NovelToon NovelToon
Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Diputusin Tunangan, Dilamar Aktor Tampan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Showbiz
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Semua orang menganggap aku halu. “Mana mungkin, Bima, aktor tampan yang disukai semua perempuan di Indonesia mengajakmu menikah?” kata sahabatku, sambil tertawa terbahak-bahak. Tapi kemudian dia diam melihat pesan yang dikiimkn Bima kepadaku, ingin serius menikah denganku. Aku memang mencintainya, tapi apakah aku layak hidup dengan seorang aktor tampan, padahal aku hanyalah perempuan biasa yang tidak punya apa-apa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 – Bima

Bab 16 – Bima

Tadi malam aku tidak bisa tidur dengan tenang. Kok bisa ya, ada perempuan tega ngirim pesan kayak gitu. Bikin orang jadi stress.

“Hari ini jadwal kamu padat!” kata Celsi ditelepon.

Sementara aku masih berdiri di lemari baju di kamarku. Bukan karena bingung mau pakai baju apa, tapi karena masih kepikiran soal pesan dari Naya.

“Kamu harus sampe kantor jam delapan. Kita review kontrak film sama Bang Jaka. Terus jam 11 ada foto iklan.”

Aku masih bengong.

“BIMAAAA!” Celsi teriak.

“Iya, denger!”

“Kok diem aja sih? Kenapa sih?”

“Nanti aku ceritain,” jawabku lalu memutuskan sambungan telepon.

--

Di jalan, ketika sudah mau dekat kantor, aku menyuruh Pak Mardi mengubah arah mobil, “Pak, kita ke kafenya Bayu aja!”

“Oh, kenapa?”

“Mau beli kopi dulu.”

“Nggak beli deket sini aja, kan ada!”

“Aku maunya kopi di sana, Pak! Cepet ke sana sekarang,” jawabku memaksa.

“Siap, Den.”

Meski harus mengarungi kemacetan Jakarta. Akhirnya aku tiba di kafenya Bayu. Ternyata belum buka. Celsi meneleponku.

“Kenapa?” tanyaku pada Celsi.

“Kok nanya kenapa? Elu di mana?” Celsi marah.

“Di jalan.”

“Ini kontrak gimana?”

“Udah lah. Elu kan udah jago ngurus kontrak. Gue percaya sama elu!”

“Elu kenapa sih, Bim?”

“Nggak kenapa-kenapa!”

“Naya nolak elu?” tanya Celsi penasaran.

Aku terdiam.

“Katanya mau cerita?” tanya Celsi lagi.

Aku memang mau cerita, tapi sepertinya tidak mungkin, karena ada Pak Mardi di sana. Seperti tahu aku butuh privasi, Pak Mardi keluar dari mobil.

“Kemaren ketemuan sama orang tuanya Naya gimana? Elu ditolak apa gimana?” tanya Celsi lagi.

“Nggak. Mereka baik. Mereka nerima.”

“Bagus dong!”

“Iya, tapi Naya nggak.”

“Hah?”

“Naya bilang masih mau pikir dulu.”

“Kenapa sih? Sok jual mahal banget tuh cewek!”

Aku cuma bisa terdiam.

“Sori. Gue emosi. Coba omongin lagi lah. Mungkin dia juga masih kaget, elu sih main nyosor aja!”

“Iya kali.”

“Udah, keep calm dulu aja. Coba sabar dulu aja. Besok omongin lagi.”

“Gue lagi di kafe kantornya Naya. Gue mau tanya sekarang.”

“Bim, jangan terlalu dipaksa gitu!”

“Dia udah mau, Cel! Tapi tiba-tiba dia nggak mau!”

“Tapi kan elu ada banyak jadwal hari ini!”

“Iya, gue bisa kok jam 11 di Thamrin kan? Oke, gue pasti ontime!” kataku sambil melihat Bayu dan Risa turun dari mobil, lalu menyapa Pak Mardi. “Udah dulu ya. Nanti gue kabarin lagi!”

