Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Dibalik Kekuatan Nidhogg
Episode 30
Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela ruang perawatan terasa hangat di kulit Reno, namun di dalam dadanya, ada rasa dingin yang belum juga hilang. Lencana perak berbentuk kepala naga pemberian Pangeran Zenon terletak di atas meja kecil di samping tempat tidurnya, berkilau memantulkan cahaya. Benda kecil itu adalah bukti bahwa Reno kini bukan lagi sekadar murid desa yang mencoba bertahan hidup ia adalah bidak strategis di papan catur kerajaan.
Reno mencoba menggerakkan bahu kanannya. Rasa nyeri yang tajam menusuk hingga ke saraf. Luka dari serangan listrik hitam Vance ternyata meninggalkan residu energi negatif yang sulit dibersihkan bahkan oleh ramuan tingkat tinggi sekalipun.
"Reno, jangan memaksakan diri," suara Nidhogg terdengar di dalam kepalanya, kali ini dengan nada yang tidak lagi menghina, melainkan sedikit khawatir. "Darah Iblis yang digunakan manusia bodoh itu mengandung racun korosi jiwa. Aku telah menyerap sebagian besarnya, tapi sisanya sudah masuk ke dalam aliran energimu."
"Aku tahu, Nidhogg. Rasanya seperti ada serangga kecil yang terus menggigit tulangku," jawab Reno dalam hati. Ia memejamkan mata, mencoba melakukan teknik pernapasan Arus Bumi.
Saat ia berkonsentrasi, Reno menyadari sesuatu yang aneh. Tato naga di tangan kanannya, yang biasanya hanya setinggi pergelangan tangan, kini telah merambat naik hingga ke pangkal lengan bawah. Warna hitamnya lebih pekat, dan ada garis-garis merah halus yang berdenyut selaras dengan detak jantungnya.
"Apakah ini efek dari fragmen jiwa itu?" tanya Reno.
"Benar. Kekuatanmu dan kekuatanku mulai menyatu lebih dalam. Di satu sisi, ini membuat fisikmu jauh lebih kuat dari manusia biasa. Tapi di sisi lain, jika jiwamu tidak cukup kuat untuk menampung emosiku, kau bisa perlahan lahan berubah menjadi monster sepertiku," jelas Nidhogg.
Reno tersenyum tipis. Monster? Aku sudah pernah menjadi monster di dunia bisnis dulu. Menghancurkan hidup orang demi profit adalah hal biasa. Jika itu harganya untuk bertahan hidup di sini, aku akan membayarnya.
Pintu ruangan terbuka perlahan. Lani masuk membawa nampan berisi bubur gandum hangat dan secangkir teh herbal yang aromanya sangat menenangkan. Di belakangnya, Dito menyusul dengan wajah yang tampak jauh lebih ceria dari kemarin.
"Reno, kau sudah bangun?" Lani meletakkan nampan itu di meja. Ia segera memeriksa perban di dada Reno dengan gerakan yang sangat lembut. "Suhu tubuhmu masih sedikit tinggi, tapi lukanya sudah mulai menutup."
"Terima kasih, Lani. Kau tidak perlu repot-repot menjagaku setiap saat. Kau juga punya jadwal latihan, kan?" ucap Reno.
Lani terdiam sejenak, lalu menatap Reno dengan serius. "Ujian babak 16 besar ditunda dua hari, Reno. Dewan akademi memutuskan untuk melakukan pembersihan total di Hutan Elang dan memperketat keamanan setelah insiden Arena Maut kemarin. Jadi, semua murid punya waktu istirahat."
Dito menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur. "Dan kau tahu apa yang paling gila, Reno? Orang-orang mulai menyebutmu Si Pembantai Bangsawan. Bagas sekarang tidak berani keluar dari asramanya, dan Kael dikabarkan sedang diinterogasi oleh komite disiplin."
Reno menyuap bubur gandumnya perlahan. "Itu hanya masalah waktu sampai mereka menemukan alasan untuk melepaskan Kael. Gerhana Hitam punya kaki di mana-mana."
"Reno," Lani merendahkan suaranya, "siapa pria berpakaian megah yang datang menemui mu kemarin? Ksatria emas yang menjaganya terlihat sangat menyeramkan. Seluruh ruang perawatan dikosongkan hanya untuknya."
Reno menatap lencana naga perak di meja. Ia memutuskan untuk tidak menceritakan identitas pangeran itu sepenuhnya. "Hanya seorang perwakilan dari dewan kota yang ingin tahu bagaimana aku mengalahkan Vance. Jangan terlalu dipikirkan."
Lani tidak bodoh, ia tahu Reno menyembunyikan sesuatu. Namun, ia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut. Ia tahu Reno memiliki beban yang tidak bisa dibagikan kepada siapa pun.
Setelah Lani dan Dito pergi untuk mengambil perlengkapan latihan mereka, Reno menggunakan lencana pemberian pangeran untuk meminta akses ke perpustakaan pribadi di dalam gedung medis. Ia butuh informasi.
