NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:133k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenalkan 21

Arimbi tersenyum senang ketika acara yang dia adakan hari ini sukses besar. Dan hal yang perlu dia lakukan selanjutnya adalah mengurus perceraian sesegera mungkin.

Adapun sepuluh orang yang Arimbi undang tadi selain merupakan klien setia yang mengunakan jasa ekspedisinya, enam diantaranya merupakan investor. Dan dengan adanya pertemuan tadi, satu orang yang tadinya hanya klien kini bersedia ikut menjadi investor.

"Selamat Bu Arimbi, semuanya sukses sesuai dengan apa yang Ibu inginkan,"ucap Farhan Abdullah dengan sangat tulus. Dia sungguh merasa sangat senang dengan kesuksesan pertemuan kali ini.

"Terimakasih, ini semua berkat kamu Farhan. Kamu yang berhasil meyakinkan mereka untuk datang hari ini. Sekali lagi terimakasih,"jawab Arimbi.

Farhan hanya tersenyum kaku. Dia merasa bahwa dirinya tidak pantas mendapatkan ucapan terimakasih dari Arimbi. Terlebih dengan apa yang telah dilakukannya itu.

Drap drap drap

Suara langkah kaki yang terdengar seperti berlari itu mendekat ke arah Arimbi dan juga Farhan yang sekarang sudah berada di parkiran. Keduanya siap untuk masuk ke dalam mobil masing-masing.

"Tunggu, maaf kalau mengganggu,"ucap orang tersebut.

"Pak Bhumi, apa ada yang masih ingin dibicarakan?" tanya Arimbi ketika melihat siapa yang datang untuk menemuinya.

"Ya benar Bu Arimbi. Ada yang ingin saya bicarakan. Tapi bukan soal pekerjaan. Bisakah kita duduk sebentar di sana, rasanya tidak pas kalau sambil berdiri."

Arimbi menganggukkan kepalanya tanda dia setuju. Meski dirinya tak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh pria itu karena tadi dengan jelas Bhumi berkata bahwa bukan soal pekerjaan.

Arimbi meminta Farhan untuk kembali ke FAE lebih dulu dan mengurus yang ada di perusahaan. Ia juga meminta Farhan untuk mengatur janji temu dengan Surya, Dina dan Tasya.

"Pertama-tama saya sungguh ikut prihatin dengan apa yang menimpa rumahtangga Anda, saya tidak tahu jika Anda mengalami hal demikian. Tapi Anda dengan senang hati membantu dan menenangkan saya, saya juga mengucapkan terimakasih untuk waktu dan bantuan Anda tersebut,"ucap Bhumi membuka pembicaraan.

"Tidak masalah, saya rasa kita memiliki kesamaan. Sama-sama dibohongi hahahah. Yah hal seperti ini kadang kala memang patut untuk ditertawakan bukan? Karena tidak baik jika terus dirasakan berlarut-larut,"jawab Arimbi.

Bhumi tersenyum simpul. Wanita yang ada di depannya ini sungguh luar biasa. Dan Bhumi takjub sekali dengan sikap tegar yang dimiliki Arimbi.

Meski begitu, Bhumi yakin sudah banyak ari mata yang ditumpahkan oleh wanita ini. Dan sekarang wanita ini tengah bangkit untuk menjadi pribadi yang lebih kuar.

"Anda benar, saya setuju. Hal-hal sedemikian memang kadang hanya perlu ditertawakan. Apakah saya boleh bicara santai dengan Anda?"

Arimbi tersenyum lebih dulu, lalu selanjutnya wanita itu menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan usulan Bhumi.

"Begini Mbak, kalau nggak salah Mbak Arimbi mau ngajuin gugatan cerai kan? Apa sudah punya pengacara yang mendampingi Mbak?"

"Belum sih, Mas. Rencananya saya akan mencari kantor pengacara hari ini sebelum ke pengadilan agama."

"Nah pas kalau gitu. Gimana kalau Mbak Arimbi saya kenalkan dengan pengacara kenalan saya. Ah lebih tepatnya kakak sepupu saya. Namanya Kieran Shana Abinawa. Dia adalah pengacara dari kantor Abinawa& Co. Saya yakin Kak Ran ah maksud saya Kak Kieran akan bisa bantu Mbak Arimbi dengan baik."

