NovelToon NovelToon
Idol Di Balik Pintu Kosan

Idol Di Balik Pintu Kosan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Amnesia / Idol / Komedi
Popularitas:431
Nilai: 5
Nama Author: PutriBia

Javi, center dari grup LUMINOUS, jatuh dari balkon kosan Aruna saat mencoba kabur dari kejaran fans. Bukannya kabur lagi, Javi malah bangun dengan ingatan yang kosong melompong kecuali satu hal yaitu dia merasa dirinya adalah orang penting yang harus dilayani.
Aruna yang panik dan tidak mau urusan dengan polisi, akhirnya berbohong. Ia mengatakan bahwa Javi adalah sepupunya dari desa yang sedang menumpang hidup untuk jadi asisten pribadinya. Amnesia bagi Javi mungkin membingungkan, tapi bagi Aruna, ini adalah kesempatan emas punya asisten gratis untuk mengerjakan tugas kuliahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutriBia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Keimanan di Bawah Lampu Remang-Remang

Setelah kembali ke kamar, Javi duduk di sudut dengan wajah ditekuk. Lagu dari sebelah kini berganti menjadi lagu ballad yang sangat sedih berjudul "Missing Piece". Denting pianonya terdengar pilu menembus dinding triplek.

Javi mendengarkan liriknya dengan khusyuk:

"Di mana pun kau berada, aku akan mencarimu... di balik pintu yang terkunci..."

Javi tiba-tiba merasa matanya memanas. Dadanya sesak, seolah ada kabel yang korslet di dalam jantung kloningannya.

"Aruna..." suara Javi parau.

"Kenapa lagu ini membuat saya merasa sangat sedih? Seolah-olah saya telah meninggalkan sesuatu yang sangat berharga, bukan cuma piring kotor yang belum dibilas."

Aruna terdiam. Rasa bersalah mulai menggerogoti hatinya melihat sang superstar terlihat begitu rapuh. Dia duduk di sebelah Javi, menjauhkan penggaris besinya agar tidak melukai suasana.

"Mungkin... mungkin itu cuma hormon, Jang. Atau mungkin kamu laper," bisik Aruna, meski dia tahu alasannya jauh lebih besar dari itu.

"Tidak, ini berbeda."

Javi perlahan melepas kacamata renangnya. Untuk pertama kalinya, dia memperlihatkan mata indahnya yang kini tampak sendu dan berkaca-kaca di bawah lampu kamar yang temaram.

"Tadi, saat saya melihat para pria berbaju hitam di sebelah... saya merasa saya mengenal mereka. Terutama pria yang menangis tadi. Saya merasa ingin memeluknya dan memberinya mi instan hangat. Apakah kloningan punya memori kasih sayang yang tertanam secara ilegal?"

Aruna merasa jantungnya berhenti berdetak.

Aduh, insting 'Hyung' dan leader-nya mulai balik, tapi dia sendiri belum sadar!

batin Aruna panik.

"Itu karena kamu emang baik hati, Ujang. Sifatmu emang suka kasihan sama orang aneh, makanya kamu betah sama aku,"

Aruna mencoba berbohong lagi, tapi suaranya bergetar hebat.

Javi menatap Aruna dalam-dalam. Tatapannya begitu intens sampai Aruna lupa cara bernapas.

"Aruna, katakan sejujurnya. Apakah saya ini orang jahat? Apakah saya melarikan diri dari mereka karena saya melakukan kriminalitas visual?"

"Enggak! Kamu nggak jahat! Kamu itu... kamu itu cuma lagi istirahat dari dunia yang berisik," jawab Aruna tulus tanpa sadar.

Javi tersenyum kecil, senyum paling tulus yang pernah Aruna lihat. Perlahan, dia menyandarkan kepalanya yang berat di bahu Aruna. Aruna membeku, tubuhnya mendadak kaku seperti manekin toko baju yang baru dipajang.

"Kalau begitu, biarkan saya menjadi Ujang sedikit lebih lama lagi," bisik Javi.

"Menjadi Ujang sangat melelahkan karena harus mencuci daster Mbak Widya, tapi setidaknya di sini, tidak ada yang menatap saya dengan kamera... kecuali Genta si tukang ancam."

Aruna menelan ludah, berusaha menetralkan debar jantungnya yang sudah kayak konser rock.

"Iya, Jang. Tidurlah. Besok kita harus perang lagi sama Mbak Widya soal tagihan air yang membengkak gara-gara kamu mandi tiga jam sekali."

Malam harinya, saat Aruna nyaris terlelap dan Javi sudah mendengkur halus di atas tikar, kekacauan mencapai puncaknya. Pintu kamar Aruna digedor dengan brutal.

"ARUNA! BUKA PINTUNYA! GAWAT DARURAT NASIONAL!"

Aruna meloncat kaget, menyenggol Javi yang langsung bangun dengan posisi siaga satu. Aruna membuka pintu dan mendapati Mbak Widya sedang dikelilingi oleh para tetangga kos yang semuanya membawa HP.

"Ada apa sih, Mbak?! Ini sudah jam sepuluh!"