Dengan bantuan lencana itu, para penjaga yang biasanya ketat langsung membungkuk hormat dan membukakan pintu arsip rahasia. Reno menghabiskan waktu berjam jam di sana, mencari catatan tentang murid-murid yang akan ia hadapi di babak 16 besar.
Matanya terhenti pada sebuah berkas bertanda merah: "Dante Kelas S".
"Dante?" Reno membaca catatan itu dengan dahi berkerut.
Dante adalah murid yang jarang muncul di publik. Ia adalah yatim piatu yang ditemukan oleh salah satu instruktur senior di perbatasan kerajaan. Binatang kontraknya adalah Gagak Pemakan Bangkai, namun kabarnya binatang itu telah bermutasi menjadi Gagak Api Neraka. Dante dikenal sebagai Algojo karena dalam setiap latih tanding, ia tidak pernah membiarkan lawannya keluar tanpa luka cacat permanen.
"Reno, perhatikan energi mental anak ini," Nidhogg menyela. "Catatan di sini bilang energinya sangat tidak stabil, namun sangat tajam. Dia bukan bertarung dengan teknik, dia bertarung dengan kegilaan murni."
"Kegilaan murni, ya?" Reno menyandarkan punggungnya ke kursi kayu perpustakaan. "Dia terdengar seperti tipe orang yang digunakan Gerhana Hitam untuk melakukan pekerjaan kotor yang tidak ingin mereka akui."
Reno teringat peringatan pangeran. Dante kemungkinan besar adalah Algojo yang dimaksud. Jika Reno melawannya di arena, pertarungan itu tidak akan memiliki aturan atau belas kasihan.
Tiba-tiba, seorang petugas perpustakaan mendekat membawa sebuah kotak kecil yang dibungkus kain beludru hitam. "Tuan Reno, ini dikirimkan oleh seseorang untuk Anda. Katanya, ini adalah suplemen untuk pertemuan bisnis Anda."
Reno membuka kotak itu setelah petugas pergi. Di dalamnya terdapat sebuah kristal inti berwarna ungu gelap yang memancarkan aura dingin yang sangat kuat. Ini adalah Inti Kristal Tingkat Perak Tahap Menengah. Di bawah kristal itu ada secarik kertas kecil:
"Gunakan ini untuk memperkuat zirah binatang mu. Algojo tidak akan memberimu waktu untuk bernapas. Z"
Reno tersenyum tipis. Pangeran Zenon benar-benar tahu apa yang aku butuhkan.
"RENO! BERIKAN ITU PADAKU SEKARANG!" Nidhogg hampir melompat keluar dari baju Reno karena antusias. "Ini adalah inti dari Monster Bayangan! Jika aku menyerap ini, aku bisa meningkatkan kemampuan kamuflase ku dan mempertebal zirah ku dua kali lipat!"
"Sabar, Nidhogg. Kita tidak bisa melakukannya di sini," bisik Reno.
Reno kembali ke ruang perawatannya, mengunci pintu, dan memastikan tidak ada sensor sihir yang memantau. Ia duduk bersila di tengah ruangan, meletakkan kristal itu di antara kedua telapak tangannya. Nidhogg keluar dan melingkari kristal tersebut.
"Kita punya waktu dua hari, Nidhogg. Kau harus menyerap ini dan aku harus memurnikan sisa energi korosi di tubuhku. Jika kita gagal, babak 16 besar akan menjadi tempat peristirahatan terakhir kita."
"Jangan remehkan aku, Manusia! Bersiaplah, proses ini akan membuat ruangan ini menjadi sangat dingin!"
Seketika, uap beku mulai keluar dari tubuh Nidhogg. Reno memejamkan mata, membiarkan energi dingin dari kristal itu mengalir masuk ke dalam tubuhnya, bertabrakan dengan energi panas Arus Bumi miliknya. Rasa sakitnya luar biasa, seperti tulang tulangnya sedang dibekukan lalu dicairkan secara bergantian.
Setiap detik berlalu dengan lambat. Reno bisa merasakan Nidhogg sedang berevolusi secara internal. Sisik sisiknya menjadi lebih rapat, tanduknya menjadi lebih gelap, dan aura yang dipancarkannya menjadi lebih tenang namun jauh lebih mematikan.
Di luar, hujan salju pertama mulai turun di Kota Hijau, menutupi jejak-jejak pertempuran di Arena Maut kemarin. Namun bagi Reno, ketenangan ini hanyalah ilusi. Di balik salju yang indah, Algojo sedang mengasah sabitnya, dan Gerhana Hitam sedang menyiapkan jebakan yang jauh lebih besar.
Reno mengepalkan tangannya yang kini dialiri energi perak yang berkilau. Di kehidupan lamanya, ia adalah Arka sang penakluk pasar. Di kehidupan ini, ia akan menjadi Reno sang penakluk takdir.
Dua hari pemulihan ini bukan hanya soal mengobati luka, tapi soal mempersiapkan sang naga untuk benar-benar mengaum di babak selanjutnya.