Aku turun dari mobil, lalu menyapa Bayu dan Risa. “Hari ini Naya ke sini nggak ya?”

“Harusnya sih iya. Ada jadwal meeting evaluasi kawinan kemarin,” jawab Risa mengajakku masuk ke kafe.

Bayu terlihat langsung masuk ke dapur untuk bersiap membuka kafe. Aku dan Risa menyusun kursi lalu duduk di salah satu meja.

“Ada apa?” tanya Risa.

“Ada yang pengen saya omongin sama dia.”

“Kemarin katanya ketemuan sama keluarganya?”

Aku mengangguk, “Makanya, sekarang aku mau ketemu sama dia.”

Risa seperti tahu bahwa ada yang tidak baik antara aku dan Naya, lalu menyuruhku duduk menunggu Naya sendiri.

Satu jam berlalu. Naya juga belum muncul.

“Bim, ini udah jam 10 loh!” Celsi meneleponku.

“Iya, aku mau jalan sekarang,” jawabku sambil melihat ke arah luar, menunggu sesosok Naya datang. Tapi tampaknya itu hanya angan-angan. Aku tidak pernah merasa seperti seputus asa seperti sekarang ini.

“Kamu dari situ ke sini nggak jauh, tapi macet, Bim!” Celsi menegaskan agar aku tidak boleh terlambat.

“Iya, nanti aku naik ojol ke situ, biar cepet.”

“Bener loh! Awas loh nggak ontime! Jangan bikin malu klien!” Celsi mengingatkan.

“Iya, nyonyah!” kataku lalu menutup telepon. Aku lalu mendekati Risa yang sedang bicara dengan Bayu, berbisik seperti sedang membicarakan Naya, tapi aku tidak bisa mendengarnya.

Mereka lalu berhenti bicara, ketika aku sudah dekat dengan mereka.

“Mau kopi apa, Bim?” tanya Bayu.

“Nggak usah. Makasih, aku mau langsung jalan. Udah ada janji.”

“Oh gitu,” Risa melirik Bayu.

“Kalau Naya ke sini, bilangin aku minta waktu untuk bicara,” kataku dengan lesu.

“Oh, iya. Pasti!” Risa dan Bayu berusaha menahan wajah kasihan mereka.

Setelah pamit, aku keluar dari kafe dan memberitahukan Pak Mardi bahwa aku akan naik ojol ke tempat foto syut. Ojol membawaku meliuk-liuk menghindari jalanan macet. Sesekali aku menoleh ke perempuan berkerudung yang naik ojol. Seperti berusaha meminta keajaiban bisa bertemu dengannya di jalan secara kebetulan.

Lima belas kemudian, aku sampai di sebuah gedung perkantoran. Di lantai lima, ada rooftop dan studio kecil. Aku langsung diajak ke ruang make up dan ganti baju. Celsi berdiri di belakangku sambil tolak pinggang.Wajahnya serius cenderung kesal.

“Abis ini ada rekaman wawancara buat promo teater. Elu nggak boleh ke mana-mana lagi!” katanya tegas.

“Oke.”

“Kenapa dia nggak bisa dihubungi?”

“Nggak tau.”

“Tadi di kafenya nggak ada?”

“Nggak ada. Katanya biasanya dateng jam sembilan, tapi nggak tau kenapa belum datang dan ditanya juga nggak balas.”

“Rumahnya dimana?” tanya Cesli serius.

“Kenapa?”

“Gue aja yang datengin?”

“Yang bener!” kataku sambil menoleh ke arahnya, sehingga Mua yang sedang mendandaniku kesal.

“Jangan bergerak dong, Mas Bima!” katanya dengan suara ngondek.

“Mungkin kalau gue yang tanya, dia mau cerita. Gue kan cewek, nggak kayak elu yang kalau ngomong suka nggak pake perasaan!”

“Gue udah share loc, rumahnya,” jawabku sambil memainkan ponselku.

1
Q. Adisti
menyala bimaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!