Degh!

Nama Abinawa tentu tidak asing di telinga Arimbi. Bhumi sendiri juga menyandang nama tersebut. Dia tidak tahu mengapa anak keturunan Joyodongingrat yang kono masih keturunan darah biru itu malah tidak menggunakan nama Joyodiningrat di belakang nama mereka. Malah yang mereka menggunakan nama Abinawa yang merupakan nama belakang sang putra pertama.

Nama Abinawa juga memiliki banyak bidang yang digeluti. Baik dari pengamanan cyber, perusahaan advertising dan juga pendampingan hukum.

Firma hukum Abinawa&Co sangat populer, dan Arimbi tidak menyangka akan disarankan kesana oleh salah seorang bagian dari keluarga Abinawa.

"Waduh saya tidak berani ke sana Mas Bhumi. Konon kantor tersebut sangat sibuk karena banyaknya permohonan,"ucap Arimbi. Ya dia tidak percaya diri untuk meminta bantuan pendampingan hukum ke tempat tersebut.

"Jangan khawatir, staf disana kan banyak. Dan pengacara yang bekerja di dalamnya juga tidak lah satu atau dua orang aja. Jadi nggak perlu khawatir, aku yakin Mbak Arimbi akan dilayani dengan baik,"jawab Bhumi sambil tersenyum cerah.

Arimbi jelas ragu tapi tidak dengan Bhumi. Wajah pria itu sungguh sangat meyakinkan atas segala ucapannya.

Awalanya Arimbi akan datang esok saja dan memilih untuk pergi ke pengadilan lebih dulu. Tapi siapa sangka Bhumi menawarkan diri untuk menemani. Ingin menolak tapi Arimbi saat ini sangat buru-buru agar perceraiannya bisa segera terlaksana. Alhasil Arimbi pun menerima bantuan Bhumi.

Mereka pergi dengan menggunakan mobil masing-masing, dan sampai secara bersamaan di kantor hukum Abinawa&Co.

Ketika bejalan masuk ke gedung, semua orang memberi salam kepada Bhumi. Arimbi bisa melihat bahwa semua menaruh hormat dan cukup mengenal Bhumi sebagai bagian dari keluarga Abinawa.

Bagi Arimbi jelas asing. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika seluruh keluarga Abinawa berkumpul. Orang-orang sukses di bidangnya, sungguh sangat luar biasa.

"Ibu ada di dalam Pak Bhumi, langsung masuk saja. Beliau free hari ini,"ucap seseorang yang berada di depan ruangan. Wanita itu merupakan sekretaris dari Kieran Shahna Aninawa.

"Terimakasih,"jawab Bhumi singkat.

Arimbi yang bingung hanya mengekor Bhumi. Dia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba berada di kantor hukum terkenal itu. Rasanya seperti mimpin bagi Arimbi.

"Assalamualaikum, Kak Ran?" sapa Bhumi ketika memasuki ruangan.

"Waalaikumsalam, aaaah adikku kecilku sayaaang. Ututuuuu kangen banget aku sama kamu."

Kieran atau yang kerap dipanggil Ran oleh keluarganya itu langsung berdiri dan menghampiri Bhumi. Tak hanya sekedar menghampiri, Ran juga memeluk dan bahkan mencium adik sepupunya tersebut.

Dengan sedikit kesal, Bhumi menghindar setiap Ran ingin menciumnya. Dia merasa sangat kesal, pasalnya selalu seperti itu setiap bertemu dengan para kakak sepupunya.

Dikalangan sepupu, Bhumi memang yang paling kecil. Pasalnya ayah Bhumi yakn Abra termasuk yang paling telat menikah. Sehingga Bhumi dianggap si bungsu, dan sering mendapat sasaran empuk peluk dan cium dari kakak-kakaknya.

Mesku usia Bhumi sudah 27 tahun tapi dia selalu dianggap anak kecil di lingkungan keluarganya.

"Halah, sok-sokan malu. Padahal dulu mah pas kecil aku yang gendong-gendong kamu,"cibir Ran.

