereka semua berada dalam satu jangkauan."

Gu Sheng menarik napas panjang, sebuah tarikan napas yang seolah-olah menyedot seluruh udara di arena. Ia memicu Gerbang Pertama dan Gerbang Kedua ke tingkat maksimum, lalu ia membiarkan Dantian Penelan Langit-nya terbuka lebar sepenuhnya tanpa ada hambatan sedikit pun.

"Teknik Penelan Langit, DOMAIN LUBANG HITAM!"

BOOOOOOOOOOMMMMMMM!

Sebuah ledakan kegelapan yang sangat pekat meledak dari tubuh Gu Sheng, membentuk kubah hitam raksasa berdiameter dua puluh meter. Segala sesuatu yang menyentuh kubah hitam ini seketika lenyap, jaring energi Keluarga Mu terputus dan tersedot masuk, dan ribuan pedang merah Zhao Ruo lenyap saat menyentuh permukaan kubah hitam itu seolah-olah mereka tidak pernah ada.

Dunia seolah-olah menjadi sunyi di dalam kubah hitam itu.

Gu Sheng berdiri di pusat kegelapan, matanya yang merah menyala menembus lapisan kubah hitam, menatap ke arah sepuluh tetua Keluarga Mu dan Zhao Ruo yang kini ternganga karena tidak percaya.

"Kalian ingin mengeroyokku?" Gu Sheng bertanya dengan suara yang terdengar seperti suara dari banyak orang yang digabungkan menjadi satu. "Terima kasih atas kiriman makanannya."

Gu Sheng menghentakkan kakinya ke tanah.

"TARIK!"

Daya hisap dari kubah hitam itu meningkat sepuluh kali lipat secara mendadak. Sepuluh tetua Keluarga Mu yang berada di pinggiran arena seketika terseret secara paksa ke arah pusat kubah hitam. Mereka berteriak ketakutan, mencoba menancapkan senjata mereka ke tanah, namun semuanya hancur terseret oleh gravitasi yang tak masuk akal.

"TIDAK! LEPASKAN!"

"AMPUN, TUAN MUDA GU!"

Gu Sheng tidak menunjukkan sedikit pun belas kasihan. Saat kesepuluh tetua itu tersedot masuk ke dalam domain hitamnya, ia mengayunkan Penebas Dosa dalam satu putaran penuh.

KRAK! KRAK! KRAK!

Setiap hantaman pedangnya menghancurkan tulang dan memecahkan Dantian mereka secara bersamaan. Dan di dalam domain hitam tersebut, proses penyerapan terjadi jauh lebih cepat. Hanya dalam beberapa tarikan napas, sepuluh praktisi tingkat tinggi itu berubah menjadi mumi kering dan hancur menjadi debu bahkan sebelum mereka sempat jatuh ke tanah.

Gu Sheng merasakan energi yang meledak-ledak di dalam tubuhnya. Sepuluh praktisi tingkat tinggi dan esensi jiwa Zhao Ruo sedang diproses oleh Dantian-nya.

Krak!

SPIRIT SEA TINGKAT KEDUA!

Kultivasinya melonjak lagi di tengah pertempuran.

Zhao Ruo, yang merupakan sumber utama dari energi merah tadi, kini berlutut di tanah, tubuhnya gemetar hebat. Ia telah membakar esensi jiwanya, namun serangannya justru dijadikan makanan oleh Gu Sheng. Rambutnya kini telah memutih sepenuhnya, dan wajahnya tampak seperti orang tua berusia delapan puluh tahun.

"Kau... kau benar-benar iblis..." bisik Zhao Ruo, suaranya sudah tidak lagi memiliki kekuatan.

Gu Sheng melangkah keluar dari kubah hitamnya yang perlahan memudar. Ia berjalan menuju Zhao Ruo, pedang Penebas Dosa terseret di tanah, meninggalkan parit panjang yang membara.

Gu Sheng berhenti di depan Zhao Ruo, lalu ia menginjak kepala sang murid inti ke lantai arena yang retak.

"Kau bilang aku menodai kemuliaan sektamu?" Gu Sheng menekan kakinya lebih kuat, membuat tengkorak Zhao Ruo mengeluarkan suara berderak. "Kemuliaan tidak ada gunanya bagi orang mati. Sekarang, pergilah ke neraka, dan beritahu dewa kematian bahwa Gu Sheng akan segera menyusul ke sana untuk menelan takhtanya."

Gu Sheng mengangkat Penebas Dosa dan menghantamkannya ke arah punggung Zhao Ruo.

BUM!

Bukan hanya tubuh Zhao Ruo yang hancur, seluruh esensi kultivasi Spirit Sea miliknya dihisap habis tanpa sisa. Zhao Ruo mati dengan mata terbelalak, meninggalkan tubuh yang kering kerontang.

Gu Sheng berdiri tegak, auranya kini begitu mengerikan hingga awan kelabu di atas Kota Azure mulai berputar membentuk pusaran raksasa. Ia menoleh perlahan ke arah Mu Chen yang kini sedang mencoba melarikan diri dari balkon VIP.

"Mu Chen... mau ke mana?" suara Gu Sheng terdengar sangat santai, namun bagi Mu Chen, itu adalah lonceng kematian yang berbunyi tepat di telinganya.

Gu Sheng tidak langsung mengejar. Ia meraih pedang perak milik Zhao Ruo yang tergeletak di tanah, lalu dengan satu sentakan tangan, ia melempar pedang itu ke arah balkon VIP.

Syuuuuu!

Pedang perak itu melesat seperti kilat berdarah, melewati kerumunan yang panik, dan menembus bahu kanan Mu Chen, memakukannya ke pilar batu balkon kehormatan.

"AAAAAARRRRGGGGHHHHH!"

Mu Chen tergantung di sana, tangannya mencoba melepaskan pedang yang memaku bahunya, namun ia tidak berdaya.

Gu Sheng mulai berjalan perlahan menaiki tangga arena menuju balkon VIP. Setiap langkah kakinya membawa kematian yang semakin dekat. Ia melewati mayat-mayat, melewati orang-orang yang bersujud memohon ampun, tanpa melirik sedikit pun.

Matanya hanya tertuju pada satu orang yang kini berdiri gemetar di samping Mu Chen yang terpaku.

Mu Ruoxue.

"Tinggal kita berdua, Ruoxue," ucap Gu Sheng saat ia sampai di depan wanita itu. "Apakah kau masih ingat bagaimana rasanya saat kau merobek dadaku? Karena sekarang... aku ingin merasakan bagaimana rasanya saat aku mengambil milikku kembali."

Suasana di balkon VIP begitu mencekam hingga detak jantung Mu Ruoxue pun terdengar sangat keras. Sang Iblis telah sampai pada target utamanya, dan pembersihan terakhir akan segera dimulai.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!