"Itu! Di kamar sebelah! Mbak baru dapet laporan dari grup WA Intelijen Kosan, katanya ada tiga orang mencurigakan yang bawa durian ilegal dan dengerin lagu LUMINOUS kenceng banget! Terus Mbak liat di TikTok, ada rumor kalau member LUMINOUS lagi nyamar jadi penghuni kosan buat nyari Javi!"

Mbak Widya berteriak histeris sampai kondenya miring.

"Jangan-jangan tetangga baru kamu itu beneran artis kabur?!"

Aruna melirik ke kamar sebelah yang pintunya sedikit terbuka. Di sana, dia bisa melihat Kenji sedang asyik latihan nunchaku menggunakan sosis yang belum dimasak, sementara Satya sibuk maskeran pakai putih telur.

"Mbak, tenang dulu, mereka cuma fans fanatik mungkin..."

Tiba-tiba, Javi keluar dari kamar Aruna. Dia hanya memakai kaos dalam yang agak melar dan sarung yang diikat di leher bergaya seperti superhero gagal. Matanya masih mengantuk, tapi auranya tetap menekan.

"Ada apa ini? Kenapa berisik sekali? Apakah ada pembagian daster gratis di tengah malam?" tanya Javi dengan suara bariton yang menggelegar.

Mbak Widya menatap Javi tanpa berkedip. Dia melihat foto Javi di layar HP-nya, lalu menatap wajah Javi yang berantakan tapi tetap tampan di depannya.

"Ujang... kamu kalau nggak pake kacamata renang... kok mirip banget sama..."

Tepat saat itu, pintu kamar nomor 12 terbuka lebar. Rian, sang maknae yang sudah tidak tahan menahan rindu, langsung lari keluar menubruk kaki Javi dan memeluknya erat.

"HYUUUUNG! AKHIRNYA KETEMU! AKU KANGEN BANGET! SIAPA YANG BAKAL MASAKIN AKU MI INSTAN JAM DUA PAGI KALAU BUKAN KAMU?!" teriak Rian sambil menangis sesenggukan.

Seluruh penghuni kos melongo. Mbak Widya langsung lemas dan pingsan di pelukan tetangga sebelah. Aruna memegang kepalanya, merasa masa depannya sebagai mahasiswi tenang sudah berakhir.

Javi menatap Rian yang memeluk kakinya dengan bingung.

"Eh... Bambang Kecil? Kenapa kamu menangis di kaki saya? Dan apa itu Hyung? Apakah itu jenis makanan baru yang harus saya cuci piringnya?"

Kenji dan Satya akhirnya keluar, melepas masker mereka dan menyerah pada keadaan.

"Sudahlah, Javi-hyung. Penyamaran kita gagal total gara-gara aroma durian dan tangisan bayi Rian."

Javi menatap mereka satu per satu. Tiba-tiba, kepalanya berdenyut kencang. Flashback singkat muncul, kilatan lampu panggung, suara ribuan orang meneriakkan namanya, dan wajah kedua pria di depannya ini sedang tertawa di dalam pesawat pribadi.

"Kalian..."

Javi memegang kepalanya.

"Kalian adalah... rekan kloningan saya dari laboratorium pusat?" tanya Javi polos, masih setia dengan teori fiksi ilmiahnya.

Satya menepuk jidatnya.

"Kloningan? Hyung, kamu beneran sudah dicuci otak sama cewek ini ya?"

Aruna segera maju, berdiri di depan Javi seperti induk ayam melindungi anaknya.

"Heh, para artis! Jangan sembarangan ya! Ujang lagi amnesia! Jangan bikin dia pusing dengan istilah Hyung-Hyung itu!"

"Kami tahu dia amnesia, Kak," ucap Kenji dengan nada yang tiba-tiba serius.

"Tapi kami butuh dia kembali. Dunia sedang mencari Javier LUMINOUS, bukan Ujang Si Penunggu Kosan."

Javi menatap Aruna, lalu menatap rekan-rekan grupnya yang tampak sangat familiar tapi terasa asing di ingatannya. Dia secara refleks meraih ujung daster Aruna dan memegangnya erat.

"Aruna... apakah mereka ini pusat kendali yang mau membawa saya pulang ke pabrik untuk di-reset?" bisik Javi dengan nada ketakutan.

Aruna melihat tatapan rapuh Javi. Dia menarik napas panjang, menatap tajam ke arah tiga idola papan atas itu.

"Denger ya, para Bambang Artis! Ujang nggak bakal ke mana-mana sampai ingatannya balik secara alami! Sekarang, mending kalian angkat Mbak Widya ke kamarnya sebelum dia bangun dan minta kontrak eksklusif daster buat kalian semua!"

Malam itu, rahasia besar telah pecah berkeping-keping. Kamar kos sempit itu kini resmi menjadi lokasi paling "mahal" di Jakarta, dihuni oleh empat bintang dunia dan satu mahasiswi DKV yang hampir gila. Javi masih tidak ingat siapa dia, tapi dia tahu satu hal: dia merasa aman di belakang punggung Aruna.

1
Indhira Sinta
bagus
falea sezi
/Curse//Curse/ada aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!