"Kaaaaaak ,"sahut Bhumi kesal. "Udah ah jangan kayak gitu. Ini aku bawa temen, dia pengen ngobrol sama kakak,"sambung Bhumi.

"Oh selamat siang Bu Kieran. Saya Arimbi, saya ... ."

Arimbi bingung harus berkata apa. Yang pertama dia bingung karena Bhumi tampak sangat berbeda dari yang dia tahu. Dan yang kedua, dia bingung harus bicara dari mana dengan apa yang dialaminya.

"Tenang, mari duduk dulu Mbak Arimbi. Kita akan bicara santai. Dan Bhum, kamu pergi gih. Cari minuman sama camilan buat Mbak Arimbi."

"Oke Kak."

Bhumi tahu bahwa saat ini Arimbi butuh bercerita hanya dengan Ran saja. Dan kode dari Ran untuknya mengambil minuman hanyalah dalih agar ia pergi.

"Semoga lancar,"ucap Bhumi lirih sambil tersenyum cerah.

TBC

1
dewi rofiqoh
Amar..... Amar... Bukannya introspeksi diri, malah saling menyalahkan. Bukannya memperbaiki rumah tangga yang lagi riskan, malah hancur kan! Karena egomu
Ariany Sudjana
yang satu laki-laki mokondo, yang satu pelacur murahan, tapi cocok sih 🤣🤣😂😂 amar kamu jangan mimpi balik lagi sama Arimbi, urus saja pelacur murahan kesayangan kamu itu 🤣🤣😂😂
Oma Gavin
udah tau modusnya Farah kamu juga goblok asal nyosor saja sekarang baru sadar setelah semua terlambat percuma ceraikan Farah wong arimbi juga ngga mau balikan sama kamu
Dew666
💜💜💜
Shee_👚
gak tau diri arimbi di peluk pria lain gak terima sementara dirinya mendua😤
Shee_👚
si amar terlalu bebal untuk di kasih tau dengan kata². harus pake tindakan dia baru sadar diri
Dew666
💜💜💜💜
dewi rofiqoh
Nah kan keluar juga kata itu dari bhumi untuk membuat amar menjauh, jadi Bersiap-siaplsh arimbi untuk jadi bagian dari hidup bhumi 🤭🤭!jika memang kamu benar-benar ingin lepas dari amar. Karena sebenarnya bhumi pun sudah jatuh cinta sama kamu mbiii, kamu pun demikian tapi masih trauma dan belum menyadari sepenuhnya bila rasa itu telah hadir
mimief
dasar... Cepu 🫣🤣🤣
mimief
pantesan....karya yg lain kemaren pada jarang amet update .
NT nya yg eror ya
semangat Thor ...
Ariany Sudjana
dasar Amar bodoh, kamu pikir kamu itu siapa? kamu hanya laki-laki mokondo, yang membuang permata berharga demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Utiamy Ningsih
amar gak apa2 gangguin terus sampai mereka sah yah... 😄 habis sah kan kamu ikut jadi tamu undangan trus sadar .. gitu .. gpp tugas mu cuma ngomporin mereka biar cepat halal
Yuningsih Nining
arimbi emang dewasa, tapi klu nghadapin utk soal rasa tetp wae kayk nya Umum ya, Rimbi slrimbi wuoooyy rilek, telaah rasa² itu, Bhumi itu di km udah kayk dikit ada bagian hari2:mu.......
Yuningsih Nining
arimbi blom nyadar sepenuh nya utk rasa dia ke bhumi, dia baru mrsa nyaman tenang adem mungkin baru itu ktnya 🤣🤭
I Love you,
ups🤣😁🤣🤣🤣
nunik rahyuni
aaaaa....mbak mbi dapat brondooong
rejeki nomplok
bibuk Hannan & Afnan
buat kamu Amar ✓
bukan buat kami Amar typo
bibuk Hannan & Afnan
semaki=semakin
bibuk Hannan & Afnan
lebih duli typo thor
lebih dulu ✓
bibuk Hannan & Afnan
kok kami? typo thor harusnya kamu, kan itu Bhumi yg bicara terhadap Ibnu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!