NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nadi Surgawi Sembilan Putaran

Waktu di dalam ruang batin seolah benar-benar kehilangan maknanya. Di tempat ini tidak ada siklus siang yang terang maupun malam yang gelap. Hanya ada hamparan galaksi yang sunyi dan rasi bintang yang berputar dengan ritme yang lambat. Dan di pusat segala kehampaan kosmik itu berdiri kokoh sang entitas misterius. Sebuah jam pasir emas raksasa yang terus menerus menjatuhkan butiran cahaya keemasannya tanpa henti. Setiap butiran yang jatuh menghasilkan suara denting yang menggema ke seluruh sudut jiwa Li Fan.

Tujuh hari telah berlalu menurut perhitungan batin Li Fan. Selama tujuh hari itu pula ia terus menerus membenturkan benang-benang energi spiritual yang berhasil ia kumpulkan ke arah dinding gerbang nadi pertamanya. Rasa sakitnya sungguh luar biasa. Setiap benturan terasa seperti palu godam tak kasat mata yang menghantam langsung ke dasar otaknya. Namun jiwa Li Fan yang telah hidup selama ribuan tahun di Alam Dewa tidak mudah goyah. Ia terus memandu Qi itu dengan presisi mutlak.

Hingga pada akhirnya suara retakan keras terdengar. Gerbang pertama hancur lebur. Jalur energi pertama terbuka dan memberikan sensasi sejuk yang mengalir ke seluruh lengannya.

Li Fan tidak berhenti. Ia terus menyerap sisa energi dan memfokuskannya kembali. Tiga minggu kemudian di dalam ruang batin itu, gerbang kedua dan ketiga berhasil ia dobrak secara berurutan. Keringat ilusi membasahi seluruh tubuh batinnya. Napasnya terengah-engah namun matanya memancarkan kepuasan yang mendalam.

“Tiga gerbang nadi spiritual telah terbuka. Ini adalah batas maksimal yang bisa dicapai oleh seorang jenius fana dalam waktu tiga bulan. Dengan tiga gerbang ini aku sudah pasti akan lulus Upacara Penerimaan Murid dengan mudah,” gumam Li Fan sambil menatap tangannya yang kini memancarkan pendaran cahaya biru pucat.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jam pasir emas raksasa di hadapannya. Li Fan bermaksud untuk menarik kesadarannya kembali ke dunia nyata. Ia ingin beristirahat dan memeriksa tubuh fisik fananya. Namun betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa kesadarannya sama sekali tidak bisa keluar dari tempat ini. Seolah ada dinding absolut yang mengurungnya di dalam lautan galaksi ini.

Li Fan menatap jam pasir itu lebih teliti. Tumpukan pasir emas di bagian atas ternyata baru berkurang sepertiganya.

“Apakah aku benar-benar terjebak di tempat ini sampai butiran pasir emas terakhir jatuh menembus leher kaca itu?” batin Li Fan dengan dahi berkerut.

Ia mencoba memukul udara hampa dan mencoba merapal mantra pemecah ruang, namun tubuh batinnya saat ini terlalu lemah untuk menggunakan hukum ruang dan waktu. Setelah beberapa saat mencoba dan gagal, jiwa tua itu akhirnya menenangkan diri. Kepanikan adalah musuh terbesar seorang kultivator. Jika ia tidak bisa keluar, maka ia akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin.

Li Fan bangkit berdiri dari posisi meditasinya. Karena ia merasa energi spiritual yang masuk ke dalam ruang batin ini sudah mencapai batas maksimal yang bisa ditampung oleh tiga gerbang nadinya, ia memutuskan untuk mencari cara lain. Ia mulai menggerakkan tubuhnya. Ia merangkai kuda-kuda bela diri fana yang ia ingat dari perpustakaan rahasia ayahnya di kehidupan sebelumnya.

Ia meluncurkan pukulan demi pukulan ke udara hampa. Tendangannya membelah kesunyian galaksi. Li Fan tidak menggunakan setetes pun Qi dalam gerakannya. Ia murni menggunakan putaran pinggul, hentakan kaki, dan ayunan bahu. Gerakannya yang awalnya kaku perlahan-lahan menjadi sangat mengalir bagaikan air sungai yang membelah bebatuan.

Tanpa ia sadari, gerakan fisik tanpa Qi itu memicu getaran mikro di dalam tubuh batinnya. Getaran itu merambat melalui otot, menembus sumsum tulang, dan akhirnya menghantam titik-titik tersembunyi di kedalaman meridiannya.

