Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.
Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.
Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.
"Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."
Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Frustrasi
Dua jam sebelum Rayna menghilang, di sudut lain Meksiko, si kembar cilik sudah mulai beraksi. Mereka menyelinap ke area kediaman Austin dengan gerakan gesit layaknya prajurit terlatih. Kayla mengambil posisi di bagian depan, sementara Kesya memastikan area samping dan belakang bersih dari pantauan.
Anehnya, rumah itu sunyi senyap.
"Pssst, Kay! Kosong nih," desis Kesya saat menghampiri saudaranya yang tampak bingung.
"Aneh banget, pintunya terkunci rapat," bisik Kayla sambil menunjuk gembok yang menggantung dingin. "Padahal kemarin Austin dan ibunya masih di sini. Masa pindah dalam semalam?"
"Sudahlah, mumpung sepi, kita masuk saja!" ajak Kesya. Ia menarik tangan Kayla menuju jendela samping yang sebelumnya sudah berhasil ia bobol dengan lihai.
Begitu melompat masuk, udara pengap menyambut mereka. Rumah itu benar-benar ditinggalkan dalam terburu-buru. Tanpa membuang waktu, si kembar berpencar. Kesya berjaga di ruang tamu, sementara Kayla menyerbu kamar pribadi Austin.
Di sana, Kayla menemukan sebuah laptop yang sengaja dibuang ke tempat sampah dalam kondisi layar retak. Sebagai bocah genius teknologi, membobol password adalah tantangan sepele. Namun, saat data berhasil dipulihkan, matanya membelalak. Ia menemukan riwayat percakapan panjang antara Austin dan kakak mereka, Rayna, namun menggunakan identitas orang lain.
"ABAAAAANGGG!" pekik mereka serempak saat mendobrak pintu kamar Rayden. Mereka mendapati kakak laki-lakinya itu justru sedang terlelap dengan tenangnya.
"Ihh, Abang gimana sih? Kita kerja bagai kuda, dia malah enak-enakan mimpi! Edan banget!" omel mereka sambil menghujam wajah tampan Rayden dengan bantal.
"Astaga... apa sih? Ganggu orang mimpi indah saja!" gerutu Rayden, berusaha mengumpulkan nyawanya yang tertinggal di alam mimpi.
"Mimpiin apaan?" tanya si kembar penuh selidik.
Rayden terdiam sesaat—bayangan wanita dalam mimpinya memudar—lalu ia segera beralih ke mode komandan. "Kalian dapat apa dari sana?"
"Bagi tips dulu dong, Bang. Nggak ada yang gratis di dunia ini," tagih Kesya sambil menadahkan tangan.
"Nih, nggak usah banyak bicara," potong Rayden sambil menyodorkan Black Card miliknya dengan santai.
Seketika, mata si kembar berbinar secerah mentari. "Makasih, Abang sayang! Kamu ganteng maksimal!"
"Ah, nggak usah peluk-peluk! Kalian bau rumput," tolak Rayden telak sebelum mereka sempat menerjang.
"Dasar sok bersih! Ayo, Kay! Kita borong isi toko mainan!" teriak mereka sambil melesat pergi, meninggalkan sebuah *flashdisk* yang terlempar tepat ke pangkuan Rayden.
Rayden segera membuka laptopnya. Keheningan menyelimuti ruangan itu selama beberapa menit hingga napas Rayden mulai memburu. Di layar itu tertampang bukti telak. Austin selama ini memalsukan identitasnya sebagai Devandra dalam komunikasi daring dengan Rayna.
"Hah? Apa maksudnya ini?" gumam Rayden tak percaya.
Amarahnya mulai mendidih saat ia menyadari sahabatnya sendiri telah memanipulasi adiknya secara sistematis. "Austin brengsek! Dia bermain api tepat di bawah hidungku! Pantas saja gelagatnya aneh selama ini."
Ia segera mengirim surel darurat kepada Byan. Balasan dari Byan membuat segalanya menjadi jernih sekaligus menyakitkan. Alamat email yang selama ini dikirimi pesan oleh Rayna ternyata adalah jebakan milik Austin. Gara-gara tipu daya ini, hubungan Rayna dan Deva hancur karena Deva merasa Rayna tidak pernah peduli.
Brak!
Rayden menggebrak meja hingga vas bunga di dekatnya bergetar, tepat saat Sienna melangkah masuk.
"Kamu kenapa, Ed? Wajahmu seperti mau meledak," tanya Sienna terkejut.
"Bunda, Rayna ditipu habis-habisan! Selama ini dia bicara dengan Austin yang menyamar jadi Deva. Austin merusak segalanya! Aku harus ke Jakarta sekarang, perasaanku sangat tidak enak."
Sienna tampak ragu sejenak. "Kebetulan sekali... Bunda baru dapat pesan dari ibunya Austin di Bandara. Katanya Austin terbang ke Jakarta untuk menemui 'kekasihnya'. Tapi yang aneh, Erica juga ikut menyusul."
Rayden mengepalkan tangannya.
"Dia bukan sahabatku lagi, Bunda. Dia pengkhianat. Aku akan memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya."
Dengan gerakan taktis, sang penerus Black Lotus itu mulai mengemas barangnya. Ia tak akan pergi sebagai kakak yang ramah, melainkan sebagai eksekutor.
Sementara itu, di tempat yang jauh dari kemewahan keluarga Rich, Rayna telah tiba.
Ia menggandeng tangan mungil Chira, berjalan menyusuri pekarangan rumah tua yang asri namun tersembunyi. Chira yang tampak takut mengeratkan genggamannya saat mereka mendekati seorang wanita tua yang sedang menyiram tanaman.
Mendengar derap langkah, wanita itu berbalik perlahan. Matanya yang mulai rabun menyipit, lalu membelalak tak percaya.
"Rayna?" Alat penyiram tanaman itu jatuh begitu saja, membasahi tanah.
Rayna tersenyum getir, lalu berhambur ke pelukan hangat wanita itu.
"Nenek!" Di sinilah ia merasa aman, di tempat yang tidak diketahui oleh siapapun, termasuk Deva maupun Austin.
Di saat yang sama, langit Jakarta mulai menggelap. Deva masih bak orang kesurupan menyusuri jalanan kota. Sudah berjam-jam ia mencari, namun hasilnya nihil. Hilangnya Rayna seperti sebuah trik sulap yang sempurna.
"Jangan berhenti! Cari hingga ke pelosok desa sekalipun!" titah Deva dengan suara serak melalui sambungan telepon kepada anak buahnya.
Laporan terakhir dari bandara menyatakan Rayna tak ada dalam manifest penerbangan internasional. Itu artinya, gadis itu masih ada di suatu tempat di tanah ini, bersembunyi di dalam luka yang ia ciptakan sendiri. Deva tidak tahu, bahwa badai yang lebih besar yaitu Rayden sedang terbang menuju arahnya.
____
Pusing nggak tuh nyarinya...
Jangan lupa like...
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