Mata Li Fan tiba-tiba terbuka lebar. Ia merasakan sesuatu.

“Ini sungguh gerbang rahasia? Ya ampun, aku hampir melupakan teori kuno ini!” seru Li Fan dengan nada penuh semangat.

Di Alam Dewa, ada sebuah legenda usang tentang Nadi Surgawi Sembilan Putaran. Legenda itu mengatakan bahwa tubuh makhluk hidup sebenarnya tidak hanya memiliki tiga atau enam gerbang nadi, melainkan sembilan. Namun enam gerbang lainnya tertutup oleh segel bawaan langit dan tidak bisa dibuka hanya dengan menggunakan Qi spiritual. Segel itu hanya bisa dilonggarkan melalui getaran fisik yang selaras dengan ritme alam semesta.

Li Fan segera mengubah gaya bertarungnya. Ia tidak lagi memukul secara sembarangan. Setiap gerakannya kini memiliki ritme yang disesuaikan dengan suara denting jatuhnya pasir emas raksasa.

Denting!

Pukul!

BANNNGG!

Denting!

Tendang!

BANNNGG!

Memasuki bulan kedua di ruang batin, penyiksaan yang sebenarnya dimulai. Ketika getaran fisiknya berhasil menyentuh gerbang keempat, rasa sakit yang ia rasakan melonjak sepuluh kali lipat dibandingkan saat membuka gerbang pertama. Li Fan menjerit tertahan. Tubuh batinnya gemetar hebat hingga nyaris transparan. Namun ia menolak untuk berhenti.

“Buka untukku sekarang juga!” teriak Li Fan sambil melepaskan pukulan ke arah depan.

BAAANNGGG—!!

Seketika gerbang keempat hancur. Disusul oleh gerbang kelima pada pertengahan bulan kedua, dan gerbang keenam pada akhir bulan kedua. Cahaya yang memancar dari tubuh Li Fan kini sangat menyilaukan. Enam jalur energi saling terhubung dan membentuk sirkuit yang sangat rumit di dalam meridiannya.

Bulan ketiga tiba. Tumpukan pasir emas di bagian atas jam pasir raksasa itu sudah sangat tipis. Waktu Li Fan hampir habis.

Namun tiga gerbang terakhir adalah gerbang pembawa kematian. Letaknya berada di titik paling vital dalam jiwa. Gerbang ketujuh berada di pangkal leher, gerbang kedelapan berada di pelipis, dan gerbang kesembilan bersemayam tepat di pusat jantung. Sedikit saja kesalahan dalam mengalirkan getaran, jiwa Li Fan akan hancur menjadi debu kosmik dan ia akan benar-benar mati selamanya.

Li Fan menghentikan gerakan bela dirinya. Ia kembali duduk bersila. Untuk menembus tiga gerbang terakhir ini, ia tidak bisa hanya mengandalkan gerakan luar. Ia harus menggabungkan Qi dan getaran jiwa.

Ia memusatkan seluruh sisa energi spiritual yang ia miliki. Ia memadatkannya menjadi sebuah tombak imajiner yang sangat tajam di dalam batinnya. Bersamaan dengan itu, ia mengingat kembali pencerahan Dao Ruang dan Waktunya. Ia menggunakan manipulasi waktu tingkat rendah pada jiwanya sendiri untuk memperlambat persepsi rasa sakit.

“Ayo kita selesaikan ini semua. Nadi Surgawi Sembilan Putaran, jadilah fondasi kebangkitanku seutuhnya!” geram Li Fan dengan sangat keras.

Ia mendorong tombak energi itu sekuat tenaga ke arah gerbang ketujuh.

BAMMM!

Gerbang itu hancur.

Li Fan memuntahkan darah ilusi berwarna emas. Ia memaksakan dorongan kedua menuju gerbang kedelapan.

BAMMM!

Tubuh batinnya retak di beberapa bagian.

Tepat ketika pasir emas terakhir menyentuh bibir sempit jam pasir, Li Fan mengerahkan seluruh sisa tekad dan kegilaannya. Ia menabrakkan seluruh eksistensi jiwanya ke arah gerbang kesembilan di pusat jantung.

Ledakan energi yang maha dahsyat terjadi di dalam ruang batinnya. Gelombang kejutnya menyapu bersih hamparan galaksi ilusi. Tepat pada saat itu pula, butiran pasir emas terakhir jatuh sepenuhnya. Clink.

Jam pasir raksasa itu retak dan hancur berkeping-keping menjadi debu cahaya. Kegelapan dan alam semesta perlahan memudar, menarik kesadaran Li Fan kembali dengan kecepatan yang sama sekali tidak masuk akal.

Li Fan membuka matanya dengan dada yang terengah-engah hebat.

Hal pertama yang menyambut kembalinya kesadaran Li Fan adalah bau yang sangat menjijikkan. Bau itu kombinasi antara telur busuk, darah kering, dan bangkai hewan yang telah membusuk berhari-hari. Li Fan terbatuk keras sambil memegangi dadanya yang terasa sangat lega.

Ia menundukkan kepalanya dan menyadari bahwa seluruh tubuh fananya kini tertutup oleh lapisan tebal lumpur berwarna hitam pekat. Lumpur lengket itu merembes keluar dari setiap pori-pori kulitnya, menodai jubah sutra birunya yang mahal hingga hancur dan tidak berbentuk lagi. Itu adalah kotoran duniawi. Sisa racun makanan fana, sumbatan sumsum tulang, dan kotoran darah yang dipaksa keluar secara ekstrem berkat terbukanya sembilan gerbang nadi spiritual legendaris.

“Tuan... Tuan Muda Ma?”

Sebuah suara ragu terdengar dari seberang ruangan. Li Fan menoleh perlahan. Jin Tianyu sedang berdiri di sudut kamar dengan punggung menempel erat pada dinding kayu. Wajah bocah pelayan gadungan itu sangat pucat pasi. Kedua tangannya digunakan untuk menutup hidung dan mulutnya dengan sangat rapat karena tidak tahan dengan bau ruangan itu.

“Tianyu? Berapa lama aku bermeditasi?” tanya Li Fan. Suaranya terdengar jauh lebih jernih dan berwibawa dari sebelumnya. Bahkan nadanya beresonansi ringan dengan udara di sekitarnya.

Jin Tianyu menelan ludah sebelum menjawab dengan suara teredam. “Baru... baru sekitar empat jam, Tuan Muda. Saya baru saja selesai melakukan satu putaran teknik yang Anda ajarkan. Lalu tiba-tiba tubuh Anda mengeluarkan asap hitam dan kotoran menjijikkan itu mulai menyembur keluar dari kulit Anda. Apakah... apakah Anda gagal dalam meditasi?”

Mendengar jawaban itu, bola mata Li Fan sedikit melebar. Empat jam? Ia telah menghabiskan waktu selama tiga bulan penuh yang terasa sangat nyata di dalam ruang batinnya, namun di dunia luar waktu hanya berjalan selama empat jam?

Li Fan menatap tangannya yang berlumuran lumpur hitam pekat. Ia mulai memahami apa fungsi dari jam pasir emas raksasa tersebut. Fenomena itu adalah manifestasi dari pemahaman Dao Waktu yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya. Ruang batinnya telah memanipulasi rasio waktu secara ekstrem hanya untuk memberikannya ruang berkembang.

Sebuah senyuman tipis yang sangat arogan dan penuh kemenangan terbentuk di bibir Li Fan yang sangat kotor.

Ia mengepalkan tangannya perlahan. Meskipun tubuhnya dipenuhi kotoran busuk, ia tidak pernah merasa seringan ini seumur hidupnya di dunia fana. Ia merasa bisa melompat hingga menyentuh awan tertinggi dan bisa menghancurkan batu giok hanya dengan satu jentikan jari yang pelan. Sirkulasi Qi di dalam tubuhnya berjalan secara otomatis, terus menerus menyerap energi alam melalui sembilan jalur nadi tanpa henti.

Pemurnian tulang dan pencucian sumsum telah berhasil dengan amat sempurna. Lima akar spiritual semunya kini dialiri oleh energi yang sangat murni berkat penyaringan dari sembilan gerbang legendaris.

“Gagal? Tidak, Tianyu. Aku baru saja mendapatkan sesuatu yang luar biasa,” ucap Li Fan sambil bangkit berdiri dari ranjang giok pualam. Tubuhnya memancarkan aura samar yang membuat Jin Tianyu tanpa sadar ingin bersujud menghormatinya. “Cepat siapkan air panas yang banyak. Aku harus segera membersihkan diri. Tiga bulan kedepan, kita akan mendaki ke puncak dan aku akan menunjukkan kepada sekumpulan katak dalam sumur itu apa arti sebenarnya dari seorang kultivator sejati.”

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!